
Happy reading.
🌻
Mendapat kabar dari Shawn bahwa sang istri sedang tidak baik-baik saja, Bayu bergegas melajukan mobilnya secepat mungkin agar lebih cepat sampai ke kampus. Tidak perduli bahwa disana belum ada siapa-siapa.
Setelah satu jam menunggu, akhirnya bus tersebut datang dan melihat sang istri melambai ke arahnya.
"Katanya mau lembur? kok jemput, sih?!"
"Mas khawatir. Kata Shawn kamu mual-mual terus. Coba, ini wajah kamu pucat banget, sayang! Ke rumah sakit, ya?"
Grizelle tersenyum, kepalanya menggeleng pelan.
"Cuma mabok perjalanan aja, mas. Pulang aja, yuk? Aku mau tidur, capek banget rasanya"
"Tapi kalau masih mual jangan tolak kalau mas ajak ke rumah sakit"
"Iya, mas sayang. Tapi-"
"Apa?"
"Mau coklat" Lagi? Padahal dia sudah membelikan coklat berukuran cukup besar sebanyak tiga. "Yang tadi abis. Hehe"
Astaga!
"Mas perhatikan akhir-akhir ini kamu banyak konsumsi coklat, sayang. Biasanya makan sedikit langsung enek"
Bahkan beberapa hari lalu, Grizelle merengek meminta makanan manis tersebut saat pukul tiga dini hari dan sempat menangis ketika Bayu membujuk untuk membelikannya siang nanti.
•••Flashback•••
"Tapi aku maunya sekarang, mas!" Rengek Grizelle.
Mata gadis itu terlihat memerah. Suaranya mulai bergetar sehingga mau tidak mau Bayu harus menuruti nya sekarang.
"Hey, don't cry. Mas carikan sekarang, okay? Don't cry"
"Ikut!"
"No! Kamu diam aja disini"
"Tapi-"
"Diam disini atau mas gak bakalan cariin coklatnya?!"
"Iya iya! Ya sudah mas hati-hati, ya? Jangan ngebut"
"Iya, sayang"
Setelah mengenakan jaket dan keluar dari unit apartemennya, Bayu segera melajukan mobilnya untuk mencari coklat yang diinginkan istrinya. Sudah setengah jam dirinya mencari dan belum menemukannya juga.
Astaga! Bayu harus mencarinya kemana lagi? Tidak ada minimarket yang buka.
"Ya tuhan. Sudah jam 4 pagi dan jam 7 harus sudah stand by di kantor. Mana rapat kali ini gak bisa di wakilkan, lagi"
Akhirnya setelah merenung, Bayu ingat jika sang ibu adalah pecinta coklat maka dengan segera dia melajukan mobilnya kesana.
"Mudah-mudahan ada"
"Loh tuan muda, tumben pagi buta kayak gini datangnya?" Kata maid yang membukakan pintu, matanya terbelalak ketika melihat tuan muda nya hanya memakai piyama serta jaket. Apakah tuan muda diusir oleh nona muda?
__ADS_1
Alih-alih menjawab keterkejutan maid tersebut dengan kedatangannya, Bayu malah menanyakan, "Mama belum bangun?" Sambil berjalan menuju dapur, tepatnya kulkas.
"Belum tuan muda"
Maid tersebut merasa bertambah bingung melihat tuan muda nya sibuk mengacak-ngacak kulkas, sebenarnya apa yang sedang dicarinya sepagi buta ini?
"Akhirnya ada juga, terima kasih tuhan" Kata Bayu begitu senang. Laki-laki itu mengambil beberapa coklat dan membawanya.
"Coklat?"
"Iya bi, istri saya yang mau. Ya sudah saya pulang lagi ke apartement, nanti bilangin sama mama, saya ambil coklatnya. Takut nyariin"
"B-Baik tuan"
"Tapi apa harus sepagi ini? Aneh" Batin maid tersebut.
Baru beberapa menit Bayu pergi, Raisha yang memang sengaja bangun pagi sekali terlihat sedang menuruni anak tangga dengan menggunakan pakaian olahraga nya. Wanita cantik itu memang sudah mengatakan akan berolahraga bersama Aiko, jadi ia bangun pagi-pagi sekali.
"Bi tadi mobil siapa?" Tanya Raisha yang memang sedikit mendengar suara mobil ketika dirinya sedang dikamar mandi.
"Tuan muda, nyonya" Sahut maid. Tangan yang tadinya akan membuka pintu kulkas terhenti ketika mendengar anaknya kesini, lalu dimana dia sekarang?
"Bayu?"
"Iya nyonya, tapi sekarang sudah pulang lagi ke apartemennya"
"Loh?" Heran Raisha.
"Tadi kesini cuma ambil coklat aja didalam kulkas, terus tuan muda pulang lagi"
"Coklat?"
"Iya nyonya, katanya nona muda yang menginginkannya" Sahut maid tersebut.
Raisha jadi berpikir, "Mau coklat jam segini. Apa?" Membulatkan matanya lebar-lebar lalu berlari kembali menuju kamar dengan perasaan yang bahagia.
Raisha melompat ke ranjang, mengguncang tubuh suaminya dan berteriak.
"Mas! Mas Theo bangun!" Theo yang masih meringkuk diatas kasur merasa kaget ketika mendengar teriakan sang istri yang menyuruhnya bangun. Pria itu langsung berdiri, wajahnya terlihat sangat panik sekali.
"Ada apa, apa ada maling? Mana malingnya, biar mas tangkap!"
Raisha terdiam, wanita itu kemudian tertawa geli melihat penampakan suaminya yang hanya memakai baju polos putih serta celana boxer bergambar Spiderman favoritnya.
"Malu-maluin banget, ini kalau Samuel tahu pasti diledek habis-habisan kayaknya" Gumamnya pelan.
"Bukan maling mas ih, kamu tuh!" Memukul lengan Theo namun menariknya agar duduk.
"Iya terus apa sampe kamu teriak-teriak kayak gitu. Bikin jantungan aja" Mengelus dadanya lega.
"Kita mau jadi nenek sama kakek"
"Ha?"
"Aku lagi pengen aja mas, eh ternyata enak banget. Apalagi yang ada kacang almond nya" Sudah membayangkan betapa nikmatnya coklat tersebut sampai air liurnya akan menetes.
"Ya udah nanti kita mampir dulu ke minimarket, kamu pilih yang banyak buat stok dirumah."
Setelah membeli beberapa coklat yang diinginkan istrinya, mereka kembali ke Apartement. Ternyata disana sudah ada mama Raisha dan juga mommy Aiko yang menunggunya.
"Loh mommy sama mama sejak kapan kesini?" Ucap Grizelle seraya menyimpan barang belanjaannya. Aiko dan Raisha masih sibuk menyiapkan berbagai makanan dimeja makan.
__ADS_1
"Daritadi sayang, mommy sama mama Raisha sudah memasakkan sesuatu untuk kamu dan juga suami kamu" Sahut Aiko.
Aiko menarik tangan Grizelle dan menyuruhnya untuk duduk. Begitupun dengan Raisha.
"Ada acara apa ini ma?" Heran Bayu.
"Gak apa-apa, kita cuma kangen anak aja. Ya kan ay?" Tersenyum penuh arti.
"Benar, kita cuma pengen jenguk kalian aja"
Diatas meja makan sudah tersaji semua makanan kesukaan Grizelle maupun Bayu. Aiko sengaja membuatkannya karena merasa rindu melihat Grizelle yang selalu lahap ketika memakan masakannya. Namun kali ini tidak, gadis itu seperti kehilangan selera makan dan malah menjauhkan masakan tersebut dari hadapannya.
"Mom, ko enek sih baunya" Menutup hidung rapat-rapat, bahkan perutnya terasa mual kembali.
"Massa sih sayang, ini 'kan makanan kesukaan kamu"
"Tapi bau mom, aku gak suka. Aku mu-"
Griz berlari menuju wastafel, perutnya kembali mual ketika mencium makanan tersebut. Apalagi melihat nasi, rasanya perutnya telah diaduk-aduk.
"Astaga sayang" Aiko terkejut, begitupun dengan Raisha. Mereka menyusul Griz ke kamar mandi dan melihat betapa paniknya Bayu.
"Sayang, mas bilang juga apa. Kita ke rumah sakit ya?" Bayu terus memijat tengkuk leher istrinya dan mengusap-usap punggungnya.
"Aku mau tidur aja mas, pusing banget"
"Tapi-"
"Mas, please"
Akhirnya Bayu menggendong Griz ke kamar dan untuk saat ini, Bayu akan menyuruh Grizelle untuk beristirahat dulu, setelah itu, ia akan langsung membawanya ke rumah sakit.
Dimeja makan, Aiko dan juga Raisha hanya saling diam dengan pikirannya masing-masing.
"Ay!" Panggil Raisha.
"Hm?"
"Sepemikiran gak?"
Kedua wanita itu saling menatap, lalu mengangguk secara bersamaan.
🌻
Pagi-pagi sekali Grizelle sudah berada dikamar mandi, meskipun masih terasa mengantuk namun rasa mual yang beberapa hari ini selalu ia rasakan membuatnya terpaksa bangun. Beberapa kali ia muntah, namun tidak ada apapun yang dimuntahkannya, hanya cairan bening yang keluar.
Grizelle tidak bodoh, ia cukup mengerti dengan tanda-tanda seperti ini. Untung saja ia sempat membeli sesuatu di apotik beberapa hari lalu.
"Semoga kau hadir diperut mommy sayang, Daddy mu pasti bahagia"
Griz teringat kembali perkataan Bayu ketika mereka berbulan madu. Bayu mengatakan jika dirinya ingin cepat mendapatkan seorang anak, bahkan laki-laki itu memintanya 5 sekaligus.
Setelah menunggu beberapa menit, Griz tidak langsung melihatnya, ketakutan akan hasil yang tidak sesuai harapannya terus menakutinya.
Gadis itu terus berdoa dengan perasaan yang susah untuk dijelaskan.
Bersambung ..
__ADS_1