
Happy reading
🌻
Andra menutup kembali botol air mineral yang sudah dibukanya tadi. Kemudian menatap Bayu malas karena banyak bertanya. Tidak tahu apa kalau dirinya sedang kehausan.
"Darimana loe tau kalau dia yang nabrak gue, ndra?!"
Bayu masih tidak menyangka, apalagi percaya jika mantan kekasihnya bisa senekat itu. Bukankah Bayu sudah memastikan jika dia kembali ke Paris setelah bertemu Grizelle dulu?
"Can you be a little patient, sir Bayu aji Bagaskara? Gue haus dan mau minum dulu!"
Andra Kembali membuka tutup botol tersebut dan buru-buru meminumnya sampai habis sebelum bos nya menahannya lagi.
"ANDRA!"
"IYA BUSET DAH!" Andra duduk dihadapan Bayu, "pertama. Gue tanya langsung sama dia" Tunjuk Andra kepada Diandra. "Pas kejadian, Diandra bilang dia lagi menginap di rumah saudaranya. Ke dua. Hendry hack seluruh cctv di tempat kejadian dan ya, akhirnya kita menemukan 1 bukti yang jelas"
"What?"
"Si Hendry bilang kalau yang mengendarai mobil tersebut adalah perempuan dan lebih jeli nya lagi tuh anak, dia sampai bisa liat ada tatto kupu-kupu di lengannya"
Ya. Monica memang mempunyai tatto di lengannya. Tetapi Bayu sedikit lupa dengan gambarnya.
"Then?"
"Dan bodohnya tuh perempuan, dia menggunakan identitas aslinya untuk menyewa mobil tersebut!"
"What a fool!" Ucap Bayu terkekeh pelan.
Bagaimana dia bisa sebodoh itu?
"What did you do after-"
"Main culik-culikan sebentar" Andra terkekeh. Ia mengingat kembali ide gila yang diberikan William untuk menculik wanita tersebut sebelum akhirnya memberitahukan Theo jika Monica lah tersangka dari kecelakaan yang menimpa putranya. "Let's play first, for a while sebelum akhirnya bokap loe sendiri yang ambil alih. Katanya mau coba pistol barunya"
"Oh!" Sahutnya santai tanpa ekspresi terkejut apapun, "Bagus deh. Itu artinya hama dunia berkurang satu" Imbuhnya.
What the?
Lihat ekspresinya, biasa saja tanpa ada rasa terkejut sama sekali.
"Serius loe biasa aja dengernya?"
Sambil memperhatikan istrinya sedang mengobrol, Bayu menjawab "Terus gue harus berekspresi bagaimana, Andra Pradipta?"
"Ya kaget gitu?"
"It is common"
"Anjir! Anak sama bapak sama-sama,"
Menutup mulutnya, Andra hampir saja keceplosan akan mengatakan 'Sama-sama kejam' Jika Andra telat menyadari gelagat menakutkan Bayu.
"Apa?"
"Keren, hehe"
🌻
Rasanya sangat menyenangkan sekali mendapat teman baru, meskipun perbedaan umur yang sangat jauh tetapi Diandra mampu menyesuaikan obrolan mereka.
"Kak Diandra, berjanjilah. Ketika libur, kamu akan mengajakku untuk belajar memasak masakan khas Kanada" Ucap Griz sebelum Diandra berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai sore dan jam besuk pun akan habis.
__ADS_1
"Iya, nanti kita akan memasak bersama"
"Hm aku jadi tidak sabar ingin memasak menu-menu yang kau katakan tadi, sepertinya sangat enak sekali."
"Tentu, apalagi Shish Taouk. Bentuknya memang agak mirip seperti sate ayam jika di Indonesia, tetapi rasanya lebih nikmat karena ada tambahan acar sayuran serta hummus (Saus cocol atau selai gurih dari kacang Arab giling)"
"Stop! Aku takut nanti anakku iler-an jika terus membayangkan nya" Terkekeh pelan.
"Ya sudah, aku pulang dulu ya. Nanti aku akan menelponmu jika ada waktu senggang"
"Baiklah, hati-hati ya"
Setelah Andra dan Diandra berpamitan untuk pulang, kini hanya mereka berdua yang ada diruangan tersebut. Mama Raisha dan papa Theo sendiri sedang ada urusan dikantor, jadi Bayu bisa leluasa ber manja-manja dengan istrinya.
Laki-laki itu seperti anak kecil, bahkan untuk makan pun Bayu meminta istrinya untuk menyuapinya dengan alasan, "Mas kan lagi sakit, sayang." yang sudah menjadi senjata ampuh untuk terus mendapat perhatian dari sang istri.
Griz hanya bisa menghela nafas, menuruti semua kemauan sang suami dengan senang hati, yang melebihi seorang anak kecil itu.
"Manja banget sih mas, aku kayak punya bayi gede!" Ucap Grizelle seraya menyuapkan potongan buah apel untuk suaminya yang sudah dikupasnya tadi.
"Mas kangen sama kamu" Kembali memeluk Grizelle yang sedang duduk disebelahnya, "Tidur 4 hari bikin mas pegal-pegal. Pengen stretch on the mattres with you" Imbuhnya dengan tertawa-tawa karena Grizelle terus mencubit perutnya.
"Astaga! Otak kamu mas! Baru juga sembuh, ya tuhan" Menggelengkan kepalanya.
"Hehehe"
"Awas ah! Aku mau mandi dulu, gerah banget!"
Setelah pelukan suaminya terlepas, Griz berusaha berdiri namun tangannya kembali ditarik oleh suaminya sehingga Griz terduduk kembali dipangkuan suaminya.
Griz yang terkejut berusaha melepaskan dirinya, namun Bayu malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas!"
Griz menoleh sarkas ketika mendengar permintaan suaminya yang lagi-lagi membuat Grizelle tidak habis fikir.
"Mas!" Mencubit tangan kekar yang melingkar pada perutnya, "Nyebut mas! Kamu baru sembuh jangan macam-macam!" Imbuhnya kesal.
Bayu hanya tertawa, sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh mengatakan itu. Ia hanya senang saja melihat Grizelle terus mengomelinya. Sampai akhirnya Bayu berhenti tertawa, mereka hanya saling diam dan menatap satu sama lain.
Grizelle memejamkan matanya sejenak saat suaminya menyentuh pipi untuk menyelipkan anak rambut ke telinganya, "Jangan pernah tinggalin mas sayang, mas cinta banget sama kamu. Mas bisa hancur kalau kamu pergi" Batinnya.
Tiba-tiba saja lintasan perkataan Andra tadi siang berputar di otaknya, Bayu khawatir jika laki-laki bajingan itu sampai berbuat sesuatu pada istrinya. Apalagi sekarang Grizelle sedang mengandung anaknya.
Meskipun Bayu sudah merencanakan sesuatu untuk keselamatan semuanya, namun ia tidak bisa menjamin. Mengingat lagi Jasson sangatlah licik.
"Mas, kamu kenapa?" Griz heran karena suaminya hanya diam sambil memandanginya.
Bayu hanya menggelengkan kepalanya, lalu perlahan mendekatkan wajahnya untuk meraih bibir sang istri dan menciumnya.
******* kecil serta sentuhan-sentuhan yang diberikan suaminya selalu berhasil membuat Grizelle terdiam pasrah, wanita hamil itu seakan melupakan niatnya tadi.
"Maaf tuan"
Keduanya beringsut, saling menjauhkan diri saat sang suster tiba-tiba masuk. Grizelle sendiri merasa malu karena sudah ketahuan sedang berciuman. Meskipun dengan suami sendiri, tetapi tetap saja.
Suster tersebut hanya tersenyum canggung, bagaimana ia bisa se-ceroboh itu masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Hatinya kan jadi menjerit melihat anak pemilik rumah sakit sedang berciuman dengan istrinya.
"Astaga! Mataku yang polos ini telah ternoda" Batin suster tersebut.
"Maaf tuan-nona saya telah mengganggu" Ucap suster itu canggung. Ia takut jika anak pemilik rumah sakit ini memarahinya, apalagi melihat wajahnya yang berubah dingin. Semoga saja ia tidak dipecat karena sudah mengganggu kemesraannya.
"Tidak apa-apa suster. Mau periksa suami saya kan?" Sahut Griz cepat.
__ADS_1
Suster tersebut mengangguk, "I-Iya nona" Lalu menghampiri keduanya dan mulai mengecek kesehatan suaminya.
Sambil menunggu suster tersebut selesai, Grizelle sedikit menjauh karena ada telpon yang masuk dari nomor tidak dikenalnya.
"Hallo"
"We'll meet soon, Grizelle Jovanka!" Sahut seseorang dari sebrang sana. Griz menjauhkan telponnya, untuk melihat kembali nomor tersebut.
Baru saja Griz akan menanyakan "Siapa?" telpon tersebut sudah tertutup. Griz mencoba menelponnya lagi, namun tidak bisa.
"Siapa sih, gak jelas banget!" Kesalnya seraya menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
"Siapa sayang?" Tanya Bayu yang sedari tadi memperhatikan tingkah istrinya.
"Gak tahu mas, orang iseng lagi"
"Bicara apa memangnya?" Bayu mulai curiga. Akhir-akhir ini sebelum dirinya kecelakaan, istrinya sering mendapatkan telpon dari orang tidak jelas. Dan ketika Bayu menghubunginya lagi, nomornya sudah tidak aktif.
Bayu mencoba melacak nomor tersebut, namun ia tidak mendapatkan identitas pengguna sama sekali. Bayu benar-benar harus waspada kali ini, ia tidak boleh lengah sedikitpun memantau istrinya ketika dikampus maupun diluar.
"Katanya sebentar lagi kita akan bertemu, gitu. Ya udah mas, salah sambung kali, gak penting juga."
DEG!
Sialan! Bayu sudah yakin jika orang yang sering menelpon istrinya adalah musuhnya, Jasson Vernando.
"Ya udah" Sahutnya. "Gue harus alihin nomor Grizelle ke ponsel gue, biar siapapun yang telpon gue bisa tahu" Batinnya.
Keduanya menoleh saat Suster tersebut mengatakan, "Sebentar lagi dokter Richard akan kesini nona-tuan" Ujarnya setelah selesai.
Griz mengangguk dan tidak lama kemudian, dokter Richard datang dengan perawat lainnya.
"Bagaimana dok, apa saya sudah boleh pulang?" Tanya Bayu. Sepertinya laki-laki itu sudah sangat jenuh berada diruangan ini, meskipun mewah tetapi aroma obat-obatan membuatnya mual.
"Semuanya sudah baik-baik saja, kamu bisa pulang besok"
"Baiklah"
Keesokan harinya, Bayu sudah bersiap-siap untuk kembali ke rumah mama Raisha karena jika diapartement Raisha dan Aiko khawatir jika Griz kewalahan mengurus Bayu sendirian. Apalagi Griz sudah mulai masuk kuliah dan pasti sibuk karena banyaknya materi yang tertinggal.
Sebelum pulang, dokter Richard memberi peringatan kepada Bayu untuk tidak buru-buru bekerja dulu apalagi memikirkan hal-hal rumit yang akan berdampak buruk pada kesembuhan otaknya. Bayu hanya diperbolehkan beristirahat saja sampai semuanya benar-benar pulih.
"Minggu depan kamu harus check Up kesini, memastikan tidak ada masalah apapun pada hasil operasinya." Peringat dokter Richard kepada Bayu.
"Baik dokter terima kasih sebelumnya"
"Sama-sama. Oh iya, selamat atas kehamilan istrimu. Semoga semuanya sehat-sehat sampai melahirkan nanti"
"Terima kasih dokter, amin" Sahut Griz.
🌻
BERSAMBUNG!
Sebenarnya kalian curiga enggak sih sama si Diandra?
ANDRE - HENDRY - ANDRA - WILLIAM
BAYU.
__ADS_1