
Karena keadaanya sudah dirasa membaik, dokter mengijinkan Grizelle untuk pulang. Tentu dengan sebuah syarat, "Nona, anda tidak boleh beraktifitas sampai bahu Anda sembuh. Istirahatlah selama kurang lebih 3 hari dan jangan melakukan hal-hal yang akan membuat bahu nona kembali cedera" Peringat dokter yang sedang menuliskan resep obat.
"Sekolah gak boleh?"
"Tidak! Anda harus istirahat total agar tidak terjadi pergeseran tulang apapun pada bahu Anda karena pukulan tersebut bisa saja membuat tulang ada retak. Tetapi kami sudah memastikan jika semuanya baik-baik saja."
"Oh astaga! Tapi-"
"Jangan membantah perintah dokter, Grizelle!" Tegas Bayu. Dokter itu hanya tersenyum melihat kekhawatiran dalam wajah pria tersebut. Meskipun nadanya terkesan dingin, namun terlihat sekali kecemasan disana.
Mendengarnya saja sudah malas, apalagi menuruti semua Perintahnya. Ah! Menyebalkan sekali. "Baiklah" Ucapnya malas.
"Dan ini resep obatnya"
"Baik. Ya sudah kita permisi dulu dok, terimakasih"
"Sama-sama"
Sebelum mengantarkan Grizelle pulang, Bayu sengaja berhenti di minimarket yang tidak terlalu jauh dengan rumah sakit. Pria itu menyuruh sang sopir untuk membelikan beberapa minuman dan juga makanan ringan untuk dirinya dan juga gadis yang sedang tertidur disebelahnya.
"Grizelle"
"Ng"
"Makan ini dulu, daritadi perut kamu belum terisi apa-apa"
"Gak mau, aku ngantuk"
"Minum dulu sedikit, agar perut kamu tidak sakit"
"Nanti aja pak, aku gak kuat ngantuk banget"
Menghembuskan nafasnya kasar, ternyata gadis ini cukup keras kepala. Akhirnya Bayu membiarkan nya untuk tetap tidur dan mengantarkannya ke alamat yang sudah diberitahukannya tadi.
"Jalan pak!"
Mobil Rolls-Royce sweptail yang membawa keduanya telah sampai disebuah hunian mewah didaerah super elit. Satpam yang berjaga didepan langsung membukakan gerbang sampai salah-seorang maid melihat nona muda nya sedang digendong pria, dia berlari untuk memanggil sang nyonya-tuan nya.
"Tuan-nyonya, nona Grizelle sudah pulang"
Dari tangga Samuel dan juga Aiko begitu bahagia ketika melihat putrinya dalam keadaan baik-baik saja. Namun saat melihat siapa pria yang sudah mengantarkannya, keduanya nampak terkejut.
"Loh, Bayu?"
"Om Samuel?"
Jadi Grizelle adalah anaknya Samuel Adelard Jovanka, rekan bisnisnya? Oh bodoh sekali pikirnya, kenapa dirinya sampai tidak menyadari nama belakang mereka yang sama-sama bermarga Jovanka. Astaga!
"Saya akan menjelaskannya om. Tolong tunjukan dimana kamarnya"
"Ayo nak"
__ADS_1
Setelah Bayu mengantarkan Grizelle ke kamar, Samuel mengajaknya ke ruangan kerja untuk menanyakan sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan putrinya sampai ia bisa diantar pulang olehnya. Sebelumnya juga Samuel sudah menelpon orang-orang suruhannya untuk berhenti mencari.
"Jelaskan nak"
Akhirnya Bayu menceritakan bagaimana ia bisa bersama dengan Grizelle. Dari mulai dirinya tidak sengaja melihat Grizelle sedang diganggu oleh berandalan keparat itu, sampai membawanya ke rumah sakit karena pingsan.
"Keparat!"
"Saya sudah mencatat nomor plat motor mereka, dan sekarang polisi sedang mencarinya"
"Oh ya tuhan, om benar-benar berterimakasih kepadamu. Om sampai menyuruh semua orang untuk mencarinya dan om hampir gila karena istri Om terus menangis. Om takut kejadian saat Grizelle kecil terulang lagi"
"Maksud om, Grizelle?"
"Waktu kecil saat dia berumur 5 tahun, Grizelle pernah diculik oleh musuh terbesar keluarga kami. Mereka mengancam akan membunuh Grizelle karena saat itu om memutuskan kerja sama dengan perusahaan mereka. Akhirnya mereka tidak terima dan menculik Grizelle.
Dia disekap selama 3 hari tanpa diberi makanan apapun. Setiap 3 jam sekali, mereka mengirim foto dimana Grizelle sedang di siksa. Wajahnya sangat sulit dikenali karena luka lebam yang bahkan hampir menghitam karena terlalu banyak mendapatkan pukulan. Dan kamu tahu, Grizelle sempat mengalami kebutaan karena pukulan tersebut terus diberikan pada kedua matanya"
BRENGSEK!
Mendengarnya saja Bayu sudah sangat emosi, apalagi melihat penyiksaan yang dilakukan keparat tersebut.
"Saat itu om hampir gila. Om tidak tahu harus melakukan apalagi untuk melacak keberadaan Grizelle. Sampai akhirnya adik sepupu om yang kebetulan salahsatu pasukan US Navy Seal angkat tangan dan ikut mencari bersama pasukannya. Akhirnya Grizelle bisa ditemukan di kepulauan tepi Bajo Nuevo, laut Karibia"
Ya tuhan, ternyata se-tragis itu kejadian yang pernah menimpa muridnya. Pantas saja Bayu sempat melihat banyak pengawal yang berjaga didepan sana, ternyata rekan kerja bisnisnya sangat begitu di incar oleh musuh-musuhnya.
"Saat ditemukan, Grizelle sudah tidak sadarkan diri. Matanya terus mengeluarkan darah dan itu menyebabkan Grizelle koma selama seminggu"
"Sekali lagi om mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kamu. Om tidak apa yang terjadi jika kamu tidak ada saat kejadian itu"
"Sama-sama om. Saya juga sangat bersyukur karena datang tepat waktu"
"Sekali lagi terima kasih"
🌻
MY COLD TEACHER : [Hey gadis keras kepala, selamat tidur dan besok kamu tidak boleh masuk sekolah sebelum bahu kamu benar-benar sembuh]
"Iya bawel!"
Ternyata semalam Bayu sempat mengiriminya pesan dan Grizelle baru membukanya pagi ini. Hampir saja ia akan bersiap-siap untuk pergi sekolah jika Aiko tidak masuk ke kamar dan melarangnya. Padahal bahu nya saja sudah tidak begitu sakit, hanya pegal saja jika di gerakan.
"Sayang sarapan dulu yuk"
Gadis yang sedang berjemur di balkon kamarnya menoleh ketika mommy nya datang dengan membawa nampan berisi sarapan untuknya.
"Mommy, Grizelle bisa turun ke bawah ko. Tidak perlu mengantarkan nya seperti ini"
"Tidak sayang, bahu kamu sedang cedera"
"Oh ayolah, mommy sama saja dengan guru menyebalkan itu yang melarang Grizelle untuk melakukan apapun"
__ADS_1
"Perhatian sekali dia. Apakah pria itu yang akan kamu kenalkan kepada mommy dan juga Daddy"
Eh?
"Ganteng ya?" Godanya lagi. Grizelle hanya tersenyum, memilih menghabiskan makanan di hadapannya atau sang mommy akan menggoda nya terus.
Tiga hari telah berlalu, akhirnya hari ini Grizelle sudah diperbolehkan untuk masuk sekolah tetapi ia tidak di ijinkan untuk membawa mobil dan harus mau diantar jemput oleh sang sopir. Tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya atau kedua orangtuanya akan melarangnya selamanya. Oke Grizelle, terima saja sampai bahu mu benar-benar sembuh.
Kedua wanita cantik itu menoleh ketika Samuel yang baru turun dari tangga ikut bergabung dengan mereka di meja makan. "Hari ini Daddy yang akan mengantarkan mu sampai ke sekolah" Ucapnya seraya memakan sarapan yang sudah istrinya siapkan.
Grizelle sendiri hanya memakan setangkup roti selai coklat kesukaannya dan juga susu coklat hangat favoritnya, jadi ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskannya.
"Katanya Daddy ada rapat?" Herannya.
"I'm the boss. Daddy sudah menyuruh Yohan untuk menundanya beberapa jam karena Daddy ingin mengantarkan putri cantik ini ke sekolah" Oh manis sekali.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang." Grizelle mengambil jas almamaternya lalu memakainya. "Megan sudah mengomeliku karena aku terlalu lama tidak masuk sekolah" Imbuhnya.
"Tapi dia kan baru saja kesini kemarin?"
"Ah anak itu memang berlebihan, mom"
🌻
"Apakah pria itu yang kau maksud?" Tanya Samuel saat mobil yang mereka tunggangi berhenti pada lampu merah. Sontak pertanyaan tersebut membuat gadis bermata coklat terang itu menoleh heran.
"Siapa?"
"Gurumu"
Oh pasti malam itu saat gurunya mengantarkannya pulang, ia sempat di interogasi olehnya.
"Aku kan sudah mengatakan kepada Daddy kalau aku hanya sebatas mengaguminya saja, tidak lebih" Tekannya.
"Baguslah. Karena Daddy sudah memiliki-"
"Bisakah tidak membicarakan hal itu untuk sekarang?" Potongnya tidak suka. Tidak ada pembahasan lain apa selain rencana perjodohannya.
"Tidak" Apa! "Minggu depan kalian akan segera bertemu untuk menentukan rencana selanjutnya"
Minggu depan?
"Tapi dad-"
"Cobalah dulu sayang, setelah itu kau bisa menentukannya"
Lalu bagaimana dengan janjinya malam itu, apakah ia harus mengingkarinya. Ya meskipun dirinya sendiri belum tahu jika pria yang menolongnya akan mau juga menikah dengannya.
"Terserah Daddy saja!"
🌻
__ADS_1
REVISI