
"Lagi apa?"
Sore itu sepulang bekerja, Bayu menangkap siluet sang istri sedang berada di dapur sedang melakoni hobi memasaknya.
Selama kehamilan ini, istrinya lebih sering berada di dapur; bereksperimen dengan menu-menu baru buatannya.
Bukan apa-apa, Bayu senang melihatnya. Tetapi karena hobi baru istrinya itu, berat badan Bayu bertambah drastis karena harus mau dan tidak boleh menolak menjadi kelinci percobaan dari hasil masakan eksperimennya. Meskipun terlihat aneh, tetapi tidak dengan rasanya.
Bayu tersenyum, mencium sebelah kanan pipi sang istri sebelum akhirnya mendaratkan kecupan singkat pada ujung bibirnya.
"Want to help?"
Bayu nampak bergumam sebelum akhirnya menjawab,
"Bantu makan saja deh, hehe"
Merasa tidak ada penolakan apapun, Bayu membenamkan wajahnya pada perpotongan leher sang istri. Hidungnya mengendus, mencium aroma vanilla bercampur mawar yang menguar harum disana.
Sesekali tangannya dengan jahil mengusap perut, membuat bayi yang berada didalam sana berontak tidak suka.
"Mas! Jahil banget deh! Lepas ih, ganti baju dulu sana!"
Bayu menggeleng, malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Miss u so bad"
Grizelle tersenyum menanggapinya. Mengusap lengan kekar sebelum akhirnya berbalik menghadap suaminya.
"Enak?" Grizelle bertanya setelah menyuapkan satu sendok masakan yang telah jadi.
Bayu mengangguk.
"Kenapa masakan eksperimen kamu selalu enak? Apa gak pernah gagal? Uh, ini sangat sayang kalau enggak di habiskan. Bisa-bisa mas gendut, sayang."
Bayu kesal, tapi dia mengambil piring berisi masakan tersebut dan membawanya ke meja pantri dan melahapnya disana. Grizelle hanya tertawa, membawakan segelas air minum dan meletakkannya dimeja.
"Mana? kamu makan terus tapi badan kamu tetep bagus mas. Aneh!"
"Ya karena mas sering olahraga, jadi sebanyak apapun mas makan, ya tetep bagus. Hehe"
Saat menemani suaminya makan, tiba-tiba perutnya terasa nyeri kembali. Rasanya seperti panas yang menjalar ke seluruh paha, bahkan sampai ke punggung dan ini semakin sering terasa.
Bayu yang melihat raut wajah Grizelle yang aneh bertanya, "Kenapa sayang?" Nadanya terdengar khawatir, lalu mengusap dahi sang istri yang sedikit berkeringat. "Keringetan gini, ada yang sakit?" Imbuhnya.
Grizelle menggeleng pelan, "Gak apa-apa mas. Kenyang?" Grizelle balik bertanya setelah melihat piring yang tadi penuh dengan masakan yang entah itu namanya apa sudah habis dan bersih.
"Kenyang sayang, makasih ya"
Ia mengambil piring kosong tersebut dan meletakkannya di wastafel. Biarkan maid saja yang mencucinya, Grizelle sudah tidak kuat lagi jika terus berdiri lama.
"Iya. Sekarang ayo kamu cepat mandi"
"Mandiin?"
"Mas-"
"Bercanda sayang."
__ADS_1
Grizelle tersenyum geli, mendorong pundak suaminya untuk cepat pergi ke kamar setelah mengambil jas serta tas kantor yang tergeletak di sofa ruang keluarga.
Sementara menunggu suaminya selesai mandi, Grizelle mengambil tas dan menyiapkan barang apa saja yang harus ia bawa nanti. Ia kembali meringis, dahinya sudah penuh dengan keringat dingin namun Grizelle masih santai dan tidak mau membuat suaminya panik dan kembali memasukan barang-barang yang sebenarnya sudah siap untuk dibawa.
Sebenarnya ia sudah menyadarinya sejak siang, namun rasa sakitnya tidak terlalu sering, makanya Grizelle masih bisa bersantai dan lebih menyibukkan diri di dapur sembari menunggu suaminya pulang bekerja.
Tadinya Grizelle ingin memberitahukan mama Raisha, namun melihat wanita paruh baya itu sudah rapih dan siap untuk pergi bersama papa Theo menghadiri sebuah acara pernikahan rekan kerja, Grizelle mengurungkan niatnya.
15 menit berlalu, Bayu sudah keluar dari kamar mandi begitu segar. Pria itu sudah menggunakan kaos oblong serta celana santainya, tinggal rambutnya saja yang masih terlihat basah.
"Sini"
Grizelle mengambil handuk kecil yang dipegang suaminya, lalu mulai mengeringkan rambutnya yang basah dengan sedikit memijat kepala suaminya.
"Selesai." Ucap Grizelle setelah menyisir rapih rambut tebal suaminya dan memberikan sedikit kecupan di dahinya saat Bayu mendongkakan kepalanya ke belakang.
Bayu berbalik, memeluk pinggang sang istri dan meletakan kepalanya tepat pada perutnya yang buncit dan Grizelle tidak tahan untuk tidak mengusap Surai lembut suaminya.
"Udah mau jadi Daddy manja nya ko makin parah ya?" Ucap Grizelle dengan nada meledek. Tangan yang terus mengusap lembut Surai hitam legam milik suaminya.
"Biarin!" Sahut Bayu dengan suara merajuk manja.
Kesibukannya dikantor akhir-akhir ini membuat keduanya jarang ber-manja. Bayu yang sedang menyelesaikan targetnya sebelum sang istri melahirkan dibuat sibuk dan tak jarang juga lembur sampai tengah malam. Karena Bayu ingin menemani sang istri melahirkan dan juga menemaninya saat merawat anaknya.
Grizelle terkekeh pelan, wajahnya kembali meringis namun sebisa mungkin ia tahan karena tidak mau membuat suaminya panik. "Pakai jaketnya mas, ayo berangkat"
Bayu mendongkak, menatap wajah sang istri keheranan. "Mau kemana emangnya sayang? Udah sore banget loh"
"Rumah sakit"
Mau pushrank! Bodoh, Bayu bodoh! - Author kesel.
Grizelle mengaduh sakit, memegangi pinggangnya yang kembali terasa panas - membuat Bayu refleks berdiri panik. "Sayang! Are you okay?"
"No. Aku mau ngelahirin mas, baby mau-"
"APA?"
🌻
Perkataan dokter yang mengatakan jika Grizelle akan melahirkan seminggu lagi nyatanya lebih cepat dari perkiraan. Rumah sakit milik keluarga Bagaskara itu mendadak panik karena sang nona muda - menantu dari pemilik rumah sakit tersebut akan melahirkan.
Setibanya dirumah sakit, belum apa-apa putra tunggal pemilik rumah sakit ini sudah marah-marah. Padahal jika di lihat istrinya yang akan melahirkan terlihat santai dan masih bisa berjalan lalu kenapa suaminya yang terlihat sangat tegang?
"Kenapa kalian diam saja hah? Istri saya mau melahirkan!" Teriak Bayu panik sambil memapah sang istri menuju kamarnya. Padahal suster sudah menyarankan Grizelle untuk memakai kursi roda, namun gadis itu keukeuh ingin berjalan. Katanya, 'Biar pembukaannya cepat sus, ini sakit banget soalnya. Gak kuat kalau kelamaan'
"Dasar tidak berguna!" Sambungnya.
"Mas please- aku baru pembukaan lima, belum saatnya"
Tadi, saat Grizelle baru datang, dokter yang akan menangani persalinannya langsung memeriksa dan mengatakan baru pembukaan lima. Jika kontraksinya lebih cepat, maka kurang lebih dari sejam lagi, Grizelle sudah siap untuk menuju ruang persalinan.
"Tapi-"
"Tenanglah sedikit son, kau tidak melihat istrimu sangat tenang dan kenapa kau yang tegang begitu?" Ucap Daddy Samuel dengan nada meledek.
"Dad, kamu tidak mengerti!" Ucap Bayu resah.
__ADS_1
"Hey Daddy pernah berada di posisimu kalau kamu lupa, Bayu!"
"Dan kamu pun sama paniknya dengan Bayu!' Sambar mommy Aiko yang membuat Samuel meringis. Bayu yang mendengarnya tertawa puas.
"Hey! Jangan buka suara juga sayang. Kamu ini merendahkan harga diriku dihadapan menantuku!"
"Biarkan saja!"
Oke tinggalkan perdebatan kecil para orangtua, biarkan mereka beradu mulut saling menyela dan membela.
"Sayang kamu pasti kesakitan banget ya, mau SC aja?" Tanya Bayu semakin resah karena Grizelle terus meringis kesakitan. Rasanya sangat menyakitkan melihat perjuangan wanita. Harus mengandung selama 9 bulan dan sekarang melahirkan yang katanya sakitnya melebihi rasa sakit apapun atau sama dengan 20 tulang patah secara bersamaan.
Membayangkannya saja sudah membuat Bayu ingin mati, apalagi sampai berada diposisi istrinya sekarang.
"Enggak mas, aku coba semampuku dulu ya. Aku butuh dukungan kamu. Lagian normal maupun Caesar sama aja sakitnya, mas" Jawab Grizelle lirih.
Bayu masih setia memapah sang istri yang terus berjalan-jalan, sudah menyuruhnya berbaring pun katanya tidak mau.
"Iya sayang, mas akan selalu ada disini, nemenin kamu" Sambil mengelus perut Grizelle yang terlihat semakin turun. "Hey son, cepatlah keluar. Jangan membuat mommy kalian kesakitan terlalu lama. Kalian tau, itu menyakitkan hati Daddy"
Bayu nangis guys - Author
"Siap Daddy!" Grizelle menirukan suara anak kecil yang mana membuat Bayu tersenyum, namun air matanya tetap menetes.
Sudah setengah jam rasa sakit itu semakin sering. Grizelle sendiri sudah tidak tahan dan Bayu yang paling panik langsung menyuruh dokter memeriksa istrinya kembali.
"Oke pembukaan sudah lengkap. Suster bawa nona Grizelle menuju ruang persalinan. Dan tuan, dampingi istri anda terus. Berikan dukungan, karena persalinan ini akan memakan waktu yang lumayan lama karena bayinya ada dua"
Bayu mengangguk. Hatinya terus berdebar kencang menemani istrinya yang didorong masuk ke ruangan persalinan. Tangannya tidak pernah lepas menggenggam, bibirnya terus membisikan kata-kata penyemangat selama proses persalinan.
"Mas sakit banget"
"Kamu bisa sayang, mas disini untuk kalian"
"Sedikit lagi nona"
"Aku- Aaaaaa!"
Suara tangisan bayi pertama begitu bergema didalam ruangan itu. Bayu yang melihat putra pertamanya lahir menangis bahagia. Namun ini belum sepenuhnya berakhir karena masih ada satu lagi bayi yang siap keluar.
"Ayo nona mengejan lagi, kepala bayi selanjutnya sudah terlihat."
Selang 5 menit, bayi kedua lahir dengan selamat. Dokter dan suster yang menanganinya bersorak gembira karena baru kali ini menangani kelahiran bayi kembar secara normal dan rasanya sangat luar biasa. Sang dokter perempuan yang melihatnya sampai menangis terharu, ia begitu bangga dengan perjuangan Grizelle yang tetap keukeuh dan yakin bisa melahirkan secara alami.
"Terima kasih sayang, terima kasih"
...THE END...
🌻
Akhirnya brojol juga guys tuh si ken-ken.
Selamat ya mommy Grizelle, kuat banget kamu girl. Aku aja pembukaan tiga udah gak kuat berdiri, kamu masih bisa jalan-jalan, hiks.
...Like nya jangan lupa ya guys buat si kembar :) Mampir juga ya di book aku "Sahabatan [?]" itu anak-anaknya Grizelle udah gede semua disana. Gak apa-apa lah aku bocorin, toh ini juga beberapa episode lagi mau udahan hehe kalau rela itu juga wkwk....
__ADS_1