
Suasana sekolah pagi ini cukup ramai dari biasanya. Hampir semua murid perempuan membicarakan bahwa akan adanya murid baru dikelasnya. Mereka juga mengatakan murid tersebut adalah seorang pria yang sangat tampan.
"Tampan sekali kau tau!"
"Wajahnya bule"
"Mirip dengan aktor Thailand, Bright"
"Siapa ya namanya, entah Alex atau apa aku tidak mendengarnya begitu jelas"
"Kau menguping?"
"Bukan hanya aku saja, banyak yang menempelkan telinganya"
Grizelle tertawa pelan. Dia tidak begitu perduli dengan berita tersebut, hanya terhibur saja melihat bagaimana teman-temannya begitu excited membahas murid baru tersebut.
Tetapi setelah mendengar nama yang di sebutkan, ingatan Grizelle terpaku kepada seseorang. Apakah dia? Ah, tetapi tidak mungkin. Lagipula nama tersebut tidak hanya ada satu di dunia, kan?
"Dia akan ditempatkan dikelas kita" Megan membuka suara.
Grizelle hanya mengangguk saja sebagai responnya, tidak penting juga murid tersebut berada dikelas manapun.
Namun satu hal yang Grizelle harapkan, semoga adanya murid baru tersebut tidak membuat hubungannya dengan calon suaminya bermasalah. Maksudnya kalian tau kan calon suaminya Grizelle itu sangat pencemburu? Ya begitulah.
Setelah menghabiskan sarapannya, mereka semua berjalan meninggalkan kantin menuju kelasnya masing-masing.
Selama berjalan menuju kelasnya, Grizelle dan Megan dibuat jengah dengan topik pembahasan yang itu-itu saja. Dia pikir setelah masuk ke kelasnya, topik 'Murid baru tampan' itu akan lenyap, namun nyatanya malah semakin ramai.
Oh iya Grizelle sampai lupa, murid baru tersebut kan akan ditempatkan dikelasnya, pastilah sangat ramai.
"Apa tidak ada topik lain selain itu?" Gerutu Grizelle.
"Maklumi saja Grizelle, sekolah ini kekurangan pria tampan. Populasi jantan lebih sedikit dibanding betina, apalagi setiap ada murid baru pindahan selalu saja berjenis perempuan. Kami perempuan, butuh keseimbangan" Kata murid perempuan yang tidak sengaja mendengar keluhan Grizelle.
Grizelle tertawa geli mendengarnya. Memang iya sih, Saint Peterson lebih didominasi oleh perempuan, sedangkan jumlah laki-laki hanya seperempatnya saja.
Kebisingan kelas tersebut seketika terhenti saat pintu berwarna putih itu terbuka lebar, menampakan sosok guru tampan pujaan dan murid baru yang menjadi penyebab kehebohan pagi ini dibelakangnya.
"Selamat pagi semuanya"
"Pagi"
"Hari ini kita kedatangan murid baru"
Guru tersebut, Bayu, menyuruh murid tersebut memperkenalkan diri sebelum memulai pelajarannya.
"Selamat pagi, semuanya"
Novel yang sedang sempat dibacanya ia tutup setelah mendengar suara yang begitu tidak asing oleh telinganya. Kenapa suara itu mirip dengan-
"Alexi Reviano Shawn, panggil saja senyaman kalian"
DEG!
Bagaimana bisa laki-laki itu berada disini? Di kelasnya?Grizelle bingung, begitupun Megan yang sedari tadi terus berbisik-bisik dibelakangnya karena murid yang baru saja memperkenalkan dirinya itu sengaja mengedipkan sebelah matanya ke arah mereka dan semua itu tidak luput dari tatapan seseorang.
__ADS_1
Hey! Kau sedang ada dalam masalah, anak baru.
Terdengar suara bisik-bisik dari beberapa murid di kelas. Mereka bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Grizelle dengan murid baru yang bernama Shawn tersebut.
Apakah mereka sepasang kekasih, atau hanya mantan?
Jika mantan, mana mungkin bisa sedekat itu. Hey! Orang asing sekalipun ketika melihat bagaimana laki-laki itu menarik pergelangan tangan Grizelle dengan lembut, bahkan mengusap sebelah wajahnya, mereka akan menduga bahwa mereka sepasang adalah kekasih!
"Apa kabar, beloved?"
Nah, panggilannya saja beloved. Mustahil jika keduanya tidak ada hubungan apapun.
Sebenarnya Shawn sedikit risih ketika murid-murid yang masih bertahan dikelas terus menatapnya, tetapi itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana membujuk Grizelle agar mau berbicara setelah gadis itu menghampirinya sepuluh menit yang lalu.
"Masih tidak mau berbicara?"
Shawn menopang sebelah wajahnya, memperhatikan wajah gadis itu yang masih tertekuk masam. Shawn juga sedikit bermain-main dengan pipi chubby Grizelle, mencubitnya pelan membuat sang empunya memukul keras pundaknya.
Shawn meringis, mengusap-usap pundak yang terkena pukulan tadi. Rasa panas langsung menjalar, Gila! Grizelle itu pemegang sabuk hitam, jangan pernah meremehkan kekuatannya.
"Yak! Sakit, sialan!"
Grizelle mendesis, menatap Shawn dengan kesal. Sebenarnya ia masih ingin memukul sepupunya itu, namun melihat tatapan aneh dari teman-temannya, Grizelle menyimpan semua tenaganya untuk nanti.
"Kemana saja kau hah?!"
"Kenapa tidak pernah mengabari selama aku disini"
"Apa ponselmu rusak?!"
"Atau kau marah karena saat aku pergi kau sedang studi ke Korea?"
Saat Grizelle akan kembali memukulnya, sigap Shawn menahannya. Menarik tangan sepupunya itu ke dalam dekapannya.
"Kau jahat tau"
Shawn terkekeh pelan mendengarnya. Bukan ponselnya rusak atau marah, saat itu dia benar-benar sibuk. Sebagai pemimpin, Shawn mempunyai tanggung jawab untuk memimpin kelompoknya.
"Maaf"
Alexi Reviano Shawn merupakan anak dari Ayumi, kakak perempuan Aiko. Selama ini Shawn tinggal di Amerika bersama keluarganya. Dia juga lahir setahun lebih tua dari Grizelle, adik sepupunya. Karena sewaktu kecil pernah mengalami kecelakaan yang membuat nya harus menunda dulu sekolahnya selama setahun, jadilah sekarang mereka bisa berada di kelas yang sama.
"Terakhir dulu baru aku maafkan"
"Apapun"
"Terus, kapan kau kesini?"
"Seminggu yang lalu"
WHAT?!
🌻
Kedekatan Grizelle dengan murid baru itu membuat berita tersebut dengan cepat tersebar luas ke seantero sekolah. Mereka berspekulasi kalau keduanya adalah sepasang kekasih dan ada beberapa juga yang mengatakan bahwa mereka sudah menjadi mantan namun tidak sedikit juga yang setuju dengan spekulasi tersebut.
__ADS_1
"Kalau mantan tidak akan berpelukan!"
"Iya juga. Aku pikir mereka masih menjalin hubungan"
"Pasangan LDR yang akhirnya bersatu"
Mendengar pembicaraan beberapa murid yang sedang membicarakan calon istrinya yang dekat dengan murid baru yang bernama Shawn, membuat emosi Bayu sedikit terpancing.
Apalagi saat ini dia dapat melihat kedekatan mereka dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana calon istrinya di rangkul oleh pemuda itu. Membuat Bayu tidak betah berlama-lama berada disana.
Grizelle sadar kalau ada tunangannya disana, ia yang semula akan menyapa kembali mengurungkan niatnya saat melihat riak dingin pria itu terhadap dirinya.
"Calon suami kamu kenapa?"
Mendengar kalimat tersebut, Grizelle segera membekap mulut Shawn. Tidak lupa memberikan jitakan pada kepalanya.
"Kau bisa kecilkan suaramu, sialan! Mereka akan mendengarnya! Jika kau tidak bisa mengontrol volume suaramu, gunakan bahasa lain!"
Shawn meringis, berusaha melepaskan tangan Grizelle dari mulutnya.
"Baru sehari bertemu sudah melakukan kekerasan dalam persaudaraan dua kali!"
"Terserah!"
Melihat perdebatan kedua orang dihadapannya, Megan nampak acuh. Itu sudah biasa dia lihat sejak masih kecil dan ternyata masih berlanjut sampai sekarang.
Tetapi itu untuk Megan, tidak untuk Bryand yang memang sengaja mengajak kekasihnya untuk makan siang bersama. Pemuda itu bertanya, "Kalian akrab?" membuat Grizelle dan Shawn menoleh bersamaan.
"Mereka sepupuan kenapa juga mesti tidak akrab"
Bukan, itu bukan Grizelle atau Shawn yang menjawab, melainkan Megan. Bryand hampir tersedak bakso saat mengetaui bahwa ternyata, "Jadi berita kalian pacaran itu, hoax?"
Grizelle tertawa.
Dia sudah menyangka bahwa kejadian ini akan selalu terjadi saat mereka selalu menyangka bahwa dirinya dengan Shawn adalah kekasih.
Beberapa detik kemudian Grizelle menepuk kepalanya, dia lupa memberitahukan kepada tunangannya kalau Shawn adalah sepupunya. Mungkin karena ini sikap dia begitu dingin saat berpapasan tadi.
Setelah berpamitan untuk menyusul calon suaminya, Grizelle masuk begitu saja seperti biasanya. Dia berjalan pelan, menghampiri pria yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Mas"
"Ada perlu apa?"
"Mas aku-"
Belum sempat Grizelle menyelesaikan kalimatnya, Bayu memotong ucapannya tanpa ingin menatapnya.
"Sekiranya tidak penting, kamu boleh keluar!"
Tidak terasa Grizelle menteskan air matanya. Ini menjadi kali pertama Bayu berbicara tegas kepadanya. Tanpa berbicara apapun, Grizelle segera berlari keluar, membuat Bayu mendesah frustrasi.
"****!"
🌻
__ADS_1
\={R E V I S I}\=