Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Sebentar saja#


__ADS_3

Gibran, saat ini menemani Michael, berobat tepat nya melakukan terapi,ada sebuah harapan yang terlihat dari, senyum Gibran, tapi tidak untuk Michael, dia benar-benar sudah menyerah dengan hidup nya yang harus menggunakan kursi roda tersebut.


"Gibran, aku sudah tidak ingin lagi pergi ke sini, karena semua nya percuma saja, aku ingin pulang sekarang aku rindu ke empat anak ku "ucap Gibran.


"sayang kamu tidak boleh menyerah, semua pasti ada cara lain untuk kesembuhan mu, selain operasi"ucap Gibran.


"Aku lelah, sudah hampir satu tahun aku terus berusaha tampi tidak ada hasil, sudah lah mungkin selama nya aku akan jadi wanita cacat, jika kamu tidak"ucapan Michael, terhenti saat Gibran, menempelkan telunjuknya di bibir tipis itu.


"jangan pernah ucapkan kata-kata itu lagi, aku tidak suka Honey, kamu pasti bisa, kamu akan kembali sembuh dan jika pun tidak, aku akan tetap menjadi penguat untuk mu, aku akan tetap berada di sisi mu, karena aku sangat mencintaimu, apa pun adanya diri mu, sekarang aku ingin kau tersenyum, dan tetap semangat demi aku dan anak kita"ucap Gibran, sambil mengecup singkat bibir yang menggoda itu.


"Baik lah, tapi jika dalam waktu satu bulan lagi aku tetap tidak bisa berjalan, aku ingin kita pulang aku rindu mereka"ucap Michael.


"besok mereka akan kemari, sayang dan kita bisa tinggal di negara ini, jika kamu mau" ujar Gibran.


"tidak, aku akan tetap bersama keluarga ku di Jerman, aku tidak ingin meninggalkan rumah mommy, dan Daddy, juga Piter"ucap Michael, yang tanpa sadar mengucapkan nama mendiang suaminya itu.


"Piter"ucap Gibran, meminta penjelasan.


"Ya, dia adalah pria yang"ucapan Michael, menggantung, saat Gibran, mengangkat tangan nya, meminta Michael berhenti bicara.


"Aku tau hanya ada dia di sini"ujar Gibran, menunjuk dada Michael, dengan telunjuk nya, wajah Gibran berubah menjadi dingin, dia langsung berdiri dan berjalan sedikit lebih cepat, sementara Michael, yang masih duduk di kursi roda otomatis nya itu, menghentikan lajunya.


Michael, menatap kepergian Gibran yang tak sadar, bahwa saat ini Michael, tidak bergerak sama sekali.


beberapa detik kemudian, Gibran, yang sadar Michael, tidak berada di samping nya, dia menoleh ke belakang, dilihat nya, istrinya itu kini sedang menatap sendu ke arah nya.


"honey, maafkan aku, aku bersalah pada mu"ucap Gibran, sambil mendekat, tapi Michael, tidak berkata apa-apa dia kembali melajukan kursi roda nya itu.


"honey"Gibran, berjalan mengikuti Michael, yang sedikit lebih dulu berada di depan, dengan sikap dingin nya.


Michael, sampai di depan ruangan tempat ia melakukan terapi,suster sudah menyambut nya, dan dokter pun tersenyum ramah pada nya.


"nyonya Piter, anda kembali"ucap sang dokter yang heran, karena kemarin Michael, meminta nya, untuk berhenti melakukan pengobatan itu.


"Nyonya, Stevano Anderson"ucap Gibran, yang langsung memotong perkataan sang dokter, dokter itupun mengangguk saja, tidak ingin berdebat apa lagi, setelah melihat tatapan tajam dari pria yang lebih muda yang berada di hadapan nya saat ini.


"Gibran, keluar lah aku akan melakukan nya sendiri"ucap Michael yang kini tidak lagi ingin ribut.


"Honey, apa ?? salah nya aku mendampingi mu" ucap Gibran tidak terima ucapan dari istri nya itu.


"sudah lah aku tidak ingin berdebat lagi, atau lebih baik aku pulang saja"ucap Michael, yang hendak berbalik dengan kursi roda nya, tapi kemudian Gibran, mengalah mengiyakan keinginan Michael, dia pergi ke luar,toh saat di luar dia bisa melihat saat Michael melakukan terapi dari ponsel nya, karena dia bisa meretas Cctv, ruangan tersebut.


Michael,kini sudah memulai, untuk terapi, dia yang kini sudah berdiri dengan bantuan berpegangan, dengan rasa sakit yang menjalar di bagian pinggang dan punggung nya, dia berusaha berdiri hingga menahan nya beberapa detik kemudian, tetesan air mata jatuh dari pelupuk mata nya saat ini, dia sedang memaksakan diri nya itu saat sang dokter langsung menghentikan kegiatan itu karena dia tau Michael, sudah teramat kesakitan.

__ADS_1


Michael, dibantu oleh asisten dokter untuk kembali duduk perlahan di kursi roda nya itu setelah terduduk, Michael, kembali memukul bagian paha nya, dia menangis marah dengan kondisi nya saat ini.


"Kenapa???... kenapa tidak bisa bergerak, aku sudah tidak ingin hidup lagi,kalau begini caranya, bahkan untuk berdiri saja, aku tidak mampu,lalu untuk apa lagi aku disini"ucap Michael, yang kini tengah di tenangkan oleh sang dokter.


"Honey, jangan pernah berkata seperti itu, aku tidak ingin kamu menyiksa diri, jika kamu tidak ingin melakukan itu, tidak apa-apa, lebih baik kita pulang saja, tapi jangan pernah berkata buruk lagi"ujar Gibran, yang baru masuk dan kini membungkuk memeluk istrinya itu.


Aku, sedang ingin sendiri, bisa tinggalkan aku di sini sebetar saja"ucap Michael, lagi.


"tidak sayang, sebaiknya kita pulang"ucap Gibran.


"Aku bilang tolong tinggalkan aku sendiri"ucap Michael,lagi dokter langsung pergi dari tempat tersebut bersama asisten nya, untuk memberikan ruang pada Michael, yang tampak putus asa.


"Gibran, aku ingin sendiri"ucap Michael lagi.


"Tapi honey"


"Atau kita berpisah"ucap Michael, yang langsung membuat Gibran, mengalah dan pergi menahan rasa sesak di dada nya karena kata-kata keramat yang Michael, katakan.


setelah kepergian mereka semua Michael menabrakkan kursi roda nya ke arah tembok dengan kerasnya hingga otomatis membuat kepala Michael terbentur ke dinding tersebut, Gibran yang kaget dengan aksi nekad nya Michael yang ingin melukai dirinya sendiri saat ini langsung berlari menghampiri Michael,di dalam ruangan tersebut.


sesampainya di sana, Gibran, langsung membalikkan kursi roda tersebut, dimana saat ini posisi Michael, menghadap ke tembok.


"honey, apa yang kamu lakukan, apa ini yang kamu bilang ingin sendiri, heuhhhhh"Gibran melihat darah,menetes di kening Michael, dia langsung mengangkat tubuh lemah itu dan membawanya ke ruang IGD, yang tak jauh dari sana, dan dokter pun segera menolong nya saat itu juga.


Gibran, tidak banyak bicara, dia tau jika saat ini Michael, sedang sangat tertekan, Gibran hanya berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang nya, lewat perbuatan, seperti saat ini setelah di obati, Gibran , langsung membawa Michael, ke kursi roda nya, karena luka nya, tidak terlalu parah, dan Michael, juga merengek minta pulang, Gibran langsung membawa nya pulang.


🌹💖💖💖🌹


semenjak, kembali dari Amerika, Michael, dan Gibran, tidak banyak berkomunikasi, seperti sepasang kekasih yang tengah merajuk, Gibran hanya memberikan perhatian lewat gerakan, tidak pernah berkata lebih dari iya atau tidak,itu semua Gibran lakukan hanya semata-mata agar Michael, tidak merasa tertekan.


bahkan Gibran, saat ini lebih banyak mengurus ke empat anak nya, dari mulai memenuhi kebutuhan mereka,tak hanya itu, dia sering mengajak kedua putra Piter, bermain seperti layaknya Daddy, kandung mereka, dan itu tidak luput dari perhatian Michael, meski tidak banyak bicara.


saat ini, Gibran, sedang menyuapi ke empat anak nya, meski itu tidak pernah ia lakukan selama dia menikah dengan Serry, Gibran, merasakan ada sesuatu yang aneh yang membuat nya bahagia walau pun tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, dia merasa benar-benar menjadi ayah bagi putri kandung nya, dan bagi ketiga anak sambung nya, termasuk Alice, yang kini sudah kelas satu SMA,di Jerman.


Alice, yang sedari kecil, manja pada Michael dan Piter, saat ini pun masih belum berubah, sifat manjanya itu masih ada walaupun Gibran, orang baru di kehidupan nya mungkin karena Jason, tidak sempat memberikan itu semenjak Alice kecil karena kesibukan nya mengurus perusahaan milik nya.


"Daddy, aku mau di antar ke sekolah"ujar Alice.


"Alice, sayang jangan manja begitu kamu sudah besar sayang sudah bisa bawa mobil sendiri, lagian ada sopir , bagaimana jika ada orang yang bertanya tentang Daddy, Piter pada mu"ujar Michael, yang memang orang tua wali di sekolah Alice, adalah Piter, bukan Jason, sehingga Jason, dan Gibran, tidak bisa seenaknya masuk area sekolah kecuali Michael dan Piter, sekalipun itu asisten orang tuanya, karena peraturan ketat yang di terapkan di sana.


"heumm, baik'lah mommy, aku bawa mobil sendiri"ucap Alice,sedih.


"Tunggu mommy, sembuh mommy pasti akan mengantar mu lagi"ujar Michael, yang langsung pergi meninggalkan area meja makan tersebut.

__ADS_1


"Honey, kamu akan sembuh percayalah"ucap Gibran, yang kini menyerahkan mangkuk berisi bubur,milik ketiga nya, kepada pelayan yang selama ini membantu Michael, merawat ke empat anak nya itu.


Gibran, berjalan mengikuti Michael, yang kini memasuki kamar nya yang berada di bawah, semenjak kecelakaan tersebut, Michael, tinggal di Mension, peninggalan Piter, rumah tersebut rencananya akan mereka tempati, setelah mereka menikah, tapi karena harus menghindari Gibran, mereka pun terpaksa tinggal di pulau pribadi milik Jason, yang tidak pernah orang ketahui.


"Sayang, jangan sedih Ok, aku tidak akan pernah lagi meninggalkan mu, aku akan tetap berada di samping mu, sampai kapan pun"ujar Gibran yang kini berada di hadapan Michael berjongkok mensejajarkan diri dengan Michael.


"Aku tidak takut, jika kamu pergi bersama dengan nya, yang aku takutkan adalah aku takut tidak bisa membahagiakan mereka, bahkan yang lebih menakutkan lagi, saat melihat mereka tumbuh tanpa kasih sayang dan perhatian dari ku, seperti saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak berguna"ujar Michael.


"hey, Honey... tidak bisakah kau berikan aku kesempatan sedikit saja untuk berada di sini, aku janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu lagi"ucap Gibran, Sambil me nunjuk dada Michael.


"Gibran, aku sudah berusaha, tapi rasa sakit atas kepergian nya, masih terasa hingga saat ini, apa lagi saat melihat wajah kedua putra ku, mereka tidak bisa membuat ku lupa, pada Piter, mereka benar-benar mirip bagai pinang dibelah dua"ucap Michael.


"Aku akan, menggantikan Piter, untuk mereka dan untuk mu, jika itu yang kamu mau tapi aku mohon , jangan putus asa lagi, aku sangat mencintaimu"ucap Gibran, sambil mengecup bibir Michael.


"Gibran, kamu tidak akan pernah bisa menggantikan posisi nya, karena kamu bukan dia, jadi kamu tidak perlu bersusah payah untuk menjadi seperti nya, cukup kamu jadi diri mu sendiri, dan jika kamu benar-benar menerima mereka dalam hidup mu, aku hanya minta perlakuan mereka seperti anak mu sendiri, dan jangan pernah membedakan salah satu di antara mereka, bukan tidak mungkin mereka pun akan menerima dirimu, sebagai pengganti Daddy nya yang sudah kamu bunuh"ucap Michael dingin, dan itu berhasil membuat Gibran,terpaku di tempat menatap wajah istrinya yang berkata seperti itu tanpa merasa bersalah.


Gibran, masih terdiam, dan tidak bergerak sama sekali, seperti nya kata-kata Michael, benar-benar telah melukai hati nya, Air mata Gibran, menetes di pipi nya, saat ini dia benar-benar merasa sesak saat ini.


Michael, yang melihat itu, kembali berkata"Maaf tapi itulah kenyataannya"ucap nya sambil berbalik menuju arah balkon.


Gibran, langsung mengejar nya, dia langsung bersujud di kaki Michael, memohon agar Michael, memaafkan diri nya, karena bagaimanapun kejadian waktu itu yang merenggut nyawa Piter, adalah kesalahan nya, walaupun Gibran tidak berniat untuk melukai Piter, dia hanya ingin memberikan peringatan pada pria baik hati tersebut untuk menjauhi Michael, wanita yang sangat di cintai nya, tapi Piter, tetap bertahan di sisi Michael, yang juga sama-sama mencintai wanita itu, hingga keadaan tersebut di manfaatkan oleh orang lain untuk menghabisi pria yang selama ini mereka incar yang selalu ada dalam perlindungan Jason, mereka lah musuh Piter, yang sebenarnya meski Gibran, sanggup untuk melenyapkan Piter, tapi dia tidak akan tega melakukan itu pada pria yang sudah merawat putri nya dengan penuh kasih sayang.


"Gibran, bangun apa yang kamu lakukan, berdiri lah"ucap Michael, mencoba mengangkat bahu Gibran agar suami nya itu tidak bersujud di kaki nya, karena Michael , tidak ingin Gibran merendahkan diri di hadapan nya.


"Biarkan seperti ini, sebetar saja sampai kamu bisa memaafkan semua kesalahanku, aku tidak pernah ingin itu terjadi, aku justru ingin berterima kasih kepada nya, dan seperti yang kamu tau aku bahkan tidak pernah melukai nya sedikit pun, saat itu, Piter, memiliki musuh yang menyusup bersama dengan orang ku saat itu,aku mohon maafkan aku, jangan hukum aku dengan kebencian dari mu, aku tidak sanggup, Honey, hiks... aku tidak sanggup melihat kebencian di matamu itu, aku mencintaimu lebih mencintai mu dari pada nyawaku sendiri, jika kamu ingin membunuh ku silahkan, tapi aku mohon sebelum itu, hapus kebencian mu pada ku, aku rela mati,di tangan mu asal setelah itu kamu bisa memaafkan ku"ucap Gibran yang kini menangis sesenggukan di bawah atas kaki Michael, yang kaku, tapi ada satu keajaiban, tiba-tiba saja jari jempol kaki Michael, bergerak di ikuti jari lainnya, entah karena Michael, yang berusaha sekuat tenaga untuk membuat Gibran menyingkir atau karena keajaiban .


Gibran yang menyadari hal itu, dia langsung menatap ke arah Michael"Honey, kamu bisa bergerak"ujarnya, setengah tak percaya.


"Gibran,ini ....ini benar-benar keajaiban"ucap Michael, yang langsung menghapus air mata nya, dia menangis saat Gibran, menangis dia benar-benar tidak tega, melihat pria yang sangat di cintai nya dulu, menangis di hadapan nya bahkan dalam kondisi bersujud di kaki nya, sebenarnya Michael, sudah memaafkan pria itu,jauh sebelum mereka kembali bertemu, karena itu juga salah satu alasan, kenapa dia bisa kecelakaan, karena Michael, ingin Gibran, mendengar kata maaf dari nya, dan meminta nya untuk kembali, tapi rasa sakit, karena kehilangan Piter, selalu hinggap di hati nya, itulah yang membuat Michael, kadang bersikap acuh pada Gibran, seolah tak membutuhkan pria itu.


"Sayang kita harus ke rumah sakit, untuk memeriksa nya"ujar Gibran.


"Tidak perlu Gibran, aku tidak ingin terlalu banyak berharap, mungkin saja tadi hanya refleks, saja"ucap Michael, yang kini menatap Gibran.


"Tidak sayang coba kamu lihat itu"Gibran menunjuk ke arah kaki Michael, yang masih bergerak.


"Gibran, aku akan bisa berjalan lagi"ujar Michael tak percaya.


"tentu saja Sayang ku, Michael aku sangat mencintaimu, seumur hidup ku,maka tetap lah berusaha, aku akan selalu ada di sini bersama mu melewati hidup ini"ujar Gibran, yang kini mencium bibir Michael, dan Michael pun langsung membalas ciuman tersebut, dan memeluk Gibran, mencoba melupakan semua yang terjadi selama ini, Michael bertekad untuk memulai hidup baru bersama Gibran, saat ini.


"Sayang, bagaimana kalau kita kembali ke, Indonesia, kita akan kembali memulai kehidupan kita di sana, dan di sana juga ada banyak dokter, ahli terapi kita bisa melanjutkan pengobatan di sana,satu lagi kita akan tinggal di rumah mommy, Sania yang sudah lama kosong,di sana cukup baik untuk membantu penyembuhan mu"ujar Gibran, yang mengingat rumah pertama nya dulu, setelah mereka kembali dari Thailand, saat Sania, pergi menghindari Adryan, rumah penuh kenangan itu sudah lama kosong, hanya ada para pelayan dan satpam, yang masih di pekerjakan oleh Sania, Sania, sendiri masih merawat rumah itu dengan baik lewat asisten pribadi nya, setiap bulan nya.


semua aset kekayaan milik, Sania, masih terjaga hingga saat ini, bahkan perusahaan warisan nenek dari keluarga nya, semakin pesat, saat ini , tapi tidak sedikit pun, Adryan, memperbolehkan Sania, menggunakan uang miliknya sendiri walau sepeserpun, hingga saat ini,maka dari itu dia meminta Rido, untuk mengurus perusahaan milik nya,sampai anak cucu nya,siap mengambil alih semua nya.

__ADS_1


Gibran, memutuskan untuk mengambil alih perusahaan tersebut, dan meningkatkan perusahaan milik Daddy nya, saat ini perusahaan itu di berikan pada Gavin, yang sudah memegang perusahaan raksasa milik Allan, dan di tambah lagi saat ini dengan milik Adryan, yang sudah terbagi tiga.


Michael, pun mengangguk, tanda setuju, dia sendiri tidak akan menjual aset miliknya dan kedua putranya peninggalan Piter, dan kedua orang tua nya, masih akan tersimpan sampai kedua putranya mampu mengelola nya, untuk sementara perusahaan milik Piter,di urus oleh Jason.


__ADS_2