Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Mengenal mu lebih jauh


__ADS_3

beberapa bulan berlalu, kini, sandi tengah berada, di restoran, iya sengaja datang, untuk menunggu seseorang, pelanggan tetap, yang selalu hadir di pikiran dan mimpi nya.


ya, dia adalah Yena, gadis yang beberapa bulan lalu pernah bertabrakan di restoran saat itu,gadis itu pernah mengunjungi nya satu kali hanya untuk menanyakan, kapan dia akan kembali ke Indonesia, karena ingin menitipkan sesuatu untuk,sang ibu yang ada di jogja.saat ini


kali ini sandi juga ingin menanyakan barang apa yang akan ia titipkan saat itu kepada nya karena dua Minggu lagi sandi berencana untuk berlibur ke Indonesia tepat nya ia ingin mengunjungi makam sang ibu,dan menengok sang ayah yang katanya sering, sakit-sakitan semenjak mendengar kabar perceraian, Yeslin dengan anak nya itu.


dua jam menunggu sambil mengerjakan pekerjaan di laptop,milik nya sandi kini tengah, melirik ke arah kasir, ternyata Yena sudah ada di hadapannya nya saat ini juga.


"Yena....!!"" panggil sandi saking semangatnya dia, langsung berteriak memanggil nya.


"KA sandi,kakak di sini?"kata Yena senang.


"iya aku nungguin kamu, dari dua jam yang lalu tapi ternyata kamu baru datang" jawab sandi


Yena, pun kini duduk di kursi kosong depan meja yang kini di duduki oleh sandi.


"ada apa kak, sandi menunggu ku, apa ada yang serius" tanya Yena.


"aku hanya, Yena dua Minggu lagi aku akan kembali ke Indonesia, untuk berlibur sekaligus kangen dengan kampung halaman, dan aku mau bertanya apa kamu mau, menitipkan sesuatu, untuk keluarga mu, atau kita pulang bareng bagaimana " tanya sandi sambil menggeser posisi nya yang kini sedikit jauh dari posisi, dirinya.


"hmmm...gitu ya kak.. sebenarnya aku rindu pada ibuku, tapi sayang nya pendidikan ku belum selesai dan lagi aku belum punya duit untuk membeli tiket pesawat, saat ini mungkin aku baru bisa kembali di atau tiga tahun lagi baru bisa, karena untuk makan saja aku harus bekerja paruh waktu, dan itu sudah sangat melelahkan, tapi aku masih punya cita-cita yang harus. aku gapai jadi aku harus bersabar dan lebih giat lagi bekerja, untuk biyaya hidup dan membiayai keluarga ku di sana, karena aku adalah tulang punggung keluarga ku" jawab Yena.


"Yena kamu kuliah sebenarnya di jurusan apa kenapa butuh waktu lama untuk menetap di sini" tanya sandi lagi yang iba dengan keadaan, Yena saat ini, dirinya bersyukur pada Allah, karena bisa hidup dan tinggal berkecukupan, ternyata di luar sana masih banyak yang lebih menyedihkan, dari dirinya, sampai sandi menawarkan sesuatu pada Yena.


"kak, sebenarnya, aku tidak kuliah, aku ke sini ikut seseorang, yang menjanjikan akan membiayai, kuliah ku di sini, ya aku memang kuliah sampai saat kita bertabrakan, saat itu aku adalah mahasiswa jurusan Desain. tapi, beberapa bulan ini aku cuti kuliah karena, aku tidak. punya uang untuk melunasi, uang semester, dan alhasil aku harus mengubur mimpi ku untuk segera waktu sampai aku bisa mengumpulkan uang, lagi" jawab Yena Jujur.


"Yena, aku adalah seorang duda, dan aku saat ini sedang mencari calon istri, aku punya tawaran bagus, untuk mu" kata sandi tidak menyelesaikan, pembicaraan nya, karena takut menyinggung wanita yang ada di hadapannya.


"maksudnya,kak sandi, mau menjadi kan aku istrimu gitu" ucap Yena.


"ya kurang lebih begitu, bukan tanpa alasan aku jatuh cinta pada mu dari saat pertama kali kita bertemu" ucap sandi jujur.


"maaf,kak, aku bukan orang yang pantas untuk kakak, kita teramat jauh berbeda, kamu adalah pemimpin perusahaan, sedang kan aku, aku seorang wanita malam, jadi itu tidak mungkin kak" Yena berkata jujur walau dia tidak menjual tubuh nya tapi dia sudah tidak suci lagi dia di perkosa oleh kekasihnya yang membawanya ke negara ini.bahkan dia juga kini bekerja sebagai bartender, di sebuah club' malam, kehidupan nya yang sangat kelam iya jalani dengan pasrah.karena di sini dia bukan lah siapa-siapa dan tidak punya apapun untuk di banggakan.

__ADS_1


"Yena semua manusia yang ada di dunia ini punya masalalu, dan masalalu itu adalah pijakan untuk melangkah ke masa depan, aku mencintaimu apa adanya dirimu, aku tidak akan meminta mu menjadi seseorang,atau merubah menjadi orang lain, aku hanya ingin memiliki istri yang bisa menerima ku dengan semua kekurangan ku, kita bisa menjalani hidup kita dengan baik, dan soal kesuksesan, bukan lah tolak ukur kebahagiaan, karena di luar sana banyak orang yang sukses tapi hidupnya tidak pernah bahagia, tapi aku akan terus berusaha untuk membahagiakan mu, semampu ku" kata sandi panjang lebar.


sementara itu,Yena.hanya berurai air mata,ia terharu dengan kata-kata sandi ternyata di balik penderitaan nya saat ini masih ada yang perduli pada nya.


"hiks,,, hiks,,, hiks,,kak, aku sangat terharu disaat masa sulit yang saat ini masih aku lalui ternyata masih ada seorang yang masih peduli pada ku" ucap Yena.


"Yena, semua sudah di atur oleh yang kuasa, kita bahkan bertemu atas kehendak nya, dan saat ini, adalah jalan yang di berikan oleh nya, Yena apa kamu bersedia, untuk menikah dengan ku, saat ini juga, aku tau ini begitu cepat dan sangat mendadak tapi aku punya niat baik aku tidak ingin berbuat dosa, dengan hubungan tanpa ikatan, kalau kamu bersedia mari kita menikah dan tinggal bersama, kamu bisa melanjutkan kuliah mu, dan aku tidak akan mengekang mu asal kamu tahu batasan, dan andaikan kau bersedia untuk menjadi istri yang hanya mengurus ku dan juga anak-anak kita nanti, aku akan lebih bahagia lagi ,biar aku yang mencari uang dan membiayai, kehidupan mu dan keluarga mu nanti" kata sandi sambil menggenggam,tangan Yena.


tiba-tiba saja Yena memeluk, sandi dan menangis di pundak sandi yang kini sedang duduk di kursi saat ini.


"kak, sandi aku mau menikah dengan mu bahkan aku rela melepaskan mimpi ku untuk jadi sukses aku akan menjadi istri yang setia bagimu walaupun saat ini aku belum punya rasa cinta untuk mu tapi aku mau mencoba nya, semoga kamu juga bisa selalu menerima kekurangan ku, aku akan berusaha membahagiakan, suamiku" jawab Yena saat ini.


"terimakasih Yena, saat ini juga kemasi barang-barang mu, dan tinggal lah di apartemen bersama dengan ku, aku akan. langsung melamar mu dan menikah dengan mu, saat ini juga berikan no ponsel ibumu aku akan menelpon nya saat ini juga agar kita bisa secepatnya menikah, aku ingin meminta restu dari, ibu. mu saat ini juga" ucap sandi antusias, dan kini dia langsung bergegas menuju mobilnya sambil membawa Yena ke apartemen nya, sandi.


🌹💖💖💖🌹


dua hari berlalu,kini sandi dan Yena, tengah bersiap, untuk pulang ke kampungnya, untuk menikahi Yena di Jogja, di bantu oleh Ari, dan di Indonesia Adryan dan Sania pun langsung, mempersiapkan, seluruh persiapan pernikahan buat sandi dan Yena, semua keluarga bahkan sudah berangkat ke Jogja, saat ini juga menemui ibu Yena yang tinggal di kota tersebut dengan sang paman, karena Yena,pergi ke Hongkong,paman Yena merawat kakak nya yang kini sering sakit-sakitan.


di Jogja tepat nya di sebuah hotel tengah di adakan persiapan, pernikahan sandi tanpa sepengetahuan sandi,Danang,Andara,Sania dan Adryan tiba lebih dulu dengan putri kembarnya yang kini berusia, Lima tahun.


sesampainya,di sana,ayah sandi, beserta Rido tengah, menikmati,makan malam, bersama keluarga, Sania.


"paman, kenalin,ini ibu nya Yena yang akan berbesan dengan paman mati nya" ucap Adryan, sopan.


"halo,ibu perkenalkan saya ayah nya sandi" ucap nya,sambil menyalami ibu dari Yena.


"saya paman dari Yena salam kenal" kata paman Yena, yang nantinya akan menjadi saksi dalam pernikahan, Yena.


perkenalan keluarga pun sudah selesai,dan lamaran juga sudah di laksanakan oleh,Danang selaku orang tua angkat sandi, karena janji nya terhadap almarhum ibu nya sandi yang sudah ia anggap sebagai adik nya sendiri.


ya, sebelum kedatangan sandi saat ibunya masih hidup, sempat kembali ke kampung, dia sepat memohon untuk melindungi sandi, dan menitipkan sandi pada nya saat sandi masih, berada di Belanda, sebelum ia sakit keras,ibu nya sandi menitipkan sandi pada Danang, untuk melanjutkan, kasih sayang nya sebagai orang tua, karena ia merasa umurnya sudah tidak,lama lagi bahkan ia berpesan untuk menjadi perwakilan nya, melamar calon istri sandi, karena hubungan ayah dan ibu sandi tidak terlalu baik, ibunya sandi lebih mempercayakan, sandi pada Danang.


sandi dan, Yena kini tengah mendarat di Indonesia, iya segera menuju kota kelahirannya Yena dengan maksud meminang Yena terhadap keluarga nya,namun sandi tidak tahu esok hari adalah hari pernikahan bagi mereka, Sania yang membuat janji bertemu di sebuah hotel di Jogja,ia bergegas membawa Yena,ke hotel tersebut karena ini sudah larut malam, jadi ia memutuskan, untuk menginap di sana.

__ADS_1


tepat jam kedatangan sandi dan Yena semua keluarga yang tadi nya sudah tertidur pulas kini semua kompak menyambut Yena dan sandi yang kini tengah berubah penampilan dia terlihat gagah dan berwibawa, Sania langsung memeluk sandi dan menangis di pelukan nya, iya sangat merindukan pangeran nya saat ini, dan Yena yang kaget tiba-tiba, Yena akan pergi tapi tangan sandi mencekal nya di samping.


"pangeran ku,hiks,,, hiks,,, hiks,,,, kamu baik-baik saja kan, sayang, aku sampai tak bisa bernafas dengan tenang melihat kamu terpuruk, aku sangat takut kehilanganmu jangan lakukan itu lagi jangan pernah aku tuan putri mu, masih hidup untuk mu,hiks,,, hiks,, hiks" Sania menangis kencang sambil memeluk erat sandi yang sudah menjadi pelindung nya sedari kecil.


"sayang, aku baik-baik saja, dan kamu, tidak perlu, takut aku ada dan baik-baik saja, bahkan sekarang aku akan menjalani hidup dengan lebih baik, dengan orang yang sangat cantik dan sangat aku cintai, dia kini di samping ku" sandi menenangkan Sania yang kini tengah menangis di pelukan nya dengan sayang sandi mengelus punggung Sania dengan tangan kanan nya, sementara yang kiri menggenggam tangan Yena, yang meminta penjelasan.


setelah melepaskan, Sania sandi memperkenalkan, Sani pada Yena secara resmi.


"Yena, perkenalkan, dia adalah tuan putri ku dia adalah ratu kedua setelah ibu dan bunda ku, dia orang yang sangat aku sayangi sedari, kecil.


dan ini suaminya, KA Adryan,pemilik perusahaan yang aku pegang di Hongkong sana, dan ini Bunda,ku yang sangat cantik, dia adalah Ibu dari kita semua yang mulia Ratu Andara, dan itu adalah ayah Danang Setiaji, suaminya, dan ini ayah kandung ku tersayang,ini adalah saudara ku Rido dan yang tadi bersama kita Ari dan istrinya, Siti." ucap sandi sambil tersenyum manis.


Yena pun begitu kagum dengan seluruh keluarga sandi, dan sangat bahagia bisa di cintai oleh, dirinya bahkan sangat merasa beruntung.


"salam kenal aku Yena" ucap Yena sambil membungkuk, seluruh keluarga menyambut nya, dengan senyum dan pelukan,namun ada satu yang lucu di saat itu setelah mereka menyadari, Ari tidak ada di sana bersama istrinya.


"Sandi, ngomong-ngomong di mana. Ari, dan Siti?" ucap Rido yang menyadari saudara nya hilang satu.


"ya ampun Ari, aku Ting...."ucapan Rido terhenti


dengan kedatangan mobil patroli yang membawa Ari dan Siti.


"dasar bocah laknat sialan, mentang-mentang mau kawin gue di tinggalin di jalan raya" ucap Ari yang sangat kesal dengan saudara nya itu saat mereka berhenti untuk membeli camilan Ari dan Siti ikut turun, dan Siti yang kebelet pipis pun pergi ke toilet umum, yang ada di supermarket, tersebut dan tanpa mereka sadari, karena keasyikan ngobrol dengan, Yena ia langsung mengemudikan mobil sewaan tersebut. otomatis Ari tertinggal di sana, Untung saja ada mobil polisi yang sedang merajiah kendaraan, Ari dengan sangat segan meminta nya mengantar mereka ke alamat hotel yang lumayan jauh jarak nya dari situ untung saja polisi nya tau kalo hotel itu, yang akan di jadikan tempat akad dan resepsi pernikahan.


dengan wajah yang sangat malu Ari,dan Siti duduk di bangku belakang, yang tempat duduk nya menyamping, yang bisa di gunakan untuk menangkap kriminal, tersebut,


dengan berat hati ia dan istrinya duduk di bangku tersebut.


"bocah edannn....!""teriak Siti kesal sambil turun dari mobil tersebut di bantu suaminya.


"Sania sudah batalkan saja pesta pernikahan nya, saat ini juga, kamu tau dia membuang kami di jalan raya" ucap Ari sedih.


"sebentar, jangan dulu di lanjutkan drama nya berikan uang bensin untuk bapak polisi itu yang sudah bersedia mengantar kalian, ucap Danang sambil, memberikan uang lima lembar seratus ribu an .

__ADS_1


"maaf,pak kami merepotkan bapak-bapak sekalian tolong di terima untuk mengganti uang. bensin" ucap Danang sambil menyalami mereka.


"tidak usah pa itu sudah jadi tugas kami, jadi tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan"ucap pak polisi yang baik hati tersebut.


__ADS_2