I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 21 - VACATION WITH YOU


__ADS_3

Bersandar pada pintu dibelakangnya, Grizelle terus tersenyum ketika melihat siapa orang yang baru saja datang dan keluar dari mobilnya. Pria tampan berjaket denim putih itu tersenyum dan berdiri tepat dihadapannya. "Menungguku, nona?" Ucapnya begitu manis.


"Enggak tuh!" Sangkal nya malu-malu.


"Jangan bohong, dosa!" Godanya kemudian.


Sejenak Grizelle terpejam saat kecupan singkat pria itu darat kan dipermukaan keningnya. Entah karena gadis itu terlalu manis atau memang dirinya yang rindu, Bayu malah menahannya lebih lama. Sampai akhirnya suara dehem-an seseorang membuatnya tersadar lalu cepat melepasnya.


"Om Samuel" Ucapnya gugup.


Bayu merasa terpergok sekarang, ia menjadi canggung pada calon mertuanya sendiri yang habis berolahraga itu.


"Baru datang nak?" Tanya Samuel.


"I-iya om" Sahutnya gugup.


Grizelle sendiri hanya tersenyum melihat tingkah pria tersebut, "Ajak masuk dong sayang calon suaminya" Titah Samuel yang dijawab anggukan oleh Grizelle. Lantas Grizelle segera mengajaknya masuk ke dalam.


"Ada siapa?" Bayu bertanya.


Karena sebelum dirinya turun dari mobil, ia sempat melihat mobil mewah berwarna kuning terparkir didepan sana. Seperti tidak asing, namun dirinya lupa siapa pemiliknya.


"Ada bang Leon sama pacarnya" Sahutnya singkat. Bayu hanya tersenyum menanggapinya.


Leon dan juga Cherry segera berdiri melihat Grizelle kembali dengan seseorang. Leon yang memang sudah tahu dengan perjodohan sang adik dengan pemilik perusahaan BA Development pun nampak biasa saja melihatnya, tidak ketika saat pertama kali mengetahuinya.


Namun tidak dengan sang kekasih, Cherry sangat terkejut melihatnya. "Semoga dia tidak mengenaliku" Batinnya takut. Sementara Leon sedang mengobrol dengan pria yang begitu terkenal karena sifat dingin dan tidak mudah tersentuh itu, Cherry sibuk menghindari kontak mata dengannya agar pria tersebut tidak mengenalinya.


"Pantesan pagi-pagi udah bangun, ternyata-" Ledek Leon, lalu beralih menyapa calon suami dari sang adik. "Apa kabar, pak?" Ucap Leon.


"Jangan memanggil saya bapak seperti itu Leon, bukankah umur kita hanya berbeda tiga tahun saja? Jadi panggil saja seperti biasa kamu memanggil temanmu"


Sementara kedua pria tampan tersebut sedang mengobrol, saling bertanya hal-hal yang sulit untuk wanita pahami, Grizelle dan juga Cherry hanya bisa memperhatikan nya tanpa sepatah kata.


Pria memang seperti itu, lupa dengan apapun jika sudah membicarakan klub sepak bola favoritenya. Sampai akhirnya Grizelle merasa kesal, ia mengadu kepada Cherry atas pengabaian yang dilakukan kedua pria dihadapannya. "Mereka melupakan kita, sungguh?" Berdecih tidak suka. "Menyebalkan sekali, bukan?" Imbuhnya.


Menanggapi protes dari adik kekasihnya membuat Cherry tersenyum geli, lantas wanita berambut panjang hitam itu berkata, "Mereka adalah kita jika sudah bertemu, bukan?" Kalimat tersebut sontak membuat Grizelle menyengir kaku sekaligus malu. Ia sampai lupa jika dirinya saja kadang lupa dengan segalanya jika sudah mengobrol bersama teman ataupun sahabatnya.


"Wah, ini balasan karma yang begitu lembut" Keduanya sampai terkekeh geli.


"Nanti kapan-kapan kita harus bertanding futsal. Aku udah gak sabar, bagaimana rasanya mengalahkan CEO squad."


Leon merasa tertantang ketika Bayu mengajaknya bertanding futsal, ini akan menjadi pengalaman pertama yang berkesan baginya karena akan bertanding dengan orang-orang penting seperti Bayu dan juga teman-teman nya terkenal sangat hebat. Ya, meskipun Leon sering bermain futsal dengan teman Daddy nya, namun kali ini akan sangat berbeda sepertinya.


"Coba saja kalau kalian bisa, kau akan kesulitan mengambil bolanya dari kaki William."


"Wah, pria Jepang itu ya, pemilik bar terbesar di Asia?"


"Ya, dia sangat pandai"


"Wah, aku semakin tidak sabar"


Setelah obrolan membingungkan itu selesai, kedua pria tampan itu menoleh, heran memperhatikan kedua wanita yang sedang duduk itu hanya diam.


"Sayang, ko diem terus sih. Kenalan dulu gih sama calon suaminya adik aku" Ucap Leon setelah duduk kembali disebelahnya.


Cherry menjadi gugup saat Bayu menatapnya, sungguh ia sangat takut sekali. Namun ia tidak boleh menunjukannya, atau semua orang akan curiga terhadapnya.


"Cherry" Ucapnya seraya mengulurkan tangannya yang disambut sekilas oleh Bayu. Wajahnya berubah seketika menjadi dingin, Cherry berdecih dalam hati. "Ternyata berita dalam majalah bukanlah sebuah omong kosong, dia memang benar-benar tidak bisa bersikap manis terhadap oranglain bahkan terhadap wanita sekalipun. Tetapi kenapa Grizelle bisa membuatnya bertekuk lutut seperti itu? Ck! Pria dingin itu sulit sekali dipahami"


"Sepertinya kita pernah bertemu" Ucap Bayu.


Cherry yang baru duduk mendongkak, seketika tubuhnya mendadak beku dengan jantung yang berdebar kuat. Jangan sampai pria itu mengatakan sesuatu yang akan menghancurkannya hari ini juga.


"Mungkin anda salah orang" Kilahnya gugup.


Sialan! Cherry benar-benar takut sekarang. Ia menjadi paham, pantas saja tidak ada orang yang berani terhadapnya. Selain bisa menghancurkan perusahaan musuhnya dalam sekejap, disekelilingnya juga terdapat orang-orang hebat yang mampu membuatnya semakin hancur.


Belum sempat menanggapi, kembalinya Aiko yang diikuti beberapa pelayan dengan nampan berisi kudapan lezat berhasil mengalihkan perhatian. Cherry bisa bernafas lega sekarang.


"Eh calon menantu mommy sudah datang" Lalu menginterupsi kan pelayan untuk meletakan makanan tersebut di meja. "Ambil minumannya 1 lagi ya" Pelayan tersebut mengangguk lalu pergi. "Sudah lama?" Imbuhnya pada pria yang duduk disebelah putrinya.


"Kurang lebih 10 menit yang lalu"


"Maaf, mommy sedang berada didapur tadi"


"Tidak apa-apa Tante"


"Mommy, no Tante!" Peringat mommy Aiko yang membuat Bayu mengangguk. Sementara Grizelle, gadis itu terlihat menahan senyumnya. Ugh! Dasar mommy Aiko, belum apa-apa sudah ingin dipanggil mommy saja.


"Mom" Panggil Leon. "Leon mau berangkat dulu deh"


"Buru-buru sekali sayang?"

__ADS_1


"Cherry ada pemotretan Tante"


"Oh begitu" Mengangguk paham. "Sering-sering main kesini ya sayang, biar Grizelle ada temannya"


"Iya Tante"


"Bro berangkat duluan ya" Ucap Leon pada Bayu.


"Hati-hati Leon"


Bayu menatap Cherry tidak suka, berani-beraninya wanita itu ingin mempermainkan sahabat dan juga keluarga dari calon istrinya. "Orang jahat tidak akan pernah tenang menjalani hidupnya!" Batinnya.


Setelah Leon dan kekasihnya pergi, tinggal lah mereka bertiga diruang tamu. "Kalian akan berangkat sekarang?" Tanya mommy Aiko kepada Bayu dan juga putrinya.


"Iya"


🌻


Waktu sudah menunjukan pukul 8, Bayu dan juga Grizelle sudah siap untuk berangkat ke suatu tempat yang telah Bayu janjikan semalam. Tempat dengan udara sejuk serta hamparan kebun teh yang begitu indah.


Tidak hanya itu, tempat tersebut memiliki banyak sekali tempat wisata yang akan membuat kalian semakin betah berlibur kesana. Dan sekarang Bayu akan mengajaknya ke salahsatu tempat wisata disana.


Gadis yang sedang memasangkan sabuk pengaman nya itu terlihat berbeda sekali jika tidak memakai seragam sekolah, cantik dan juga lebih dewasa. Ditambah dengan pakaian yang digunakannya, kaos putih dengan rok jeans berwarna biru serta denim jaket berwarna putih, membuat Bayu semakin tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"Cantik" Bayu bergumam, membuat gadis yang sudah selesai memasangkan sabuk pengamannya itu mendongkak heran.


"Apa?"


"Enggak. Sudah siap?"


"Sudah"


Sudah hampir dua jam perjalanan, namun tempat yang dijanjikan pria disebelah nya belum sampai juga. Sebenernya nya mau dibawa kemana dirinya.


"Masih jauh ya?" Tanya Grizelle.


Mobil yang membawa keduanya masih berada dijalan tol, Grizelle bisa melihat arah petunjuk Bandung dilaluinya beberapa saat tadi. Apakah pria itu akan membawanya kesana? Hoam, Grizelle sampai menguap beberapa kali karena mengantuk. Bahkan matanya pun sudah tidak sanggup lagi untuk terbuka.


"Lumayan" Bayu tahu jika Grizelle sedang mengantuk, lantas menekan tombol pada kursi yang diduduki gadis itu agar posisi nya tidak menekuk.


Setelah keluar dari tol dan gadis itu terbangun dengan sendirinya, Bayu memarkirkan mobilnya disebuah resto terkenal di kota tersebut. Restoran yang menampilkan pemandangan indah sehingga sejuk ketika dipandang.


Keduanya makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali perjalanannya. Butuh waktu kurang lebih satu jam lagi untuk sampai ke tempat tujuan.


"Belum pernah kesini memangnya?"


"Kayaknya belum deh, mommy sama Daddy gak pernah ngomong" Di sana juga terdapat hamparan kebun teh yang sangat indah sekali. "Pernah sih ke perkebunan teh kaya gini, itu di Tregothnan Cornwall Inggris, cuma kalau mau kesana harus bayar mahal karena emang perkebunan tersebut milik pribadi."


"Kalau ini di Bandung. Kamu bisa lihat kebun teh disini sepuasnya tanpa biaya sedikitpun."


"Wow! Aku tau Bandung cuma di internet doang, ternyata aslinya lebih keren dan udaranya sangat sejuk"


"Makanya saya ajak kamu kesini"


"Kamu sering kesini?"


"Kalau ada kerjaan aja. Kebetulan sahabat saya punya beberapa villa dan juga restoran disini, jadi ya sekalian berlibur kalau ada waktu senggang." Ujarnya. "Dan ini juga restoran milik sahabat saya, tapi sayangnya dia sedang berada diluar negri."


Pantas saja saat masuk, mereka disambut baik oleh pengelola resto ini. Sahabat yang punya resto ini, pikirnya.


Setelah mengisi perut mereka masing-masing, keduanya melanjutkan kembali perjalanannya. Satu jam bukanlah waktu yang sebentar dan sejuknya udara sekitar membuat Grizelle kembali tertidur. Bayu menjadi gemas melihatnya.


Menepikan mobilnya sejenak, Bayu membenarkan kepala Grizelle agar tidak terbentur. "Kamu gampang banget sih tidurnya." Ucapnya. Ditatapnya begitu lekat wajah gadis yang tetap cantik walaupun sedang dalam keadaan tertidur sekalipun.


Matanya yang selalu membuat hatinya berdebar kuat ternyata mempunyai bulu mata yang begitu lentik alami, sangat cantik. Hidungnya yang mancung, pipinya yang sedikit chubby serta bibir merah muda alami itu membuat Bayu beberapa kali menelan Saliva nya kelat.


Bayu melajukan kembali mobilnya, daripada pikirannya bertambah liar. Sampai akhirnya mereka sampai ditempat wisata tersebut, Bayu mencoba membangunkan Grizelle sebelum akhirnya turun.


"Grizelle sayang bangun hey, kita sudah sampai" Mengusap pipi begitu pelan, Bayu mencoba membangunkannya lagi. "Sayang" Panggilnya lagi sampai gadis itu bergeliat dan perlahan membuka matanya.


"U-udah sampai ya?"


Grizelle merasa tubuhnya melemas, jantungnya berdetak sangat cepat dengan nafas yang susah sekali diatur, ia merasa butuh oksigen saat wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.


"Sudah" Sahutnya. "Mau turun atau disini aja?"


"D-disini? Ngapain?"


Bayu semakin mendekatkan wajahnya saat gadis itu hendak bangun. Sontak aksinya itu membuat tubuh Grizelle mundur ke belakang dan bersandar pada kursi jok yang didudukinya.


Debaran jantungnya semakin cepat, tentu aksinya itu membuat kecurigaan dalam hati Grizelle, apalagi begitu pria itu menggerakkan tangannya menyentuh pinggangnya.


"K-kamu mau apa?"

__ADS_1


"Mau nya?"


HA?


Tubuhnya menegang, matanya terpaku menatap mata Bayu yang semakin mempersempit jarak diantara mereka. Wajahnya yang tampan membuat Grizelle kehabisan kata dan sulit untuk mengartikan kalimat pria itu.


"Sabuk pengaman kamu belum dibuka, nanti kamu kesusahan untuk keluar"


Refleks Grizelle mendongkak kesal, kedua matanya membulat sempurna. Sialan! Grizelle terus merutuki pikirannya, bisa-bisanya ia berpikir jika guru tampannya itu akan menciumnya. Oh astaga! Sejak kapan otaknya mendadak mesum begini.


"Ayo" Ajak Bayu.


🌻


"Dusun bambu?"


Grizelle merasa aneh dengan nama tempat wisata yang didatanginya sekarang. Apakah semua tempat menggunakan bambu atau memang didalam sana banyak pohon bambu sampai menamainya seperti itu.


"Iya"


"Apa semuanya terbuat dari bambu atau seperti itu?" Tunjuknya pada tugu yang terbuat dari banyak bambu membentuk- entahlah seperti pohon mungkin.


"Hanya nama saja Grizelle, tidak ada kaitannya dengan tempatnya. Itu hanya tugu penyambutan saja"


"Oh aku pikir semuanya menggunakan bambu atau didalam sana banyak pohon bambu"


Bayu terkekeh, sambil berjalan pria itu bercerita apa yang dia tahu tentang area ekowisata yang memadukan keselarasan budaya tradisional Sunda. Mereka berjalan melewati jembatan bambu diatas sawah, menikmati hamparan sawah disekelilingnya.


Indah sekali, apalagi saling bergandengan tangan dengan seseorang disampingnya.


"Wah banyak banget pengunjungnya" Ucap Grizelle ketika sudah sampai didepan tempat wisata tersebut. Banyaknya pengunjung membuat tubuhnya beberapa kali tersenggol jika Bayu tidak menjaganya.


"Ya begini kalau hari libur, banyak orang luar kota untuk berlibur kesini."


Karena parasnya yang bule, tidak sedikit orang meminta berfoto dengannya maupun dengan Bayu. Lihat, sekarang saja Bayu harus pasrah diajak berfoto oleh sekelompok bu-ibu yang terus mencubit lengannya maupun pipinya.


"Ih meuni kasep pisan ya Allah nak" Greget ibu-ibu tersebut. "Jadi menantu ibu mau gak?" Imbuhnya.


"Itu calon istri saya Bu, jadi tidak mungkin" Tunjuknya pada Grizelle yang sedang memegang kamera untuk memotretnya kembali. Ibu tersebut langsung terkejut, ia pikir gadis yang bersamanya adalah adiknya.


"Wah, ibu pikir dia adalah adik kamu"


"Bukan Bu, dia calon istri saya"


🌻


Bayu mengantarkan Grizelle sampai ke rumah setelah seharian mengajaknya berlibur ke Bandung. Tentu Bayu merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan nya.


Meskipun tidak merasa cukup, Bayu hanya harus bersabar hingga akhirnya mereka akan benar-benar bersama selamanya.


"Ko susah ya bukanya, perasaan tadi gampang deh" Keluhnya ketika sabuk pengaman yang melindungi tubuhnya sulit untuk dilepaskan. Padahal tadi saat mereka berhenti di minimarket untuk membeli minum masih bisa dibuka dengan mudah.


Melihat gadisnya kesusahan, tanpa berkata apapun Bayu mendekatkan badannya, mencoba membantu untuk membukanya sehingga wajah mereka begitu dekat, Grizelle mencoba menahan nafasnya yang terasa berantakan.


Setelah sabuk pengaman itu terlepas, Bayu tetap mempertahankan posisinya menatap gadis yang juga menatapnya. Bayu menarik sudut bibirnya tersenyum dengan Grizelle yang memilih diam saat pria itu menyelipkan anak rambut di telinganya.


"Grizelle"


"Ya"


Entah detik ke berapa, Grizelle menyadari sudah tidak ada jarak lagi diantara mereka, sampai sentuhan bibir pria itu membuat ia memejamkan matanya.


"Pak" Lirih Grizelle saat ciuman itu terlepas. "Ciuman pertamaku" Ucapnya malu seraya menutup bibir yang sudah pria itu rasakan barusan.


"Benarkah?"


Grizelle mengangguk dan melepaskan tangan yang menutupi bibirnya, lalu menatap wajah tampan itu begitu lekat. "Iya" Sahutnya polos.


Entah, Bayu merasa harus mengatakan ini setelah mereka dinyatakan telah dijodohkan, Bayu mulai tidak rela jika Grizelle bersama pria lain selain dirinya.


"Saya mencintai kamu. Tetaplah bersamaku sampai kapanpun, karena saya benar-benar mencintai kamu Grizelle."


"Really?"


"Saya akan membuktikannya, secepatnya"


Membuktikan? Apa maksudnya?


"Terima kasih untuk hari ini. I love you"


🌻


REVISI

__ADS_1


__ADS_2