I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 78 - Muak


__ADS_3

[Say thanks untuk kalian yang always nunggu kelanjutan novel gak jelas ini] laffyu^^


🌻


Grizelle meronta ketika lengannya Fiona dan kawan-kawannya tarik menuju atas gedung sekolah. Dia memang pemegang sabuk hitam saat di Amerika dulu, tetapi jika keroyokan seperti ini, Grizelle tidak berkutik juga. Dia bukan ipman ataupun Bruce Lee.


"Lepasin gue, fi!"


Beberapa siswa yang melihatnya khawatir. Mereka cukup hapal apa permasalahan antara si biang onar dengan murid baru itu. Maka yang mereka lakukan sekarang adalah melapor.


"Guru-guru udah pada pulang. Lapor siapa?!"


"Pak Bayu! gue lihat tadi dia masih ada di ruangannya"


"Skip! gue gak berani ketuk pintu kalau dia"


"Anjir! Terus gimana dong?!"


"Tenang. Kita pantau aja dulu dari sini. Kalau mereka udah keterlaluan, baru kita lapor pak Bayu"


Akhirnya mereka lebih memilih untuk memantau secara sembunyi saja dari lantai tiga. Kebetulan jarak pandangnya tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa melihatnya dengan jelas.


"Jangan panik gitu dong, Grizelle. Kita cuma mau ngobrol, kok"


Mengobrol kepala kau lonjong! Mana ada mengobrol sampai menyeretnya seperti sedang menculik!


"Ngobrol sih ngobrol aja, bisa?! Jangan tarik-tarikan kayak gini. Terus kenapa juga mesti di atas gedung? aku--"


"Loe kok bawel banget, ya?! diem aja sih apa susahnya!"


"Ya tangan gue sakit, Fiona!"


Tidak menanggapi ucapan Grizelle, Fiona memilih diam dan terus menyeret Grizelle sampai mereka berada disana, Fiona dan kawan-kawannya mendorong tubuh Grizelle sehingga gadis itu tersungkur serta lutut yang membentur aspal cukup keras.


Sialan! Sakit banget! Batin Grizelle kesal.


Meskipun sebenarnya Grizelle merasa sakit, dia tetap berusaha berdiri saat mereka mentertawakan nya. Sebenarnya apa sih masalahnya? Kenapa Fiona terlihat benci sekali terhadapnya?


"Apalagi sih, fi? kenapa aku terus? Gak capek apa?"


Apakah dia tidak bisa melupakan saja obsesinya terhadap Bayu? Yang jelas-jelas memilih Grizelle? Apakah ini salahnya jika Bayu lebih memilih dijodohkan dengannya ketimbang Fiona?


"Capek? Gue gak akan pernah capek sampai loe lepasin pak Bayu, buat gue!"


Grizelle tertawa, bibirnya terlihat menyeringai tipis mendengar pernyataan Fiona barusan.


"Terus salahnya aku dimana, fi? Ya kalau mau protes karena pak Bayu lebih milih aku daripada kamu, kamu protes aja sana sama pak Bayu. Kenapa marah-marah nya ke aku terus! Kan bukan cuma aku aja, pak Bayu juga"


"Pasti loe udah goda pak Bayu, 'kan? Makanya dia mau sama loe?"


Menggoda?


Lagi, Grizelle tertawa dan Fiona benci melihatnya.

__ADS_1


"Terus gimana dengan kamu, Fiona? Kamu juga suka goda pak Bayu dengan pake rok pendek sama baju kecil kayak gitu, 'kan? Padahal pak Bayu gak tertarik, tapi kamu terus bertingkah like a *****--"


PLAK!


Grizelle meringis, menahan rasa panas pada pipi oleh tamparan Fiona tadi. Dia berdiri, meludah dihadapan Fiona dirasa ada rasa amis dalam mulutnya.


"Stop being a *****, Fiona! he doesn't want to be with you. He prefers me, not you!"


"BRENGSEK!"


"YOU TOO!"


Bruk!


Tubuh Grizelle membentur tembok dibelakangnya saat Fiona mendorongnya begitu keras. Gadis berambut sebahu itu mendekat, mencengkram kuat kerah baju Grizelle.


"See? sekarang siapa yang lebih pantas disebut brengsek?! Kamu, Fiona! Kamu beraninya keroyokan cuma gara-gara cowok. Come on, fi? Cowok masih banyak diluar sana, kenapa harus ribut gini sih? Gak laku atau--"


"DIAM!"


Grizelle bungkam, dia sedikit gentar menatap mata Fiona sekarang. Apalagi dengan pemandangannya sekarang, dimana dia didorong menuju sisi yang tidak berbatas.


"FIONA! Jangan gila, fi! Ini--"


"Loe keterlaluan, Grizelle! Gue kayak gini karena gue cinta sama pak Bayu. Sebelum ada loe, orang yang mau dijodohin sama dia itu gue!" Teriak Fiona.


"Loe gak cinta sama dia, fi! Loe gila! Loe cuma obsesi sama dia--"


"Kenapa, kata-kata gue bener 'kan? sadar Fiona! Pak Bayu gak mau sama loe dan loe dengan tidak tahu malu nya terus-terusan ngancem gue kayak gini. Nyalahin gue seakan gue yang merebut dia dari loe. Wake Up hey, kita boleh bermimpi tapi kita juga harus tahu batasan jika mimpi itu terlalu tinggi buat loe raih. Sakit kalau gak tercapai. Gila nanti!"


(Buset Griz gue kesindir bgt ini, wkwk)


Griz semakin membuat Fiona murka dan semakin mendorongnya, Fiona tidak memperdulikan teman-temannya yang terus memperingatinya agar tidak hilang kendali.


"Fiona, loe gila... Loe bilang mau bikin dia jera doang" Panik Fanny. Ia berusaha mencegahnya namun karena melihat Fiona semakin mendorong Griz ke sisi, ia menjadi tidak berani atau Griz akan benar-benar jatuh dari lantai 6.


"Fio, gak gitu juga caranya. Loe bisa dipenjara tahu gak!" Seru yang lainnya mulai panik.


"DIAM KALIAN SEMUA. Gue gak ada urusan sama kalian, gue cuma ada urusan sama cewek sialan ini"


🌻


Sedangkan bayu Bayu yang baru keluar dari ruangannya nampak celingukan mencari keberadaan gadisnya. Sebelumnya memang Bayu sudah berjanji akan mengajaknya ke toko perhiasan untuk mencoba cincin yang sudah dipesannya beberapa bulan lalu. Bayu juga menyuruh Griz untuk ke ruangannya namun gadis itu belum muncul juga.


"Kemana coba tuh bini, ditungguin daritadi gak keliatan" Ucapnya dengan terus melihat jam tangannya.


Saat Bayu akan pergi ke bawah, ada beberapa murid menghampirinya dengan wajah panik.


"Pak tolong... Grizelle..."


"Kenapa, kenapa Grizelle?" Heran Bayu.


"Grizelle pak, dia... Aduh gimana ya, Grizelle teriak-teriak dilantai atas. Ribut sama Fiona" Sahutnya gugup karena terlalu panik, apalagi mereka kembali mendengar teriakan Griz.

__ADS_1


DEG!


Grizelle


Bayu dengan cepat berlari menyusul nya ke atas. Bahkan murid lainnya pun nampak kaget melihat wajah guru nya yang sangat panik.


"Eh ada apa sih rame banget?" Megan yang baru datang penasaran kenapa mereka sepanik itu, ia juga sempat mendengar seseorang berteriak.


"Kak Griz berantem sama kak Fiona di atas"


"Ha?"


"Sialan, gue kecolongan lagi. Awas loe Fiona kalau sampai sahabat gue kenapa-napa" Megan segera berlari lalu menelpon Shawn yang masih berada dikantin bersama yang lainnya. Hatinya mulai kalut saat kembali mendengar suara orang menjerit.


"FIONA!!!!" Teriak Bayu sangat marah.


Fiona dan juga Griz menoleh, Fiona yang kaget langsung melepaskan cengkraman tangannya pada leher Griz sehingga Griz kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjungkal kebelakang karena dorongan Fiona. Gadis itu menjerit ketakutan, untung saja ada besi jadi Griz berpegangan pada besi tersebut.


"GRIZELLE..."


Laki-laki itu berlari, menarik tangan Griz yang berpegangan pada besi.


"Mas aku takut, aku takut" Teriak Griz.


"Pegang tangan mas, kamu relax jangan panik!"


Griz meraih tangan Bayu, dan akhirnya ia berhasil diselamatkan. Sebagian murid yang menyaksikan bernafas lega. Sedangkan Fiona, gadis itu sudah berlari ke bawah untuk kabur, ia sangat ketakutan kali ini.


"Sayang, are you OK?"


Griz memeluk Bayu begitu erat, badannya bergetar ketakutan dan terus menangis. Pikirannya terus membayangkan jika saja dirinya tidak bisa berpegangan kuat pada besi itu, mungkin saja ia sudah terjatuh dan bisa saja mati.


"No, I want to go home. I want to go home" Ucap Griz terus memohon agar Bayu segera membawanya pulang.


"Iya, kita pulang sekarang ya"


Bayu segera membawa Griz pergi. Sedangkan Fiona, ia buru-buru pergi menuruni anak tangga dengan cepat. Namun langkahnya terhenti saat melihat Shawn yang sedang berdiri dengan menyenderkan badannya dan menghalangi jalannya dengan kakinya.


"Mau kemana loe, sialan?"


BERSAMBUNG, HAHA...


Si Fiona enaknya di apain ya, aku bingung haha. Aslinya juga emang ganggu banget sih tuh cewek. Huh, jadi keselkan 'kan ngingetnya wkwk.


Bayu Aji Bagaskara



Follow Ig aku ya, @yarraanaya_


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2