
Masih melanjutkan ceritanya Cherry ya, Grizelle dan pak Bayu next episode :)
So, Happy reading guys :)
🌻
Untuk merayakan keberhasilan Cherry, Arjuna membawa Cherry ke sebuah restoran untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang. Cherry sempat menolaknya tetapi Arjuna tetap keukeuh dan akhirnya disinilah mereka berada.
"Kamu tuh maksa banget deh" Ucapnya sebal tetapi didalam lubuk hatinya Cherry merasa begitu sangat bahagia karena selalu diperlakukan istimewa oleh Arjuna, ya meskipun dirinya tidak sesempurna perempuan lain yang lebih segalanya dibanding dirinya tetapi Arjuna selalu memperlakukannya dengan istimewa.
Cherry merasa tidak pantas mendapatkan ini semua dari nya "Kamu gak nyesel sayang sama aku?" Tanya Cherry pesimis
Arjuna tersenyum lalu mengelus kepala perempuan itu dengan lembut "Untuk sebuah perasaan yang membuat kita bahagia tidak ada yang namanya penyesalan, sayang. Aku bahahia, apalagi saat melihat kamu di tempat tidur" Bisik Arjuna menggoda yang membuatnya mendapatkan satu cubitan kuat di pinggangnya
"Sayang, sakit!"
"Kamu tuh mulutnya!" Omel Cherry
"Udah ayo kita makan, nanti aja ngomelnya" Memutar bola matanya jengah, Arjuna memanglah seperti itu dan tidak bisa di rubah.
Melihat Cherry cemberut membuat Arjuna gemas melihatnya, andai ini bukan di tempat umum, sudah pasti dia akan memakan Cherry saat ini juga.
Semua berjalan dengan biasanya, Cherry makan dengan lahapnya karena memang dirinya sempat melewatkan makan siang karena harus mencari baju untuk melakukan interview hari ini.
Terdengar gelak tawa di meja yang tidak jauh dari meja tempat Cherry berada, disana ada satu keluarga yang terlihat begitu hangat dan bahagia. Ya dialah Danial Herlambang, ayah Cherry yang sudah meninggalkan dirinya bersama ibu nya. Pria yang sudah membuat masa kecilnya di hina oleh semua temannya karena dirinya menelantarkannya
Lihatlah dia sekarang, tertawa bahagia bersama wanita pujaannya, wanita yang sudah merebut kebahagiaannya bersama ibunya.
Wanita yang sudah membuat hidupnya hancur dan tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah lagi.
Rasanya begitu sesak menyaksikan ayahnya begitu menyayanginya [Naomi] mendengarkan semua cerita nya dan tertawa bersama dengan kehangatan yang tidak pernah Cherry dapatkan sejak kecil.
Air mata yang sedari di tahannya lolos begitu saja, dengan rasa sesak yang begitu menyakitkan. Bagaimana dia bisa tertawa seperti itu, sementara anaknya yang sudah ia telantarkan begitu menderita dan sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.
Apakah dia juga lupa jika dirinya mempunyai satu putri kandung?
"Aku mau pulang"
"Abisin dulu makanannya, sayang"
Cherry menggeleng dan terus memaksa Arjuna untuk membawanya pergi dengan terus menarik tangannya "Please" Ucapnya dengan begitu memohon bahkan Arjuna melihat Cherry menangis dan dirinya yakin jika Cherry sedang tidak baik-baik saja.
Seakan mengerti, Arjuna bangkit dari tempat duduknya begitu juga dengan Cherry. Tetapi karena Cherry tergesa-gesa dan tidak melihat jika ada waiters sedang membawa minuman ke arahnya, tidak sengaja Cherry menabraknya dan membuat semua minuman yang dibawa waiters tersebut terjatuh sehingga membuat semua pengunjung restoran tersebut menoleh kepadanya.
Cherry yang merasa kaget langsung meminta maaf dan Arjuna langsung mengganti kerugiannya.
Baru beberapa langkah mereka pergi, sebuah suara memanggilnya
"Cherry!" Panggil perempuan itu yang tidak lain adalah Naomi. Danial yang merasa tidak asing dengan nama yang di panggil putrinya itu langsung menoleh dan mengikuti arah pandang Naomi
DEG!
__ADS_1
Kedua pasang mata itu bertemu, setelah sekian lama Danial meninggalkannya, baru kali ini dirinya melihat lagi putrinya yang sudah dirinya tinggalkan.
putrinya yang cantik dan begitu pintar sekarang sudah tumbuh dewasa dan begitu cantik, mirip sekali dengan katrina
Ingin rasanya Danial memeluknya sekarang, melepaskan semua kerinduan seorang ayah terhadap putrinya dan meminta maaf atas segalanya tetapi melihat tatapan kebencian dari mata itu rasanya tidak mungkin untuknya mendapatkan permintaan maaf dengan mudah.
Cherry langsung menarik tangan Arjuna untuk pergi dari sana, lagi-lagi Naomi memanggilnya "Cherry, tunggu!" namun Cherry tetap melanjutkan langkahnya dan pergi.
Di luar, Cherry menangis sejadi-jadinya, tangannya terkepal menepuk-nepuk dadanya yang begitu sesak kala melihat kembali sosok yang tega meninggalkannya dulu, sosok yang selalu ia rindukan selama delapan belas tahun ini
"Ayah.."
Sebenci apapun Cherry kepada Danial, tetapi dalam lubuk hatinya yang paling terdalam dirinya begitu merindukannya
Pria yang selalu menjadi kebanggan nya
Pria yang selalu melindunginya
Pria yang menjadi cinta pertamanya, sebelum semuanya di hancurkan dengan kepergiannya demi perempuan lain yang bernama Agnessia yang tidak lain adalah ibu dari Naomi Agnessia.
"Sayang.."
"Aku benci banget sama dia, Arjuna. Benci!" Arjuna paham, tidak mudah bagi seorang Cherry Aurelie Herlambang yang begitu kuat menjalani hidupnya yang mungkin Arjuna sendiri tidak akan sekuat Cherry.
Cherry kembali terisak, Arjuna langsung membawanya kedalam pelukannya memberi ketenangan "Udah jangan nangis lagi, simpan air mata kamu untuk kebahagiaan kamu. Jangan membuangnya dengan sia-sia, sayang"
"Buktikan kepadanya, jika hidup kamu baik-baik saja tanpanya"
"Udah jangan nangis lagi, ayok kita pulang aja ya?"
Cherry mengangguk tetapi saat mereka akan pergi Naomi mencegahnya "Cherry" sehingga Cherry maupun Arjuna menghentikan kembali langkahnya
"Mau apa, Naomi?" Tanya Cherry malas, entah kenapa setiap melihat wajahnya hati Cherry begitu sesak apalagi saat melihat Danial, Agnessia dan Leon berada di belakang Naomi.
"Wow, ini dia pasangan menjijikan" Tiba-tiba saja Leon datang mengejek Cherry. Cherry tidak mempermasalahkan Leon, ia lebih mempermasalahkan tatapan Danial kepadanya
"Arion!" Tergur Naomi
"Emang kenyataannya benar kan, mereka itu menjijikan sekali, sayang"
"Leonardo Arion, Jaga ucapan loe!" Arjuna sudah maju beberapa langkah hendak memukul Leon namun dengan cepat Cherry menahannya
Dengan tenang, Cherry berusaha menguasai dirinya agar tidak menangis di hadapan Danial.
"Bener, aku emang menjijikan Leon. Saking menjijikkannya, ayahku aja ninggalin aku sama ibu aku demi perempuan lain yang sedang hamil entah anak siapa yang dikandungnya. Demi menyelamatkan perempuan lain, ayah aku sampai tega menelantarkan istri dan juga anaknya yang baru berumur tiga tahun"
Menghembuskan nafasnya nya perlahan, Cherry berusaha menguasai dirinya kembali agar tidak terbawa suasana dengan kata-katanya
"Aku aja jijik sama hidup aku yang malang ini, Leon. Kalau saja aku bisa memilih untuk dilahirkan atau tidak, tentu pilihanku adalah tidak. Untuk apa aku hidup jika hanya untuk di telantarkan oleh ayah aku sendiri!"
"Selama delapan belas tahun sejak pria itu meninggalkan kami, aku lupa rasanya kasih sayang seorang ayah itu seperti apa, aku hanya hidup berdua bersama ibu ku tanpa sosoknya dan menjalani hari-hari berat tanpanya yang tentunya tidak mudah, Leon"
__ADS_1
"Setiap hari, setiap aku berangkat sekolah aku selalu iri melihat teman-teman aku di antar oleh ayahnya, sedangkan aku?"
Tertawa hambar dengan menatap Danial dengan sorot mata yang penuh dengan kebencian "Aku sendirian! anak tujuh tahun yang seharusnya masih di dampingi orang tua berangkat sekolah tapi aku sendiri. Di umur itu juga aku sudah di paksa dewasa oleh kehidupan, bahkan aku harus bisa memahami semuanya sebelum waktunya"
"Iya, memahami jika aku sudah tidak mempunyai ayah"
"Bahkan saat usia ku sepuluh tahun, aku sudah bekerja membantu ibu ku mencari uang yang seharusnya seorang ayah lah yang melakukannya"
Tes, air mata yang sedari tadi di tahannya menetes begitu saja. Cherry menangis, melihat Danial hanya diam saja "Tetapi ibu ku selalu bilang, aku harus menjadi anak perempuan yang kuat dan harus bisa mencari uang sendiri tanpa bergantung pada siapapun, dan lihatlah sekarang?"
"Meskipun aku harus bekerja menjadi model majalah dewasa dan semua orang memandangku murahan, tetapi-" Menyeka air mata yang terus keluar tanpa henti nya
"Aku bisa membiayai hidupku sendiri, tanpa sosok kedua orang tuaku karena ibuku sudah meninggal"
DEG!
Hati Danial terasa sesak, matanya sudah sangat merah, air matanya sudah berhasil lolos membasahi bibirnya yang bergetar menahan isakan.
"Untung ada Arjuna yang mau menampungku, perempuan yang selalu di pandang rendah oleh semua teman-teman nya karena profesi nya sebagai model majalah dewasa, tetapi Arjuna selalu mendukungku bahkan keluarga nya juga"
"Kamu sangat beruntung Naomi, terlahir dari keluarga yang utuh dan sempurna. keluarga yang begitu menyanyangi kamu, dan sosok ayah yang begitu mencintai kamu sebagai putrinya"
"Sampai aku iri dan sangat membenci kamu, aku minta maaf!"
Tapi kenapa, Naomi tidak mengerti dengan kalimat yang Cherry katakan.
Kenapa Cherry harus membencinya?
Sementara Danial, hatinya semakin sesak mendengar semua apa yang Cherry ucapkan.
Danial merasa menjadi sosok ayah yang begitu kejam di dunia ini. Begitu juga dengan Agnes, ia merasa sangat jahat karena sudah memisahkan ayah dan putrinya
Setelah mengucapkan semua itu, Cherry menggenggam tangan Arjuna "Kita permisi, mari tuan Danial Herlambang dan nyonya Agnessia" Ucapnya dengan penuh penekanan
Lalu permisi meninggalkan Naomi yang terus memanggilnya
"Herlambang? bukannya nama ayah itu Danial Mahardika ya?" Heran Naomi. Ia juga ingat, Cherry juga mempunyai kepanjangan 'Herlambang' di belakang namanya dan kenapa Cherry menyebutkan nama kepanjangannya kepada ayahnya?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Naomi menatap Danial penuh dengan tanda tanya tetapi Danial hanya diam, begitupun dengan Agnes dan Naomi semakin curiga dengan semuanya, tetapi dirinya memilih diam.
Sementara Leon, dirinya merasa bersalah kepada Cherry yang telah menyebutnya 'Menjijkkan'
Leon memahami sesuatu kali ini, selama berpacaran dengan Cherry, dirinya tidak pernah mengenalkannya kepada orang tuanya, baik ayah maupun ibunya. Ternyata masa lalu perempuan itu sangat memprihatinkan. tetapi hal yang membuatnya tidak mengerti, kenapa Cherry menceritakan hidupnya didepan Naomi dan juga orang tua Naomi, apa yang sebenarnya terjadi?
🌻
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)
Sekali lagi, menekan tanda jempol untuk menjadikan nya berwarna merah engga butuh waktu lama loh, cuma tiga detik :")
__ADS_1