I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 44 - Kunjungan ke dua


__ADS_3

Happy reading ya :)


🌻


Bel sudah terdengar, itu artinya sekolah untuk hari cukup sampai disini. Semua murid bersorak bahagia, dan segera mengemasi buku-buku mereka lalu pulang.


Begitu juga dengan Griz, hari ini dia berencana akan mengunjungi kantor calon suaminya, Bayu Aji Bagaskara.


Sebelum pergi, dirinya sudah berpamitan kepada Megan karena mereka berencana akan pergi ke toko buku untuk mencari tugas dari mata pelajaran bahasa Indonesia.


Sebelum berangkat ke kantor Bayu, Griz mengirim pesan terlebih dahulu jika dirinya sudah dijalan dan sebentar lagi akan sampai.


[Mas, aku sebentar lagi sampai dikantormu]


Calon suami : [Mas tunggu sayang]


Setelah membaca pesan dari calon suaminya, Griz segera melajukan mobilnya dan meninggalkan sekolah Saint Peterson.


Untungnya jalanan tidak terlalu macet jadi Griz tidak butuh berlama-lama dijalan, ia sudah sampai didepan gedung megah 'BA Development'


Menghembuskan nafasnya perlahan, ini adalah kunjungan kedua baginya, meskipun sudah pernah kesini tetapi saat itu dirinya belum tau jika ini adalah perusahaan milik calon suaminya


Griz menyuruh petugas untuk memarkirkan mobilnya, ia berjalan mendekati bagian resepsionis untuk menanyakan apakah pemilik perusahaan ini ada atau tidak


"Nona?"


Ternyata Resepsionis bernama Tika itu masih mengingatnya, apalagi melihat seragam yang digunakan Griz


"Hai, Bapak Bayu aji Bagaskara nya ada, Mbak?"


Tanya Griz to the point dengan sangat ramah.


"Ada, nona. Sudah ada janji?"


"Sudah"


"Baik, silahkan nona naik ke lantai tertinggi dan disanalah ruangannya berada" Ujar Resepsionis yang bername tag Tika tersebut


"Terimakasih Mbak Tika"


Griz pergi setelah mengucapkan terimakasih padanya, lalu saat Griz akan menuju lift ternyata Bayu datang dan melihat calon istrinya sedang menunggu giliran didepan lift.


Bayu tersenyum melihat calon istrinya sudah datang dan langsung memeluknya dari belakang dan memberi kecupan dipucuk kepala gadis itu dengan lembut


Dan lihat, semua karyawan yang baru saja selesai makan siang sangat terkejut melihat bos mereka memeluk seorang gadis SMA


"Mas, malu ih"


Griz mendorong tubuh kekar Bayu agar melepaskan rengkuhannya dan Bayu hanya tertawa dan lagi-lagi para karyawan melihat bos nya itu tertawa sangat terkejut. Sungguh pemandangan yang langka selama mereka bekerja disini, mereka belum pernah melihat seorang Bayu aji Bagaskara tertawa selepas itu


"Apasih sayang, ayok ke ruangan mas"


"Mas tuh ya kebiasaan!" Kesal Griz karena baru sadar banyak sekali para karyawan yang menatapnya


"Apa?"


"Gak tau tempat!"


Bayu hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lalu Bayu merangkul pundak Griz dan membawanya masuk ke dalam lift khusus CEO


Menatap takjub dengan pemandangan yang baru saja terjadi. Tika sangat kaget, ternyata nona yang berseragam SMA adalah tamu penting bos nya, kalau tau begitu dia tidak akan menanyakan sudah ada janji apa belum pada gadis itu


Didalam ruangan Bayu


Griz masih asyik melihat-lihat ruangan calon suaminya itu yang didominasi warna putih, ia sangat takjub melihat ruangannya sangat lah rapih.


Apalagi disana terdapat kaca besar yang menampakan keindahan kota Jakarta serta gedung-gedung pencakar langit lainnya yang sangat terekspose dari tempat Griz berdiri


"Mas mau apa sih nyuruh aku kesini?" Tanya Griz tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan sore kota Jakarta yang terlihat sangat indah

__ADS_1


Bayu tidak menjawab, ia terus memperhatikan gadisnya dengan lekat. Bayu berjalan mendekati Griz, tangan kekarnya melingkar sempurna pada perut Griz sehingga Griz terlonjak kaget


"Mas..."


Membenamkan wajahnya pada perpotongan leher gadis itu, lalu menghirup aroma tubuh yang selalu membuat Bayu merasakan sesuatu yang membuatnya gila. Begitu juga dengan Griz, hembusan nafas Bayu membuat Griz merasakan ketegangan yang membuat seluruh darahnya seakan mendidih panas


"Mas..."


Griz berusaha melepaskan diri, namun nyatanya gerakannya membuat bayu semakin mengeratkan pelukannya. Bayu terus menelusuri leher jenjang nan putih milik Griz, gadis itu hanya diam menahan gejolak aneh dalam tubuhnya sehingga membuatnya pasrah dan menutup matanya rapat-rapat


Perlahan Bayu membalikan tubuh kecil gadis itu, ia menatapnya lekat lalu dengan perlahan Bayu menuntunnya untuk memasuki pintu kamar yang terdapat dalam ruangan itu.


Sebut saja ruangan pribadi, yang selalu digunakannya sebagai tempat istirahat.


Selain ada kasur berukuran king size ternyata ada juga lemari dan beberapa baju serta jas yang menggantung disana. Dan Griz juga melihat ada mini bar yang sangat rapih dan bersih.


"Mas"


Griz menatap takut pada Bayu yang terus menatapnya dengan intens, jantungnya berdegup sangat kencang saat melihat laki-laki itu membuka jas nya dan melonggarkan dasinya lalu membuangnya secara sembarangan, perlahan Bayu mendekati Griz yang mulai ketakutan


"Mas kamu mau apa sih?"


Griz semakin takut saat Bayu terus mendekatinya dan menatapnya dengan menggoda, sampai akhirnya Bayu menubruk tubuh gadis itu dan mengungkungnya dengan dengan tubuhnya. Griz tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya diam meskipun takut tetapi Griz yakin jika Bayu tidak akan berbuat melewati batas.


Jarinya menelusuri bibir ranum milik Griz yang sudah seperti candu baginya, sementara Griz diam karena merasakan perasaan aneh saat ia memandangi wajah Bayu.


"Mas-"


Belum sempat Griz menyelesaikan kalimatnya, Bayu sudah terlebih dahulu membungkam Griz dengan ciuman yang begitu lembut.


Kecupan dan ******* pada bibirnya membuat Griz meremas pundak Bayu sangat erat.


Bayu sedikit menggigit bibir Griz agar terbuka sehingga Bayu bisa mengaksesnya lebih dalam.


Decapan dari bibir keduanya membuat Bayu hampir hilang kendali, akhirnya Bayu melepaskan pagutan tesebut dan kembali menelusuri leher putih gadis itu


Griz meremas kemeja Bayu sehingga membuatnya kusut, ia meleguh ketika bibir bayu kembali mengecupi lehernya


"Mas"


"Jangan" Griz takut jika Bayu bertindak lebih lagi dan Griz tidak bisa menahannya karena jujur, ia begitu terbuai oleh setiap sentuhan bibir Bayu yang mengenai lehernya


"Mas janji gak akan melebihi batas, sayang"


"Boleh ya, satu aja" Imbuhnya yang membuat Griz akhirnya mengangguk pasrah


Setelah mendapatkan ijin Bayu segera memberikan dua tanda cinta disana yang mana membuat Griz menggerutu kesal


Bagaimana tidak, laki-laki itu hanya mengatakan satu tapi nyatanya dua


"Nyebelin deh!"


Bayu hanya tertawa melihat Griz yang terus menggerutu "Itu masih kurang sayang, kalau perlu sepuluh lagi"


Apa?


Gila ya, yang ada nanti Griz bisa disangka korban KDRT oleh orang-orang yang melihatnya. Iya, KDRT ditempat tidur haha


"Dasar mesum!"


"Sama calon istri sendiri gak apa-apa, sayang"


"Mas kamu tuh" Kesal Griz


"Apa sih, mau mas tambah lagi tanda cinta nya?"


"Ogah!"


Terserah, sekarang Griz hanya memikirkan bagaimana cara menutupi tanda merah yang tervisualisasi dengan jelas di lehernya itu.

__ADS_1


"Mas ini gimana nutupinya?" Rengeknya manja, Bayu yang melihatnya hanya tersenyum


"Sebentar"


Bayu berjalan keluar ruangannya entahlah pergi kemana dan Griz kesal di buatnya. Bayu menghampiri sekretaris Nena yang sedang mengobrol dengan Andra


"Nena, kamu punya fuoundation?"


Nena mengerinyit aneh dengan permintaan bos nya itu, untuk apa ia menanyakan barang tersebut


"Ada pak" Sahutnya langsung mengambil barang tersebut dari dalam tasnya dan memberikannya pada bos nya


"Thanks, nanti saya kembalikan lagi"


Bayu berlalu dan menatap tajam pada Andra yang berdecak tidak percaya, seakan mengetahui hal apa yang sudah terjadi "Kenapa loe?" Ketus bayu


Nena dan Andra saling melempar pandangan aneh, "Buat apa sih pak Bayu minjem fuoundation?"


Sekretaris Nena mulai kepo


"Umur kamu berapa sih, Nena?" Tanya andra gemas pada wanita cantik di hadapannya itu yang terlihat polos


"26 tahun" Sahutnya singkat


"Harusnya kamu itu ngerti"


Dan nyatanya Nena semakin bingung dibuatnya.


🌻


Bayu mengantarkan Griz sampai ke depan, Griz juga meminta ijin pada Bayu jika ia akan ke toko buku bersama dengan Megan dan Bayu mengijinkannya


"Hati-hati, sayang"


Sebelum pergi Bayu mengecup sekilas kening gadis itu dan semua karyawan yang melihatnya dibuat melongo atas perlakuan manis bos nya itu terhadap seorang gadis yang masih berseragam SMA


"Bye, mas"


Griz melambaikan tangan lalu pergi meninggalkan Bayu yang masih menatapnya.


Setelah calon istrinya benar-benar pergi Bayu kembali ke ruangannya dan tidak sengaja Andra melihat jelas perlakuan manis sang bos kepada muridnya


"Selamat!" Ucap Andra yang terdengar ambigu ditelinga bayu


"Apaan?" Sahutnya dingin


"Selamat, Bos berhasil menjadi seorang pedofil!"


"Sialan!"


Di toko buku, Megan sudah menunggu kedatangan Griz. Ia mengambil beberapa buku untuk dibelinya sebagai bahan tugas dari sekolahnya


Tidak lama kemudian Griz datang masih menggunakan seragamnya, karena terlalu terburu-buru Griz sampai tidak sengaja menabrak seorang laki-laki


"Eh sorry, I don't see you" Griz meminta maaf karena tidak sengaja telah menabraknya.


"No problem"


"Sekali lagi maaf ya"


Griz menyerahkan buku tersebut lalu pergi setelah Megan memanggil namanya


"Cantik!"


Laki-laki itu terus memperhatikan Grizelle yang sedang mengobrol dengan Megan, ia merutuki dirinya sendiri kenapa ia tidak menanyakan nama gadis itu


"Luar biasa, seorang gadis SMA mampu menarik perhatian seorang Jasson Vernando" Sindir sekertaris Diandra yang tak lain adalah saudaranya sendiri


Jasson menatap tajam saudaranya itu, sedangkan Diandra hanya terkekeh saja melihat tingkah adik sepupunya itu.

__ADS_1


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)


__ADS_2