Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
cinta


__ADS_3

Joe pun menelpon Maxim, saat itu juga dia mengabari bahwa Emily datang ke Italia untuk mencari nya, Joe bahkan bilang bahwa dia dan Maxim harus bicara, saat nanti ada waktu untuk sementara waktu Emily di titipkan kepada Allan, karena semua keputusan di ambil setelah Maxim datang dan memutuskan Emily akan tinggal di mana setelah itu.


sementara, Joe juga masih tinggal di Italia hari-harinya di lalui dengan memanjakan putri semata wayangnya itu, Joe juga bertanya apa Emily kangen dengan Sania atau tidak.


Emily pun menjawab bahwa dirinya memang merindukan Sania,ibu angkat nya yang sangat baik hati dan selalu memanjakan nya itu, tapi Emily masih butuh kepastian apa Joe, akan membiarkan nya tinggal dengan Sania atau tidak setelah ini.


sementara itu di pulau As, begitu lah Adryan menamainya, dengan inisial nama mereka berdua, saat ini sudah di bangun Mension mewah di sana juga ada landasan helikopter, yang Adryan bangun sengaja untuk mempermudah, transportasi nya saat ini bukan hanya lewat udara jalur laut juga ada dia punya kapal pesiar dan juga speed boat, yang akan mempermudah akses menuju pulau tersebut.


sengguh bahagia rasanya hidup seperti mereka yang seba kecukupan, saat ini dengan dukungan dari keluarga besar Sania saat itu dia memutuskan untuk tinggal di sana selama nya Adryan juga bekerja dari belakang layar, seperti saat ini hanya asisten andalan nya yang mengurus pekerjaan di kantor sementara dirinya mengendalikan perusahaan nya dari pulau pribadi milik nya itu.


Sania, setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan Gibran yang kini tinggal bersama dengan mereka sementara si kembar masih bersama kakek dan nenek nya pasilitas untuk Gibran bermain istirahat dan yang lain nya ada di pulau itu. ada dua puluh orang pelayan dan asisten pribadi nya yang mengurus segala kebutuhan Mension ya itu mulai dari bersih-bersih,nyuci masak dan Lin sebagainya, Mension yang cukup megah dan sangat nyaman itu di bangun penuh cinta oleh Adryan untuk dirinya saat, menghabiskan masa tua nya bersama sang istri.


kini mereka genap satu bulan di sana Gibran pun sudah mulai terbiasa, saat ini dia juga memiliki teman seorang anak pelayan yang sengaja Sania jadikan teman bermain Gibran setiap hari nya selama di sana.


Gibran begitu antusias di usia nya yang kini hampir menginjak dua tahun, dia memiliki teman perempuan berusia empat tahun,yaitu Mikael, seorang turis asing yang di selamat kan oleh Adryan saat dia kecelakaan di laut saat itu Mikael, saat itu bersama seorang wanita, yang menjadi ibu angkat nya kini,di bawa oleh Adryan ke Mension baru nya itu.


"Gibran, kita main bola yu, aku bosan main di sini terus"ucap Mikael karena masih baru belajar bahasa Indonesia dia sedikit cadel.


"ayo"ucap Gibran yang sudah pandai bicara.


mereka pun sibuk bermain bola,di halaman Mension yang luas di atas rerumputan hijau tempat Sania dan Adryan bercinta dulu,di tengah taman bunga.


"anak-anak,sini istirahat dulu kalian pasti haus"ucap Sania.


sementara itu Adryan, yang baru keluar dari kantor di sebelah Mension nya dia tersenyum kearah mereka bertiga Adryan yang baru saja meeting online saat itu kini melepaskan jas dan dasi nya dia langsung duduk di atas tikar yang di gelar oleh Sania seperti orang piknik, dia juga menyimpan cemilan lezat seperti puding salad buah susu juga beberapa biskuit dan ada juga cheese cake.


"heumm... sayang ku rupanya kalian sedang piknik ya"ucap Adryan sambil menyandarkan kepalanya di paha sang istri saat ini dia tengah di atas tikar dan di suapi salad buah oleh Sania.


"Daddy, mommy aku...hiks hiks hiks"Gibran kesal karena mommy nya di rebut perhatian nya oleh Adryan dia cemburu.


"hemmm dia juga istri Daddy"ucap Adryan tidak mau kalah akhirnya Gibran pun memukul-mukul perut Adryan, yang masih tidak mau mengalah, sementara Sania, hanya tertawa karena lucu Gibran yang masih kecil sudah bisa marah dan memukul lawan nya yang tidak mau mengalah.


"awwww, sakit ampun Daddy nyerah, ampun pangeran Daddy menyerah, ucap Adryan yang pura-pura kesakitan.


"sayang, sini minum dulu susunya"ucap Sania, Gibran pun langsung duduk di pangkuan ibu nya dan meminum susu.


sementara Mikael hanya berdiri melihat semua nya, dia tidak berani mendekat karena segan.


"Mikael,sini Aunty juga buat susu yang sama untuk mu"ucap Sania, yang memperlakukan, Mikael sama dengan Gibran.


"baik, aunty"ucap Mikael yang langsung duduk di samping mereka Adryan yang melihat itu dia langsung mengelus punggung gadis kecil yang malang itu, entah siapa keluargganya, dan dimana mereka tapi Adryan ingin dia hidup layak.


"Mikael, kamu mau sekolah gak.."ucap Adryan.


"mau uncle, tapi ibu bilang dia belum punya uang buat nyekolahin aku"jawab Mikael jujur gadis polos yang masih kaku dengan bahasa nya itu dia kini menatap Adryan.


"uncle akan panggil guru kemari untuk mu"ucap Adryan.


"sayang, tidak perlu memanggil guru aku bisa mengajarkan dia sekaligus Gibran, kamu tinggal sediakan buku dan peralatan lainnya"ucap Sania.


"baiklah Hanny,itu juga lebih baik"ucap Adryan.


Gibran yang masih menatap marah pada Adryan, karena mendekati Mikael, dan mommy nya,kini dia memeluk mommy nya begitu posesif.


Adryan hanya tersenyum melihat tingkah putra bungsu nya itu saat ini, "dia laki-laki pencemburu "ucap Adryan sambil tersenyum.

__ADS_1


"hehehe, biarkan saja Daddy setelah besar nanti mungkin dia akan jadi laki-laki yang penyayang dan sangat melindungi miliknya seperti Daddy nya"ujar Sania.


"hehehe,,, mirip aku ya"ucap Adryan.


"heuhhhhh...memang mau mirip siapa lagi kan itu anak mu"ucap Sania yang sedikit kesal.


"iya sayang aku hanya bercanda jangan ngambek gitu donk... muachhhh"Adryan langsung memberikan kecupan di akhir kata nya akhirnya Gibran pun memukul nya lagi di punggung Adryan.


"Daddy, jangan cium mommy aku ahhhhhh"ucap nya marah giginya sampai,beradu hingga kesal nya.


"awwww, iya Daddy tau maaf pangeran habis mommy mu begitu cantik Daddy semakin cinta, Sementara Mikael tertawa melihat tingkah Daddy dan anak itu bertengkar.


"Daddy, jauh-jauh tidak boleh dekat-dekat dengan kesayangan Gibran mommy dan Mikael milik Gibran"ucap Gibran sambil mendorong tubuh Adryan yang langsung pura-pura terpental kebelakang.


"beneran nih Daddy pergi awas ya kalau pangeran butuh Daddy nanti minta naik helikopter, Daddy gak mau bawa Gibran lagi soalnya Gibran jahat sama Daddy"ucap Adryan pura-pura bangkit berdiri.


"Daddy, jangan pergi"ucap Gibran nangis karena Adryan sengaja menggodanya, anak bungsu nya itu selain tampan juga sangat mengenaskan, itulah kenapa Danang sangat merindukan nya.


"tadi katanya Daddy harus pergi"ucap Adryan.


"Daddy, jangan pergi, tapi Daddy harus janji tidak boleh dekat mommy dan Mikael"ucap nya polos.


mereka pun akhirnya, bermain bersama.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di Italia, Emily dapat izin dari Maxim, untuk tinggal dengan Joe sementara waktu karena Maxim ingin membereskan Natalie, yang kini menjadi liar tak terkendali seperti nya Sifat aslinya mulai nampak dia begitu serakah.


Joe pun membawa Emily, kembali ke Australia, saat itu juga, dan setelah sampai di Mension milik nya saat itu ibu Joe,langsung memeluk cucunya itu dan menangis haru dia begitu mirip dengan Joe, setelah dia besar kini usia nya lima belas tahun, dia baru kelas tiga SMP.


Gavin, saat ini sedang melamun, seorang diri duduk di atas balkon ingin rasanya dia menemui mommy nya yang berada di pulau As, datang kesana membawa Emily, Jujur saja Sania pernah bilang suatu saat nanti, Gavin bisa bersama dengan Emily, entah apa maksud nya tapi Gavin punya perasaan lain pada Emily.


"Emily, dia sangat cantik, andaikan saja dia bukan adikku"ucap Gavin.


usia mereka beda, delapan tahun, saat ini tapi Emily memiliki tubuh tinggi dan juga sangat ideal, seperti seorang model padahal usia nya baru lima belas tahun, dia miliki tinggi 165,cm.. dan tubuh nya sedikit berisi.


maklum Emily lagi masa pertumbuhan saat ini, Emily pun bersekolah di Australia kini dia kelas satu SMA dan usia nya baru akan menginjak 16 tahun, saat ini Emily begitu bahagia dia memiliki Zoya dan Allandra juga Joyu tantenya yang begitu sangat menyayangi Emily, walau pun Joe jarang pulang karena harus bolak balik ke tiga negara sekaligus hanya untuk mengurus perusahaan milik nya itu.


saat itu Emily mendapatkan telpon dari Gavin yang mengajak nya pulang untuk berlibur ke pulau As,milik mommy nya itu dan Emily begitu antusias karena dia,begitu rindu dengan mommy nya itu.


tidak berapa lama hari itu pun tiba Gavin menuju Australia untuk menjemput Emily menggunakan jet pribadi milik nya, dan dari sana dia pergi ke Indonesia, untuk menuju pulau pribadi milik Daddy nya itu, sesampainya di sana dia begitu bahagia melihat keindahan pulau pribadi milik mommy dan Daddy nya mereka berdua di sambut langsung oleh kedua orang tua nya di sana Gibran pun ada tempat di depan gerbang Mension mereka menyambut nya saat mereka saling memeluk, Gibran menangis histeris, seperti biasa tidak ada yang boleh memeluk mommy dan Daddy nya itu.


"sayang, mereka berdua itu kakak mu,ini kak....Gavin ini kakak Emily"ucap Sania lembut memberikan pengertian, Gavin dan Emily pun tersenyum kearah nya,tapi Gibran kekeuh tidak ingin ayah mommy nya di rebut Gavin pun mengerti mereka mengalah walaupun kangen ingin bermanja-manja pada Sania dan Adryan.


"momm...di sini begitu indah, apa aku boleh tinggal dengan mommy"ucap Emily.


"tentu saja Sayang ku, kamu adalah anak mommy jadi sudah seharusnya ikut mommy di sini tapi sayang kamu tidak akan bisa sekolah,kalau tinggal di sini"ucap Sania.


"mending kamu tinggal dengan kakak,di Italia biar ada teman" ucap Gavin.


"heummm,di Australia juga banyak teman ucap Emily.


percakapan mereka pun di akhiri dengan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing yang sudah di sediakan untuk mereka semua.


setelah istirahat kini mereka berkumpul di meja makan kebetulan ini sudah saatnya mereka makan malam Gavin pun duduk di samping Emily, dan di samping Sania ada Mikael, yang tertunduk malu.

__ADS_1


"mommy, dia siapa"ucap Gavin


"dia Mikael teman Gibran di sini dia gadis yang sangat cantik usia nya empat tahun"ujar Sania.


"owh seru dong,kalo Gibran ada teman nnya"kata Gavin.


"tentu saja Sayang"jawab Sania.


makan malam pun berlanjut saat ini, semua orang begitu menikmati setelah selesai makan malam kini Gavin dan Emily.


"Emily, apa kamu bahagia saat ini"ucap gavin.


"aku sangat bahagia kak,,,bisa bersama dengan Daddy dan mommy, juga Kaka dan Gibran"ucap Emily.


"kalau,kakak tiba-tiba jatuh cinta sama kamu bagaimana?"ucap Gavin.


"kakak itu ada-ada saja"ucap Emily.


"aku serius Emily"ucap Gavin.


"tapi kak,kit keluarga"jawab Emily.


"kita memang sodara tapi tidak sedarah jadi aku bisa menikah dengan mu kelak"ucap gapin


"tolong tanya mommy dan Daddy bagaimana caranya" ujar Emily.


"baiklah aku setuju juga dan lagi nanti setelah


kamu dewasa nya baru aku akan melamar mu " ucap Gavin jujur.


Emily pun hanya tersenyum, saat mendengar kan kata-kata dari Gavin.


Gavin pun kini merangkul bahu Emily saat itu juga, mereka saling pandang.


"kak... aku duluan masuk ya rasanya sudah sangat ngantuk"ucap Emily.


"pergilah besok kita akan pergi ke pantai saat pagi menjelang jadi setelah bangun tidur kita akan langsung ke pantai yang begitu cantik"ucap Gavin...


mereka semua pun tertidur dengan nyenyak nya saat itu juga dan setelah pagi hari mereka bersih-bersih dan merapihkan kamar masing-masing kini Emily dan Gavin sudah turut ke bawah Gavin pun tersenyum, saat ini pada kedua orang tua nya itu.


"pagi mommy,,,pagi Daddy"ucap kedua nya, saat itu kompak .


"pagi jug "ucap ary.


"pagi sayang"ucap Sania yang langsung memeluk Emily kebetulan Gibran belum bangun saat ini karena tidur bareng Mikael.


Adryan pun bisa bermanja-manja dengan istri nya itu sebelum Gibran terbangun.


"momm... setelah sarapan aku mau pergi ke pantai bareng Emily boleh"ucap Gavin minta izin.


"tentunya, sayang tapi hati-hati ya jangan berenang karena cuaca nya saat ini sulit di tebak, kadang hujan kadang juga, panas dan begitu juga gelombang"ujar Sania.


"tenang saja momm...kami hanya ingin jalan-jalan saja di sana seperti nya seru"ujar Gavin,begitu antusias...


sarapan pun telah usai kini mereka pun pergi menuju pesisir pantai, saat itu juga Adryan menyuruh anak buahnya untuk mengawasi mereka, takut kalau kedua anak nya ceroboh saat bermain air, karena belum tau seluk beluk pantai saat ini

__ADS_1


__ADS_2