Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kembali nya Sonya 2


__ADS_3

sesaat setelah sampai di Apartemen, milik Adryan, Sania pamit untuk pulang, iya ingin kembali ke kosan nya, namun Adryan tidak mengijinkan nya,


"Aku bilang tidak ya tidak, kenapa harus maksa, besok juga kamu kan pulang, aku antar juga, ke kosan mu,"


"Tapi aku ingin pulang sekarang,aku gak mau tinggal sama orang pin-plan kaya kamu, sebentar bilang ingin bersama Aku, tapi setelah itu, mesra-mesraan sama calon istri nya, aku cape lama-lama, kalau kaya gini terus"


"hmmm, jadi kamu cemburu sayang, sudah lah ayo masuk dulu, nanti aku jelasin di dalam saja"


"gak mau pokonya aku mau pulang saja"


"baik lah sayang, tapi apa kamu gak kasihan sama aku, dari kemaren belum istirahat, kalo kamu, mau aku sakit ya, baik aku anterin kamu sekarang"


"Aku, bisa pulang sendiri, jadi silahkan istirahat"


"Aku gak izinkan kamu pergi sendiri, tapi tunggu sebentar, saja,aku mau istirahat sebentar saja ya, aku lelah banget"


"please deh, gak usah ngeyel Aku bisa pulang sendiri, lagian,aku harus pulang kerumahnya Eyang,karna Bunda,sama ayah akan kemari besok"


"tunggu sebentar saja ya please,,,,, sebentar aku udah gak kuat"


tiba-tiba, saja Adryan, terjatuh di depan pintu lift


sontak Sania kaget.


"Adryan,kamu kenapa?..."


"Aku udah gak kuat lagi sayang, mungkin karena belum istirahat dari kemaren"


"sebaiknya, kita kerumah sakitsaja, kamu demam Yan...!"


"Gak usah aku rehat sebentar saja nanti juga baikan"


"ya sudah aku papah kamu saja ayo,"


Sania pun memapah Adryan ke dalam lift menuju unit milik Adryan, sesampainya di depan pintu Adryan memberitahu kan kode masuk nya pada Sania, setelah pintu terbuka mereka pun masuk, Adryan, di dudukan di sofa, lalu Sania melepaskan sepatu nya iya melakukan tugas layaknya,sang istri mengurusi suami walau gak sampai ke yang intim , Sania melepaskan jas dan dasi Adryan, yang sudah hampir memejamkan mata nya itu , setelah nya iya membenarkan, beberapa bantal di sofa tersebut, lalu menyuruh Adryan berbaring, Sania pergi memasak, karena mereka hingga dini hari melewatkan makan malam nya, setelah selesai iya menata makanan di nampan,lalu membawanya ke depan ruang tv yg kini ditempati Adryan, untuk tidur.


"sayang, bangun makan dulu setelah itu kamu bisa tidur lagi,


"Aku, ngantuk sebentar lagi ya aku tidur dulu"


"Enggak, Poko nya kamu bangun dulu nanti kan bisa tidur lagi"


"baik lah aku cuci muka dulu sebentar ya"


Sania pun melihat Adryan, yang berjalan agak sempoyongan, iya pun memapah Adryan,ke kamar mandi, yang tak jauh dari situ.


"sini biar Aku bantu kamu yang"


"makasih maaf ngerepotin kamu sayang"


"aku yang seharusnya minta maaf, gara-gara nganter aku kamu jadi kaya gini"


"udah gak usah di pikirin, toh Aku sendiri yang mau nolongin kamu untuk bisa ketemu Sonya"


"ya sudah aku tunggu depan pintu ya,"


Sania pun bergegas keluar, dari pintu kamar mandi


sepuluh menit, sudah iya menunggu, Adryan pun keluar dari sana dengan badan yang sudah segar karena sudah mandi.


"kamu dah mandi Yan, bagus lah sekarang kamu dah seger udah bisa jalan sendiri kan "


"iya sudah ko yu makan "


Adryan, yang menggunakan kimono mandi nya rambut yang kelimis, menambah ketampanan nya saat Sania, memperhatikan nya diam-diam


iya langsung mengikuti, langkah kekasih nya itu.


"kamu gak mau pakai baju dulu yang"


"gak usah nanti makanan nya keburu dingin banget, Udah yu kita makan, saja kamu pasti sudah laper"


"ya udah ayo..."


mereka pun makan,di sela makan nya mereka, mengobrol ringan, tentang rencana Sania esok yang tinggal 4 jam lagi.


"sayang habis makan,kamu mandi yah kamu bisa ambil baju ku di kamar pasti ada yang muat"


"iya nanti Aku mandi, setelah mencuci piring nya" kata Sania.


"gak usah, besok juga ada yang akan bersihkan semua nya, jadi kamu mandi saja sana aku tunggu di sini kamu masuk mandi di kamar saja sandi nya nama mu"


Sania kaget dia mematung.


"kenapa sayang kamu ko diam saja, udah cepet mandi saja sana"


"baik lah aku mandi"

__ADS_1


hampir tiga puluh menit Sania berada di kamar mandi yang berada di kamar sang kekasih, iya pun keluar menggunakan kimono mandi nya,tapi tiba-tiba saja Sania, kaget Ada Adryan di dalam kamar itu.


"Yan,kamu ko dah di sini aja aku kan belum pakai baju,"


"tuh bajunya sudah aku siapkan,di ruang ganti, sudah masuk sana aku tunggu di sini,ok"


Sania pun bergegas memasuki ruang yang cukup besar dengan, semua perlengkapan,baju aksesoris, yang biasa Adryan kenakan.


di atas Etalase, sudah tersedia,baju yang Adryan siapkan, sebuah kaus lengan pendek, yang kebesaran dia memakai itu tanpa menggunakan dalam an nya hanya bokser ketat yang masih baru,belum sekalipun Adryan, gunakan, kini Sania mengenakan nya lalu bergegas keluar, Adryan, yang melihat Sania menggunakan itu, dia menelan Saliva nya yang terasa mengering .


"udah fresh yang kamu sekarang kalau mau tidur, tidur lah di kasur, biar aku di sofa , tidurnya"


"gak usah aku gak ngantuk kamu saja yang tidur ya,aku mau nonton saja di bawah sambil nunggu pagi"


"Enggak sebaiknya,kamu tidur istirahat lah nanti kalo siang kamu ketiduran,kan gak bisa menyambut Bunda "


"ya baik lah tapi barengan ya ,guling aja yang jadi pembatas nya"


"tenang sayang iman ku masih kuat,paling cuma meluk doang"


"hmm ...ya udah yu tidur" kata Sania yang sebenarnya dia merasa takut kalo harus tidur bareng satu ranjang biarpun ranjang nya king size tetap saja Sania merasa ngeri .


Adryan, yang tau gadis kesayangan nya itu ketakutan, dalam diam nya, iya ber inisiatif, menjadikan, bantal guling sebagai, pembatas nya,


"tidur lah kamu aman ko aku tak akan menyentuh mu sebelum kita menikah kecuali ini"


cup... tiba-tiba kecupan mendarat di bibir manis nya Sania"


"hmm....ih..Yan kamu ini nakal banget ah..aku tidur dulu "Sania,pun tertidur tanpa iya sadari mereka tidur berpelukan.


tak terasa waktu sudah menunjukkan, pukul 7 pagi Sania,pun terbangun sebelum membuka mata Sania, merasakan ada sesuatu yang berat menindih kaki nya dia membuka mata perlahan dan begitu terkejut nya dia melihat wajah seorang pria berada di hadapan nya,


"ahhhhhh ... kenapa, aku jadi pelukan sama kamu," Sania langsung melepaskan tangan Adryan, yang melingkar di pinggang nya.


"kenapa berisik sekali sih ini masih pagi"


"kamu ini kenapa bisa meluk aku kita kan sudah tidur berjauhan dan dimana guling pembatas nya?..."


"tau mungkin kamu yang menginginkan itu guling bukti nya ada di sebelah kamu yang"


"Udah siang aku harus segera kembali ke rumah nya Eyang, sebelum bunda, tiba


tapi kalo aku mandi nanti pakai baju apa" gumam Sania.


"sudah sana mandi dulu nanti bajunya pasti sudah datang di bawah "


kata Adryan.


"bibi sudah datang juga ko gak ngebangunin aku sih"


tanya Adryan,sama pembantunya, yang biasa membersihkan, Apartemen milik nya,sebenar nya Bi Nah , adalah pengasuh dia dulu cuman karena, yang di asuh nya sudah dewasa sekarang dia, kegiatan nya jadi asisten rumah tangga.


"sudah dari tadi Den, tapi Aden gak bangun juga" sahut BI Nah...


"ya sudah sekarang bibi siapkan sarapan buat kita berdua, ya soalnya kita lagi buru-buru.


"owh Aden bawa cewek ya, awas aja tar bilangin nyonya,loh"...


sahut BI Nah lagi


"bilang saja aku gak takut paling aku di kawinkan, Haha lebih bagus tuh..."


"hmmm ini anak gimana sama non Amelia, nanti bisa-bisa Aden di gebukin Ama bodyguard nya loh den"


percakapan itu di dengar oleh Sania yang sedang menuruni tangga.


"eh sayang udah mandinya,ko cepat amat Oya ini baju ganti nya"


Sania tak menjawab dia hanya mengambil paper bag, dari tangan Adryan,lalu berlari ke kamar dan mengganti bajunya, Adryan, yang heran langsung mengikuti nya dari belakang, sampai mereka di depan pintu Adryan, langsung memegang tangan Sania.


"tunggu sayang,kamu kenapa diam saja dari tadi,ada apa hmmm..."


Adryan, bertanya dengan kelembutan.


"Tidak apa-apa, hanya lagi malas ngobrol saja "


"hmmm gak biasa nya kaya gini pasti lgi ngambek deh ayo jujur"...


potong Adrian lagi.


"lepas tangan mu aku sedang buru-buru ini,


"baiklah setelah pakai baju nya kamu tunggu di bawah,aku mandi dulu ok muachh,,, "Adryan, mengecup bibir Sania, dengan cepat. Sania tidak menghiraukan nya iya langsung bergegas ke kamar ganti....


setelah, Sania selesai berpakaian, dia langsung, turun membawa tas selempang nya dan tanpa menghiraukan yang ada di sana iya berjalan menuju pintu keluar.


"Nona, sarapan nya sudah siap " kata Bi Nah...

__ADS_1


"maaf bi, saya harus segera pulang, udah telat"


dia menjawab sambil berjalan keluar,setelah keluar dari Apartemen,iya berdiri di jalan raya menunggu taksi yang lewat, dan tak lama taksi yang di tunggu pun datang, iya segera pergi dari situ, di hati nya ada rasa sesak dia memikirkan kejadian dimana Adryan sedang bercumbu mesra di saat mereka bertemu tanpa sengaja,


🌹💖💖💖🌹


satu hari berlalu sang Bunda,pun sudah datang di kediaman sang Eyang, dia menyambut dan selalu menemani bunda Nya, setiap kali Andara , bergerak,


"Sania,ada apa nak?...


"Bunda, Aku tidak apa-apa hanya lagi kangen kampung, apa sebaiknya,aku kesana dulu ya sekalian aku temani ayah di sana, selama Bunda, berobat di luar negeri bersama Om,..."


"kenapa sayang tak biasanya kamu gelisah begini,hmm ada apa?...tanya Andara lagi.


"Bunda, sebenarnya kemaren malam Aku bertemu Kaka,dan keadaan Nya baik-baik saja, namun kehidupan Kaka, bagai burung di sangkar emas, karena suaminya, tidak memberikan, kebebasan seperti layaknya suami istri,


"apahhhh...kamu bilang dimana Sonya sekarang, kenapa kau tidak membawanya pulang" pertanyaan yang keluar dari mulut Andara, Refleks keluar,saking tak percaya dan begitu, khawatir nya Andara terhadap anak sambung nya itu .


"Sania, Om, kemarin sudah berpesan jangan coba-coba menyambangi rumah, itu bahaya, kenapa kamu tidak mendengar kan kata-kata Om, dan Om kan sudah bilang biar Om yang menjemput nya kesana"


Derry yang khawatir, dengan Sania, iya sangat marah,karna Sania berani melanggar perintah nya.


"maaf kan Sania Om, Sania tidak tahan ingin bertemu Kaka, kasihan dia Om.. hidupnya selama ini menderita, walau kelihatan nya penuh kemewahan dia hanya di jadikan,budak nafsu, orang itu"


"apahhhh... tidak mungkin tidak ini semua salahku..KA tolong putri ku jangan biarkan dia menderita kasihan dia ka..."


Andara menangis histeris, iya akhirnya pingsan karena tak kuasa menahan kesedihannya.


"Andara bangun Kaka janji sama kamu Kaka akan bawa dia pulang dengan selamat" Andara di bawa keatas ranjang, dan Derry pun menyuruh pelayanan menghubungi dokter, tak berapa lama Dokter pun datang,karna memang tinggal nya satu kompleks....dia langsung memeriksa, Andara.


"kondisi nya saat ini baik-baik saja, dia cuma syok ..bentar lagi juga siuman"


kata sang dokter tersebut.


"Om... akan bernegosiasi dengan suaminya Sonya, mudah mudahan,mau di ajak damai"


"jangan Om...biar Sania yang kesana, mereka sudah tahu Sania yang menjadi asisten calon suami anak nya" kata Sania.


tiba-tiba saja ada suara keributan di luar seseorang mengebrak-gebrak pagar rumah,...


Sania buka pintunya, cepat sayang ini gawat, suara, itu terdengar sampai depan teras para pelayan yang sibuk bekerja, mereka berhamburan menuju gerbang dan yang satu nya memberi tahu kan,pada Derry bahwa ada seorang pemuda, meminta masuk gerbang,


"buka gerbang nya "kata Derry gerbang pun terbuka tiba-tiba, saja Derry terkejut, ada seorang pemuda, yang membawa seorang gadis, berlumuran darah di dalam gendongan nya.


"Tuan Adryan, siapa dia dan kenapa kau membawa nya kemari"


"dia Sonya, tadi dia datang ke apartemen ku sudah dalam kondisi begini dan aku langsung membawanya kemari, cepat panggil kan Dokter"


Adryan membawa Sonya, kerumah kediaman Derry karena tau rumah itu sangat lah aman


Sania yang baru selesai memberikan minum kepada sang Bunda, dia kaget setengah mati melihat Sonya, dalam keadaan mengenaskan.


"kakak.... Kaka kenapa bangun KA bangun, ini Sania KA...hiks hiks hiks...."


Sania langsung bergegas menemui sang Bunda, iya mengajak bunda nya untuk melihat sang kakak dia mengira, Sonya akan tiada.


"Bunda,hiks hiks hiks ... Kaka Bun Kaka terluka parah ayo Bun...ayo lihat Kaka"


Sania , menarik lengan ibunya dengan kencang dan hampir terjatuh,


"Sania apa yang kau lakukan , Bunda mu baru siuman,"


Derry memapah perlahan sang adik yang tidak bicara sama sekali saking syok nya bertambah.


"ikut lah Sonya, membutuhkan mu,"


sesampainya,di sana dia melihat beberapa perawat sedang membersihkan darah yang hampir menutupi seluruh bagian wajah nya dan ada luka sayatan di bagian, tangan dan paha mulusnya, tiba-tiba saja Andara, berteriak histeris...


"tidak... Sonya, putri ku kenapa kamu jadi begini nak, Bangun nak Bangun ini Bunda kamu jangan tinggalkan bunda, Bunda enggak, akan kuat lagi bertahan sayang, bangun na bangun,.."


Mitha,hey ...tenang lah anak mu sedang berusaha di obati jadi kamu harus tenang jangan membuat dia drop.. dengan menghalangi dokter yang sedang mengobati nya" kata Derry menenangkan sang adik yang masih histeris.


"tidak KA , kasihan anak ku kesakitan KA tolong.... tolong dia dia pasti gak akan tahan karena sakit di deritanya dia selalu menangis meminta di gendong, untuk aku obati sekarang lihat lah KA , dia bahkan tidak bersuara kakak'... tolong aku sudah gak kuat melihat nya menderita biarkan aku memeluk nya, tolong KA...


"Andara meronta di pelukan sang kakak karena, ingin memegang Sonya, yang sedang di obati sementara Adryan membantu, memberikan luka di kaki Sonya, dengan telaten, transfusi darah pun di lakukan, setelah jahitan demi jahitan, selesai di lakukan, Sonya,kini terbaring dengan beberapa alat menempel di tubuh nya, Sania, setia menemani sang kakak di samping ranjang king size itu, iya menunggu kakanya tersadar setelah pengobatan, yang di lakukan di rumah mendiang Eyang Nya.


Sania keluar sebentar kini giliran sang ibu dan seorang perawat di dalam kamar tersebut, Sania menemui , Adryan.


"sayang terimakasih banyak, karena kamu sudah menolong Kaka, dari tangan mereka walau dalam keadaan begitu mengenaskan"


"Aku lakukan semua itu buat kamu sayang, semoga, suami Sonya,yang jahat itu mendapat kan hukuman yang setimpal"


"Apa, maksud nya ini...kau bilang sayang pada bidadari ku ini"


potong sang paman.


"iya Om.. sebenarnya kami sepasang kekasih, dan kami sengaja merahasiakan semuanya dari orang lain, sampai, Sonya, bisa di bawa kembali pulang, kemari"

__ADS_1


Adryan, menjelaskan panjang lebar mengenai dia dan Sonya sampai Sania sekarang ini tidak ada yang di tutupi, Derry mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti.dan sekarang iya bisa sedikit lega Sania di jaga oleh keluarga yang di seggani oleh suaminya Sonya...


t


__ADS_2