Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Desa penuh kenangan#


__ADS_3

perjalanan Sandra, menuju kampung halaman keluarga nya ,kini sudah tiba di tempat tepat pada pukul dua dini hari karena perjalanan jauh dari pulau as , Sandra, menolak permintaan Daddy, nya untuk menggunakan helikopter,menuju tempat tersebut padahal di sana sudah ada tempat pendaratan pribadi milik Daddy nya itu.


sesampainya di rumah besar tersebut, Sandra di sambut oleh Sandi dan istrinya juga sepupunya yang kini sudah tumbuh dewasa, hanya beda Lima tahun dari nya, anak sandi satu-satunya itu begitu tampan dan baik hati , saat ini anak yang sudah berganti nama dua kali tersebut, memperkenalkan diri nya sebagai Gilang, entah apa alasannya yang pasti ada alasan dibalik pergantian nama nya.


"sayang kamu datang sendiri"ujar Sandi, yang kini sudah paruh baya seperti ibunya, namun dia masih segar bugar, seperti masih sangat muda.


"iya, uncle, aku sedang rindu kampung halaman, oya aku tidak melihat aunty dan uncle saat, sandrina menikah??"ucap Sandra, yang kini mendaratkan bokong nya di sofa empuk tersebut, tidak ada yang berubah dari rumah besar itu, tapi masih sangat terawat seperti wasiat sang kakek, semua peninggalan nya harus tetap terjaga seperti saat pertama kali dibangun, dan itu, adalah ultimatum.


"uncle, sedang sakit saat kemarin, aunty,mu juga sangat sibuk hanya doa yang bisa kami berikan untuk kebahagiaan kalian semua"ujar sandi.


"begitu ya uncle, terimakasih Sandra, sangat kangen dengan suasana di sini, apa lagi mommy, meminta aku buat dokumentasi kan semua tempat yang mommy biasa kunjungi"ujar Sandra.


"tentu, semua masih terjaga seperti keinginan mommy,mu "ucap sandi.


"aunty, pasti terganggu ya tidur nya, sebaiknya kalian istirahat, besok baru buka oleh-oleh dari mommy"ucap Sandra.


"wah Sania, kirim oleh-oleh ya, mana uncle, sangat penasaran setelah kepergian ayah bunda dia tidak pernah kembali kemari "ujar sandi.


"mommy, sudah tua uncle, walaupun masih tampak cantik dan awet muda tapi Daddy, tidak mengizinkan mommy, pergi sendiri"ujar Sandra, mereka begitu sibuk lepas kangen hingga pagi menjelang sang Surya menampakkan dirinya.


"kak,mau ikut aku gak"ucap Gilang.


"seperti nya nanti aja ya Gilang kakak ngantuk"ujar Sandra.


"kamar mu masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah "ucap sandi, sambil mengantar keponakan nya itu ke kamar nya.


"terimakasih uncle aunty, selalu menjaga semua nya"ucap Sandra,sambil tersenyum.


Sandra, pun masuk kedalam dan mulai mbersihkan diri, setelah itu dia mengeringkan rambut nya dan berganti pakaian dengan kaos kedodoran milik mommy, nya dulu dengan hotpants, Sandra bukan tidak membawa baju tapi dia sangat ingin menggunakan pakaian milik mommy, nya semasa muda nya yang tersusun sangat rapi di dalam lemari nya.


setelah itu dia merebahkan tubuh nya di atas ranjang lama nya yang masih terasa sangat nyaman , tiba-tiba, aunty nya datang membawa segelas susu hangat dan sandwich kesukaan Sandra, saat kecil dulu.


"sayang sarapan dulu sebelum lanjut tidur, kasihan perut mu nanti sakit"ucap nya.


"terimakasih aunty, aunty tau aja aku ingin itu"ucap Sandra.


"aunty, masih ingat semua kebiasaan mu saat masih kecil,dulu tapi mungkin saat ini sudah banyak berubah"ujar nya.


"tidak ada yang berubah kok, aunty justru aku sangat suka semua kebiasaan waktu aku kecil dulu,oh iya aunty, apa mesjid yang dulu masih ada, aku mau kunjungan ke sana"ucap Sandra.


"masih sayang,ayo habiskan sarapan nya aunty hari ini ada pelanggan yang memesan gaun pengantin, untuk Minggu ini, jadi aunty tidak bisa temani kamu aunty, minta maaf sayang"kata istri sandi, yang merasa bersalah.


"tidak masalah aunty, aku bukan anak kecil lagi nanti setelah bangun tidur aku nyusul ketempat aunty, sekaligus ingin melihat koleksi baju di sana"ucap Sandra,sambil meneguk susu tersebut hingga tandas, dan sarapan pagi pun usai, aunty nya langsung membawa nampan yang sudah kosong tersebut,sambil pamit Sandra pun berbaring.


dia tidur hingga pukul sepuluh pagi, dan kembali membersihkan tubuh nya, tidak lama setelah itu Sandra, bersiap dia menggunakan dress selutut berwarna putih, dan berjalan menuruni tangga, Sandra , yang sudah rapi langsung meminta asisten rumah tersebut, untuk menemani nya, pergi ke butik milik istrinya sandi tersebut, tapi dia melihat Gilang ,datang.


"Kakak, sudah rapi mau kemana"ucap Gilang.


"kakak,mau jalan tapi takut tersesat jadi mau ngajak bibi "ucap Sandra.


"tidak usah,biar Gilang , saja yang anterin kakak, kemana pun mau jalan,Gilang ,siap antar asal jangan keluar negeri saja Gilang, belum pernah naik pesawat"kata pemuda berusia 21tahun tersebut.


"kamu pasti lupa,dulu saat kamu masih kecil, pernah tinggal di Australia, bersama aunty, dan uncle"ucap Sandra.


"heumm, mungkin mama juga pernah cerita"ucap Gilang.


"ayo kita berangkat, sekarang Oya , kamu memang nya baru pulang dari mana??"ujar Sandra.


"baru dari kampus kak, tapi dosen nya tidak datang terpaksa aku pulang cepat karena ingin nemenin kakak jalan"jawab Gilang.


"ayo, jalan keburu panas terik"ucap Sandra.


"Ok, aku simpan tas ku dulu"ucap Gilang sambil berjalan menuju kamar nya.


"baik lah kakak, tunggu di mobil"ucap Sandra,sambil membawa tas dan kamera digital milik nya, untuk mengabadikan momen tersebut.


Sandra, langsung duduk di samping kemudi, karena Gilang yang akan membawa mobilnya.

__ADS_1


"sudah siap kak??"ujar Gilang.


"udah, oya rumah aunty Siti, dimana aku ingin bertemu bocah itu udah sebesar apa saat ini"ucap Sandra, membuka obrolan di saat mobil sudah melaju .


"maksudnya,si Riko, dia sama seperti ku hanya saja anak itu menolak untuk kuliah, dia lebih milih jadi Croser ya walaupun aku juga ikut entah dia bilang otak nya gak nyampe kalo harus kuliah"jawab Gilang sambil terkekeh.


"orang itu kuliah untuk belajar mana ada orang pintar tanpa mau belajar, mampu atau tidak nya, kita harus terus berusaha, terus gimana nanti kalo orang tua kita sudah tidak ada,mau makan apa kita, secara di jaman sekarang semua serba menggunakan uang dan dengan kepandaian kita bisa dapat kan itu lebih mudah"ujar Sandra,sambil tersenyum.


"ah dia mah malah bilang harta keluarga kita tidak akan pernah habis sampai kapan pun jadi buat apa cape-cape kerja entah lah, aku juga bingung dengan pemikiran dia,ya walaupun sekarang dia udah jago masak"ujar Gilang.


Sandra hanya tersenyum, tidak sampai sepuluh menitan mereka sudah sampai di depan butik milik mamanya Gilang.


"kak, ngapain kesini gak seru mending lanjut jalan saja yu, sekalian ajak si Riko"ucap Gilang.


"sebentar Kakak, hanya ingin ambil dokumentasi sambil lihat apa ada barang yang kakak, cari"ujar Sandra.


"Kakak, mau nyari barang apa,di sini isinya gak sebagus barang di tempat kakak, yang serba limited edition, barang luar negeri"ujar Gilang.


"siapa tau aja kakak, dapat barang yang unik"ucap Sandra, Sambil turun dan di ikuti oleh Gilang.


"kalian datang" ujar mamanya Gilang.


"iya ma,ini kakak, ngeyel ingin cari barang antik katanya, padahal di sini gak ada itu kan ma"ujar Gilang.


"biarkan saja mungkin kakak,mu rindu tempat ini"ujar wanita paruh baya tersebut.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


tidak terasa lima hari sudah Sandra tinggal di desa kelahiran sang mommy, selama lima hari ini dia sibuk mengabadikan momen kunjungan nya ke setiap tempat yang pernah mommy, nya kunjungi,desa yang sejuk dan sangat asri, walaupun sudah banyak yang berubah untuk infrastruktur jalan dan bangunan tapi mereka masih menjaga kelestarian lingkungan tersebut.


"sayang, bagaimana hari mu selama disini ??"ucap sandi.


"aku senang uncle, dan aku bisa berfoto di setiap tempat dengan tukang foto gratis hehehe, ya walaupun masih amatiran"ujar Sandra,sambil melirik ke arah kedua pria yang masih muda tersebut, yang sibuk dengan game online nya.


"amatir tapi foto nya keren bukan, coba kaya mommy, Sania, berpose di atas motor nya yang sedang terbang"tantang Riko.


"aku tidak se pandai mommy,kali belum juga nyoba bukan,tar kalo jatuh dari motor udah gitu cacat, gak laku dong"jawab Sandra.


"ya ampun walaupun tidak naik motor dan tidak cacat,kakak tetap saja tidak laku sampai sekarang kan bahkan pacar saja tidak ada"ucap Riko, tanpa dosa.


"jangan sembarang kakak, bukan nya tidak laku tapi terlalu pemilih, akhirnya jomblo deh, hahahaha"ucap Gilang.


"sialan kalian berdua, aku sumpah in nikah dengan tante-tante lebih tua dari ku"ujar Sandra.


"ampun, tuan putri, aku hanya bercanda"ucap Gilang sama Riko.


"ih... dasar penakut"ujar Sandra.


"sudah-sudah, sekarang kita makan siang dulu setelah itu terserah kalian mau ngapain juga"ucap Siti.


"iya aunty,ada ikan bakar gak, aku kangen ikan bakar buatan kakek,dulu"ujar Sandra,sambil menunduk sedih.


"ada sudah di siapkan sedari tadi , sayang ayo makan"ujar Ari.


mereka pun makan bersama di rumah besar tersebut, saat ini kebetulan mereka menutup restoran karena ingin menemani Sandra.


"wah rasanya seperti buatan kakek dulu"ujar Sandra,sambil tersenyum matanya terlihat berbinar bahagia walau pun hatinya teramat sedih saat melihat foto keluarga nya itu, mereka berdua sudah tidak ada di sana lagi.


setelah makan siang usai mereka semua berkumpul di halaman depan, Sandra,sibuk membuat video kebersamaan mereka saat ini dan sandi, yang selalu setia berbicara mendampingi keponakan nya itu.


setelah Sore, menjelang rencana nya mereka bertiga akan berkemah di tebing tempat mommy nya dulu, bersama anak motor lainnya,agar suasana nya semakin seru, jangan lupa bangun vila yang dibangun oleh Jo,dulu juga masih terawat hingga kini,di rumah pohon juga suasana nya begitu menyenangkan ketika Sandra, melakukan panggilan video call, bersama Sania, yang berkali-kali menitikkan air mata, mengingat kenangan masa muda nya dulu semasa ayah dan bunda masih ada.


πŸ“±" mommy,ini tempat nya sangat indah, andaikan saja dulu, Sandra ikut mommy,kesini aku pasti akan sering kemari"ucap Sandra.


πŸ“±"Sandra, coba mommy lihat kedalam pondok mommy,dulu apa masih seperti dulu??"ucap Sania,sambil menyeka air matanya.


πŸ“±"lihat saja sendiri momm... Sandra kurang tau tapi kata uncle, sandi ,di sini tidak ada yang di ubah seperti keinginan mommy"ucap Sandra.

__ADS_1


πŸ“±"mommy,rindu semua itu, uncle mu memang yang terbaik "ucap Sania, yang juga rindu dengan kakak, angkat nya tersebut.


setelah melakukan panggilan video, Sandra, merebahkan diri di pangkuan Gilang, yang tengah duduk, di bangku saat ini persis Sania, dan sandi, saat mereka masih muda dulu cuman bedanya sandi lebih tua dua tahun sementara Gilang , lebih muda dari Sandra.


diam-diam Riko, memotret mereka berdua, sementara yang lain menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh , kebetulan udara nya semakin dingin.


"kakak, kamu betah tinggal di desa ini"ujar Riko,sambil mendekat.


"tentu saja,di sini tempat masa kecil ku"ujar Sandra, saat mereka berbincang tiba-tiba, ponsel Sandra, berbunyi panggil dari Steven, Sandra awal nya sangat enggan untuk menerima panggilan tersebut tapi Riko, langsung merebut handphone tersebut dan langsung mengangkat nya.


πŸ“±"Halo,ini dengan siapa"ucap Riko, tanpa dosa.


"Riko, balikin gak,itu rekan bisnis ku"ucap Sandra,sambil berusaha mengambil handphone miliknya yang di angkat tinggi oleh Riko, yang lebih tinggi dari Sandra.


πŸ“±"ambillah kalau bisa" teriak Riko, sementara yang di sebrang telpon sana hanya diam.


"Gilang bantuin aku, Riko,nakal nih"ucap Sandra,merajuk.


"Gilang, kasih siapa tau itu penting"ucap Gilang, tapi Riko, masih dengan kejahilan nya saat ini tiba-tiba beralih panggilan video dan Riko, menggeser layar tersebut.


πŸ“±"Sandra, kamu sama siapa heuhhhhh"ucap Steven marah, tiba-tiba Riko langsung terdiam yang tadinya pecicilan, seketika handphone tersebut berpindah tangan Sandra membawa pergi ke tepi tebing.


πŸ“±"Steven,ada apa aku sedang kumpul bareng Adik dan teman ku"ucap Sandra.


πŸ“±"owh,pantas saja selama berhari-hari tidak pernah ada kabar , kamu sedang bersama kekasih mu rupanya"ucap Steven, cemburu.


πŸ“±"Steven, jangan cari ribut, mereka semua teman adikku, aku minta ditemani oleh mereka untuk berkemah di tempat paforit mommy,dulu semasa muda nya, sewaktu menjadi Croser"ucap Sandra.


seketika wajah Gilang , muncul dia berada di belakang Sandra, dan berkata"anak-anak nungguin ayo cepetan"ucap Gilang.


"tunggu, Kakak, lagi ngobrol sebentar ok"ujar Sandra.


"baiklah, jangan lama-lama, sunset nya keburu hilang "ujar Gilang.


"suruh Riko, siapkan tempat pembakaran nya dulu"pinta Sandra, tiba-tiba Steven, langsung mengakhiri panggilan tersebut tanpa pamit dia kecewa dan merasa sangat di abaikan.


"Steven, owh ya ampun"Sandra,mengeluh tapi dia berusaha seperti tidak terjadi apa-apa, dia tau setelah itu bakal ada huru hara.


mereka pun mengabadikan foto saat sunset akan tenggelam dan dengan video, mereka bernyanyi riang gembira ditemani petikan gitar dan alunan lagu yang mereka nyanyikan sama-sama dan Riko, sebagai kameraman yang sesekali mengabadikan momen kebersamaan mereka semua, Sandra, sejenak bisa melupakan masalahnya, tidak lupa mereka juga memposting semua momen berharga tersebut di media sosial nya masing-masing, hingga dibanjiri komentar yang penuh kekaguman,di sana wanita nya bukan cuma Sandra, tapi ada Eli dan Rara, wanita yang jago juga menggunakan motor cross mereka.


sore, berganti malam mereka masih setia bernyanyi dan menari mengelilingi api unggun tersebut, dan suasana malam yang larut tidak menakutkan karena, tempat tersebut adalah tanah yang selalu terawat dengan baik, sekalipun pepohonan yang rindang dan besar-besar.


setelah pukul satu malam mereka pun memutuskan untuk tidur di dalam pondok dan sebagian lagi di villa, tersebut mungkin saking nyaman nya mereka semua terlelap dalam mimpi nya masing-masing, seperti saat ini Sandra, tidur di tengah di himvit oleh kedua adik nya, seperti mommy nya dulu, mereka pun secara alami melewatkan itu.


pagi nan cerah mereka pun bangun, dan seperti kemaren mereka bertugas menyiapkan sarapan pagi, yang sederhana seperti roti dan kopi atau susu hangat khas anak pendaki .


Sandra, pun kembali mengabadikan momen tersebut, setelah semua terlihat segar setelah pada mandi kini waktu nya mereka untuk turun tebing, sebagian menggunakan motor mereka, sebagian lagi turun dengan tali, seperti yang Sandra, lakukan saat ini,di bimbing Riko, dan Gilang , dia menemani Sandra, turun sementara Riko, masih setia mengambil gambar.


sementara itu di Hongkong Steven, sedang melihat sosial media, milik Sandra, dia mengepalkan tangannya, saat melihat seorang pria memeluk Sandra, saat tidur dan saat menuruni tebing tersebut, dan satu lagi Sandra terlihat bersandar di bahu pria tersebut, saat sedang menikmati api unggun seperti pasangan kekasih.


"Sandra, apa dia laki-laki yang kini menjadi selingkuhan mu"ucap Steven, mengeratkan tangan nya hingga gelas yang ada di tangan nya seketika itu juga retak seribu dan pecah.


Steven, langsung menghubungi Sandra, saat itu juga dia tidak sabar ingin marah dengan wanita yang sangat di cintai nya itu dia benar-benar cemburu.


πŸ“±πŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸ“±


πŸ“±πŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸ“±


tidak mendapatkan respon juga, hingga beberapa menit kemudian,πŸ“±"Halo, siapa ini maaf aku tidak bisa di ganggu, aku ngantuk"ujar Sandra.


πŸ“±"owh, begitu kah,cara mu bicara dengan ku"ucap Steven.


πŸ“±"Steven, maaf aku tidak tau itu kamu dan aku mohon jangan salah paham, aku baru pulang "dan rasanya ngantuk banget, setelah semalam hanya tidur dua jam.


πŸ“±"ok lanjut saja maaf aku ganggu kebahagiaan mu"ucap Steven yang langsung menutup telepon nya.


"Halo, Steve...halo "Sandra langsung kehilangan rasa kantuknya saat ini dia mencoba menghubungi Steven, balik, tapi tidak mendapatkan jawaban, malah handphone, tersebut tidak aktif, Sandra hanya bisa berderai air mata, kenapa, selalu seperti itu, Sandra, sebenarnya ingin menyerah dengan keadaan itu tapi Steven, tidak pernah mau melepaskan nya.

__ADS_1


πŸ’Œ"Steven, aku tidak tau dimana kesalahan ku,tapi jika kamu sudah bosan dengan ku aku pasrah mungkin itu yang terbaik semoga kamu lebih bahagia lagi dengan nya, maaf kan aku, yang sudah hadir di antara kalian"Sandra.


tadinya Sandra, sangat ingin kembali hari itu juga tapi sekarang hatinya sedang tidak baik-baik saja.


__ADS_2