Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Terima kenyataan


__ADS_3

Joe dan Kasandra pun langsung bergegas menuju kamar tidur Joe segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu mereka berdua pun, duduk bersama setelah sebelumnya Kasandra minta pelayan menyiapkan makanan dan di antar nya ke kamar mereka.


"sayang, bagaimana dengan kuliah mu kapan kamu akan wisuda" tanya Joe.


"satu Minggu lagi mas" jawab Kasandra.


"baik lah setelah itu aku akan mengadakan resepsi pernikahan kita sayang sambil merayakan kelulusan mu, apa kamu ada keinginan lain?"tanya Joe.


"sayang aku hanya ingin setelah menikah kita tinggal di Indonesia karena aku akan bekerja di sana" ucap Joe.


"hmm,,, baiklah akan aku pikirkan itu nanti sekarang aku lapar" ucap Joe.


tiba-tiba pelayan datang membawa troli berisi makanan di atas nya mereka langsung menghidangkan di meje depan sofa yang kini mereka tengah duduki.


sementara mereka makan sambil berbincang mengisi keheningan di antara mereka.


"sayang, apa kamu tidak betah tinggal di sini hemm?" ucap Joe.


"bukan begitu mas, masalahnya ibu dan bapak sudah tua, aku ingin merawat mereka sebagai bakti ku pada mereka yang telah mengurus ku selama ini, aku sangat menyayangi mereka hanya mereka yang aku punya selama ini biarpun kami hidup sangat sederhana tapi bapak dan ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik, sampai saat ini mereka masih bekerja keras demi menghidupi aku di sini" jawab Kasandra.


kenapa tidak kita ajak saja mereka tinggal bersama dengan kita di sini lagian rumah ini kosong, aku tidak punya siapa-siapa yang harus ikut tinggal bersama dengan ku di sini dan untuk pekerjaan mu, aku akan mengurus nya" ucap Joe.


"boleh aku tau kenapa mas tidak ingin tinggal di Indonesia"ucap Kasandra lagi.


"aku belum bisa memberikan jawaban nya tapi ini demi kebaikan rumah tangga kita" ucap Joe.


Kasandra bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Joe, hingga dia tidak ingin menetap di sana.


"kamu, tidak perlu tahu alasan kenapa aku tidak ingin tinggal di sana, hanya satu alasan yang tidak akan pernah ada jawaban nya untuk mu yaitu karena aku sangat mencintai seseorang yang bahkan mungkin tidak akan pernah bisa lepas dari otak ku selama ini, dan dia sudah menjadi ratu di hatiku ku,oh Hanny aku sangat merindukan mu,aku tidak bisa sekalipun hidup, tanpa memikirkan mu, kamu lah satu-satunya alasan ku saat ini, maaf kan aku Sania sayang aku sudah berkhianat pada mu, tapi aku tidak pernah bisa melupakan mu sedetik pun" lirih Joe dalam hati.


sementara itu, semua orang yang kini tengah berada di acara resepsi pernikahan Joe mereka tengah berbisik-bisik, tentang kecantikan dan ketampanan Joe yang tidak serasi dengan kedua nya.


ya, Kasandra memang biasa saja tidak secantik Sania mungkin bila di bandingkan akan sangat jauh, tapi Joe memang tidak mempermasalahkan hal itu, bagi nya hanya cukup Sania saja yang cantik tidak perlu membandingkan, karena kecantikan seseorang tidak bisa di lihat dari paras nya saja.


Joe menerima Kasandra apa adanya, selagi dia wanita baik-baik itu sudah cukup bagi nya karena tidak ada mahluk yang sempurna,di dunia ini pasti semua nya memiliki kekurangan


sekecil apapun itu.


sementara itu di ibu kota, Sania kini tengah berkutat dengan pekerjaan nya, akhir-akhir ini dia sangat sibuk sekali.


bukan tidak tahu bahwa hari ini adalah resepsi Joe, dan Kasandra, Sania mencoba untuk berpura-pura tidak tahu entah kenapa hati Sania terasa sakit, padahal dia tidak punya hubungan dengan Joe, tapi rasanya sakit sekali Sania berusaha untuk menyibukkan diri sendiri.


iya tidak ingin memperburuk keadaan hati nya ia mencoba untuk melupakan kenangan bersama pria, itu saat ini Sania merasa sakit hati mungkin karena Joe selama ini terlalu baik pada nya dan selalu berharap pada nya selama ini.


Sania keluar dari ruangan nya ia menyuruh asisten nya ikut makan siang dengan nya karena dia sedang tidak berselera makan tapi dia tidak bisa membiarkan perutnya kesakitan,maka dari itu, Sania memaksakan diri untuk makan siang sementara Adryan kini sedang meeting di luar kantor jadi tidak bisa menemani nya makan.


tiba-tiba ponsel Sania berbunyi ada pesan wa masuk ada yang mengirim kan Vidio pernikahan Joe padanya entah siapa nomor nya tidak di kenal.


"siapa yang mengirim kini pada ku dan apa maksud nya" gumam Sania pelan.


"ada apa Nona, seperti nya Anda sedang bingung apa ada yang bisa saya bantu" ucap asisten nya, Sania.


"tidak perlu hanya orang iseng yang kurang kerjaan saja"jawab Sania.


"owh, syukur lah kalo tidak ada yang serius" ucap David.

__ADS_1


mereka pun sampai di sebuah kafe restoran yang lumayan sangat mewah dan David yang sudah memesan tempat di sana dia langsung di sambut oleh pelayan kafe tersebut dan mengantarkan Sania dan David ke ruang VIP kafe tersebut mereka pun di suguhi hidangan paforit Sania sesuai pesan David yang tau makanan paforit bos nya itu.


"silahkan tuan dan nyonya selamat menikmati" ucap dua orang pelayan tersebut.


Sania pun mulai mencicipi hidangan yang ada di hadapannya, saat ini.


"David, aku tadi sampai tidak berselera makan tapi setelah mencicipi hidangan ini rasanya aku ingin makan banyak siang ini" ujar Sania sambil nyengir kuda ke hadapan asisten nya.


Sania dan David memang sangat lah dekat tapi rasa hormat David pada bos nya itu tetap membuat nya, Sangat menghargai bos nya itu.


"syukurlah Nona, jika anda suka saya tenang, silahkan nikmati makan siang anda" ucap David sambil memakan bagian nya dari piring di hadapan nya.


Sania, makan benar-benar sangat lahap hingga, dia pun langsung kekenyangan.


"Nona Anda mau ini?"tanya David sambil memberikan hidangan penutup semacam puding buah.


"boleh tapi hanya sedikit saja perut ku sudah kenyang"jawab Sania sambil mencolek puding tersebut


"hmm tidak buruk juga rasanya" ucap Sania.


"di sini memang memiliki koki terbaik ala resto bintang lima lain' kali saya akan mengenalkan anda pada pemilik nya" ucap David.


"David, kapan kamu akan menikah, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan santai lah sesekali kamu juga butuh liburan kalau kamu mau besok kamu bisa ambil cuti dan pergi lah berlibur dengan kekasih mu" ucap Sania yang sangat pengertian pada asisten nya itu, yang sudah lima tahun bekerja di perusahaan nya, menghendel semua pekerjaan nya.


"Tidak, Nona, saya tidak ingin anda kerepotan lain kali saja aku ambil cuti nya lagian, saya belum menemukan wanita yang tepat untuk saya nikahi" jawab David.


"kapan kamu akan menemukan nya jika kamu sendiri tidak mencari nya dan sibuk lembur setiap hari nya, David, bukan aku mau ikut campur, aku hanya tidak ingin di sebut bos kejam karena tidak memberikan mu cuti dan mengurus masalah pribadi mu, ambilah cuti setidaknya, kamu juga harus punya watu buat kedua orang tua mu" ucap Sania.


"orang tua saya tinggal di Australia Nona,kami terbiasa bertemu satu tahun sekali itu pun jika mereka libur dari kegiatan traveling nya" ucap David.


🌹💖💖💖🌹


"Nona, apa anda tidak apa-apa"David bertanya pada Sania saat ini karena Sania melamun sedari pulang dari kafe tersebut.


"ah,,, aku hanya teringat anak ku,di kampung mereka sedang apa ya saat ini dengan Kakek dan nenek nya" ucap Sania mengalihkan pembicaraan nya.


"kenapa tidak anda telpon saja,biar Anda bisa lega"kata David.


"nanti saja saya masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan mungkin nanti setelah pulang kantor saya akan menghubungi mereka" ucap Sania.


"baiklah Nona saya kesini untuk memberikan laporan yang anda minta" ucap David.


"baiklah silahkan taroh di sana nanti saya akan periksa ,,, oya David ini untuk mu" ucap Sania tiket liburan ke Maldives dengan cek yang berisi uang satu milyar rupiah.


"Nona, apa anda memecat saya" ucap David.


"aku ingin kau berlibur untuk sementara setelah itu, kamu bisa kembali bekerja manfaat kan itu sebagai, bonus dari ku dan segera lah menikah agar hidup mu lebih berarti"ucap Sania.


"saya tidak janji Nona" ucap David.


"pergi atau saya pecat" ucap Sania mengancam David.


"baiklah Nona, besok saya akan pergi" ucap David sambil langsung membawa cek dan tiket liburan tersebut.


Sania pun kembali dari kantor nya saat ini dia langsung merebahkan diri di sofa, karena karena,rasa lelahnya.

__ADS_1


"Hanny, kamu sudah pulang duluan ternyata, aku tadi menjemput mu kekantor karena ponsel mu tidak aktif" kata Adryan.


"hmm,,, Daddy hari ini rasanya aku lelah sekali bahkan aku tidak melihat ponsel ku mungkin tertinggal di, meja kerja ku" ucap Sania.


"kemarilah, aku akan mengelus mu agar rasa lelah mu itu hilang Sayang" Adryan membawa Sania dalam dekapan nya.


"Daddy, Minggu depan kita tengok anak-anak yu, aku rasa nya sudah sangat kangen pada mereka bertiga" ucap Sania.


"tentu saja Sayang, apa pun itu, untuk tuan putri kesayangan ku ini tidak ada bantahan" ucap Adryan yang langsung di akhiri ciuman memabukkan di bibir Sania.


Adryan bahkan tidak melepaskan ciuman tersebut dia menggendong Sania menuju lift untuk kekamar mereka.


Adryan,sangat bergairah dia tidak membawa Sania ke atas ranjang melainkan kedalam bathtub yang langsung di isi air hangat mereka berdua main basah-basahan seperti anak kecil di selangi ciuman, yang memabukkan mereka saling membantu melepaskan baju yang mereka kenakan mereka pun mandi bersama saling menggosok punggung mereka hingga akhirnya acara mandi mereka selesai mereka masih saling membantu mengeringkan rambut mereka berdua bergantian seperti layaknya nya anak kecil mereka di selingi kejahilan sampai Adryan dan Sania tertawa terbahak bahak.


setelah selesai saling menjahili Sania dan Adryan kini sudah rapi dengan piyama kapel mereka kini menonton film di atas ranjang berdua mereka berdua melewatkan makan malam kedua nya terhanyut dalam dalam kebersamaan walaupun tidak melakukan hubungan suami istri, mereka tetap berbahagia.


hingga kini akhir nya kedua nya terlelap di dalam mimpi, mereka berpelukan di dalam selimut tebal nya.


pagi menjelang hari ini adalah hari weekend, Sania memutuskan untuk bermalas-malasan dengan suami nya setelah mencuci muka dan gosok gigi kedua nya kembali ke atas ranjang nya.


"Daddy, kamu mau sarapan apa hemm" ucap Sania.


"aku sarapan kamu saja Hanny agar kamu, cepat hamil lagi" ucap Adryan.


"hemm,,,belum kapok rupanya di suruh ngabisin jajanan pasar,satu kantong keresek penuh" ucap Sania sambil melotot kearah Adryan.


"ampun tuan putri, aku nyerah, bahkan hingga, saat ini aku masih bergidik ngeri mengingat nya, udah tempat nya kurang higienis, dan juga becek, tidak Hanny jangan lagi" ucap Adryan.


"makanya, jangan bahas soal hamil lagi,kalau kamu tidak mau kena getahnya" ucap Sania.


"baiklah, mereka bertiga juga sudah cukup kecuali Allah memberinya lagi maka dengan senang hati" ucap Adryan nyengir kuda.


"baiklah, aku akan menyuruh mu memakan duren dengan cangkang nya sekalian" ucap Sania tidak kalah sebal dari yang tadi.


"iya-deh iya tidak jadi tidak hamil pun tidak apa-apa, asal aku selalu mendapat kan jatah ku" ucap Adryan menyerah ngeri kali ancaman calon bumil, apa lagi kalau udah bumil lagi Adryan merinding.


pintu kamar pun di ketuk oleh pelayan rumah.


"masuk" kata Adryan.


"tuan saya mengatakan sarapan yang nyonya pesan" ucap nya sambil membawa nampan berisi sarapan yaitu nasi goreng dan dua gelas susu.


mereka pun makan di atas sofa menghabiskan nasi goreng satu piring berdua sambil sesekali saling menyuapi.


Adryan,sangat menikmati sarapan bareng Sania.


"sayang, apa kamu tidak ingin jalan-jalan dan membeli sesuatu hmm" ucap Adryan.


"aku sudah punya semua jadi untuk apa buang-buang uang, sebaiknya kita sumbang kan uang nya ke orang yang lebih membutuhkan, aku juga rencananya ingin membuka supermarket yang menjual barang dengan harga murah untuk membantu, orang-orang di Desa nanti dengan mengolah hasil panen mereka juga dengan membuka lowongan kerja bagi laki-laki, atau perempuan yang membutuhkan pekerjaan aku akan membangun pabrik, di sana untuk membantu perekonomian masyarakat bawah" ucap Sania yang sungguh mulia kebaikan hati nya yang selalu, memikirkan orang di sekelilingnya.


"aku semakin cinta pada mu Hanny, aku akan selalu mendukung mu, sampai kapan pun" ucap Adryan.


setelah itu mereka turun dan berolahraga di taman belakang mereka bersepeda bersama bermain sepak bola, dan kejar-kejaran layaknya sepasang pengantin baru yang sedang di mabuk asmara dan kini mereka sedang berenang bersama, Sania sungguh bahagia, di atas luka hati nya kini dia harus bisa menerima kenyataan,bahwa semua yang terjadi dalam hidup nya adalah suratan takdir.


Sania kini bahkan bisa merasa lega pasalnya Adryan, selalu menyempatkan waktu untuk nya

__ADS_1


dan dia tidak pernah lagi membuat masalah.


semua kembali normal, Sania bahagia karena Gavin kini telah benar-benar sembuh dan bisa berjalan normal lagi.


__ADS_2