
saat ini Adryan, benar-benar menderita pasalnya, jajanan pasar yang tadi ia beli harus di habiskan oleh nya kini padahal makan satu saja sudah membuat nya mual kalo ingat tempat yang jual jajanan ini samping-samping nya adalah tempat jual beli ikan, maklum saja baru kali ini Adryan, turun ke pasar, di pasar itu kan beraneka ragam pedagang menjual barang berdempetan, itu sudah biasa, dan apa lagi, yang namanya pasar tradisional,dasar Adryan nya saja yang tak pernah tau bagai mana pasar itu beroperasi setiap harinya.
"sayang, aku makan nya satu saja ya nanti kalau aku kenapa-kenapa bagaimana?... lagian ini terlalu banyak juga kan mana bisa aku habiskan memang nya perut aku ini karung beras apa?"Adryan, memohon tapi istrinya tidak bergeming karena marah nya sudah sampai ubun-ubun, bagaimana tidak suaminya bergandengan dengan ibu-ibu muda yang ke Centil an, dan langsung di unggah di sosmed.
"sayang, please...aku tidak menginginkan itu mereka saja yang heboh, dan ke Centil an, udah ya sayang jangan marah lagi biar aku ganti yang lain ok Hanny"Adryan,memeluk dan mengelus perut Sania yang tengah cemberut.
"Baiklah, kalau begitu, sekarang kamu nyapu dan ngepel seluruh ruangan di rumah ini"
pinta Sania.
"Ya sayang, jangan yang itu nanti kalau aku kecapean, kamu tidak akan bisa merasakan kepuasan di sana hmmm bagaimana"
ucap Adryan,membujuk.
"hmmm, baik lah sekarang kamu masakin aku sesuatu yang sangat lezat aku lapar!"
pinta Sania.
"sayang, aku harus pergi mithing, sekarang aku minta bunda saja ya yang masak?"
Adryan, lagi-lagi menolak.
"Ah... udah ah memang benar kamu memang tidak. pernah Sayang aku buktinya hal seperti itu saja tidak mau memenuhinya"
Sania menangis dan pergi berlari menaiki tangga.
"sayang hati-hati, kamu sedang hamil tidak boleh lari-lari, aku bukan nya tidak sayang kamu tapi aku tidak bisa memasak sayang ku"
Adryan mengejar Sania yang kini tengah membuka pintu kamar nya.
"lepas, aku tidak mau di pegang oleh orang yang tidak pernah Sayang pada ku"
ucap Sania yang kini tengah menangis sambil berdiri, Adryan langsung memeluk istrinya itu.
"sayang ku Ratuku siapa bilang aku tidak menyayangi mu, buktinya aku rela berdesakan dengan orang lain di pasar dan kamu tidak tahu aku menahan rasa mual saat mencium bau Amis ikan di sana kamu tau enggak,?"
ucap Adryan, yang kini masih memeluknya.
"Baik lah lain kali jangan ulang itu lagi"
ucap Sania yang luluh.
"Sania kamu di mana ?" ucap Yeslin.
yang celingukan melihat kesana kemari.
tapi tidak di temukan juga alhasil Yeslin naik ke atas mencari ke kamarnya dan iya kaget saat mendengar suara orang sedang bercinta, saat itu ia buru-buru turun muka nya memerah dan langsung bergegas menuju ke ruang tengah menemui, Andara yang sedang menonton televisi, sambil tersenyum melihat acara di TV yang sangat lucu.
"Yeslin, kenapa balik lagi katanya mau bicara dengan Sania"
tanya Andara.
"Sania sedang di kamar sama kakak, Bun"jawab Yeslin.
"Andara pun mengerti dengan maksud yang di ucapkan oleh Yeslin.
sementara itu di Apartemen milik Rido,Rido yang belum masuk kantor iya sedang merawat Amara, yang sedang syok karena mengetahui dirinya,kini tengah hamil dan Amara langsung menangis saat itu juga dirinya kini hamil anak dari hasil pemerkosaan, dan tidak sedikit pun iya mau menerima kenyataan ini.
"sayang, aku mohon jangan menangis lagi, kamu harus kuat, semua sudah takdir, dari yang kuasa kita tidak bisa menolaknya, sekarang sebaiknya kamu makan ya biar anak kita tidak kekurangan gizi, dan dia akan tumbuh sehat kita akan semakin berbagai dengan kehadiran anak kita nanti nya"
ucap Rido yang kini sedang berusaha menenangkan Amara.
"tapi Do ini bukan anak mu ini anak bajingan itu Do, aku tidak mau kamu menanggung semua kesalahanku, sebaiknya aku mati saja"
__ADS_1
ucap Amara yang tidak berhenti menangis ia bahkan memukul-mukul perutnya kini.
"Amara.....! kamu dengar gak sih aku ngomong apa, aku tidak menolak anak ini aku menerima kenyataan bahwa kamu hamil saat ini anak dari orang lain, tapi kenapa kau selalu mengungkit-ungkit yang sudah terjadi, apa kau bisa merubah semua ke keadaan semula heuhhhhh, ingat Amara, anak itu suci tidak punya dosa,kalau kamu berpikir, jernih siapa yang mau terlahir dari keadaan seperti itu tidak ada Amara, tapi semua itu sudah suratan takdir, bagi nya, kamu harus tahu itu kalo kamu menolak nya, kamu sama saja menolak rejeki dari yang maha kuasa"
Rido, saat ini khilaf, dia membentak sang istri, dan saat ini Amara sedang menatap Rido.
"ingat Sayang aku mencintaimu, dan aku juga sudah pasti menerima keadaan mu seberat apapun masalahmu kini kita akan menanggung nya sama-sama"
kata Rido lagi iya pun mengecup bibir Amara,
"Maaf, kan aku Do, maaf aku memang bodoh, aaku ingin pulang ke Kanada saja sebelum anak ini lahir nanti, aku malu kalau harus terus merepotkan mu biar orang tua ku yang akan merawat nya di sana"
ucap Amara lirih .
"Tidak, sayang, aku tidak akan mengijinkan itu terjadi, aku suami mu dan anak ini akan selalu menjadi anak ku,ingat itu"
ucap Rido.
"tidak Rido keputusan ku sudah bulat di izinkan atau enggak aku akan tetap pergi dan tak bisa di ganggu gugat lagi"
ucap Amara,sambil berdiri.
"itu artinya kamu tidak pernah mencintai ku dan kau bahkan tidak menghargai pernikahan kita, aku tidak menyangka Amara kau akan Setega ini terhadap ku dan saat itu terjadi berarti kamu ingin kita"
ucapan Rido terhenti saat Amara membungkam nya dengan ciuman yang menuntut, saat ini.
mereka kini saling mengigin kan hal yang sama bahkan,Rido sudah tidak mengenakan apapun lagi karena sedari tadi mereka saling melepas kan pakaian yang mereka pakai dengan napas yang tersengal-sengal mereka membuat penyatuan, dan kini, mereka bergumul di cuaca yang lumayan panas walau Ace ruangan itu sudah yang paling dingin.
Rido mengecup bibir dan kening Amara,lalu berucap.
"terimakasih, sayang aku begitu mencintaimu dan ingatlah ada aku yang akan selalu setia menemani,mu di setiap saat.
Amara, langsung memeluk Rido,sambil meneteskan air mata nya.
mereka pun tertidur pulas hingga jam tujuh malam hari.
🌹💖💖💖🌹
Italia, seorang anak laki-laki, yang begitu manja kepada,sang kakek saat ini dia sedang menikmati, jalan-jalan sore di tengah taman yang luas masih milik kakek nya tersebut, Allan begitu memanjakan nya, karena dulu iya bahkan tidak pernah ada waktu untuk mengurus, Adryan, yang di bawa pergi oleh Tias menjauh dari hidup nya, walau sebenarnya bukan hal sulit untuk bisa menemukan mereka saat itu, iya bahkan sangat tau kondisi mereka bahkan saat, Tias, menikah lagi pun Allan tahu tapi Allan, tidak pernah mengusik kehidupan mantan istri nya itu walau pun kekecewaan terhadap nya sangat lah dalam.
saat pertama, iya jatuh cinta, pada Tias yang notabene adalah seorang wanita malam saat itu, tapi dia begitu lapang dada menerima Tias kala itu ia, bahkan memberikan satu buah perusahaan milik nya, yang kini di miliki Tias namun yang membuat iya sakit hati adalah,
saat iya menyentuhnya, Tias selalu memanggil nama Derry, yang sebenarnya sahabat nya sedari masa kuliah di Belanda dulu, dan hubungan mereka cukup erat hingga kini.
Allan,tau semua tidak bisa di paksakan dari saat itu ia lebih memilih mencari kepuasan di luar, Allan juga berusaha mengobati luka di hati nya dengan mencari pengganti, Tias, yang masih mendampinginya kini walau mereka tidak pernah di karuniai anak, Allan cukup bahagia, dan dia juga, sangat menyayangi nya kini walaupun usia nya jauh di atas nya dia adalah Debora, ya Debora, adalah istri Allan yang sangat cantik di usia nya yang tak muda lagi bayangkan saja perbedaan umur Alan dan Debora, yang sepuluh tahun. Debora 60 tahun dan Allan 50, Allan, menikah dengan Tias di usia muda namun iya begitu berkuasa, dan berkarisma hingga saat ini, tapi cinta nya melebihi pria dewasa pada umumnya.seperti Adryan yang kini baru berusia 30 tahun,dan Alan menikah di saat iya tengah kuliah tanpa sepengtahuan kedua orang tuanya, Allan bertemu Tias di Indonesia saat Allan dan Derry berlibur di villa milik Paramitha Anderson, di Bandung. Derry yang kuliah S2 nya di Belanda, saat itu juga sudah menikahi adik tiri Allan, itu lah yang membuat Tias prustasi, iya bahkan menjadi wanita malam saat Allan datang ke sebuah klub malam di daerah itu, saat itu lah Allan jatuh cinta sama Tias yang lebih tua tiga tahun dari nya.
"Kakek, kapan kita menemui Daddy dan mommy, aku kangen mereka, dan kenapa mereka bohong, katanya mau mengunjungi aku di sini, ucap Gavin, yang ternyata merindukan ayah ibu nya.
"mereka tidak mungkin kemari sayang, untuk saat ini mereka tengah sibuk mengurus perusahaan, dan mommy, mu sedang mengandung Ade mu, jadi dokter melarang berpergian jauh , kalau kamu kangen, sebaiknya kita mengunjungi mereka di sana"
ucap, Allan yang kini sudah berdiri mengambil sesuatu, dari anak buah nya.
"Happy birthday, Gavin,kake sangatlah sayang, pada mu, ayo tiup lilinnya"
Gavin, begitu bahagia, dia langsung memeluk sang kakek, yang kini bersila di atas tikar piknik yang tadi di gelar oleh Debora,kini Debora menciumi seluruh wajah Gavin sambil meneteskan air mata nya,
"selamat ulang tahun cucuku sayang semoga umur mu panjang dan selalu di berikan kebahagian, oleh tuhan mu, dan semoga,kau selalu berjaya di setiap langkah mu" Debora menangis terharu bagaimana tidak selama ini ia orang yang merawat dan membesarkan nya,semasa kecilnya, iya dengan suka rela menjauh dari Allan hanya untuk melindungi nya dari orang-orang jahat yang mengincar nya.
"Sudah Sayang jangan menangis kau adalah nenek terbaik yang ada di dunia ini muachhhh"
ucap Allan, Gavin pun menghapus air mata neneknya itu, dan mencium mata biru langit itu
"terimakasih Nenek Debora,kau selalu jadi yang terbaik, muachh"
__ADS_1
ucap Gavin yang kini mencium pipi Nenek nya itu.
"buat kakek mana sayang"
ucap Allan.
"kakek juga selalu jadi yang terbaik muachh"
ucap Gavin yang kini mencium sang kakek.
ulang tahun yang sederhana sengaja Allan tidak membuat pesta, baginya itu tidak lah penting yang terpenting adalah melindungi sang cucu dari kejaran para musuh yang selalu ia kalah kan dalam hal apapun.rencananya malam ini juga Allan akan membawa cucu nya ke Indonesia, untuk bertemu ayah ibu nya dan keluarga nya yang lain.
Bahkan, Sania dan sang Bunda, mengadakan pengajian untuk acara ulang tahun Gavin, walau dia berada jauh di Italia, mereka larut dalam kebahagiaan saat mendengar yang berulang tahun, akan datang,ke rumah nya.
"sayang, coba tebak siapa yang akan datang besok kesini?"
ucap Adryan memberikan tebakan.
siapa, apa itu Om,, Derry dan mommy.
"Bukan Sayang tapi buah hati kita Gavin dan Daddy juga bibi Debora akan kemari"
ucap Adryan, yang langsung di sambut teriakan, bahagia, dari Sania dan keluarga semua.
"owh benarkah itu Sayang ku oh aku sangat lah bahagia, dan aku ingin membuat pesta perayaan yang cukup megah Sayang"
ucap Sania yang kini mengalungkan kedua lengan nya di lehernya Adryan, yang selalu memandangi wajah cantik istrinya kini yang sering berdandan siang dan malam, Adryan, yang sudah tidak tahan melihat bibir sang istri yang begitu ranum iya langsung ********** saat itu juga dan sontak semua orang, memalingkan wajahnya, saat ini
"hadeuh,, dasar tidak tau tempat"
ucap sandi.
"ye syirik aja Lo"
kata Rido, yang kini tengah menggandeng Amara, sedang yang sedang asik bercumbu tidak menghiraukan mereka.
Andara, hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
"Woyyy...di kamar kali " ucap Ari.
Sania yang sudah melepas ciuman nya kini iya berbalik.
"makanya cepat nikah mau tunggu sampai kapan Apartemen sudah punya masing-masing dengan pasilitas lengkap mobil udah aku beliin
mau nunggu sampai kapan, heeuh.keburu di ambil orang"
ejek Sania di akhiri menjulurkan lidahnya
sontak semua orang tertawa,
"tuan putri, ku yang cantik jelita, kamu, sudah janji akan membuat ku menikah di Maldives, ingat gak, dan sebelum itu terwujud aku akan menunggu"
ucap sandi dan Ari.
"Baik lah tunggu sampai anak dalam perut ku ini berusia lima tahun baru kau bisa menikah"
jawaban Sania sontak membuat sandi dan Ari menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.
"jangan lah princess, aku sudah tidak tahan kalo terlalu lama"
jawab sandi dan Ari kompak.
"kalau begitu, Minggu depan kalian menikah di sini, dan berbulan madu di Maldives, seperti yang kalian mau karena tidak mungkin, istri ku pergi dalam keadaan saat ini, semua biyaya aku yang nanggung, di sana juga ada Resort milik Daddy, Allan"
__ADS_1
ucap Adryan, lantang, seperti yang mereka tahu kata-kata Adryan, tidak bisa mereka bantah kecuali Sania, sang istri.