I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 65 - Only you, nothing else


__ADS_3

Happy reading


🌻


Megan menoleh ketika seseorang memanggil namanya. Dia terkejut melihat adik dari mamahnya berada di rumah sakit, belum lagi dengan lutut perempuan itu yang terperban.


"Aunty?"


Seseorang yang dipanggil aunty itu tersenyum sebelum akhirnya duduk tepat disebelah Megan.


"Kalau mau balapan itu di sirkuit, jangan jalanan umum!" Ejek perempuan itu, membuat Megan berdecih sebal.


Sebelumnya khanaya mendapatkan telpon dari sang kakak bahwa Megan mengalami kecelakaan ringan dan tidak bisa mengurusnya sebab ada pekerjaan luar kota, dia menyuruh khanaya menyusul ke rumah sakit. Namun karena insiden yang baru saja terjadi tadi, khanaya datang terlambat.


"Kenapa tuh?" tanya Megan, menunjuk lutut khanaya.


"Keserempet orang ganteng!"


Bayangan ketika dirinya memeluk pria itu membuat khanaya tersenyum malu. Namun ketika sebuah kenyataan bahwa pria itu sudah mempunyai kekasih, senyum dengan gurat merah itu seketika menghilang.


Sialnya kekasihnya sangat cantik dan masih sangat muda. Apa kabar dengan dirinya yang sering disebut perawan tua karena tidak kunjung mendapatkan jodoh ketika umurnya sudah menginjak dua puluh delapan tahun?


Padahal umur segitu menurutnya masih terbilang muda. Mereka saja yang menikah terlalu cepat!


"Orang normal kalau keserempet tuh marah-marah! ngamuk! Maki! Ini malah bahagia?"


"Ganteng banget, Meg! Buset! Gak tega gue, sumpah!"


"Alay! Monyet juga loe kata ganteng"


"Sembarangan! Eh tapi beneran, dia tuh ganteng banget. Loe pasti tau kan pengusaha yang lagi diperbincangkan seluruh Asia? Bayu Aji Bagaskara?"


Mendengar nama pria yang khanaya katakan membuat tenggorokan nya tersedak buah apel yang Grizelle kupas tadi. Megan gelagapan, meminum air yang khanaya sodorkan untuknya.


"Pelan kek Meg ya tuhan! gue gak doyan apel kalau loe lupa!"


Megan menatap khanaya horor.


"Jangan bilang kalau aunty naksir sama dia?!"


Naksir, ya? Apa iya? Tapi sepertinya iya. Maka anggukan serta semu merah pada pipi nya dia berikan.


"Gak apa-apa, kan?"


"GAK BOLEH!" Jawab Megan.


"Dih kenapa, bocil? Ada hak loe larang gue jatuh cinta? Bukannya mendukung aunty loe yang cantik ini karena akhirnya akan mengakhiri masa jomblonya, malah di tentang!"


"Bangun deh, aunty! Jangan kebanyakan mimpi!"


"Dih, bocil kurang ajar!" sungut khanaya tidak terima.


"Sadar dong, aunty! Dia tuh masih muda, umurnya baru 25 tahun. Sedangkan aunty?"

__ADS_1


"Ya emang kenapa? Banyak kok jaman sekarang yang tua sama berondong! Lagian ya! 28 itu terbilang masih muda"


"Ya iya emang banyak! Tapi masalahnya tuh laki udah ada calon bini! Aunty mau disebut pelakor?"


"Gak usah diperjelas juga kali bini nya! Udah tau gue!"


Hah?


"Tau darimana?"


"Loe liat kan lutut gue yang mulus ini tergores aspal? ya ini semua gara-gara gue keserempet tuh laki; Bayu Aji Bagaskara. Ceritanya dia tanggung jawab dan bawa gue ke sini dan ketika gue mau pergi, ini kaki sialan tiba-tiba aja oleng terus tuh laki nahan gue biar enggak jatuh.


Nah, pelukan gak sengaja kan kita. Eh tiba-tiba ada cewek didepan kita, dia teriak kenceng banget, gini; MAS BAYU! gitu. Terus tuh lakinya manggil; SAYANG! Nah dari situ gue yakin kalau itu pacarnya"


Oh? Ternyata khanaya sudah bertemu dengan Grizelle? Tapi kenapa mereka tidak saling mengenal?


🌻


Jas yang dipakainya sudah terlempar jauh ke sudut ruangan. Belum lagi dengan dasi yang bernasib sama. Andra melihatnya heran, kenapa lagi dengan mood bos nya ini?


Sejak Andra menjemputnya dari rumah sakit sampai mereka tiba di kantor, bos nya itu hanya diam dan terus mengutak-atik ponselnya. Untung saja ponselnya yang mahal itu tidak bernasib sama dengan jas dan juga dasi.


Andra menyodorkan beberapa berkas tentang masalah yang terjadi pada proyek di Bali ke hadapan sang bos. Meskipun waktunya tidak tepat karena mood sang bos sedang buruk, tetapi jika tidak sekarang maka masalahnya tidak akan pernah selesai.


Baru saja Andra akan menjelaskannya, suara gebrakan meja membuat kalimat yang sudah Andra susun rapih tertelan kembali.


Andra menatap cemas ke arah sang bos.


Sudah Andra duga kalau bos nya akan memberikan respon yang sama seperti dirinya saat pertama kali mendapat laporan tersebut bahwa; semua warga menolak memberikan lahannya. Padahal beberapa bulan lalu mereka sudah setuju dengan bayaran yang Bayu tawarkan.


"Seperti yang loe lihat. Mereka menerima tawaran dari perusahaan lain yang menawarkan harga 2x lipat"


"BRENGSEK!"


"Gue benar-benar gak ngerti lagi, sebenernya itu anak punya dendam apa sama loe?! Kalau menurut gue, kan seharusnya loe yang harus dendam- Eh!" Mulut sialan! Andra langsung membekapnya sendiri. "Sorry?" Imbuhnya.


Menghembuskan nafasnya lelah, Bayu memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Gue sendiri yang harus berangkat?"


"Ya!"


"Kapan kita berangkat?"


"Lusa"


🌻


Kesal karena ponselnya terus berdering, Grizelle memilih mematikannya lalu menyimpannya ke dalam laci.


Gadis itu marah. Kesal. Bahkan sedikit kecewa karena tidak menyangka akan melihat kejadian seperti itu saat di rumah sakit tadi.


Tapi di sisi lain juga Grizelle melihat tatapan Bayu yang mengatakan jika semuanya hanya salah paham membuatnya merasa bersalah karena tidak mau mendengarkan penjelasan dari calon suaminya itu.

__ADS_1


"Aku harus percaya sama mas Bayu, gak mungkin dia ngehianatin aku" Ucapnya yakin.


"Tapi aku juga kesel banget lihatnya, ck! si Megan punya sepupu kegatelan banget sih!" Imbuhnya kesal.


Grizelle memang mengetahui siapa perempuan yang memeluk calon suaminya tadi saat dirumah sakit, dia adalah Khanaya adik dari ibu nya Megan. Waktu kecil Grizelle pernah bertemu beberapa kali dengan Khanaya saat berkunjung ke rumah Megan, mungkin Khanaya lupa jadi dia tidak mengenalinya.


Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, Grizelle yang baru selesai belajar sengaja mengaktifkan kembali ponselnya. Dia hanya ingin mengetahui apakah calon suaminya akan menghubunginya atau tidak sama sekali.


Betapa kagetnya saat Griz membuka pesannya, ada seratus lebih dengan kata-kata yang berbeda dan juga hampir 50x telepon tak terjawab.


"Ya Tuhan banyak banget, ini suami gak ada kerjaan apa ya"


Tangannya sibuk membuka pesan-pesan yang masuk dan mulai membacanya satu persatu. Seketika Griz tertawa saat membaca salahsatu pesan yang isi nya adalah sebuah permintaan maaf yang seperti puisi tersebut.


Calon suami : [Sayang, aku telah mengkhianati kepercayaanmu, aku tidak berhak bertanya padamu tentang sesuatu, tapi aku ingin mengatakan bahwa cintaku padamu akan hidup selamanya. Aku mohon, maafkan aku]


"Astaga, sejak kapan mas Bayu selebay ini sih" Grizelle tertawa


Calon suami : [Bagaimana aku mengucapkan kata-kata 'Maafkan aku' ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri?]


Dan sampailah pada pesan terakhir, Griz benar-benar tidak tahu harus menanggapinya seperti apa


Calon suami : [Sayang, please percaya sama mas. Mas gak mungkin menghianati kamu, I only love you, no one else. Please kalau sudah gak marah lagi, telepon mas ya, sayang?]


"OGAH!" Ucapnya dengan mendekatkan bibirnya ke ponselnya seakan-akan Griz sedang memberitahukannya langsung. Kemudian Griz tertawa karena kekonyolan Bayu yang sering mengiriminya banyak pesan jika dirinya telat membalasnya


Wah, adakah yang sama dengan Bayu? haha


Setelah membaca semua pesan dari calon suaminya, Griz menyimpan kembali ponselnya. Tetapi tidak lama kemudian benda pipih berwarna putih itu berdering dan ternyata calon suaminya lah yang menelpon. Bukan telpon! tapi video call


"Ih kenapa pake video call segala sih, 'kan ketauan kalau abis nangis nanti"


Griz mengambil kaca kecil dan melihat matanya yang memang sedikit membengkak


"Duh angkat jangan ya, tapi aku masih kesel banget sih!"


Akhirnya Griz tidak mengangkatnya, ia hanya mengirim pesan [Aku bobo dulu ya, besok aja maafin mas nya. Jangan telpon lagi, aku ngantuk!]


Disebrang sana, Bayu yang masih berada di kantor hendak pulang ke apartemennya tersenyum karena Grizelle mau menghubunginya, meskipun hanya sebuah peringatan agar tidak terus menelponnya.


[Good night my dear, sweet dreams. I love you so much]


Bayu Aji Bagaskara



Grizelle Jovanka



Khanaya


__ADS_1


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)


__ADS_2