Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Sikap acuh


__ADS_3

Sania, pergi ke restoran, saat itu juga, iya tidak mau menghiraukan, keberadaan Adryan, sesampainya di sana Sania, langsung bergegas masuk ke dalam ruangan kerja nya, untuk mengecek, omset pendapatan Minggu ini setelah, teman-teman nya pergi pulang kampung, Sania melihat foto mereka yang di pajang di ruangan tersebut,sedang mengunakan baju pelayanan dan masing-masing sedang memegang nampan berisi, hidangan.


"ih kalian jahat sudah happy-Happy tanpa mengajak ku, gimana ya kabar kalian"


gumam Sania dalam hati.


"Nona Sania di luar ada tamu , yang ingin bertemu"


"Siapa Bi,,,"


tanya Sania pada Rebecca.


"Saya tidak tahu "


Jawab Rebecca singkat.


Sania pun keluar, dia langsung menemui orang tersebut.


"Oh ,,, kamu Yan ada apa?,,"


"duduklah aku ingin bicara"


jawab Adryan singkat.


"Mau bicara apa lagi "


tanya Sania.


"Sedingin ini kah caranya menyambut pelanggan,di restoran?,,"


tanya Adryan, pada Sania.


"owh ingin pelayanan ya bentar aku panggil, yang lain nya" kata Sania lagi,sambil beranjak bangun dari duduknya,namun tangan nya di cekal oleh Adryan.


"Duduklah aku tidak menyuruh mu memanggil pelayan,aku hanya ingin kau temani aku"


"Aku sibuk, silahkan nikmati hidangan nya"


kata Sania.


"Ayo kita menikah dan kembali ke kampung halaman, bukan kah itu cita-cita mu"


ajak Adryan, sambil menggenggam, tangan Sania.


"kau sudah menikah, dan apa alasan nya kau mengajakku menikah sementara pernikahan mu sendiri sedang bahagia nya"


tanya Sania,


"Bahagia,,, heeuh yang benar saja Sania, kamu pikir aku bahagia,,!ya aku bahagia bahkan saking bahagianya aku melepaskan orang yang sangat aku cintai, apa itu yang kau sebut bahagia, aku hidup dalam kepura-puraan, padahal ada luka yang menganga di sini, disini Sania, kapan kau bisa paham, kamu malah menunjukkan sikap tidak perduli mu seperti ini kah yang kau sebut cinta, heeuh, inikah cinta mu,,,?"


Adryan, emosi dia sampai menggebrak meja dan Sania, hanya bisa berurai air mata karena yang di katakan Adryan, semua nya benar.


"apa kau tahu Sania aku memang tidur aku lakukan kewajiban ku sebagai suami tapi batin ku menangis, hati ku sakit Sania harus terus menghayal kan bahwa yang ada di hadapanku adalah kamu tapi setelah tersadar aku menangis Sania hati ku perih karena lagi-lagi aku telah mengkhianati cinta kita"


Adryan, menitikkan air mata tapi emosi nya masih meledak-ledak beruntung itu di ruang VVIP,dan kedap suara karena biasa di gunakan untuk rapat.


"Sudah lah semua sudah terlambat Yan, nasi sudah menjadi bubur, sebaiknya kamu jalani hidup mu dengan nya , cinta itu biasa datang karena terbiasa, aku berdoa semoga kelak kau mendapatkan kebahagiaan yang abadi bersama nya"


ucap Sania, namun tiba-tiba Adryan, menarik nya, pergi dari ruangan itu Sania di paksa masuk kedalam mobilnya,dan langsung bergegas menuju hotel, Siena kaget Adryan, membawanya ke hotel.


"Yan lepas aku mau pulang kau sudah tidak waras untuk apa membawa ku kemari, lepas Yan,"


Sania, memohon agar Adryan melepaskan nya namun Sania, di bawa oleh Adryan, yang di liputi, emosi, Sania di bawa bak karung beras di pundak nya Adryan, melemparkannya di atas ranjang empuk, di kamar khusus pemilik hotel,ya itu hotel milik Adryan.


"Yan,,,, kamu mau apa?,,,aku ingin pulang Yan please"


Namun, semua nya tidak di gubris Adryan,


Adryan, sekarang tidak seperti Adryan yang biasanya, iya memaksakan kehendak nya pada Sania siang itu juga, dia merenggut, harga diri Sania yang selama ini dia jaga, Sania hanya bisa menangis sesenggukan,di bawah Kungkungan Adryan, hingga semua itu berakhir.


"kau tega Yan, kamu tega sekali,,,,hiks,,hiks,, hiks,,,,, kamu sudah merenggut yang tidak seharusnya ,kamu jahat,kamu jahat yan,,,"


Adryan terpaku di tempatnya ia telah tersadar dari khilaf nya, tapi dia bersyukur, karena telah mendapatkan, seluruh cinta Sania, dengan melakukan itu, dia akan bisa memilikinya seutuhnya, karena Adryan yakin benih yang tertanam di rahim Sania bakal tumbuh dan akan menjadi pengikat di antara mereka.


"sayang, aku melakukan ini semua, Agar kamu tidak pergi dari ku aku akan menikah dengan mu besok, aku akan membawa mu kembali kesana kita menikah di kampung, setelah itu kita kembali lagi kesini untuk melanjutkan kuliah mu di sini, sambil membesarkan anak kita kelak"


"tidak ini tidak mungkin, aku tidak mungkin jadi pelakorr, aku hanya ingin hidup damai, jadi sebaiknya kamu lupain semua yang sudah terjadi, hidup ku biarkan menjadi urusan ku nanti"


Sania mencoba bangkit,namun dia langsung menjerit, kesakitan, dia ambruk lagi di tempat tidur.


"jangan bergerak dulu sayang, kamu tidak akan bisa berjalan saat ini, maaf kan aku besok kita akan pulang"


Adryan,membawa Sania dalam dekapan nya Sania hanya menangis tak mengira semua ini terjadi pada nya.


"Sayang, aku tahu semua, sudah terlambat tapi ini adalah awal untuk kita menata kehidupan, kita akan hidup bahagia dengan pernikahan kita dan anak, kita nanti"


Sania, yang sudah cape untuk berdebat pun iya hanya diam dan perlahan matanya terpejam,terbang ke alam mimpi.


sementara,di kampung, Ari dan Ridho sedang menemani sandi yang sedang berduka ibu kandung nya meninggal dunia,dini hari kemarin dan Sandi hanya bisa menemani nya satu Minggu lalu saat sandi baru kembali dari Belanda,


"sandi, kamu harus kuat kamu masih punya kami, dan kamu tidak akan pernah kesepian"


ucap ayah Sania dan Bunda Andara yang memeluk sandi yang sedang menangis, mereka benar, sandi memang besar berkat campur tangan Bunda Andara sedari kecil dia sering ber sikap manja pada kedua orang tuanya Sania.


"terimakasih, Bunda, bunda memang selalu jadi orang tua, kedua ku setelah mereka berpisah,dan aku bersyukur, masih ada kalian di saat duka ini terjadi, setidaknya kepergian ibu yang menyakitkan ini masih sedikit terobati"

__ADS_1


ucap sandi di sela kesedihan nya.


"sandi, apa kau tidak mau memberitahukan Sania, ibunda pangeran telah pergi dia pasti sedih secara dia kan lama di asuh bibi selama ini"


"jangan beritahu dia sekarang, kasihan dia sendiri di sana mana beban kuliah nya selalu banyak jadi biar nanti saja saat kita di sana"


jawab sandi.


"betul apa yang di katakan Sandi, kasihan Sania, dia telah terlalu banyak beban di hati nya"


Kata Rido.


dua hari kemudian, Adryan,membawa pulang, Sania Dari Belanda, iya akan menikahi Sania saat itu juga di kampung halaman nya, dengan pernikahan yang sederhana karena dia belum resmi bercerai dari Amelia,


🌹💖💖💖🌹


ijab kabul yang di di ucapkan, oleh Adryan, terdengar lantang dengan satu tarikan nafas kini dia telah menghalalkan Sania menjadi milik nya,di saksikan oleh para pejabat Desa dan semua warga di kampung tersebut, termasuk sandi dan Ari juga Rido dan Yeslin, yang diam-diam kabur dari Mension ibunya yang berada di Amerika,


"selamat ya atas pernikahan kalian,aku bahagia, melihat nya"


ucap Yeslin sambil memberikan satu set perhiasan bertahtakan berlian,. sama mewah nya dengan yang di berikan Adryan, pada nya.


"Terimakasih, Yeslin, kamu memang sahabat terbaikku, selama ini "


ucap Sania sambil memeluk Yeslin.


"kami tidak di peluk nih,,,"ucap mereka kompak.


"tentu lah sayang ku, kalian itu saudara ter the best, dan semua itu hanya kalian"


Sania memeluk, ketiga nya saling berpelukan.


"bentar-bentar deh KA Sonya kemana perasaan dari kemaren dia tidak kelihatan"


tanya Sania pada seluruh keluarga nya, Bunda Andara melirik ke arah suami nya.


"Kaka mu di bawa pergi oleh keluarga nenek nya yang,baru menyadari kesalahannya selama ini


walau ibu kandung nya sudah lama meninggal setelah berpisah dengan ayah"


"kasihan sekali Kaka ku yang malang"


ucap Sania berurai air mata.


"Sudah-sudah ini hari bahagia mu kamu tidak usah memikirkan apa pun"


ucap sang ayah.


"Sania, kapan kau akan kembali ke Belanda,?,,"


tanya Ari, saat iya ingin mengenal kan Siti nya itu.


jawab Sania.


"kalau begitu setelah kau berganti baju ikut aku ya aku akan mengenal kan mu pada Siti"


"hahahaha, kamu masih ingat janjimu, pada ku"


kata Sania tertawa ngakak.


"Bang Adryan, juga mau ikut gak?,,,"


tanya Ari lagi.


"Boleh tapi pakai mobil ku saja ya pergi nya aku lelah klo pake motor"


jawab Adryan,


mereka semua pun saling pandang,


"tidak usah bawa motor atau mobil Siti ada di depan rumah ini ko" ucap Ari.


"waduh parah Lo bawa kambing kemari"


ucap sandi.


"ET ,,,,tenang Dulu, jangan nge gas dulu,kaya mau cross saja"


sahut Ari lagi


" ayo kalo gak sabar ikut aku ke depan, semua nya"


mereka pun mengikuti arah Ari berjalan, setibanya,di depan mereka di kaget kan oleh penampakan seseorang berseragam motor cross, yang kini membuka helmet nya dengan rambut sebahu dan berparas ayu, itulah Siti yang mereka jadikan canda saat di Belanda waktu itu, semua tercengang kaget', saat Siti maju memperkenalkan diri,


"maaf ka Sania, kenalkan aku Siti yang dulu bertanding bareng Kaka tapi sayang Kaka malah pergi dan ini hadiah milik Kaka waktu itu sengaja aku ambilkan,dan di taro di rumah ku"


tutur Siti.


"waduh Sania kamu jago cross,aku gak nyangka ucap Yeslin,dan ini ini motor cross lumayan mahal loh,,,!wa,,,wa,,,benar benar keren"


"ih kamu gak tau sih aksi Sania yang melayang salto di atas bukit, pasti kamu pingsan deh"


ujar Rido lagi.


"ya ampun,,,ya,ampun ,,,aku mau lihat Kaka ipar ku beraksi"

__ADS_1


ucap Yeslin, yang sambil geregetan,


"lain kali boleh kalo kita sudah lulus kuliah"


ucap Sania.


"gak,,, gak ada kaya gituan lagi, kamu, tidak ku izin kan bahaya tau buat anak kita nanti"


sahut Adryan, yang sebenarnya di dalam hati nya, iya bangga atas pencapaian yang di dapat sang istri.


"yah gak seru nih ko di larang sih aku gak suka deh itu kan hobiku"


jawab Sania merajuk, sedang Siti juga ikut merajuk,


"mau di taro mana nih motor nya aku mau pulang kalo gak ada yang mau mengajakku, masuk"


ucap Siti kesal.


"Siti,,,,,,,,,,"


ucap semua nya


"iya kenapa"


jawab Siti .


"sorry-sorry ayo kita masuk kedalam dan kita ikutan prasmanan,ok siapa tahu besok kita yang prasmanan, hehehehe "


jawab Ari.


"yu mari masuk semua nya kita nikmati pesta nya,"


ucap Yeslin, lagi yang sedang ber pegangan dengan sandi, saat ini.


sementara,di sebuah rumah mewah.


"Sania, maaf kan Kaka tidak bisa hadir di pernikahan mu Kaka hanya belum bisa move on, dari Adryan, bukan nya Kaka tidak sayang kamu tapi Kaka butuh waktu sayang"


tangis Sonya lirih, iya dilema dengan itu,di satu sisi, dia masih mencintainya dan di sisi lain Ada adik yang sangat ia sayangi, makanya sebelum Sania dan suaminya pergi ke Belanda, dia akan pergi untuk sementara waktu, hingga iya siap untuk bertemu mereka.


malam pertama pun tiba, ya seharusnya sih ini malam pertama mereka, tapi sayang, semua sudah terlambat di sadari tapi kalau tidak begitu mungkin mereka takkan pernah bersatu dalam ikatan sakral,,,


"Sayang, bisa minta tolong buatkan aku kopi"


tanya Adryan,pada istrinya yang kini tinggal satu kamar.


"iya nanti aku buatkan tapi bukan kopi melainkan susu, oya sejak kapan kamu minum kopi malam begini?,,,"


tanya Sania yang merasa heran,


sejak saat jauh dari mu, aku selalu minum kopi dan rokok sebagai teman ku"


ujar Adryan, lagi.


"pantesan, aku nyium bau rokok,"


" bukan hanya rokok tapi juga alkohol"


potong, Adryan, lagi.


"sayang, apa kamu sama menderita nya dengan ku" ucap Sania lagi.


"tidak aku bahagia ko hmmm saking bahagianya,aku selalu menangis setiap malam sambil berdiri memandangi Kesunyian malam


dan aku selalu menantikan saat hari kematian ku tiba saking bahagianya"


ucap Adryan,sambil me nyindir Sania.


"maaf kan aku sayang yang tidak pernah percaya kata-kata mu, aku, bahkan setiap malam selalu bermimpi, tentang kita hingga aku terbangun,di dalam Isak tangis setiap malam semua nya terasa menghantui ku setiap malam"


ucap Sania.


"tidak akan aku biarkan lagi, kamu merasa kan itu sayang, mulai dari sekarang, kita akan selalu bersamamu, aku begitu mencintaimu, kamu cinta mati ku dan selamanya akan tetap begitu,Takan pernah tergantikan,I love you more,,,,"


mereka berdua pun turun ke bawah untuk makan malam, dan berbincang bersama melepaskan rasa rindu bersama sang Ayah Bunda,karena sudah Dua tahun lebih Sania tinggal di Belanda.


"Sayang karena kau sudah menikah Bunda, ingin memberikan ini semua pada mu, semua ini adalah warisan turun temurun dari Eyang mu untuk mu dan untuk anak cucu mu kelak"


"terimakasih Bunda, tapi apa ini"


tanya Sania.


"Buka saja dulu sayang,"


betapa terkejutnya nya Sania dengan begitu banyaknya, harta yang di simpan sang bunda, selama ini, tidak pernah mereka tunjukkan, mereka hanya hidup dalam kesederhanaan,


jika di bandingkan, dengan, kekayaan yang mereka miliki belum lagi yang di titipkan di tempat sang paman, Sania adalah milyarder,,,,


"Bunda, Sania sudah menjadi tanggung jawab ku jadi dia tidak membutuhkan itu semua, dan aku akan mencukupi kebutuhan nya apa pun itu"


sahut Adryan,penuh percaya diri ya Adryan memang kaya,dan kekayaan, nya juga tidak akan bisa habis oleh tujuh turunan, tapi Sania juga tidak kalah kaya keluarga Amelia tidak ada apa-apa Nya.


"Bunda, paham nak tapi kalau bukan Sania lalu siapa lagi yang akan mengelola ini semua Bunda sudah tua sudah tidak mungkin kalo harus bekerja lagi,,, Bunda sudah pengen istirahat sayang dan ingin menikmati masa tua bersama,cucu Bunda.


"jadi selama ini bunda pergi ke kantor,tapi aku ko tidak pernah tahu" tanya Sania lagi.

__ADS_1


"ayo ikut Bunda ke lantai bawah"


kata Andara lagi,dan begitu terkejut nya Sania melihat isi ruangan tersebut, sebuah layar dinding komputer, yang hampir tidak terlihat itu di sentuh oleh Andara dan tiba-tiba semua menyala,Andara begitu lincah memainkan komputer tersebut dan langsung memasukkan kode tanggal lahir Sania semua kini beralih di tangan, Sania di layar komputer semua aset kekayaan yang di miliki sang bunda tertera di sana sang Bunda bekerja mengendalikan semua dari rumah hanya sesekali saja iya ke kota untuk rapat, langsung.dengan alasan sambil menengok sang Eyang,kini Sania baru mengerti, kenapa sang Bunda selalu pergi sendiri, ke kota.


__ADS_2