
setelah pagi hari menjelang semua orang kini tengah menikmati sarapan,jam menunjukkan pukul tujuh pagi dan semu orang berkumpul di rumah besar itu hari ini adalah ulang tahun Adryan yang ke empat puluh tahun, mereka sengaja mengadakan makan -makan di pagi hari tak ada yang istimewa semua nya hanya berdoa dan berkumpul bersama keluarga dan warga sekitar.
saat ini Sania tidak pernah ingin jauh dari suaminya di karena kan,ada sesuatu yang belum dia sampai kan termasuk ucapan yang belum sempat ia ucapkan sedari tadi begitu pula dengan Adryan yang masih menunggu ucapan, dari istrinya itu.
Adryan menuntun Sania ke lantai atas untuk memberikan, kesempatan untuk Sania bicara.
"Hanny, sedari tadi aku melihat mu tetap diam apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat untuk ku atas hari ini" ucap Adryan.
"Daddy, selamat ulang tahun semoga sehat selalu dan selalu di berikan kebahagian seperti saat ini dan aku punya,hadiahuntuk Daddy saat ini" ucap Sania.
"ucap kan selamat dengan baik Hanny jangan seperti itu, aku tidak mau menerima nya kalau seperti itu" ucap Adryan.
"baiklah, tunggu dulu di sini aku akan mengambil kado nya dulu" ucap Sania sambil mengecup bibir suaminya itu.
tidak sampai sepuluh menit Sania pun kembali dengan, sebuah kado kecil yang kini berada di tangan nya.
"apa itu Hanny,aku jadi penasaran?"ucap Adryan, yang langsung mendapat ciuman termanis dari istrinya itu, hingga beberapa detik lamanya, mereka saling menautkan bibir mereka, setelah itu Sania mengucapkan selamat ulang tahun pada suaminya dengan beberapa kecupan di setiap inci wajah Adryan.
setelah itu Adryan langsung memeluk dan bergantian mencium bibir Sania.
"terimakasih atas ucapan nya Sayang ku, aku akan membuka kado nya langsung" ucap Adryan saat kado di buka Adryan langsung memeluk dan mencium Sania penuh cinta seperti, dan langsung menggendong Sania membawanya turun.
"aku ingin memberikan itu satu bulan yang lalu Daddy hanya saja aku undur untuk saat ini sebagai kado ulang tahun Daddy" ucap Sania.
terimakasih, sayang aku sangat bahagia kita akan kembali memiliki anak owh ya ampun Bunda aku dapat kado terindah dari istri ku tercinta ini, dan aku sangat bahagia, lihat lah ini Bunda ayah"ucap Adryan sambil memberikan tes kehamilan.
semua orang semakin bahagia terutama ayah nya Sania kini mengambil Sania dari gendongan Adryan.
"ayah sangat bahagia tuan putri ayah akan memberikan ayah dan bunda cucu lagi pantas saja kata Adryan, kamu akan lama tidak akan naik tebing lagi" ucap Danang.
"tentu saja ayah aku istirahat selama kehamilan ku nanti"ujar Sania.
"hari ini ayah akan adakan pengajian untuk keselamatan, kamu dan Bayi mu.." ucap Danang.
"tentu, Ayah" jawab Sania.
sore, pun tiba, mereka mengadakan syukuran atas kehamilan ketiga Sania semua orang bahagia semua orang begitu tulus mendoakan Sania saat ini.
Adryan sandi dan Ari juga Nanda yang datang bersama dengan Sonya.
"selamat, ya sayang kakak bahagia Akhirnya keluarga besar kita semakin bertambah" ucap Sonya pada Sania.
"kak, aku akan lebih bahagia lagi jika kakak mau tinggal di sini bersama dengan ayah bunda, biarkan kakak ipar yang pergi bekerja,atau buka cabang baru di sini bagaimana kakak ipar" tanya Sania.
"itu sulit sekali Sania, aku tidak bisa jauh dari Sayang ku ini"ucap Nanda.
"Bunda tidak apa-apa ko sayang yang penting kalian baik-baik saja itu sudah buat Bunda bahagia" ucap Andara.
"maaf kan aku Bunda, padahal ingin rasanya membawa Bunda untuk tinggal di London bersama dengan kami" ucap Sonya.
__ADS_1
"itu tidak mungkin sayang London itu jauh ya kalau kamu di Jakarta Bunda dengan senang hati akan tinggal sesekali dengan mu tapi tidak apa, melihat kau dan suamimu bahagia itu" ucap Andara.
"mungkin tahun depan Bunda, aku akan kembali ke Jakarta"sahut Nanda.
mereka bercengkrama hingga malam pun tiba mereka beristirahat karena sedikit lelah tapi,beda dengan Adryan dia malah ingin ngajak istrinya bercinta terus menerus semalaman hingga beberapa kali, dan pagi hari nya mereka pun, tidur karena kelelahan.
berbeda dengan sandi dan Yena yang sudah hadir, di restoran dan butik mereka hari ini, setelah dua hari yang lalu tutup karena Yena baru kembali dari Australia menghadiri resepsi pernikahan Joe dan Kasandra.
ngomong-ngomong Joe dan Kasandra hari ini ia sedang berada di Maldives, untuk berbulan madu,di sana sebenarnya Joe tidak ingin tapi demi membahagiakan istrinya saat ini, dia terpaksa pergi kesana.
Joe, berperan layak nya seorang suami yang baik untuk istrinya kalo soal hubungan intim,itu sudah pasti di lakukan nya bahkan sebelum Joe menikah dulu pun ia sering mendapatkan bonus wanita dari rekan bisnis nya, dan itu adalah hal yang sudah biasa di kalangan pebisnis di luar negeri.
Joe, memperlakukan Kasandra dengan sangat baik dia bahkan melakukan segala hal untuk istrinya itu,namun sayang hati dan cinta nya masih tetap di duduki Sania, saat ini.
Joe, bahkan masih tetap membayangkan kalau Sania selalu ada bersama dengan nya,di setiap hembusan nafasnya, padahal, saat ini Sania telah menjalani kehamilan nya.
sampai tiba-tiba Yena mengirim pesan pemberitahuan kalau Sania send mengaduh dua bulan saat ini Joe tersenyum entah apa yang ada di hati nya kini bukan nya marah atau pun kecewa tapi Joe malah merasa bahagia.
mungkin itu lah cinta, yang sesungguhnya cinta yang Joe miliki adalah cinta sejati yang benar-benar tulus.
Joe bahkan saat ini sedang sendirian di kamar nya, karena Yena sedang spa di ruangan lain.
"Hanny, aku yakin kehamilan mu adalah hasil dari percintaan kita di malam itu saat kita di tebing, saat itu bahkan kau tidak sadar, saat itu" ucap Joe.
Joe berpikir seperti itu, tapi entah lah benar dan tidak nya hanya Sania dan yang tau, karena Sania tidak pernah merasakan hubungan intim dengan selain Adryan bisa saja Joe berhayal karena sudah lama Joe tidak bertemu dengan Sania dan saat itu tiga bulan yang lalu dia bersetubuh dengan istri nya Kasandra bahkan Jo berhayal kali itu Sania dan kamar hotel itu adalah gubuk saking tak sadarkan diri akibat mabuk.
Sania hari ini langsung, membawa Gavin kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya, saat ini ya Gavin usia nya memang baru Lima belas tahun, tapi saat ini dia sudah masuk kuliah karena memiliki kecerdasan di atas trotoar rata-rata bahkan dia adalah mahasiswa termuda di kampus nya awalnya Gavin menolak itu tapi dia punya banyak tanggung jawab yang harus di tanggung nya,yaitu menggantikan posisi sang kakek.
Lima bulan ber,kini Sania kandungan, nya menginjak usia tujuh bulan, dan kabar gembira nya lagi, Gavin sudah benar-benar sembuh, walaupun, begitu Gavin tetap di kawal kemana pun dia pergi oleh bodyguard sang Daddy yang memang memiliki banyak bodyguard.
Sania sudah berangkat ke kantor nya saat ini dengan Adryan yang mengantarkan nya sebelum, dia berangkat ke kantor miliknya.
sementara itu, David yang baru saja menikah saat ini sedang berlibur beruntung Sania saat ini tengah di bantu sekertaris nya. untuk pergi menemui klien nya, dari Australia Sania di antar sopir nya dia hanya pergi sendiri tidak di dampingi oleh siapapun, Adryan tidak tau kalau istrinya akan rapat bersama dengan klien nya saat ini.
sesampainya di sebuah kafe restoran, Sania duduk saat ini menunggu klien nya datang dengan perut' buncit nya Sania duduk di sofa empuk yang ada di ruangan tersebut sambil mengecek ponselnya.
"Hay... Hanny, apa kabarmu dan anak kita" ucap seseorang yang langsung membuat fokus Sania buyar seperti di sambar petir Sania langsung menatap ke arah nya.
"Joe,itu kamu, apa maksud ucapan mu, tadi dengarkan aku ya Joe aku bisa saja mengabaikan kata-kata pertama mu tapi tidak dengan yang terakhir, Joe ini adalah anak ku dan juga suami ku" ucap Sania tegas.
"maaf kan aku Hanny aku hanya asal bicara hehehe bercanda" ucap Joe.
"aku baik-baik saja, bagaimana dengan kabar mu dan juga istri mu saat ini" ucap Sania.
"kabar ku baik, dan istri ku juga baik, terimakasih atas perhatiannya" ucap Joe padahal hati nya merasa terluka sendiri.
"Oya Joe kebetulan kita ketemu di sini hari ini aku ingin mengembalikan ini dapat juga ini" ucap Sania memberikan kunci villa pada Joe dan juga kalung berlian yang Joe kasih saat mereka di tebing dulu.
"Hanny, aku tidak akan menerima barang yang sudah ku berikan jika kau tidak ingin kan itu buang saja tidak masalah aku memang tidak pantas memberikan hadiah untuk wanita yang teramat cantik dan baik hati seperti mu aku hanya pria miskin bahkan tidak pantas hanya untuk memberikan barang murah seperti itu" ucap Joe yang kini menatap sayu pada Sania Joe menahan air mata nya yang akan jatuh.
__ADS_1
"Joe, bukan begitu, aku tidak ingin ada salah paham Antara kamu dan istri mu nanti, aku tidak ingin di salah kan oleh wanita yang kau cintai nanti nya" ucap Sania lirih entah kenapa Sania tidak bisa berbicara kasar ketika di hadapan Joe.
"itu hanya pikiran mu, saja istri ku tidak akan pernah tau jika kamu tidak pernah bilang pada nya semua ini hanya kita dan tuhan kita yang tau" ucap Joe.
"tapi Joe"ucapan Sania terhenti saat Joe mencium bibir nya saat ini.
Sania kaget, dia mendorong Joe hingga Joe melepaskan ciuman nya.
"Joe, aku ini sudah menikah dan tidak seharusnya kita melakukan itu, maaf Joe mulai saat ini, kita tidak akan saling kenal lagi" ucap Sania sambil berjalan ke arah pintu ruangan tertutup itu tapi Joe tiba-tiba saja memeluk nya dari belakang.
"Hanny, please jangan benci aku, aku sangat mencintaimu dan aku mohon jangan benci aku hiks hiks hiks, aku mencintaimu Hanny aku benar-benar mencintai kamu" ucap Joe yang langsung membalikkan badannya Sania.
"Joe, aku tidak ingin begini tapi sikap mu sungguh keterlaluan, Joe aku mohon jangan ikuti ***** mu, kita sudah bukan singgel lagi, aku punya keluarga dan kamu juga sama, bagaimana bisa kau menyatakan cinta pada ku sementara aku dan kamu memiliki, pasangan masing-masing"ucap Sania.
"aku tau aku salah tapi perasaan ini tidak pernah salah Hanny, aku mohon please jangan jauhi aku, yank.. aku sangat mencintaimu dan kuharap kamu bisa mengerti, kamu tidak perlu membalas rasa, cinta ku saat ini" ucap Joe.
"ayo, duduk lah anggap saja sebagai kado pernikahan ku, tolong temani aku makan dan kau boleh menolak kerjasama kita jika kamu tidak menginginkan nya, aku hanya ingin makan siang bersama mu, please" ucap Joe lagi.
"baiklah"ucap Sania Joe dan Sania pun kembali duduk hingga saat hidangan di sajikan oleh pelayan di meja mereka.
Sania pun langsung makan dengan lahap nya saat ini, hingga isi piring nya tandas, Joe pun menyodorkan tisu untuk Sania.
"thank you Joe, aku sudah kenyang,Oya mana berkas yang harus ku tanda tangan saat ini" ucap Sania.
"Hanny, apa kamu tidak ingin hidangan penutup ini,ini sangat enak loh" ujar Joe.
"Joe aku sedang buru-buru saat ini di kantor tidak ada asisten ku aku harus segera kembali" alasan Sania.
"baiklah Hanny,ini berkas nya, dan aku mungkin akan sering mewakilkan pertemuan untuk urusan pekerjaan, karena aku akan menetap di Amerika Untuk waktu yang panjang" ujar Joe.
"tidak masalah yang penting, kamu hadir saat ada rapat penting" ucap Sania.
"baiklah aku akan usaha kan" ucap Joe.
"harus" jawab Sania.
mereka berdua pun saling berpamitan, dan Joe kembali memeluk dan mengecup puncak kepala Sania.
"selamat tinggal Hanny sampai jumpa dua tahun lagi, aku akan pergi ke tempat yang jauh agar kau bisa tenang" ucap Joe yang terasa mencubit hati Sania.
"jangan begitu Joe, aku tidak menyuruh mu menjauh aku hanya ingin kau menjaga sikap mu karena kamu sekarang tidak sendiri lagi dan aku juga begitu" ucap Sania merasa bersalah.
"tidak Hanny, aku tidak kuat menahan rasa rindu ku dan rasa cinta ini pada mu, jika aku berada di dekat mu, seberapa keras pun aku mencoba untuk melupakan mu tapi itu tidak pernah bisa malah semakin sakit" ucap Joe
"Joe aku tidak bisa mengatur orang untuk tidak mencintai ku tapi setidaknya, coba lah untuk membenci ku, kamu bisa melakukan nya dengan mengingat semua keburukan ku" ucap Sania.
"hey, Hanny kamu itu wanita yang sangat sempurna kau tidak pernah berbuat hal yang buruk, tidak ada keburukan yang ada hanya kebaikan mu dan semua itu adalah yang membuat ku jatuh cinta pada wanita sesempurna dirimu, kamu begitu cantik dan baik hati, siapa pun tahu itu" ujar Joe.
"baiklah Joe kalau begitu aku akan membuat mu kecewa dengan membuat perusahaan mu rugi, karena kerja sama ini,agar kau bisa membenci ku" ujar Sania.
__ADS_1
"hahahaha, sayang kamu itu lucu, sekali pun, Kamu membuat ku bangkrut aku tidak akan pernah menyesal Hanny, karena cinta ku padamu lebih dalam dari samudera" ucap Joe Sania pun pergi karena tidak akan pernah bisa menang berdebat dengan pria bucin seperti Joe,
Joe pun tersenyum.