I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 70 - Kencan


__ADS_3

Jujur ya, sebenarnya itu kenapa aku jarang Up sekarang? Aku tuh males banget, jujur ya! Aku suka nargetin kalau like lebih dari 80 aku suka semangat ngetik tapi kalau dibawah itu aku suka males. Hehe .. Wajar ya, karena dukungan kalian itu adalah energi untuk aku.


Ditambah, aku juga sibuk didunia nyata. Aku punya anak dan suami juga yang harus aku utamain .. Anak aku masih kecil loh, 4 tahun lagi aktif-aktifnya nanya Mulu. Kadang kalau aku lagi ngetik dia suka nanya terus ini apa itu apa jadi aku kurang fokus. Hehe ..


Jadi maaf ya kalau kalian merasa lama banget nungguin aku Up.


Ya udah, selamat membaca semuanya


🌻


Seperti janjinya, Bayu sudah berada dirumah Grizelle untuk mengajaknya jalan-jalan malam.


Bayu juga akan memberitahukan Grizelle sekarang tentang keberangkatannya ke Bali untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.


"Ayok, mas!"


Bayu yang sedang duduk diruang tamu dan terlalu fokus pada layar ponselnya sampai tidak menyadari jika Grizelle sudah berdiri dihadapannya.


"Mas!"


"Iya, sa... Perfect!"


"Hah?"


Bayu terus menatap penampilan gadis yang menggunakan dress lengan kembung dengan manset yang disesuaikan dengan tali dan rok melebar. Serta pada bagian lehernya yang terbuka membuat gadis itu terlihat sangat cantik dan lebih dewasa.


"Cantik!" Ucap Bayu yang terus memandangi gadisnya, sementara Grizelle ia nampak malu-malu menanggapinya.


Kini mereka sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan terkenal dikota Jakarta, berjalan saling bergandengan tangan serta percakapan-percakapan yang membuat keduanya tidak henti-hentinya tertawa.


Banyak mata memandang mereka, karena siapa yang tidak mengenal laki-laki yang sedang merangkul gadis cantik itu, bahkan ada yang sampai mengabadikannya


"Mas yakin nih gak ada murid mas disini?" Griz nampak cemas karena bagaimanapun juga ia masih belum siap jika semua murid Saint Peterson mengetahui statusnya yang akan menjadi istri dari guru yang begitu mereka puja-puji.


"Kalau ada, gimana?"


"Nanti aku dikeroyok sama fans kamu"


"Terus aku dibenci sama mereka, atau dikeluarin dari sekolah gara-gara pacaran sama gurunya"


"Ko tambah bawel sih?" Heran Bayu yang terus mendengarkan Griz yang terus-terusan berbicara. Memangnya kenapa jika semua orang mengetahuinya, bahkan Bayu senang dan dengan bangga akan memperkenalkan Grizelle sebagai calon istrinya.


"Lagi serius juga nyebelin banget!" Cebiknya sebal. Bayu hanya tertawa melihat gadisnya cemberut seperti itu.


"Jangan digituin bibirnya!" Bayu memperingati.


"Kenapa?"

__ADS_1


Bayu mendekatkan wajahnya lalu berbisik ditelinga gadis itu, "Pengen cium!"


Seketika Griz langsung menutup mulutnya dan berlari menjauh dari Bayu yang tertawa-tawa.


"Gimana gak jatuh cinta coba, lucu begitu. Pusing deh!"


🌻


Jeno sedang bersantai dibalkon apartemen Shawn, tangannya memegang selembar Poto dirinya dan seorang gadis yang selalu memenuhi pikirannya selama ini. Rasa bersalahnya kembali hadir setiap kali Jeno mengingatnya. Padahal sudah hampir 3 tahun semenjak kejadian itu, tetapi gadis itu masih enggan untuk bertemu dengannya.


"Apakabar?"


"Aku kangen banget sama kamu" Ucapnya dengan terus menatap Poto gadis itu, sampai ia tidak sadar jika Shawn sudah berdiri disebelahnya.


"Gue yakin loe kesini bukan cuma untuk liburan doang, bener gak?" Tanya Shawn yang sempat melihat Jeno memegang Poto adik nya, Grizelle.


Shawn yakin jika alasan Jeno ke Indonesia bukan hanya liburan saja, tetapi karena adiknya.


"Gue kangen sama dia, Lex. Gue mau minta maaf sama dia" Ujarnya menjelaskan maksud kedatangannya ke Indonesia. Bahkan dia sampai berdebat dengan orangtua nya karena merasa khawatir jika membiarkan Jeno pergi sendiri ke Indonesia.


"Grizelle udah dijodohin, mending loe lupain aja Adek gue. Jangan terus-terusan berharap sama orang yang sudah jelas-jelas gak bisa maafin kelakuan loe yang hampir melecehkan dia dulu"


"Jujur Jen, gue kalau inget kejadian itu gue masih marah, tapi gue pikir semua orang punya kesempatan kedua dan gue bisa maafin loe. Tapi disini Adek gue korbannya, gue gak yakin dia bisa maafin loe meskipun kejadian itu udah lama" Imbuh Shawn.


Jeno mengangguk, ia paham.


"Yes, I know it. Tapi tetap aja, Grizelle mungkin gak semudah itu lupain semuanya"


"Gue paham Lex, tapi gue mau ketemu dia sekali aja"


Shawn mengerti jika Jeno benar-benar menyesali semuanya, ia mengangguk, mengijinkan Jeno untuk bertemu dengan adiknya sekali lagi. Meskipun Shawn sendiri tidak tahu bagaimana reaksi Grizelle saat melihat Jeno nanti.


"Oke, nanti gue kasih tahu Grizelle dulu. Biar dia gak terlalu kaget"


"Thanks Lex!"


Shawn hanya mengangguk, menepuk pundak laki-laki itu lalu pergi kembali ke dalam.


🌻


"Besok mas mau ke bali"


Seketika gerakan tangannya yang sedang berusaha membuka seatbelt nya berhenti, ia menoleh tidak percaya. Kenapa mendadak sekali, pikirnya


"Ko mendadak sih mas?" Tanya Griz heran.


"Sebenarnya gak mendadak, rencananya udah seminggu yang lalu, cuma mas baru sempat kasih tau-"

__ADS_1


"Wow, jadi udah lama mas merencanakan ke Bali tapi baru kasih tau aku sekarang?" Ada sedikit kekecewaan dari nada Griz berbicara dan Bayu paham semua itu. Tidak seharusnya dia memberitahukannya mendadak seperti sekarang.


"Iya-"


"Berapa lama?"


"Sampai semuanya selesai dan-"


"Ya udah, hati-hati!" Ucapnya ketus kemudian berusaha membuka pintu mobil namun dengan cepat Bayu menguncinya.


"Mas, buka!"


Bayu sudah memperkirakan jika hal ini akan terjadi, pasti Griz akan marah karena Bayu baru sempat memberitahukannya.


"Sayang, jangan marah. Ini juga masalah kerjaan"


"Enggak, siapa juga yang marah" Sahutnya ketus.


"Mas kerja disana sayang, bukan liburan"


"Iya aku ngerti, tapi gak mendadak gini mas!"


"Kamu anggap aku siapa baru kasih tahu aku mendadak kayak gini?"


"Aku gak penting buat kamu?"


"Aku gak ber-"


Bayu menarik tengkuk gadis itu dan membuatnya berhenti berbicara. Bibir keduanya bertemu meskipun Griz terus berusaha melepaskannya namun Bayu semakin memperdalam sesapannya.


Setelah Griz tidak lagi berontak, Bayu melepaskan pagutan nya. Tangannya menangkup kedua pipi gadis itu dengan kening mereka yang saling menempel.


"Maaf"


"Mas salah, gak seharusnya mas kasih tahu kamu mendadak kayak gini" Imbuhnya. Griz hanya mengangguk


"Jangan lama-lama" Sahut Griz yang mulai terisak. Bayu yang mendengarnya terkekeh pelan mendengar rengekan calon istrinya itu yang terdengar sangat lucu.


"Iya sayang"


🌻


Akutuh udah ngetik ini semalam, mau aku up tapi aku ketiduran. Terus tadi aku revisi lagi dan udah mantep tapi aku lupa nyimpen dan akhirnya hilang semuanya .. Nyesek banget! untung masih ingat sedikit jadi aku langsung ngetik ulang, tapi gak sebagus yang pertama 😭


Maaf yaa


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2