I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 88 - Balas dendam.


__ADS_3

Happy reading


🌻


"Serem juga ya mas Bayu kalau marah. Sekesel itu dicuekin sama aku?"


Griz bergidik ngeri mengingat kembali wajah calon suaminya yang sangat kesal saat disekolah. Tetapi kemudian, gadis itu tertawa, "Tapi lucu banget, gemes deh" Ucapnya dengan tertawa-tawa.


🌻


Terlonjak kaget, Andra yang sedang mengambil berkas-berkas didalam ruangan Bayu menoleh saat suara gebrakan pintu terbuka. Laki-laki itu hampir saja berteriak dan nyaris melemparkan berkas yang sedang dipegangnya ke wajah bos nya karena kaget, "Sialan! gue kaget Bayu"


Tidak menghiraukan keluhan Andra, Bayu yang memang sedang sangat kesal hanya diam saja. Andai saja tadi saat dijalan tidak terjadi perdebatan karena mobilnya tidak terserempet pengendara lain, tentu Bayu akan berhasil mengejar Griz yang sedang marah kepadanya.


"Katanya sibuk, ko ke kantor?" Andra bertanya dengan nada menyindir. Bayu yang sedang ada dalam posisi berbaring seketika menegakan kembali tubuhnya, namun laki-laki itu tidak bersuara sepatah katapun meskipun terlihat sangat jelas kekesalan dalam sorot matanya.


"Kenapa si Lo?" Andra terus bertanya, "Ada masalah?" Imbuhnya yang membuat Bayu merasa terganggu dengan kekepoan sahabatnya itu.


"Lo bisa diem gak? Gue lagi pusing!"


Bayu menjawab dengan sedikit membentak sehingga Andra langsung terdiam. Laki-laki yang lebih tua 2 tahun darinya tidak menyangka jika Bayu benar-benar sedang berada dalam mood kacau.


"Biasa aja dong!" Andra berkata tak kalah nyolot sehingga bayupun merasa kaget. "Gue nanya baik-baik malah ngegas!" Imbuhnya semakin kesal.


"Lo banyak nanya ndra, gue lagi pusing tahu gak!" Timpal Bayu kemudian yang membuat Andra berdecak malas.


"Kalau punya masalah itu jangan dibawa ke kantor! Itu 'kan yang selalu Lo contohin ke semua pegawai Lo!" Bayu terdiam saat kata-kata Andra terdengar sangat benar. Memang itulah yang selalu Bayu tegaskan kepada semua karyawannya, tetapi kenapa malah dirinya sendiri yang tidak bisa mematuhinya?


Setelah mengatakan kata-kata yang membuat Bayu merenung, Andra langsung berdiri dan lebih memilih pergi. Tetapi sebelumnya, ia menoleh "Setinggi apapun jabatan Lo, hormati yang lebih tua, Bay"


Laki-laki yang masih duduk disofa itu berdiri, memancarkan sorot mata bersalah didalamnya.


"Ndra, gue..."


Belum sempat Bayu menyelesaikan kalimatnya, Andra yang terlihat kecewa dengan sahabatnya itu pergi tanpa mendengarkan Bayu yang terus memanggilnya.


"Ndra!" Panggilnya sekali lagi, namun laki-laki itu tetap pergi.


Menjambak rambutnya frustrasi, "Argh" kenapa hari ini orang-orang begitu sensitif dan kenapa juga dirinya menjadi tidak bisa menahan emosinya.


Sedangkan Andra, setelah keluar dari ruangan Bayu, dirinya begitu merasa bangga karena tidak menyangka jika aktingnya bisa sekeren itu dan Bayu kalut dibuatnya.


"Udah cocok jadi aktor nih gue! Selain wajah tampan seperti Kim doyoung, ternyata bakat gue juga gak kalah keren sama dia" Memuji dirinya sendiri didepan cermin besar sehingga Khanaya yang melihatnya merasa mual.


"Kenapa Lo?" Ketus Andra pada Khanaya.


"B-bapak yang kenapa, gila?" Ucap Khanaya sambil menahan tawanya.


"Berani sama gue Lo?" Kesal Andra sehingga Khanaya panik dan langsung meminta maaf karena akan sangat meresahkan jika seorang Andra Pradipta marah.


"Jan maen-maen Lo ya!"


"Siapa juga yang maen, orang lagi kerja juga. Udah gila, buta lagi. Haha" Gumamnya pelan namun Andra masih bisa mendengarnya.


"KHANAYA!"


🌻


Setelah selesai dengan semua pekerjaannya, Bayu yang sedang ada didalam kamar pribadinya yang berada dikantor mencoba kembali menelpon Grizelle yang sedari tadi sangat susah untuk dihubungi.


"Beneran marah ini?" Bayu semakin tidak tenang. Ia fikir, Griz hanya pura-pura saja nyatanya tidak. Dan sudah hampir 50x Bayu menelpon Grizelle, tetapi selalu saja sibuk.


Sedangkan ditempat lain, Griz yang sedang berada disuatu tempat berdecak kesal karena ponselnya yang terus saja berbunyi dan itu sangat mengganggunya.


"Sayang, matiin aja sih ponselnya, berisik!" Titah seseorang lalu Griz langsung mematikannya dan menyimpan ponselnya ke dalam tas.

__ADS_1


"Daritadi telponin kamu terus dia?" Tanya seseorang itu lagi. Griz mengangguk, "Iya, pesan aja sampe ratusan yang masuk" Sahut Griz.


"Astaga!" Kaget. Setakut itukah Bayu jika Griz mengacuhkannya? Bagaimana jika Griz sampai meninggalkannya, ia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Bayu jika itu terjadi. Jangan sampai.


"Anak mama gila" Bisik Griz, Raisha yang mendengarnya tertawa karena memang segila itu ternyata, sebelumnya Bayu tidak pernah seperti ini. Ya meskipun Raisha juga sedikit mengetahui hubungan putranya bersama Monica dulu, tetapi tidak sampai seperti ini.


"Tapi ganteng, Griz cinta!" Imbuhnya dengan cekikikan.


"Terus kalau anak mama gak ganteng, kamu gak mau jadi mantu mama?"


"Tergantung ma"


"Astaga calon mantu gue" Lagi-lagi Raisha kaget dengan jawaban dari calon istri anaknya. Griz yang melihatnya tertawa terbahak-bahak lalu memeluk Raisha dari samping, "Becanda mama" Ucap Griz dan mereka tertawa bersama.


🌻


Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 11 malam, sebelum pulang Bayu mencoba kembali menelpon Griz dan ternyata bisa. Laki-laki itu tersenyum sumringah saat suara lembut terdengar ditelinga nya.


"Hallo!" Sahut Griz ketus.


"Sayang..."


"Apaan?! Jangan telpon terus, aku mau tidur. Ganggu!"


"Sayang please jangan dimatiin dulu, dengerin mas"


"Besok aja, sekarang mas pulang ke Apartement!"


"Tapi..."


"Jangan bikin aku tambah marah, Mas!"


"Oke-oke sayang, mas pulang sekarang. I love..."


Menghela nafas dan juga usapan lembut pada dadanya, Bayu harus sabar menghadapi gadisnya uang ternyata sangat menyebalkan jika sedang marah.


"Haish, sabar Bayu, sabar!" Mengelus dada nya lagi berkali-kali, "3 hari lagi tuh gadis bebas Lo apain. Mau Lo kunciin dikamar seminggu juga bebas!" Ucapnya dengan nada kesal.


🌻


"Selamat ulang tahun" Teriakan begitu menggema dalam ruang apartement Bayu, laki-laki itu shock setelah menyalakan lampu, tiba-tiba saja semua orang berkumpul dan terus bersorak untuknya.


Semuanya ada disini. Mama Raisha, papa Theo sampai kedua orangtua Grizelle saja ada.


Andra juga ada disini, bahkan dia dengan Khanaya.


Apakah mereka semua yang merencanakan semua ini?


Berbagai pertanyaan muncul dalam benak Bayu.


"Kalian..." Hanya itu kata-kata yang terucap dari mulutnya, selebihnya ia hanya diam saja, karena tidak menyangka jika keluarganya berkumpul demi membuatkan kejutan untuknya.


Bayu berfikir mereka melupakannya, namun ternyata tidak. Pantas saja seharian ini semua orang begitu menyebalkan, ternyata...


"Argh..." Teriaknya bahagia. "Terima kasih semuanya, aku..." Bahkan Bayu tidak menyadari jika dirinya menangis. Ini adalah ulang tahun paling berharga untuknya, ditambah dengan hadirnya sosok gadis cantik yang sedang tersenyum memangku kue ditangannya.


"Sayang" Bayu tersenyum, menghampiri Griz yang berdiri tepat ditengah papa Theo dan juga mama Raisha.


"Selamat ulang tahun sayang, maafin aku ya udah 2 hari ini nyuekin mas terus" Ucap Griz sambil cekikikan, mama Raisha yang berdiri disebelahnya ikut cekikikan juga karena memang ini semua adalah rencana keduanya.


"Gak apa-apa, terima kasih" Ucapnya begitu tulus.


Baru saja Bayu akan memeluk Griz, tiba-tiba papa Theo menarik kerah bajunya. "Agresif! Tiup dulu lilinnya 'nak, ya ampun anak muda jaman sekarang!" Sontak semua orang yang berada disana tertawa, sedangkan Bayu hanya tersenyum malu.


"Make a wish" Ucap Griz.

__ADS_1


Bayu menangkupkan kedua tangannya, memohon kepada Tuhan untuk semua harapannya. Semoga diusianya yang sekarang, ia menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan untuk doa selanjutnya, hanya Bayu dan tuhan yang tahu.


Semua orang silih bergantian untuk mengucapkan selamat serta doa, termasuk Andra yang sudah membuatnya kalut karena ucapannya saat dikantor.


"Selamat bertambah tua bro" Ucap Andra yang memang terlibat dalam rencana ini, bahkan saat dikantorpun ketika mama Raisha menyuruhnya untuk berpura-pura marah kepada Bayu, Andra sampai berpikir 2x karena dilema. Pasalnya selama hubungan persahabatannya bersama Bayu, mereka nyaris tidak pernah berselisih, kecuali saat kedua club' sepak bola masing-masing bertanding, mereka akan saling mengejek.


"Jangan bilang Lo terlibat?"


"Sorry bro, nyonya besar yang suruh" Melirik mama Raisha, "Gue gak berani tolak. Takut!" Imbuhnya.


Ingin rasanya Bayu memukul kepala laki-laki itu, kurang ajar sekali dia berani menjahilinya, sialan!


Tetapi, meskipun hari ini begitu menyebalkan tetapi Bayu sangat bahagia sekali. Mereka selalu ada disaat hari ulangtahunnya, ditambah, tahun ini dia ditemani oleh seorang gadis cantik yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Siapa lagi kalau bukan Grizelle Jovanka, gadis cantik yang sedang berjalan menghampirinya itu tersenyum sambil memegang sebuah kado ditangannya.


"Silahkan kepada tuan muda Bayu Aji Bagaskara dan nona muda Grizelle Jovanka untuk dipersilahkan, eh gimana si?" Sontak Bayu dan juga Griz tertawa melihat tingkah konyolnya.


"Udah sana, temenin tuh si Khanaya" Menunjuk Khanaya yang sedang mengobrol bersama Aiko.


"Jangan ngegosip ya!" Tegas Andra karena wanita itu yang memaksanya untuk ikut, katanya ingin melihat keluarga serbuk berlian sang bos.


Bayu hanya tertawa begitu juga dengan Griz sampai keduanya terdiam canggung. "Kenapa sayang?" Tanya Bayu heran, tidak biasanya gadisnya gugup seperti itu.


"I-ini buat mas, tapi maaf ya kalau jelek."


Karena penasaran dengan kado yang sudah disiapkan sang calon istri, Bayu segera membukanya sedangkan Griz, gadis itu menutup matanya karena takut Bayu tidak menyukainya.


Perasaanya sangat bahagia saat melihat book kecil yang terdapat lukisan wajahnya disana. "Sayang!"


Bayu membuka satu persatu buku yang berjudul ILY-Pak guru tersebut dan perasaanya bertambah haru saat Bayu melihat lembar tiap lembar dimana kisah cintanya bersama Grizelle dimulai.


"Jelek ya mas, ko sedih gitu wajahnya?" Griz khawatir Bayu tidak menyukainya namun tanpa diduga, Bayu menarik Griz kedalam pelukannya "Terima kasih sayang, mas suka banget"


🌻


"Mau kado apa 'nak?" Tanya Raisha saat mereka sedang berkumpul dimeja makan. Bayu yang sedang mengobrol dengan Daddy Samuel menoleh.


"Gak usah, Ma" Tolaknya. "Mama udah kasih kado terlebih dahulu sebelum Bayu ulangtahun" Imbuhnya yang membuat Raisha dan juga yang lainnya heran.


"Apa?"


"Dengan menjodohkan Bayu sama Grizelle, itu udah kado paling terindah"


"Parah! Gue masih jomblo Bayu, tolong hargain!" Sahut Andra yang merasa iri dengan hubungan sang bos dengan anak muridnya. Bahkan mereka akan menikah sedangkan dirinya masih jomblo aja.


"Itu cewek disebelah, Lo anggap apa?" Timpal Bayu yang membuat Andra mendelik tidak suka.


"Skip!"


Sedangkan Khanaya, wanita hanya memberengut sebal karena Andra yang sangat ketus terhadapnya.


"Jangan gitu Andra, jodoh gak ada yang tahu loh. Khanaya wanita yang baik, cocok untuk kamu yang pekerja keras" Ledek Aiko yang duduk bersebelahan dengan Khanaya, berusaha menghibur wanita itu dengan kata-katanya


Sementara semuanya sedang kompak meledek Andra, Bayu yang memang duduk bersebelahan dengan Griz terus memperhatikan nya sehingga gadis itu menaruh curiga terhadapnya.


"Kenapa sih mas ngeliatin aku gitu banget?" Heran Griz.


Bayu mendekatkan bibirnya pada telinga gadis itu, kemudian berbisik "3 hari Grizelle Jovanka! Mas mau balas dendam karena kamu sudah berani menjahili seorang Bayu Aji Bagaskara dan membuatnya stres!"


Glek!


Entah kenapa saat mendengar kalimat itu, Griz merasa nyawanya sedang terancam. Berbagai spekulasi bermunculan dalam otaknya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2