
Dimeja makan, mereka sudah berkumpul untuk memulai acara makan malamnya. Semuanya larut dalam kebahagiaan, begitu juga dengan Bayu, ia merasa semua ini seperti mimpi yang terlalu indah baginya.
Bayu benar-benar tidak menduga jika perempuan yang akan dijodohkan dengannya itu ternyata Grizelle, muridnya sendiri. Gadis yang sudah berhasil membuat dirinya kembali membuka hati setelah sekian lama menutupnya.
Dirinya kira, asmaranya akan serumit dalam bayangannya karena terhalang oleh sebuah perjodohan dan juga restu orangtuanya, namun nyatanya tanpa ia duga, perempuan yang sudah direncanakan mereka adalah gadis incarannya sendiri yang sekarang sedang duduk tepat dihadapannya.
Gadis itu begitu cantik dengan gaun berwarna peach tersebut. Bahkan Bayu tidak bisa berhenti untuk menatapnya.
Sedangkan Grizelle, gadis itu merasa canggung karena pria yang akan menjadi jodohnya tersebut terus menatapnya. Kenapa, pikirnya. "Dia kenapa sih ngeliatin terus?" Pikirnya heran. Apalagi dengan senyumannya yang penuh dengan arti, Grizelle merasa dirinya akan di mangsa oleh om-om. Ya ampun!
"Bayu! Makan makananmu!" Tegur papa Theo. Huh dasar anak itu. Lihat! Makanannya saja masih utuh belum tersentuh sedikitpun. "Jangan dilihatin terus, nanti juga kami akan memberi kalian waktu untuk berdua" Imbuhnya.
DEG!
Grizelle dan Bayu saling berpandangan.
"Setelah makan malam selesai, kamu boleh mengajaknya untuk keluar" Timpal Daddy Samuel.
Setelah acara tersebut selesai. Mereka berkumpul sejenak diruang keluarga sebelum melanjutkan acara yang lainnya karena Raisha ingin mengajak mereka untuk bakar-bakaran alias barbeque ditaman samping sana.
"Bayu, kapan Grizelle lulus sekolah?"
"Tujuh bulan lagi"
"Ugh masih lama rupanya"
"Kenapa memangnya?" Aiko penasaran.
"Aku ingin cepat-cepat membawa putrimu untuk tinggal disini"
Grizelle berteriak dalam hati, obrolan apa ini? Dirinya saja masih belum tahu apakah mereka akan bisa saling menerima atau tidak, tetapi kedua orangtuanya sudah berpikir sejauh itu.
Argh! Grizelle tidak kuat untuk mendengarnya, ini terlalu sensitif baginya yang masih sekolah. "M Tante, aku mau ke kamar mandi, disebelah mana ya?" Ucapnya.
"Disebelah dapur sayang, mau Tante antar?"
"Tidak perlu Tante, Grizelle sendiri saja"
"Baiklah"
Setelah berpamitan untuk ke kamar mandi, Grizelle merasa harus menelpon Megan untuk mengatakan semuanya. Namun ketika ia baru menyadari jika Megan juga sedang berkencan dengan Bryand, ia menyimpan kembali ponselnya.
"Ya tuhan, perasaan apa ini. Kenapa jantung aku berdetak secepat ini?"
Grizelle ragu apakah ia harus keluar sekarang dengan keadaannya yang seperti ini, atau tetap diam disini untuk meredamkan dulu debaran jantungnya yang berantakan.
__ADS_1
Akhirnya setelah 10 menit berada dikamar mandi, Grizelle keluar dengan perasaan yang sama seperti pertama dia masuk kesini.
"Kenapa lama sekali?"
DEG!
"Pak Bayu!"
Sejak kapan pria itu berada didepan pintu, apakah dia mendengar semua keluhannya tadi dikamar mandi?
"Kenapa lama sekali, aku sudah berdiri disini dan menunggumu lima menit yang lalu"
HA?
"Ikut!"
Bayu menarik tangan Grizelle dan membawanya ke taman belakang rumah. Bayu merasa harus berbicara berdua dengannya malam ini juga.
Kini mereka sedang duduk pada ayunan jati berhadapan dengan kolam renang. Bayu sengaja membawanya kesini karena jika ditaman depan sana, mama Raisha akan terus mengganggunya.
"Grizelle"
"Ng"
"Bagaimana tanggapan kamu dengan rencana kedua orangtua kita?"
Apalagi melihat Bayu yang begitu dewasa dan juga sangat dikagumi oleh banyak wanita dewasa lainnya. Grizelle merasa tidak layak untuknya.
Mendengar jawaban Grizelle, Bayu yang masih duduk menatapnya lantas berdiri tepat disampingnya. "Semua itu tidak masalah untuk aku" Lalu meraih tangan Grizelle dan menggenggamnya, membuat Grizelle terkejut. "Apakah kamu percaya cinta pada pandangan pertama itu ada?" Imbuhnya.
"A-aku gak tahu"
"Aku sedang merasakannya Grizelle" Mengeratkan genggamannya, lalu meletakan nya tepat didepan dadanya. Grizelle terkejut, ia bisa merasakan debaran jantungnya yang sama sepertinya. "Aku sedang merasakannya saat ini pada seorang gadis yang tepat berada di hadapanku"
Seketika itu juga Grizelle merasa gugup. Kedua matanya mengerjap kaku. Dengan jarak wajah mereka yang begitu dekat serta tangan yang terpaut rapat, membuat Grizelle tidak mampu untuk berkata apapun.
"Aku mencintaimu sejak saat kamu menerobos masuk ketika ulangan akan berlangsung" Grizelle merasa sangat gugup, tenggorokannya terasa tercekat ketika mendengar sebuah pengakuan paling mengejutkan untuknya.
"Jangan bercanda pak"
"Apakah aku terlihat sedang melawak?"
Grizelle terkekeh, menepuk dada Bayu begitu pelan. "Bukan begitu maksud aku-"
"Aku tidak pernah bermain-main dengan sebuah perasaan Grizelle" Potong Bayu. Wajahnya terlihat sangat serius, begitu juga dengan nada suaranya. Apakah pria itu benar-benar dengan perkataannya?
__ADS_1
"Jadi?"
"Mari kita menikah"
Eh?
Di taman utama, kedua orangtua mereka sedang menyiapkan BBQ. Raisha merasa kurang afdol jika hanya makan malam tanpa bakar-bakaran seperti ini. Sudah sejak lama juga, ia tidak berkumpul dengan lara sahabatnya seperti ini. Jadi mumpung sekarang semuanya sedang berkumpul, Raisha tidak akan menyia-nyiakan waktu.
"Dimana mereka, apakah belum kembali dari taman belakang?" Raisha bertanya setelah kembali untuk mengambil beberapa daging didapur.
Aiko yang sedang memanggang sosis menjawab, "Belum. Sepertinya masih banyak hal yang mereka bicarakan" Lalu mengambil bahan-bahan dan memanggangnya lagi. "Kau tahu, sebelum kami berangkat kesini putriku mengatakan apa"
"Apa?"
"Dia meragukan putramu. Aku cukup paham dengan keraguannya, bukan karena dia tidak menyukai putramu tapi karena Grizelle merasa dirinya tidak pantas. Dia takut jika Bayu tidak menerimanya karena dia masih sekolah. Sedangkan di luaran sana banyak sekali wanita dewasa yang menginginkannya" Ujar Aiko.
"Ya ampun Grizelle masih sempat nyangka Bayu tidak menerimanya. Padahal setelah Grizelle menolongku beberapa hari lalu, aku pernah melihat fotonya didalam ponsel Bayu. Makanya aku langsung menelpon mu dan meminta foto Grizelle untuk memastikan jika gadis yang ada dalam ponselnya adalah putrimu"
"Kenapa kau langsung menyangka dia putriku?"
Saat itu Bayu sedang berada dikamar mandi. Raisha yang akan memberitahukan jika Andra ada dibawah terpaksa masuk dan tidak sengaja melihat layar ponsel bergambar seorang gadis. "Itu kan gadis yang udah nolongin aku tadi, kenapa fotonya ada di ponsel Bayu ya? Apa mereka saling mengenal?" Lalu Raisha melihat, ada nama dengan huruf kecil dibawanya. "Grizelle Jovanka?"
"Aku melihat marga Jovanka dibelakang namanya. Makanya aku langsung yakin kalau dia memang putrimu"
Malam semakin larut, kedua keluarga itu masih asyik mengobrol sambil menikmati BBQ yang sudah matang. Grizelle dan Bayu sendiripun sudah kembali 10 menit yang lalu dan bergabung bersama mereka.
"Besok pagi jangan kemana-mana ya, nanti aku jemput"
"Jemput?" Heran Grizelle.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat" Bisiknya tepat disebelah telinga Grizelle, membuat gadis yang duduk disebelahnya terkekeh karena geli.
"Ijin dulu sana sama daddy-mommy"
"Siap"
Tidak terasa waktu semakin larut, Samuel beserta istri dan juga putrinya harus segera pulang. Raisha yang menginginkan mereka menginap nampak kecewa, terus menahan Grizelle agar mau menginap dirumahnya. "Ay, kenapa harus pulang sih. Kalian kan bisa menginap di rumahku"
"Nanti kita kesini lagi Ra"
"Ya sudah deh. Kalian hati-hati ya"
Sementara kedua orangtua mereka sedang berpamitan, Bayu menarik tangan Grizelle dan membawanya ke dekat mobil. "Kenapa?"
Grizelle sangat terkejut ketika sebuah kecupan lembut mendarat pada pucuk kepalanya dengan tiba-tiba. "Hati-hati ya. Kirim pesan kalau sudah sampai dan langsung tidur"
__ADS_1
🌻
REVISI