
Hari-hari Sania dan Sonya,di habiskan untuk menemani sang ayah, saat ini karena mereka tidak ingin kehilangan, sosok yang sangat mereka cintai itu, sosok yang sangat penting bagi kehidupan mereka.
Ya... Danang Setiaji adalah sosok, ayah panutan bagi semua anak di dunia ini, dia begitu penyayang dan pengertian, tidak hanya kedua putrinya kandung nya, tapi dia bahkan mengangkat, tiga orang anak malang lain'nya,yaitu Ari sandi dan Rido, Danang Setiaji, begitu menyayangi mereka, bahkan dia juga memberikan, sebagian harta nya, untuk ketiga anaknya itu.
kini Rido,Ari dan sandi, tengah berkunjung ke kediaman, Danang, karena Danang, memutuskan untuk kembali ke kampung halaman nya, dia bahkan pernah mewanti-wanti, jika kelak, dia meninggal dunia dia ingin di makamkan di samping makam mendiang ibu nya, bersama sang istri Andara nanti jika , mereka sudah menemui akhir hayat nya.
Andara, selalu setia, menemani suaminya yang sangat di cintai nya, hingga saat ini padahal usia mereka, terpaut 11 tahun,dulu, saat Andara jatuh, cinta dengan sang sopir yang selalu menemani nya kemana pun, padahal Danang, adalah pria yang sangat sederhana, bahkan jauh dari kata sempurna, hanya parasnya yang tampan, saat itu mampu menarik perhatian Andara, dan saat itu, Danang,sama sekali belum bisa move on, dari cinta pertama nya, yaitu ibunya Sonya.
jika, mengingat masa itu, adalah masa yang begitu rumit untuk Andara, tapi dengan berjalan nya waktu, Danang,luluh juga walaupun di balik ketakutan, seperti masalalu nya,di tolak oleh sang mertua, tepat nya tidak pernah mendapat kan Restu.
hari demi hari, mereka jalan bersama Andara,sering minta di temani makan oleh Danang, walaupun Danang sering menolak, karena merasa tidak pantas, untuk menemani sang Nona, muda makan.
tapi Andara, tidak pernah menyerah sekalipun, Danang, menolak dia rela makan di dalam mobil, saat perjalanan, dia membawa dua kotak makanan, saat itu, dia bahkan menyuapi Danang , yang tengah fokus, dengan jalanan,yah Danang, sedang menyetir dia begitu kaget, dan langsung mengerem mendadak.
"Nona, apa yang Nona, lakukan ??"tanya Danang.
"aku tidak ingin makan sendiri sedang kamu,sibuk dengan pekerjaan mu"ujar Andara,santai.
"tapi Nona,itu tidak seharusnya, Anda lakukan saya hanya sopir Anda bukan kekasih ataupun "ucapan Danang, terhenti saat Andara, menempel kan, jari telunjuk nya tepat di bibir nya Danang.
"mas, aku menyukai mu, aku tidak perduli kau siapa dan bersal dari mana, tapi rasa ini tidak pernah salah"ucap Andara, gadis polos yang memberanikan diri, untuk mengungkapkan perasaan nya.
"Nona,maaf saya sudah punya anak dan istri"ucap Danang,tegas.
Danang, pun melanjutkan perjalanan, dia sama sekali tidak melirik kearah, Andara, yang kini menunduk sedih, Danang, hanya fokus menyetir.
"Turun kan aku, sekarang juga"ucap Andara, yang mampu langsung membuat Danang , mengerem mobilnya.
"Tapi, Nona, Anda bahkan belum sampai ke tempat tujuan,nanti Nyonya besar akan marah"ucap Danang.
"aku tidak perduli, lagi bahkan aku lebih baik mati saat ini juga, aku sudah sangat malu dengan semua penolakan, apa kamu tau aku memberanikan diri mengungkapkan perasaan ku padamu, dan begitu malu nya aku saat ini dan apa kamu tau rasanya begitu menyakitkan"ucap Andara,sambil terisak dalam tangisnya.
Danang, begitu bingung harus melakukan apa, tapi sesaat kemudian dia kembali berkata.
"Baiklah, Nona, jika Anda merasa malu dan sakit hati dengan perkataan saya, mulai saat ini saya, akan mengundurkan diri, tapi tolong, jangan berbuat yang macam-macam, Ok"ujar Danang, tapi perkataan nya bukan membuat Andara, diam dari tangisnya, tapi malah membuat dia semakin terisak, Andara bahkan berniat untuk turun,namun Danang, tidak juga membuka pintu mobil nya, saat ini yang sengaja di biarkan terkunci oleh Danang.
"baiklah, jika kamu ingin mengundurkan diri, aku juga akan bunuh diri dan membawa pergi rasa ini untuk selamanya"ujar Andara.
"jangan, nekat Nona,saya mohon"ujar Danang lagi.
"Buka pintu nya"ucap Andara,sambil menatap penuh amarah pada Danang, dia begitu kecewa saat ini rasanya sangat sakit mendapatkan penolakan dari orang yang sangat di cintai nya, sejak lama, namun, Danang,malah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat ini Jujur saja, dia juga memiliki rasa yang sama, tapi dia berusaha menepis nya, bagaimana pun dia hanya seorang sopir.
Andara, pun masih menangis, dan Danang, pergi membawanya ke, pantai saat itu, juga tidak membawa nya ke kampus, seperti biasanya.
"turunlah"ucap Danang,sambil membuka pintu mobil untuk Nona, nya itu.
"kamu,benar jika ingin mengakhiri hidup ini adalah tempat yang tepat"ucap Andara,sambil turun dan langsung berjalan menuju ombak yang datang beriringan, tapi tangan Danang, mencengkram tangan Andara, dengan begitu erat dia bahkan menarik Andara, dengan kasar hingga Andara, berbalik dan menabrak dada bidang Danang, saat itu juga.
"jangan, pernah melakukan hal bodoh, aku membawa mu kemari karena aku ingin membuat kamu berpikir lebih jauh sebelum melangkah, aku ingin kamu menenangkan pikiran mu"ucap Danang.
"aku, tidak bisa tenang setelah kamu menolak ku, aku tidak ingin hidup lagi"ucap Andara.
tiba-tiba Danang , mencium bibir Andara, sekilas, dan Andara, langsung menatap sayu ke arah Danang, jujur Andara tidak mengerti dengan sikap pria yang kini ada di hadapannya.
"Andara, kamu tau, aku adalah bawahan mu, aku bahkan tidak punya apapun, saat ini harus nya kamu berpikir ulang sebelum nantinya kamu menyesal karena telah memilih ku, aku seorang duda beranak satu, meski diantara kami, masih saling mencintai, dan peristiwa yang terjadi di masalalu ku, tidak pernah bisa aku lupakan aku sangat mencintainya, hingga saat ini dia adalah wanita pertama yang rela hidup susah dengan ku dengan cara mengorbankan, kebahagiaan nya saat itu demi cinta kami berdua, aku bahkan membawanya, pergi jauh dari keluarga nya, hanya untuk menghindari mereka keluarganya yang sangat berkuasa saat itu, tapi pelarian kami hanya sampai anak kami lahir, saat itu mereka pun membawa paksa istriku, wanita yang sangat kucintai, wanita yang rela hidup sengsara demi cinta nya pada ku, tapi yang lebih menyakitkan lagi adalah, putri kami harus berpisah dengan ibunya, dengan terpaksa dan sama sekali tidak di akui, karena di tubuh nya mengalir darah ku, darah pria miskin yang sangat menjijikan untuk mereka"ujar Danang, panjang lebar membuka luka yang selama ini ia pendam sendiri.
"aku,tau semua itu begitu menyakitkan, tapi aku tidak akan pernah seperti itu, sekali pun aku harus mat...."ucapan Andara, terhenti saat Danang, membungkam bibir Andara dengan bibir nya, mereka pun berciuman dengan penuh rasa, tapi Danang, melakukan itu karena marah pada Andara, yang selalu berbicara tentang kematian, sementara Andara sendiri, hanya meluapkan perasaan nya.
"jangan pernah berkata seperti itu, lagi aku sangat benci mendengar nya"ujar Danang,kini dia membawa Andara , duduk di bawah pohon yang rindang, mereka saling diam dan memandangi ombak yang tidak pernah lelah berlomba mencapai tepian pantai meski tidak pernah bisa bertahan lama.
🌹💖💖💖🌹
sepasang sejoli tengah merenung di pinggir pantai tersebut,di iringi suara deburan ombak, mereka saling terdiam sampai saat Andara,berbalik menatap wajah Danang dan berkata.
"bisa, kamu ceritakan, awal mula pertemuan mu dengan nya"ucap Andara.
__ADS_1
"apa kamu yakin, tidak akan pernah merasa, sakit hati, saat mendengar nya"ujar Danang.
kemudian, Andara menjawab.
"aku akan tahan, apa pun karena aku yakin dengan perasaan ku"ucap Andara lagi.
"apa kamu yakin, bisa menerima jika kamu tau bahwa aku masih sangat mencintai nya"ujar Danang lagi.
Andara, terdiam sesaat,lalu kembali menjawab.
"aku hanya ingin tau, seberapa dalam rasa mu untuk nya, jika aku tau kamu begitu dalam mencintai nya, aku akan membuat mu kembali bersama dengan nya, apa pun itu"janji Andara.
"kalau begitu, cukup kamu melupakan perasaan mu pada ku, dan itu sudah lebih membantu ku"ucap Danang datar.
Andara, kembali menatap nya.
"baiklah jika kamu benar-benar,benci dengan ku, aku akan pergi jauh dari hidup mu untuk selamanya"ujar Andara,sambil beranjak dan berjalan setengah berlari ke arah ombak, Namun Danang, lagi-lagi mengejarnya dan memeluk erat tubuh Andara, dia menarik nya dengan sangat cepat membawa nya kedalam mobil, dan mengunci nya.
"Andara, aku sudah katakan jangan pernah lakukan itu, aku sangat membenci nya"ujar Danang.
"lalu, apa mau mu heuhh...?? kamu bilang aku harus membuang rasaku, dan menjauh dari mu hanya cara itu yang tepat"teriak Andara pada Danang, Andara langsung membalikkan badannya, dia membelakangi Danang, dia menangis sesenggukan di tumpuan lutut nya saat ini.
"Andara, kamu selalu mengingat kan ku dengan dia"ujar Danang.
"tapi aku bukan dia aku tidak seperti dia yang kejam meninggalkan mu dan buah hati nya"ucap Andara masih dengan tangis nya.
"yang aku maksud adalah sifat mu saat ini"ucap Danang.
"flashback on"
delapan tahun yang lalu,dua pasang manusia, bertemu dengan tidak sengaja,di sebuah kantor, milik wanita tersebut, tepat nya milik, keluarga dari wanita itu, dan pemuda itu adalah pegawai magang, saat itu.
"maaf, Nona, lift nya sedang macet anda bisa menggunakan lift,sebelah"ucap Danang.
"kamu, anak basket yang waktu itu bukan"ujar wanita tersebut.
"kita memang baru bertemu, langsung saat ini tapi aku cukup tau siapa kamu, dan aku sangat mengagumi prestasi mu di kampus, dan kita masih satu kampus"ucap wanita tersebut.
"apa kamu juga magang di sini??"tanya Danang.
"ini kantor ibuku, jadi aku sering kemari"jawab nya Jujur.
Danang, tiba-tiba langsung membungkuk,memberi hormat.
"maaf kan, aku Nona, jika aku lancang karena, sudah mengobrol dengan mu"ujar Danang, dan langsung pamit.
walaupun wanita tersebut berusaha untuk, mengejar nya, namun Danang, tidak ingin membuat orang lain, bergosip yang tidak-tidak.
hari demi hari, dari saat itu Danang , selalu bertemu dengan wanita tersebut, dan dia tidak bisa menghindar dari nya, setiap kali wanita itu minta di temani dalam setiap kegiatan nya, dia bahkan meminta, ibunya membiarkan Danang, menjadi asisten pribadi nya, sebagai bagian dari magang,nya dan meminta ibunya, untuk memuluskan laporan magang nya, awalnya ibu dari wanita tersebut, selalu memenuhi permintaan, putri nya itu tanpa curiga, karena Danang pun selalu melakukan pekerjaan nya dengan baik, sebelum menemani putri nya bepergian, sebagai asisten putri nya itu.
suatu saat, tiga hari sebelum kelulusan Danang, wanita yang bernama lengkap, Sherin Wiratama,itu mengajak nya, kesebuah villa milik keluarga nya, Sherin, bahkan memperlakukan Danang, seperti seorang kekasih, sampai saat dia menyuapkan sesendok makanan yang sedang dia nikmati, saat Danang tengah membaca majalah nya saat itu.
seketika Danang terbengong dan menatap heran pada wanita tersebut.
"apa ?yang Nona, lakukan"ujarnya tak percaya.
"aku sangat mencintaimu, sudah sejak lama, dan aku hanya ingin menjadi milik mu"ucap Sherin,sambil mendekat kan wajah nya ke hadapan Danang , dan langsung mencium bibir Danang.
"Nona, hentikan!!""ucap Danang, dengan sangat tegas.
"kenapa, apa aku tidak cantik dan ti menarik untuk bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku"ujar Sherin.
"bukan begitu Nona, anda adalah atasan saya, dan saya bukan pria yang pantas untuk anda"ujar Danang.
"tapi aku tidak perduli dengan semua itu, aku sangat mencintaimu, dan jika kamu menolak ku aku akan bunuh diri saat ini juga"ujar Sherin.
__ADS_1
"Nona, jangan bicara omong kosong, sekarang juga bersiap lah saya akan mengantarkan Anda pulang"ujar Danang,tapi tiba-tiba Sherin, berlari pergi ke lantai atas, dia bahkan sudah berdiri di atas tepian balkon villa tersebut.
"Danang, aku sangat mencintaimu, aku tidak perduli, kamu siapa dan bersal dari mana, cinta ini tulus untuk mu, tapi jika kamu menolak ku, aku akan lompat saat ini juga"ujar Sherin,sambil terisak.
"tidak Nona, aku mohon turun, jangan seperti ini, aku hanya pegawai rendahan, aku tidak punya apapun, jika kelak kita bersama, dan keluarga mu akan menentang hubungan kita"ujar Danang.
"aku tidak perduli aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu kamu dengar itu!!!"""teriak Sherin.
"baik'lah-baiklah, tolong turun dulu kita bicarakan ini baik-baik"ucap Danang, membujuk.
Sherin masih tetap berdiri di sana, dan Danang berlari ke atas menghampiri, Sherin, saat itu juga, tapi Sherin, masih kekeh ingin mendengar pengakuan cinta dari Danang.
"turun lah Nona, kita bicarakan baik-baik, Ok"ujar Danang.
"tidak sebelum kamu bilang, bahwa kamu juga mencintai ku,atau aku akan mati saat ini juga"ucap Sherin.
"Baiklah, Nona, aku juga mencintai mu"ujar Danang.
"aku tau kamu bohong"ucap Sherin.
"tidak Nona,itu benar"ucap Danang.
"jika, kamu mencintai ku,maka kau hanya akan memanggil nama ku saja, saat ini tapi tidak kamu tidak mencintai ku"ucap Sherin, yang sudah akan melompat namun Danang, langsung menarik nya hingga terjatuh kedalam dekapannya.
"jangan melakukan hal bodoh, aku tidak suka, jika kamu memang mencintai ku, kamu harus nya,tau konsekuensinya, keluarga mu tidak akan pernah menyetujui hubungan ini"ujar Danang.
"hamili aku,maka dengan begitu mereka tidak akan pernah bisa menolak"ujar Sherin.
"tidak itu bukan solusi"ujar Danang,sambil membawa Sherin kembali ke lantai bawah tapi Sherin berhenti tepat didepan kamar dia mencium bibir Danang, dengan sangat lembut dan penuh cinta didalam nya, Danang, pun membalas perlakuan Sherin saat itu,tapi tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Danang, saat itu ternyata nyonya Wiratama tegah berdiri di belakang mereka.
dia begitu murka, saat melihat mereka berciuman, empat orang bodyguard, menghajar Danang, habis-habisan, dan Sherin, meronta karena di pegangi oleh dua orang bodyguard lain nya.
"Hajar, dia hingga mampus, berani-berani nya, kurang ajar, dibelakang ku, dia harus tau siapa keluarga Wiratama, dan tidak akan pernah bisa, sebanding dengan cecunguk macam dia, dia itu tidak lebih dari sebuah debu"ujar nyonya Wiratama dengan angkuhnya.
"momm... lepaskan dia aku mohon aku, tengah mengandung anak nya, aku mohon"ucap Sherin berbohong.
"apahhhh"nyonya Wiratama, begitu kaget dia melotot tajam kearah putri nya, dan saat ini dia langsung menarik tangan Sherin.
nyonya Wiratama, langsung menampar pipi Sherin, berkali-kali, dia bahkan sangat gelap mata saat mendengar putri kesayangan nya itu tengah mengandung anak dari pria miskin.
"jangan sakiti dia nyonya, Sherin, berbohong aku, tidak pernah berbuat macam-macam,lepas saya mohon jangan sakiti dia"ujar Danang, yang kini tersungkur di lantai, dia sangat mengenaskan, saat ini.
"tidak momm... aku tidak bohong aku mencintainya, dan aku ingin menikah dengan nya,maka aku rela mengandung anak nya"ucap Sherin, lagi-lagi dia berbohong.
"tidak Sherin, aku mohon jangan lakukan itu,itu bahaya, kamu bisa mati"ujar Danang, yang kini melihat nyonya Wiratama memegang pisau.
"aku lebih baik mati, saat ini juga, dari pada harus kehilangan mu"ujar Sherin,sambil menatap kearah Danang, yang sudah tidak berdaya, saat ini.
"tidak, aku mohon jangan lakukan itu"ucap Danang lagi.
"lempar cecunguk ini ke jalan, dan jangan biarkan dia mendekati putri ku lagi "ujar nyonya Wiratama.
dari saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi, sampai satu tahun kemudian,di sebuah desa tepat nya, tempat kelahiran Danang, setelah sekian lama, Sherin, bisa kabur dan mencari danang di kediaman nya, saat itu Danang, tengah beristirahat setelah bekerja di ladang milik orang tuanya, Sherin masuk dan langsung menutup pintu.
"Sherin, kamu disini, apa yang kamu lakukan"ujar Danang, tidak percaya.
"aku sangat mencintaimu, dan aku rela mati untuk mu, aku mohon jangan usir aku ayo nikahin aku saat ini juga dan kita pergi jauh"ujar Sherin.
"tapi Sherin, tidak semudah itu"ucap Danang.
"baiklah, kalau kamu menolak" tiba-tiba Sherin, mengeluarkan pistol dari saku jaket yang ia kenakan.
"aku akan pergi membawa rasa ini saat ini juga"ujar Sherin, yang kini menodongkan pistol tersebut di pelipis nya.
"jangan bodoh kamu"ujar dangang yang kini menghampiri dan berusaha merebut benda itu dari tangan Sherin.
__ADS_1
"aku lebih baik mati"ucap Sherin.