
Adryan hanya bisa berdoa semoga Sania bisa tertolong dia bahkan tidak memberitahu siapa pun saat ini Adryan tidak ingin seluruh keluarga nya cemas dan akan menyalahkan nya atas semua yang terjadi pada Sania.
setelah lampu operasi redup ia langsung berdiri pintu pun terbuka saat itu Adryan melihat istrinya,di atas berangkat dan di dorong oleh para perawat dan di ikuti dua orang dokter Adryan pun langsung bergegas mengikuti langkah mereka sambil memegang tangan Sania.
"tuan, sebaiknya, Anda jangan menemui pasien dulu kondisi nya masih kritis biarkan kami melakukan perawatan terlebih dahulu Anda tolong tunggu dulu di luar, sana"ucap sang dokter, sambil memasang alat ketubuh Sania.
pendeteksi jantung, dan juga oksigen dan membetulkan kantong darah yang kini masih di butuhkan oleh Sania ya Sania hampir kehabisan darah, karena Adryan hampir saja terlambat membawanya.
Dokter, dan para perawat pun keluar setelah semua setabil, dan Adryan pun kembali berdiri untuk segera menemui istrinya itu.
"sekarang Anda sudah bisa menjenguk nya tapi ingat jangan,dulu mengajak pasien bicara saat ini pasien masih belum sadar mungkin beberapa saat lagi, baru akan sadar" ucap Dokter tersebut.
"terimakasih Dokter, saya akan segera melihat istri saya saat ini juga" ucap Adryan sambil bergegas masuk kedalam ruang ICU tersebut.
Adryan meneteskan air mata, karena lagi-lagi secara tidak langsung dia telah menyakiti hati istri nya itu hingga berujung percobaan bunuh diri, Adryan sempat meragukan rasa cinta nya Sania saat itu karena bukti-bukti yang dia lihat padahal perasaan Sania tidak pernah berubah untuk nya saat ini, Adryan pun percaya sebesar apapun cobaan yang menimpa pada rumah tangga nya, saat ini dan sedari dulu rasa cinta mereka tidak terkalahkan meski terkadang,rasa kecewa itu pasti selalu ada.
sementara itu di rumah Andara saat ini Gibran tengah asik bermain dengan kakek nya, sementara Andara kini tengah sibuk mengecek bisnis restoran nya, dan semua cucunya, yang sudah besar sudah berangkat sekolah saat ini.
"Gibran,seneng gak tinggal bersama kakek, kita jalan-jalan di taman belakang yu biar dapet udara segar" ucap Danang sambil menggendong bayi tampan tersebut, saat ini dan di ikuti beberapa pelayan yang sehari-hari merawat rumah dan tuan rumah tersebut mau tidak mau Danang harus mengikuti, aturan yang di buat oleh Derry saat ini dia adalah Raja di rumah tersebut, dan tidak beraktivitas seperti di kampung dulu sekarang Danang hanya duduk manis semua tinggal perintah, sebenarnya tidak nyaman untuk Danang tapi ada satu kebahagiaan untuk nya saat ini yaitu tidak perlu menunggu lama untuk bertemu dengan anak cucunya karena hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk, kerumah Sania dan bisa berkumpul bersama dengan cucunya itu sudah membuat nya lebih bahagia.
Danang, mendudukkan Gibran di pangkuan nya saat ini dia sedang duduk di bangku taman,di sana ada berbagai macam tanaman hias dan bunga-bunga yang bermekaran, saat ini.
Danang tak henti mengajak cucunya itu mengobrol dan sesekali mencium seluruh wajah tampan Gavin, dan bayi itu pun tertawa geli saat ini, Danang pun tersenyum puas.
"cucu kakek yang sangat tampan, apa kamu nyaman berada di sini,hemm kalau saja kamu tau suasana pedesaan yang sangat asri seperti tempat kakek, pasti kamu betah di sana" ucap Danang.
"ya, panggilan Danang saat ini di ubah menjadi Kakek, dan Andara menjadi nenek,berkat permintaan Sonya yang kesusahan memanggil nya dengan sebutan Aki, maklum saja di Inggris tidak ada yang mengerti itu jadi anak Sonya yang memiliki dua bahasa itu protes dengan panggilan Aki tersebut, Danang pun menuruti keinginan sang putri pertama.
tidak hanya itu Sonya pun akhir-akhir ini sering mengunjungi nya,di ibu kota karena, menurut Sonya, jika dari Inggris langsung pergi ke kampung nya itu sangat melelahkan berbeda dengan saat ini, karena Danang dan Andara tinggal di Jakarta, dan tidak jauh dari rumahnya saat ini dia langsung pulang ke rumah yang dulu sempat di tinggali nya dulu ia merasa terpenjara, saat tinggal di sana karena aturan yang sangat ketat dan juga tidak ada yang bisa mengeluarkan dia dari rumah itu selain kata kunci dari Derry yang membuat pintu rumah dan pagar itu terbuka.
Sonya, paham semua itu demi menjaga keamanan rumah besar tersebut, karena harta peninggalan eyang nya masih tersimpan rapat di sana dan Derry tidak ingin pripasi keluargganya terganggu oleh orang luar, Sonya hanya di izinkan untuk pergi kuliah dan jalan-jalan sesekali itu pun dengan pengawalan ketat, karena Sonya tidak di perbolehkan bergaul dengan orang di luaran sana dan hanya teman kuliah saja itu pun tidak ada yang pernah bisa main kerumahnya, karena Derry sangat melarang keras.
sementara Adryan yang selalu mendekati nya di kampus saat itu, dengan rencana balas dendam nya ternyata menjadi cinta pertama nya Sonya saat itu, walau Adryan hanya ingin membalas dendam terhadap keluarga Derry, tapi setelah tau dia salah sasaran, Adryan pun bahkan sempat menjual Sonya pada pria hidung belang, bukan menjual sih, tepat nya Adryan, menjadikan nya barang taruhan dan laki-laki yang mendapat kan itu adalah Nanda yang selalu menyamar menjadi pria tua.
ke virginnan Sonya di renggut oleh Nanda saat itu, dengan wajah tua nya dia selalu menyamar dan menutupi ketampanan nya saat ini dan berpura-pura menjadi Ayah Amelia karena,satu alasan.
dia tidak ingin adiknya bersedih, karena kehilangan ayah nya saat itu, yang ternyata menjadi, penyakit tanpa di sadari oleh Nanda jiwa sikkopat, yang dia dapat dari peran yang selalu dia mainkan saat itu.
__ADS_1
beruntung semua bisa di sembuhkan, saat Nanda ingin kembali pada Sonya, saat itu dan wanita yang terakhir kali Nanda sakiti karena dendam, adalah Amara, istri Rido yang sekarang.
beralih pada Sania, dia saat ini sudah sadarkan diri dan kini tengah di suapi makan bubur oleh Adryan setelah dua jam lalu di pindah ke ruang rawat inap VVIP.
"Hanny,ayo habis kan bubur nya kamu pasti belum makan dari kemaren" ujar Adryan.
"bukan hanya kemaren bahkan dari Minggu lalu aku sudah tidak selera makan Daddy, aku lebih takut kehilanganmu cinta mu dari pada kehilangan nyawa ku sendiri, aku takut kau akan pergi dari ku"ucap Sania sambil meneteskan air mata, Adryan pun langsung bangkit dan memeluk serta mencium istri nya itu.
"aku tidak akan pernah meninggalkan mu, Hanny sampai kapan pun aku hanya mencintai mu, walau aku akui aku sangat marah saat melihat sikap bajingan Tersebut terhadap mu" ucap Adryan.
mereka pun saling mencumbu Adryan bahkan sangat merindukan istrinya itu dan menginginkan hal lebih hanya saja, kondisi Sania belum sepenuhnya pulih, masih harus menunggu lukanya kering dan sembuh dulu,agar ia bisa kembali beraktivitas seperti biasa nya.
Adryan hanya harus puas dengan mencium bibir dan lehernya Sania yang saat ini, juga menginginkan hal yang sama, hanya saja Adryan mengakhiri itu dan dia pamit ke toilet, saat itu juga, dia harus menuntaskan hasrat nya di kamar mandi, rumah sakit tersebut.
🌹💖💖🌹
satu Minggu berlalu, Adryan kini sudah membawa, istrinya pulang, Danang, bahkan tidak pernah bertanya kenapa Sania meninggalkan Gibran bersama dengan nya saat ini, karena itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi, nya dia tidak perlu kesepian saat keluarga inti nya pergi keluar untuk beraktivitas.
bahkan Danang tidak tau bahwa Sania masuk rumah sakit, saat itu karena memang Adryan tidak memberitahu siapa pun.
bahkan luka di tangan Sania pun kini sudah tidak ada lagi Adryan melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas luka tersebut hingga, Sania pun lupa telah melakukan kebodohan nya, karena luka itu hilang sama sekali tidak terlihat.
Joe, yang kini berada di Australia sendiri an dia sangat bahagia jauh dari Kasandra, karena baginya Kasandra hanya lah wanita yang menjadi pengganggu di kehidupan nya dengan Sania.
itulah Joe, yang selama ini di buatkan oleh cinta nya terhadap Sania, Joe, sangat menginginkan Sania bisa menjadi miliknya, dan selalu ada di dekat nya mencumbu dan memeluk Sania itu sudah sangat membuat nya bahagia apa lagi jika dia bisa memiliki, Sania seutuhnya, saat ini Joe bahkan tengah membayangkan indah nya bercinta dengan Sania.
sementara yang sedang menjadi bayangan nya baru selesai, bercinta dengan orang yang sangat di cintai nya, Adryan kini membantu Sania membersihkan diri, mereka mandi bersama, dan setelah itu saling membantu mengeringkan rambut, dan setelah berpakaian rapi,meski hanya pakaian santai, Adryan dan Sania terlihat sangat serasi rencananya hari ini dia akan pergi ke rumah Andara untuk mengambil, Gibran sekaligus melepas kangen pada semua nya setelah dua Minggu tidak bertemu, Adryan dan Sania sudah sepakat akan, merahasiakan semua yang telah terjadi.
sementara itu di kediaman Andara, dia yang baru pulang dari, restoran di sambut dengan kedatangan putri dan menantunya itu, yang kini sedang memangku Gibran dan Adryan tengah memeluk kedua putrinya itu.
mereka sudah lama tidak bertemu, Daddy nya hingga mereka tidak mau jauh,sama sekali.
"Bunda apa kabar... ?"ucap Sania yang kini di peluk oleh Andara.
"kabar Bunda baik sayang kamu sendiri bagaimana?" ucap Andara.
"aku baik,Bun maaf. terlalu lama menitipkan Gibran, aku sibuk banget di luar kota mengurus pekerjaan ku" ucap Sania berbohong.
__ADS_1
"saking sibuknya, kau bahkan tidak memberikan kami kabar!"ujar Danang.
"aku kesulitan mendapatkan Singal di sana ayah maaf,,,,"ucap Sania.
"tidak, apa-apa,kami senang kau kembali dengan selamat itu sudah cukup dan sebaiknya anak ini tidak usah kamu bawa lagi ayah tidak ingin kesepian lagi tinggal di sini kalau kamu bawa,ayah lebih baik pulang kampung saja" ancam Danang.
"ayah, aku juga ingin merawat anak ku, ayah tau sendiri, aku sengaja program dia agar bisa menemani hari-hari ku" ujar Sania mencabikan bibir nya, pura-pura marah, padahal dia sama sekali tidak keberatan hanya saja kasihan ayah nya sudah tua tidak seharusnya dia membebani orang tua nya dengan anak-anak mereka.
tapi itulah Danang, bukan terbebani tapi dia semakin bahagia karena di masa tua nya masih bisa merawat cucunya.
"pokoknya, ayah akan pulang kampung kalo kalian bawa Gibran" ucap Danang kekeuh.
"baiklah-baiklah ayah menang" ucap Sania mengalah.
"nah gitu,donk tuan putri ayah kan bisa buat anak lagi, jadi kalian tinggal pergi bulan madu lagi selesai deh" ucap Danang sambil tersenyum lebar.
"Ayah,,, aku marah ya, kenapa tidak ayah dan bunda saja yang pergi berbulan madu biar aku dapat Ade, lagian aku masih kesepian kakak-kakak ku tinggal jauh di sana dan aku tetap kesepian, kalau ayah buatkan aku Ade aku akan sangat senang"ucap Sania tanpa rasa bersalah.
"ya ampun dasar tuan putri tak ada ahlak, apa kau tidak tahu ayah dan bunda mu sudah sangat tua jadi keinginan mu sejak dulu itu tidak terwujud" ucap Andara sedikit gemas pada putri nya.
"ya ampun Bunda, putri nya secantik dan sepintar ini di sebut tidak punya ahlak" ujar Sania, yang pura-pura marah padahal dia tau Bunda nya hanya bercanda.
"aduh, sayang maafkan Bunda, Bunda tidak bermaksud seperti itu, Bunda keceplosan karena sering mendengar itu dari sandrina dan Sandra, jika sedang berebut sesuatu" ucap Andara.
"ya ampun Bunda ku ini kebanyakan gaul dengan remaja sih jadi ikut-ikutan terbawa-bawa yang begituan" ujar Sania sambil tersenyum.
"ya ampun, kapan Bunda bergaul dengan mereka, yang masih muda Bunda bahkan di restoran hanya duduk dengan asisten bunda bahkan kami jarang ngobrol"ujar Andara tak mau kalah.
"ya ampun Bunda tidak sadar ya, yang aku maksud itu,cucu kalian ini, memangnya umurnya sama dengan Bunda gitu" ucap Sania tertawa terbahak bahak.
"hahahaha, iya bunda bahkan baru sadar" ucap. Andara.
"sudah-sudah ayo kita makan siang ayah sudah siap kan hidangan teristimewa untuk kalian semua" ucap Danang.
"ya ampun ayah memang nya sudah di izinkan untuk beraktivitas seperti biasa oleh Om Derry, hebat nya ayah ku ini, jurus apa yang bisa mengalahkan kakak ipar ayah itu" ucap Sania heran dan sedikit merasa lucu akhirnya Derry sedikit mengubah peraturan di rumah ini.
"yah ayah bilang jika ayah tidak melakukan apapun yang ayah mau di sini ayah akan membawa Bunda mu kembali ke kampung, dan akhirnya dengan berat hati dia langsung setuju" ucap Danang.
__ADS_1
"wah ayah ku ini memang the best... seratus buat ayah muachh muachh muachh" Sania begitu antusias dan saat dia mencium wajah ayah nya itu Adryan mengkode dia begitu posesif saat ini.
"eleuh,,, suamiku sayang kamu cemburu dia itu ayah ku cinta pertama ku" ucap Sania.