
saat Sania menyajikan minuman nya. tiba-tiba saja seseorang bertanya dari belakang
"Apa, aku boleh meminta segelas susu?"
ucap Adryan, tepat di belakang Sania.
"Adryan, dengan cara apa kau kemari sepagi ini dan dari mana kau tau aku disini?"
ucap Sania.
"itu tidak penting sayang yang terpenting adalah aku di sini untuk minta maaf bisakah kamu memaafkan aku tuan putri ku?"
ucap Adryan yang kini berlutut di hadapan Sania.
"Bangun lah lebih baik kamu pulang dan tidak semudah itu mendapat kan maaf dari ku!"
kata Sania lagi.
"Tapi sayang, aku hanya ingin kau tahu aku begitu mencintaimu, jadi berapa kali pun kau menjauhi ku, aku akan tetap setia mengikuti mu bahkan, sampai ke ujung dunia sekalipun kita kan tetap bersama apa itu tidak cukup meyakinkan Ratuku?"
ucap Adnan, yang lebih mirip seperti rayuan gombal, dan hanya akan sia-sia saja.
"Adryan, bualan recehan itu tidak akan pernah mempan kepada ku ingat itu jadi sebaiknya kamu pulang!"
ucap Sania lagi mengusir Adryan dari tempat itu.
Adryan dengan tidak tahu malu nya memasuki ruang yang ada di dalam rumah pohon itu.
"wah,,, ternyata ini lumayan nyaman ya hingga kalian ingin tidur dan tinggal seperti di rumah pada umumnya, owh di sini juga sudah ada barang, barang perlengkapan kemping seru kaya nya aku mau juga berkemah di sini, dengan kalian semua!"
ucap Adryan,
"Adryan, kamu sudah datang bang selamat datang di tempat kita berkemah, semoga suka dengan suasana nya!"
ucap sandi yang baru melek .
"pangeran,ini teh nya sudah jadi segera lah kalian turun, dan ingat basuh wajah kalian!"
ucap Sania.
setelah semua turun termasuk Adryan, yang mengambil susu milik Ari Sania langsung mengambil gelas tersebut
" jatah mu kopi bukan susu, karena stok susu habis !"
ucap Sania yang mendapat kan penolakan dari Ari , saat itu juga.
"tidak apa-apa, Sania aku berubah jadi pengen minum kopi mendadak gitu hehehe!"
padahal Ari sengaja, mengalah untuk me lerai pertengkaran di antara mereka padahal,Ari tidak suka minum kopi apa lagi itu kopi pahit yang sengaja di buat untuk Adryan.
"Adryan , maksudnya Abang kamu kemari manjat atau pakai motor ko gak kedengaran sih!"
tanya Rido penasaran.
"aku manjat, tadi di temani Siti tapi dia ada perlu katanya jadi dia cuman mastiin aku sampai atau nggak nya!"
__ADS_1
ucap Adryan meyakinkan padahal dia kesana sama naik motor dengan mereka hanya saja motor nya GK di hidup pin pas udah Deket pondok tersebut.
mereka pun sarapan roti dan minuman yang tadi di sediakan oleh Sania, yang membawa makanan keatas tebing adalah Sandi semalam karena dia tahu kalau semua ini sering mereka lakukan bersama ya itu sarapan bersama sambil menikmati keindahan dari atas tebing yang menjulang tinggi dari arah bukit sana jadi Sania dan teman-teman nya selalu melakukan hal ekstrim dari satu ketika main cross,,, tapi itu dengan pertimbangan khusus, dan tidak sembarang main loncat gitu saja tanpa memikirkan Medan yang terjal di samping tebing sudah di bangun jalur tanjakan yang lumayan ekstrim tapi Sania bisa melewati jalur itu dengan mudah memang mental baja, tapi hati selembut hello Kitty ,terang saja dia itu wanita mungkin karena selalu latihan semenjak SMP dan sang ayah selalu mendukung, apa pun yang di lakukan Sania selagi dia bisa dan mampu melewati itu ayah yang begitu mencintai nya, sungguh kasih sayang orang tua sepanjang masa.
"pangeran kita pulang yu aku rindu Gavin, nih!"
ajak Sania.
"baiklah,ayo kita pulang tuan putri, tapi kamu bisa bonceng suami mu kan kalo enggak kamu pulang duluan aku sama Adryan, turun berdua buat mastiin dia selamat ok!"
ucap sandi.
"udah gak usah aku bisa sendiri ko nanti aku turun bareng kalian lewat jalan itu!"
ucap Adryan.
"hmm kalo kamu jalan kapan sampai nya sudah biar aku saja yang bonceng dia!"
ucap Ari.
"Sudah jangan berdebat, aku bawa motor ko cuman di taro di belakang pondok sana !"
ucap Adryan yang langsung berdiri dan menuntun Sania pergi dari situ .
"Yan lepas, aku belum selesai sarapan, kamu jalan duluan saja nanti aku nyusul!"
ucap Sania .
"Sayang, aku mengajak mu ke sana untuk sesuatu, yang sudah lama kau lupa kan tanda cinta ku untuk mu dulu apa kau ingat ?"
"kamu mau apa sih yan mengajak aku kemari kamu mau nyuruh aku lompat ya !"
ucap Sania.
"tunggu dan lihat saja !"
Adryan mengeluarkan pisau lipat yang selalu di bawa nya untuk bepergian, iya menggali tanah di sana kedalaman satu jengkal dia langsung mengambil kotak itu dan membuka nya Sania melotot,lalu bertanya pada Adryan.
"Dari mana kamu tahu benda itu aku kubur di sana oleh ku?"
tanya Sania.
"sayang apa kamu pernah membuka liontin yang ada di kalung itu, adalah sebuah GPS, yang aku selipkan di belahan, liontin ini !"
Adryan, sengaja menunjukkan, itu untuk mengobati rasa penasaran Sania .
"kemari lah sayang, aku akan pakai kan itu kembali,asal kamu tahu aku berikan ini pada mu jika kau dalam bahaya, aku bisa melacak keberadaan mu itulah kenapa aku memberikan kalung itu untuk mu, saat itu juga karena aku takut kamu dalam bahaya karena mantan suami Sonya tidak akan melepaskan orang yang mendekati miliknya sampai kapan pun maka dari itu aku menikah dengan Amelia agar kau aman sayang dan sekarang, dia tidak di ketahui keberadaan nya, yang menjadi ayah Amelia, itu sebenarnya bukan lah ayah nya makanya masih muda tapi dia Kaka nya, Amelia seorang mafia , dengan banyak kalangan yang menjadi pengikut nya sekarang kamu aman karena Om Derry berteman dengan musuh yang di takuti oleh nya jadi bukan nya dia tidak berani melukai mu tapi dia itu mencari celah untuk waktu yang tepat . apa kamu tau Erick, Dan Debora bukan lah orang yang sederhana, mereka adalah anak buah teman paman Derry, yang sudah di siapkan untuk menjaga Gavin dan kamu, dia adalah warga Italia. mereka adalah rekan dari Rebecca yang menjaga mu di Belanda. hanya saja semua di buat senormal mungkin!"
panjang lebar Adryan, menjelaskan, semua nya pada Sania hingga Sania menganga saking kagetnya, dia kala mencerna semua itu.
sekarang kamu sudah mengerti kan sayang kenapa aku membiarkan mu menjauhi ku untuk sementara, itu Demi keselamatan anak kita dan kamu saat itu aku mengakuisisi semua perusahaan, nya di Italia, kamu tau siapa, yang menjadi teman paman mu itu adalah Ayah kandung ku.dia adalah ketua mafia yang di takuti oleh ayah Amelia,dan Amelia menjerat ayah Yeslin, hanya ingin mencari dukungan, darinya tapi sayang, dia di tendang dan kini pergi entah kemana, yang ku tahu dia saat ini berada di Meksiko!"
🌹💖💖💖🌹
setelah kepulangan mereka dari tebing, Sania dan Adryan bergegas membersihkan diri iya di tunggu, untuk makan bersama oleh keluarga besar nya di rumah tersebut dan kini mereka telah berbincang hangat Sania, yang semalam tidak pulang, iya meminta maaf pada semua nya terutama pada sang ayah.
__ADS_1
yang sangat dekat dengan nya itu.
"Ayah Sania minta maaf karena sudah membuat ayah dan keluarga cemas Sania hanya sedang butuh waktu sendirian untuk menenangkan, pikiran yang sedikit kacau maaf juga untuk mommy, karena tidak minta izin dulu pada mu dan juga Bunda ku tersayang, tolong jangan, marah ya Sania minta maaf!"
ucap Sania yang meminta maaf sepenuh hati.kepada semua nya
"Sania, tenang saja mommy tidak marah ko hanya saja mommy minta tolong jangan pergi ke tempat yang berbahaya seperti itu lagi, mommy hanya khawatir, terjadi sesuatu pada menantu mommy,dan satu lagi mommy ingin jalan-jalan besok, dengan mu keliling pedesaan mommy juga ingin melihat tempat Bunda mu menanam padi apa itu namanya. ya hmm,,ya sa sawah!" ucap Tias melakukan Tias kelamaan di luar negeri jadi dia lupa kalo tempat menanam padi itu di mana.
"Baiklah besok kita semua piknik ke sawah milik ayah di sana ada saung bambu yang sangat nyaman iya kan ayah !"
tanya Sania.
"Masih ko sayang malah mingu lalu baru ayah perbaiki, karena ayah baru saja menanam padi !"
jawab sang ayah.
"seru kaya nya kalo kita pergi besok,hmm mommy sudah tidak sabar,, melihat nya!" saat semua sedang berbincang tiba-tiba ada yang datang dengan mobil mewahnya ke pekarangan, rumah Sania.
"sebentar, itu siapa yang datang biar aku periksa !" ucap Sania
"tiba-tiba, Sania berteriak setelah berada di halaman depan .
"Owh Om,, bagai mana bisa tidak memberitahu ku!" Sania, langsung memeluk Derry dan lompat di pelukan, Sang paman.
"Bidadari, ku muachhhh Om hanya ingin, memberikan kejutan untuk mu sayang, ayo om gendong kamu kedalam,!"
langsung, saja di Derry menggendong, Sania ke dalam, rumah mereka, Sania hanya memeluk nya dari belakang tapi pas Derry masuk kedalam iya kaget dan langsung melepaskan Sania dari gendongan nya.
"Tias ,,,, kamu di sini?"
Derry tiba-tiba, merasa lemas karena rasa bersalah nya terhadap Tias selama ini iya bahkan, sempat mencari kerumah nya dulu dan dia mendengar kabar kalo Tias sudah meninggal akibat bunuh diri Derry juga tidak tahu kalau selama ini ternyata Adryan, anak sahabat nya itu juga anak Tias pasalnya Adryan tidak pernah bercerita saat mereka bertemu di rumah Allan , sahabatnya tersebut.
"Derry kamu ke di sini oh Derry, kenapa ?,,,baru sekarang, kamu menemui ku Derry!"
tiba-tiba, saja Tias pingsan dia mungkin syok pasalnya saat bertemu dengan Derry ia seperti kehilangan jati diri nya.
Sania yang melihat itu dia mematung karena ternyata benar semua yang di katakan oleh Yeslin kalo mommy Tias mencintai Om Derry.
Tias, yang tidak sadarkan diri, sekarang di bawa ke kamar nya yang kebetulan kamar Derry bersebelahan dengan Tias , tapi Derry membawa Tias ke kamar nya, wanita berusia 54 tahun itu masih terlihat muda dan cantik mungkin karena sering olahraga dan jaga kesehatan, fisik kalo soal batin jangan di tanya Tias bahkan pernah sakit jiwa gara terobsesi ingin memiliki Derry yang kini sedang berusaha mengobati nya dengan minyak angin,agar cepat sadar, semua orang meninggal kan mereka termasuk Adryan, untuk memberi ruang agar mereka bisa mengobrol setelah Tias sadar nanti.
satu jam berlalu kini Tias,sadar sepenuhnya dan dia bahkan berusaha untuk bangkit dan duduk di tepi ranjang.seperti yang di lakukan,Derry saat ini, namun Derry , melarang nya untuk bangun, dan kini Tias duduk sambil bersandar di kepala ranjang, tersebut.
"Tias,,, sebenarnya kemana selama ini kamu pergi aku sudah berusaha mencari mu ke mana mana,dan satu hal yang masih membuat ku berpikir, kenapa kau bisa menikah dengan Allan tapi tidak pernah bertemu dengan ku. sedangkan Allan selalu bersama dengan ku hampir setiap weekend, kenapa kau menghindari ku.?"
tanya Derry sementara Tias, hanya bisa menangis, meratapi nasibnya nya yang malang.
"Hey, jangan menangis aku tidak bisa melihat mu menangis lagi, sudah cukup Sayang, maaf kan aku yang dulu telah mengecewakan mu!"
Derry memeluk Tias dengan erat sambil mencium puncak kepala nya,Derry memang sempat dekat dengan Tias tapi ia dulu menganggap Tias, seperti Adik nya karena Derry , sudah memiliki kekasih yang menikah dengan nya saat ini dulu sebelum kejadian di malam itu. tapi setelah tragedi itu Derry yang sudah melangsungkan pernikahan,sama sekali tidak bisa menyentuh istri tercinta nya, karena bayangan wajah Tias yang sedang putus asa selalu menghantui nya saat itu Derry diam-diam mencari Tias,kesemua tempat yang sering di kunjungi Tias namun Tias tidak pernah ketemu dan saat iya mendengar kabar bahwa Tias masuk rumah sakit jiwa dia semakin merasa bersalah, bayangan Tias yang bersujud di kaki nya sampai menangis sesenggukan ,pun selalu melintas.
"Derry hiks hiks hiks hiks,,, kenapa kamu tega heuhhhhh kenapa Derry aku bahkan sudah ber korban demi kamu segala nya yang berharga dari diri ku, tapi bahkan kau tidak pernah mau menyisihkan sedikit saja tempat untuk ku di sisi mu, kenapa,Derry, kenapa apa begitu menjijikan nya aku di matamu?,, apa aku tidak pernah pantas bersanding dengan mu kenapa,,,, hiks hiks hiks,,, kenapa?"
Tias terus bertanya dan menangis namun Derry membungkam Nya dengan ciuman, lembut mereka pun terbuai walaupun usia sudah tidak muda lagi tapi cinta itu maha segalanya.anugrah terbesar dari yang maha kuasa.
"Sayang, aku telah begitu banyak melakukan kesalahan kepada mu, dan untuk itu aku akan menebus semua walau, mungkin demi kamu aku harus mengkhianati istri ku tapi mau kah kau menikah dengan ku?"
__ADS_1
Derry melamar nya saat itu juga dan Tias, mengangguk an kenapa nya tanda setuju.