
Sania pun makan siang dengan lahap nya sambil tersenyum sesekali kearah suaminya itu, saat ini Adryan pun mengelus puncak kepala nya .
"Hanny, apa aku boleh minta sesuatu"ucap Adryan.
"apa itu Sayang"ucap Sania
"aku ingin kita berlibur berdua di tempat yang benar-benar hanya ada kita berdua"ucap Adryan.
"tentu apa pun,itu untuk suamiku tercinta akan aku lakukan"ucap Sania.
"berarti sore ini kita berangkat Hanny"ucap Adryan.
"boleh"ucap Sania.
"baiklah aku akan siapkan pesawat,kita akan berlibur ke sebuah pulau"ucap Adryan.
"atur saja Hanny"ucap Sania.
setelah selesai makan Sania pun bersiap untuk pergi ke tempat yang di maksud oleh Adryan saat ini, entah pulau mana yang suaminya maksud tapi itu pasti ada sebuah tempat yang sangat indah.
setelah Peking barang mereka pun akhirnya berangkat setelah mengabari keluarga nya terlebih dahulu.
sementara perjalanan hanya memakan waktu dua jam kini mereka sudah ada di sebuah pulau terpencil, di atas pulau tersebut terdapat sebuah bangunan yang sangat cantik biasa di sebut sebuah villa yang sangat elegan dan indah sekeliling nya,di kelilingi taman bunga yang sangat indah, berbagai macam bunga terdapat di sana.
sebenarnya pulau itu masih bisa di jamah melalu kapal atau perahu motor.
hanya saja itu adalah pulau pribadi milik Adryan saat ini dia sengaja membeli pulau tersebut untuk kado ulang tahun istrinya seperti saat ini.
"happy birthday, darling,, happy birthday darling happy birthday to my wife happy birthday to you,,,, muachh muachh muachh"Adryan mencium bibir Sania saat ini sambil memegang buket bunga yang begitu besar dan kue ulang tahun yang sangat cantik entah kapan ia mempersiapkan semua itu.
"thank you Hanny muachh muachh muachh"ucap Sania di iringi ciuman bertubi-tubi.
"buat permohonan dulu Sayang" ucap Adryan.
"baik Hanny"Sania pun langsung memejamkan mata, saat ini dia berdoa untuk kebahagiaan keluarga. dan semoga pernikahan nya langgeng.
"sudah ayo tiup lilin nya dulu"ucap Adryan yang langsung menyodorkan cake ultah tersebut.
"thank you my husband, love you forever"ucap Sania sambil memeluk erat suaminya dan mencium mesra bibir nya itu, Sania begitu bahagia saat ini kebahagiaan bertubi-tubi.
"sama-sama, sayang ku apa kamu suka tempat ini,ini adalah pulau pribadi milik kita dan aku bangun semua ini spesial untuk ulang tahun istri ku tercinta, semoga kamu selalu bahagia hidup bersama dengan ku dan selalu setia di samping ku, muachh"di barengi cahaya sunset yang kini menyinari kedua insan menghabiskan waktu berdua, di bangku taman nan luas dengan suasana angin pantai,ini adalah masa di mana semua orang idamkan.
harta berlimpah putra putri yang lengkap dan keluarga yang utuh lalu nikmat mana lagi yang akan engkau dustakan.
kini jam menunjukkan pukul tujuh malam tapi cahaya bulan yang terang benderang menyinari bumi di saat dua insan sibuk memuaskan diri satu sama lain di bawah cahaya bulan di atas rerumputan yang hijau di alasi karpet merah yang begitu empuk pertempuran panas itu pun terjadi.
Saling memberi dan menerima di mana pun bagi sultan itu bebas ya lagian ini pulau pribadi mereka jadi tidak ada sesiapa pun yang tau hanya mereka dan tuhan yang tau.
bahagia ya mereka begitu bahagia, saat ini hanya mereka berdua dan tidak ada gangguan pekerjaan atau apapun saat ini hingga percintaan panas itu pun berakhir dengan pelukan dan kecupan mesra.
satu jam kemudian mereka memutuskan untuk masuk kedalam villa megah dengan tiga lantai tersebut dan kamar utama mereka ada di lantai tiga balkon mereka menghadapi ke arah pantai dari sana mereka juga bisa melihat cahaya lampu dari kejauhan, karena letak pulau mereka tidak terlalu jauh dari pulau yang lainnya.
Sania begitu beruntung dan merasa sangat di cintai saat ini dia pun bergegas membersihkan tubuh nya di ikuti oleh suaminya Adryan saat ini
mereka pun mandi bersama di lanjutkan keromantisan yang sulit untuk di akhiri Sania bahkan pasrah jika dia akan memiliki anak lagi, bagaimana tidak malam ini lebih indah dari bulan madu Sania begitu di manjakan dan merasa sangat di lindungi, saat ini.
__ADS_1
saking asyiknya bercinta mereka bahkan sampai lupa untuk makan malam, saat ini, hingga pagi menjelang Sania sudah merasakan perut keroncong di bergegas turun setelah cuci muka dan menggosok gigi, dia belum mau mandi saking laparnya.dia bahkan tidak menyadari suaminya sudah tidak ada di dalam kamar, saat ia turun kelantai satu dia mencium aroma masakan yang sangat enak baunya hingga hidung Sania, mengikuti arah bau tersebut.
"sayang ku kamu sudah bangun saat ini, silahkan nikmati hidangan nya"ucap Adryan berlaga seorang pelayan.
"owh... Hanny ini semua kamu yang masak,ya ampun suamiku ini selain tampan master bisnis juga jago masak owh Tuhan beruntung nya aku, kemari lah wahai pria tampan aku ingin memberikan kamu hadiah"ucap Sania.
"hemmm baiklah yang mulia Ratu ku"ucap Adryan,sambil mendekat tiba-tiba Sania langsung memeluk dan mencium bibir Adryan tidak hanya itu dia juga melompat kepangkuan suami nya Adryan menahan nya setiki lebih tinggi kini mereka asik bercumbu.
setelah, selesai mereka pun duduk dan makan bersama hanya berdua tidak lupa saling menyuapi satu sama lain nya.
"Hanny,ini enak sekali makanan terlezat yang baru kali ini aku makan kamu begitu pandai sayangku"ucap Sania sambil tersenyum menikmati hidangan yang sungguh sangat menggoda, Sania begitu terhanyut dalam kenikmatan yang di berikan oleh suaminya.
tidak terasa makanan itu sampai habis tak bersisa, Adryan tau istrinya begitu kelaparan bahkan saat dia masih tertidur pun dia sudah tau itulah kenapa Adryan bangun lebih awal menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
"sayang, apa hari ini kamu tidak ingin berenang?" ucap Adryan.
"aku lebih suka berjalan-jalan menelusuri pantai dan mencari kerang yang cantik aku ingin membuat kolam ikan yang indah di Mension milik kita"ucap Sania.
"baiklah apa pun itu keinginan yang mulia Ratu adalah titah bagi ku"ucap Adryan yang langsung,menekuk sebelah kaki dan meraih tangan Sania mereka pun pergi untuk berganti mengenakan baju pantai terlebih dahulu.
tidak sampai sepuluh menit mereka pun sudah selesai di pantai indah dengan pasir putih yang sangat cantik dan memiliki keindahan tersendiri sangat alami seperti nya yang lain,belum pernah menjamah pantai tersebut.
"sayang, apa kamu bahagia"ucap Adryan.
"tentu"
🌹💖💖💖🌹
tak terasa hari sudah mulai panas tepat jam makan siang mereka pun kembali ke villa tersebut yang ada di atas ketinggian pulau tersebut, mereka memasak bersama setelah itu makan pun bersama-sama.
tiba-tiba hujan lebat mengguyur pulau tersebut, suasana nya yang tadi sangat cerah kini berganti dengan kilatan petir Adryan bangun dan menutup semua pintu dan jendela saat ini suasana menjadi dingin dan sepi listrik pun padam mungkin karena cuaca buruk karena ada pengaturan otomatis, untuk listrik tersebut.
"sayang, aku takut gelap"ucap Sania sambil memeluk Adryan erat.
"tidak usah khawatir sayang aku punya lampu cadangan cukup untuk menerangi ruangan ini lagian ini belum malam ko ini masih sore hanya saja aku menutup seluruh gorden agar kamu tidak melihat kilatan petir"ucap Adryan.
"sayang di sini sangat sepi, jika hujan tiba"ucap Sania.
"itu pasti sayang di sini kita hanya sendiri tidak ada tetangga jadi wajar saja kalau sepi"ucap Adryan yang langsung memeluk istrinya agar tidak merasakan ketakutan.
"sayang aku ingin minum jus apa di kulkas Masih ada jus?"ucap Sania.
"tunggu sebentar sayang aku ambilkan dulu mudah-mudahan masih dingin karena baru mati lampu"ucap Adryan,sambil turun membawa lampu kecil di tangan nya.
tidak sampai sepuluh menit Adryan pun kembali dia membawa segelas jus saat itu hanya untuk istri tercinta nya.
"sayang, kenapa jus nya hanya satu gelas untuk mu mana Hanny.
"aku tidak haus sayang ini untuk mu saja"ucap Adryan.
"apa perut mu lapar aku akan memanaskan makanan, untuk mu sayang"ucap Adryan.
"tidak perlu sayang nanti saja kita turun bareng untuk makan setelah listrik menyala"ucap Sania.
"sayang kalo nunggu listrik nyala akan lama,lebih baik kita turun sekarang atau kamu tunggu saja di sini biar aku masak dulu untuk mu sayang"ucap Adryan.
__ADS_1
"kita masak bersama dan makan bersama Hanny"ucap Sania setelah meneguk jus tersebut dia pun turun sambil memegang gelas tersebut.
kini Adryan menyalakan lampu cadangan, setelah itu mereka pun memanaskan makanan dan masak tambahan setelah itu mereka makan bersama,di keheningan saat ini tak terasa sudah jam tujuh malam, Adryan pun membantu istrinya itu mencuci piring, saat ini dia begitu perhatian.
mereka pun kembali ke kamar mereka setelah mematikan lampu yang ada di ruang makan dan dapur tersebut.
kini mereka sudah anda di dalam kamar nya tepat nya di sofa mereka duduk sambil melihat video seluruh keluarga nya yang mengirim ucapan selamat ulang tahun tadi pagi, Sania menitikkan air mata.
"aku sangat bahagia Daddy di ulang tahun ku yang ketiga tiga puluh sembilan tahun ini aku begitu memiliki kebahagiaan saat ini thank you Hanny, and I love you so much..."ucap Sania yang kini masih terisak.
"sama-sama sayang ini adalah kebahagiaan kita, semoga abadi selamanya"ucap Adryan,sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.
mereka pun kembali terbawa suasana malam yang sepi mereka isi dengan pertempuran panas, saat rintik-rintik hujan masih membasahi bumi, saat ini dua insan masih belum bisa melepas kan diri dari kenikmatan surga dunia.
Adryan,sangat bergairah begitu juga istrinya Sania mereka begitu saling memanjakan saling memberi kasih dan cinta di setiap sentuhan hingga akhirnya mereka mencapai puncak saling meneriakkan nama panggilan kesayangan nya Adryan pun kini berbaring di samping istrinya itu dan menutup tubuh mereka semua selimut tebal walau tanpa AC saat ini udara sangat dingin menusuk tulang.
mereka pun terlelap hingga pagi yang cerah tiba bunga-bunga yang bermekaran menyerap sinar mentari pagi begitu pun dengan Adryan dan Sania yang sedang berjoging di sekitar taman yang luas dan indah tersebut.
"Hanny, apa kau ingin pulang,heumm?"tanya Adryan,sambil tersenyum.
"aku memang merindukan mereka dan ingin pulang tapi rasanya kalah dengan kenyamanan di sini bisakah kita tinggal untuk satu bulan lamanya Daddy"ucap Sania sambil mengalihkan tangan nya.
"tentu Hanny,kalau begitu aku akan meminta mereka mengirim kan logistik untuk kita selama satu bulan"ucap Adryan.
"terserah kamu saja Hanny"ucap Sania sambil mengecup singkat bibir Adryan.
"sayang, jangan menggodaku, apa kamu lupa tadi malam kamu hampir tidak kuat "ucap Adryan sambil menyeringai.
"aku tidak kuat, untuk kamu sentuh lagi Daddy rasanya tidak sabar"ucap Sania sambil berlari kabur setelah menggoda suami nya itu.
"sayang tunggu, kamu sudah mulai nakal ya tunggu Hanny aku akan membuat mu tak berdaya dan memohon ampun pada ku"ucap Adryan yang kini menangkap istrinya itu, dan Sania tertawa geli saat ini Adryan menggelitiki tubuh Sania hingga berguling-guling di rerumputan yang cantik nan hijau tersebut.
"Hanny, sudah aku gak tahan geli hahaha hahaha hahaha ampun sayang ampun hahaha"ucap Sania, yang masih tertawa geli.
"minta ampun dengan cara yang baik dan benar Hanny"ucap Adryan.
"iya tapi tolong lepaskan dulu"ucap Sania.
"baiklah,ayo minta ampun"ucap Adryan.
"ampuni aku Daddy muachhhh"ucap Sania sambil duduk di pangkuan suaminya itu tapi Adryan malah membaringkan tubuh Sania di atas rumput tersebut Adryan pun mencumbui bibir istrinya itu hingga mereka bergulung di atas rumput yang hijau tersebut sungguh pagi yang romantis.
hingga seseorang mengagetkan mereka.
"pagi tuan maaf mengganggu semua logistik yang anda perlukan sudah sampai"ucap asisten Adryan mereka pun bangkit Adryan pun berjalan sambil menggandeng istrinya itu melihat dua orang bawahnya mengangkut semua barang keperluan mereka dari mulai makan hingga peralatan mandi dan juga beberapa barang milik Adryan seperti laptop dan perlengkapan lainnya.
tak hanya itu Adryan juga menyuruh asisten nya memperbaiki sistem listrik dan Singal di pulau tersebut.
setelah Sore hari mereka pun kembali setelah selesai mengerjakan tugas yang di berikan oleh Adryan.
kini Sania tengah memasak untuk makan malam mereka, semua bahan yang di perlukan sudah tersedia di lemari penyimpanan dari mulai frizzer khusus daging dan ikan, juga kulkas tiga pintu dan juga berbagai bahan makanan kering cukup untuk mereka satu bulan tinggal di sana selain itu mereka juga bisa menghendel pekerjaan dari sana mulai dari meeting online juga mengerjakan pekerjaan penting untuk mereka berdua.
Sania dan Adryan rasanya ingin tetap tinggal di sana, untuk menjalani hari tua nya berdua.
bahkan Sania dan Adryan pun kini mengerti arti ketenangan yang selama ini di tanamkan oleh ayah dan ibu nya, saat berada di kampung halaman.
__ADS_1