
Bayu sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaannya.
Di tinggalkan tiga hari tanpa ada kabar sama sekali oleh sang istri membuat Bayu merasa kehilangan separuh nyawanya, rasanya ia ingin mati saja.
Jalan-jalan yang dimaksud mbok nah nyatanya bukan berpiknik seperti dugaannya, mama Raisha benar-benar membuktikan perkataannya saat mereka berdebat malam itu.
...**...
"Kalau kamu masih mengharapkan untuk kembali bersama perempuan itu, mama tidak akan segan untuk membawa Grizelle pergi menjauh dari kamu!"
DEG!
"Kalau perlu kamu ceraikan Grizelle sekarang dan kamu angkat kaki dari rumah ini!" Sungutnya berapi-api. Raisha sungguh malu, sebagai ibu dia merasa gagal mendidik sang putra agar memperlakukan wanita dengan penuh kasih sayang dan rasa hormat.
"Apaan si ma! Siapa yang masih mengha-"
"Diam kamu! Kamu tahu Grizelle baru selesai nangis?!" Sontak Bayu langsung melihat jam pada pergelangan tangannya, seingatnya ketika Grizelle meminta untuk tidur dikamar mama Raisha itu pukul 7, dan sekarang pukul 11 malam. Itu artinya- "Dan itu gara-gara kamu!"
Bayu tidak menyangka jika bentakan yang tidak sengaja ia lontarkan tadi membuat Grizelle terluka, apalagi sampai membuatnya menangis selama itu.
Sungguh! Bayu benar-benar tidak sengaja, ia hanya pusing saja karena perempuan dari masalalu nya tiba-tiba hadir kembali dalam kehidupannya.
"Kenapa mama baru ngomong sih!"
Bayu sudah bersiap akan pergi ke kamar mama Raisha, menjemput sang istri dan membujuknya untuk kembali. Namun dengan segera Raisha menahannya. "Jangan ganggu dia!" Tegasnya.
"Bayu mau bawa dia kesini"
"Setelah kamu bentak dia, kamu pikir dia mau tidur sama kamu?" Bayu terhenyak, meskipun semua itu tidak disengaja, namun Grizelle pasti sangat terluka. Apalagi perasaan wanita hamil kadang lebih sensitif dari biasanya. "Kalau sampai terjadi sesuatu dengan kesehatan putri dan cucu mama - mama tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian berdua. Kamu dan perempuan jalang itu!" Imbuh Raisha.
Ya ampun, kenapa sih perempuan masalalu putranya tidak ada yang baik?
"Ma! Jangan panggil Airin seperti itu!" Bentak Bayu.
Refleks Raisha mencibir, "Oh astaga! Kamu berani membentak mama kamu sendiri demi membela perempuan menjijikan itu?" Raisha tertawa remeh, melemparkan sapu lidi yang dibawanya tadi ke hadapan Bayu. "Hebat juga! Pantas langganannya begitu banyak, pandai mencuci otak rupanya."
"Ma!" Bayu kembali berteriak. Nadanya kini terdengar lebih keras dari sebelumnya. "Dia punya alasan melakukan semua itu!" Belanya.
Alasan apa? Alasan untuk membuat putranya kembali kepadanya, dengan begitu dia lebih mudah untuk menguras uangnya, begitu? Cih!
"Hapal sekali kamu!" Ketus mama Raisha tidak suka.
"Ma, Bayu hanya ingin membantu dia, tidak lebih!"
Cih! Membantu, memangnya korban bencana alam sampai dibantu begitu! "Mama tidak perduli! Yang jelas kamu sudah membuat putri mama terluka dan mama gak bisa memaafkan kamu begitu saja. Ingat Bayu, banyak yang menginginkan istri kamu! Jasson salah satunya. Lama-lama mama nikahkan juga istri kamu dengan dia, dia yang belum mengenal Grizelle saja sebegitu cintanya sama Grizelle, sedangkan kamu?"
Sudahlah.
...**...
ARGH SIALAN!
Bayu harus mencarinya kemana lagi, jiwa dan raganya sudah setengah - mati saat menyadari bahwa Grizelle tidak ada disampingnya, ia frustrasi. Bayu tidak bisa berpikir lagi, setengah akal sehatnya menghilang entah kemana dengan kepala yang rasanya ingin pecah.
Sungguh! Lebih baik mama Raisha dan papa Theo menyiksanya sampai babak belur daripada harus menjauhkan dirinya dengan sang istri. Terlebih lagi istrinya sedang hamil, pasti ia kesulitan untuk tidur kalau perutnya belum di elusi.
"Brengsek!"
Sontak teriakan tersebut membuat Andra yang sedang bekerja menoleh terkejut, lantas menyimpan berkas-berkas yang sudah selesai ia kerjakan. "Loe kenapa sih bay, udah tiga hari loe kacau banget!" Tanya Andra seraya mendudukkan dirinya disebelah Bayu.
"Kalau punya masalah jangan dipendam sendirian. Buat apa punya sahabat kalau begitu!"
Andra tidak berani menanyakan lebih, meskipun Andra sudah menganggap Bayu sebagai adiknya dan Bayu juga menganggap Andra sebagai kakaknya, namun ia tidak berani ikut campur jika bukan Bayu sendiri yang memintanya."Kalau mau cerita, gue siap pasang kuping dan jadi pendengar yang baik. Siapa tahu gue bisa kasih solusi."
"Gue gak sanggup ndra, mama Raisha bawa kabur istri gue dan gue gak tahu sekarang dia ada dimana" Dan ini pertama kalinya, Andra melihat seorang Bayu Aji Bagaskara menangis dihadapan nya. Bos yang terkenal dingin, cuek dan menyebalkan itu nyatanya bisa serapuh seperti sekarang. Dan itu karena seorang Grizelle Jovanka, Istrinya. "Gue berasa gak punya nyawa. Gue gak sanggup-" Bahkan hanya untuk menyelesaikan kalimatnya pun, Bayu tidak sanggup.
"Udah loe cari?"
Bayu menganggukkan kepalanya lemah. "Lebih dari itu, gue udah kirim anak buah gue ke setiap daerah, tapi hasilnya tetap sama, gue tetep gak tahu dia ada dimana"
1 hal yang menjadi pertanyaan andra setelah Bayu mengatakan jika istrinya dibawa kabur oleh Raisha, "Loe buat salah apa sama istri dan juga nyokap loe?" Tidak mungkin kan Raisha melakukan semua itu jika Bayu tidak membuat masalah.
"Gue ketemu sama Airin"
__ADS_1
"Apa? Si jalang itu? Yang pas kita cari ke rusia dia lagi ngelayanin Mr Jackson si tua bangka itu?" Respon Andra tentu sangat terkejut. Airin, perempuan yang sudah membuat Bayu terluka dan hampir gila dulu terdengar kembali. "Ketemu dimana, terus-"
...**...
"Bayu!"
Airin tidak menyangka akan bertemu secepat ini dengan Bayu, pria yang diharapkannya tidak ia jumpai setelah keputusannya untuk kembali. Namun takdir berkata lain, pria itu berdiri tepat dihadapannya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" Lantas segera Airin pergi setelah permintaan maaf yang tidak direspon itu terucap.
Bayu masih terdiam, masih terkejut dengan kehadiran perempuan itu. Sampai akhirnya Airin sudah jauh, Bayu baru sadar dan mengejarnya. "Airin tunggu!" Teriaknya.
Airin lebih mempercepat langkahnya, ia tidak mau kalau sampai Bayu menangkapnya. Ia belum siap.
"Airin!"
Setibanya di parkiran, Airin mencari kunci mobilnya agar segera bisa pergi. Namun saat pintu mobil itu terbuka, Bayu mendorongnya dan ia juga masuk ke dalam mobil Airin.
"Bayu!"
Airin menundukan kepalanya, sorot matanya yang tajam membuatnya merasa ketakutan.
Ada banyak hal yang ingin Bayu tanyakan, terutama alasan kenapa perempuan itu mau melayani lelaki brengsek.
"Aku punya alasan melakukan semua itu" Airin mulai menangis.
Sebenarnya ia enggan untuk mengatakan kenapa alasannya sampai ia bisa melakukan hal menjijikan seperti itu karena ia butuh uang. Bangkrutnya perusahaan orangtuanya dan sakitnya sang ibu lah yang menjadi alasan. Airin harus mau menjual tubuhnya demi kesembuhan sang ibu yang sedang berjuang melawan penyakitnya. "Tapi kenapa harus dengan cara seperti itu?"
Gebrakan tangan Bayu pada stir dihadapannya membuat Airin semakin tidak tahan menangis, ia juga sangat menyesal melakukan itu, namun tidak ada pilihan lain atau ibu nya tidak selamat.
"Aku terpaksa, aku bingung harus bagaimana lagi"
Ck! Bayu berdecih, melihat ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi. Terpaksa ia harus mengangkatnya dulu. "Mas di parkiran, sayang. Maaf tadi mas ketemu teman dulu"
"Iya"
Setelah sambungan telpon tersebut terputus, Bayu menyuruh Airin untuk keluar dari dalam mobil sebelum istrinya datang. Namun terlebih dahulu Bayu memberikan check berupa nominal uang yang cukup besar kepada Airin. "Berhenti melakukan pekerjaan menjijikan seperti itu. Katakan, berapa biaya pengobatan ibumu, biar saya yang menanggungnya."
"Kamu serius? I-ini terlalu banyak"
...**...
"Gue gak percaya!" Desis Andra. "Bisa aja kan itu hanya alasan biar loe iba terus ngasih duit tiap dia butuh"
Entahlah itu benar atau tidak, tetapi Bayu hanya ingin membantunya saja, tidak lebih. "Gue gak tahu kalau soal itu"
🌻
Sudah seminggu lebih Grizelle berada di Bandung dan sudah selama itu juga Grizelle tidak menghubungi suaminya. Jadwal yang direncanakan hanya dua hari nyatanya melenceng, Grizelle masih betah di villa ini, terlebih lagi Grizelle tidak mau bertemu dengan suaminya setelah apa yang dilihatnya beberapa hari lalu.
Dadanya masih terasa sakit, ketika hari itu ia mengetahui apa penyebab bentakan suaminya terhadapnya, Grizelle sama sekali tidak menyangkanya.
...**...
Tiga hari berada dibandung membuat Grizelle enggan untuk pulang. Udaranya yang sejuk dan pemandangannya yang begitu indah membuat Grizelle berpikir untuk menetap disini. Tetapi meskipun begitu, jauh dari sang suami nyatanya tidak enak. Grizelle merindukan pria yang sudah membentaknya itu.
"Kangen juga ya sayang sama Daddy, dia lagi ngapain ya?" Apalagi rindu dengan kemanjaannya. "Besok kita pulang deh, mommy gak tega ninggalin Daddy kamu sendirian" Imbuhnya begitu bahagia.
Raisha sendiri sedang pergi ke minimarket untuk membeli makanan dan juga susu hamil untuk dirinya karena memang sudah habis sejak malam. Grizelle merasa jenuh, lantas membuka laptopnya dan melakukan video call dengan Megan dan juga Fiona.
Hampir sejam mereka mengobrol ngalor-ngidul tidak jelas, yang penting mereka bisa tertawa bersama-sama, itu sudah cukup menghilangkan kejenuhannya.
"Eh udah dulu ya guys, mama Raisha udah dateng"
"Iya Griz, baik-baik ya disana, cepet balik juga"
"Iya"
Ah mereka itu selalu menjadi penghibur dalam suasana apapun, Grizelle sangat menyayangi mereka.
Kembali pada layar laptop, baru saja Grizelle akan menekan tombol off pada pojok sebelah kiri, ada sebuah notifikasi masuk ke dalam email-nya.
"Dari siapa nih?"
__ADS_1
Tadinya Grizelle tidak tertarik untuk membukanya, namun ia penasaran karena pesan tersebut kembali masuk, lantas Grizelle segera membukanya.
DEG!
Foto seorang pria sedang berpelukan bersama wanita cantik disebuah parkiran mobil kini menjadi bukti, kenapa sikap suaminya mendadak berubah dingin setelah mereka pulang dari mall.
"Apa dia sama seperti Monicca, mantannya mas Bayu?"
Grizelle tidak dapat berpikir jernih, airmatanya kembali menetes untuk kesekian kalinya. Grizelle merasa waktu berhenti berputar, sulit sekali untuk dirinya meyakini jika suaminya tidak berselingkuh. Namun foto-foto tersebut terus memaksa hatinya agar percaya.
"Ternyata mas Bayu tidak se-cinta itu sama aku"
Menyentuh perutnya yang mulai membesar, dimana buah hati mereka terus bertumbuh setiap harinya. "Maafkan mommy sayang, mommy nangis lagi. Kamu pasti tersiksa didalam sana"
...**...
Seketika lamunannya buyar saat suara pintu dengan diiringi langkah kaki seseorang masuk memghampirinya. Grizelle cepat menghapus air matanya, ia tidak mau mama Raisha mengetahui kalau semuanya semakin rumit.
"Sayang, minum dulu susunya" Ucap Raisha seraya memberikan segelas susu hamil untuknya. Raisha duduk ditepi ranjang, bersebelahan dengannya.
"Terima kasih ma"
Raisha mengangguk, terus memperhatikan wajah menantunya. Pasti Grizelle habis menangis lagi. Terlihat dari jejak air mata pada pipinya yang mungkin ia lupa menghapusnya.
"Sayang, mama minta maaf" Ucap Raisha dengan suara bergetar. Air matanya bahkan sudah tumpah ketika melihat kesedihan dalam raut wajah menantunya.
"Ma ko nangis sih, kenapa?" Panik Grizelle.
Raisha terisak, menarik Grizelle kedalam pelukannya. "Maafkan putra mama, dia sudah jahat sama kamu"
🌻
"Besok kita harus pulang sayang" Bujuk Raisha.
Kenapa? Apa tidak bisa untuk beberapa waktu Grizelle tinggal disini, ia masih belum siap untuk bertemu dengan suaminya. "Grizelle masih betah disini ma, boleh gak tinggal disini lebih lama lagi?" Pintanya.
Sebenarnya Raisha tidak tega, ia juga mengerti apa yang sedang terjadi dengan rumah tangganya. Namun menghindari masalah bukan pilihan yang baik, mereka harus bertemu dan menyelesaikannya.
"Yakin? Kamu gak rindu sama mas Bayu?" Mendengar namanya saja, ulu hatinya berdenyut nyeri, apalagi bertatap muka dengannya.
"Tidak ada istri yang tidak merindukan suaminya ma, tapi- mama mengerti kan?"
Ya, Raisha sangat mengerti betapa terlukanya ketika melihat suaminya bersama perempuan lain. Diapun sempat mengalaminya dulu, jadi tahu bagaimana sakitnya.
"Ya sudah, mama akan kembali ke Jakarta, biar kamu sama mbok nah disini. Nanti mama kembali lagi kesini"
"Terimakasih ma, Grizelle sayang banget sama mama"
"Apalagi mama, mama begitu menginginkan anak perempuan seperti kamu"
🌻
Pagi ini Raisha berangkat dari Bandung, ia pulang sendiri karena Grizelle masih tidak mau bertemu dengan siapapun. Theo sendiri masih seminggu lagi berada di Surabaya, dan mengatakan jika Raisha jangan dulu membawa Grizelle pulang sebelum dirinya kembali.
"Jangan biarkan anak brengsek itu tahu Grizelle di villa kita yang berada di Bandung"
Kurang ajar! Theo benar-benar marah ketika Raisha menunjukan foto dimana Bayu sedang berpelukan dengan perempuan itu. Terlebih lagi dengan apa yang putranya lakukan, memberikan sejumlah uang yang sangat banyak untuk membantunya.
"Mas tenang aja, anak buah Bayu tidak akan menemukannya"
"Bagus! Ya sudah, mas akan melanjutkan rapatnya. Kamu hati-hati bawa mobilnya"
"Iya sayang"
Sore itu Bayu sedang duduk termenung di balkon kamarnya, pria itu seperti orang gila. Rambutnya berantakan, sekitar matanya yang mulai menghitam karena kurang tidur, bahkan kondisi kamarnya pun sangat hancur.
Bayu begitu hancur tanpa Grizelle.
Suara deru mobil memasuki halaman rumahnya membuat Bayu bergegas turun, dia begitu bahagia ketika melihat mobil mama Raisha datang dan pasti Grizelle juga pulang.
"Ma, istri aku mana?" Heran Bayu karena mama Raisha hanya datang sendirian, lalu dimana istrinya, apa dia dirumah mommy Aiko?
🌻
__ADS_1
...Sorry guys telat, maklum ya mak-emak anaknya kadang suka rewel. Dan Mon maaf nih ye kalau banyak flashback nya, ya intinya begitu deh .. Maaf kalau berantakan huhuuu...
...(M, menurut kalian Airin itu baik atau bagaimana? Sabar guys, puasa Jan emoksi wkwk.)...