
Happy reading
🌻
Raisha terus memperhatikan seorang wanita yang sedang memberikan sebuah amplop ke hadapannya. Dalam hati Raisha bertanya tentang; apa isi amplop tersebut.
"Tante bisa melihatnya sendiri, bagaimana kelakuan calon menantu kesayangan tante jika berada dibelakang kalian"
Memangnya kenapa dengan calon menantunya?
Raisha mengambil amplop coklat tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya ketika melihat Grizelle sedang dirangkul oleh seorang pria disebuah pusat perbelanjaan.
"Untuk apa kamu menunjukkan poto ini kepada saya?"
"Aku hanya ingin memberitahukan bahwa calon istri yang tante pilih untuk Bayu itu tidak sebaik yang kalian pikirkan. Tante bisa lihat sendiri, Grizelle bersama pria lain di mall. Dia bahkan diam saja ketika pria itu memeluknya. Apakah pantas?"
"Begitu, ya? lalu apa yang harus saya lakukan setelah mengetahui bahwa calon menantu saya tidak baik?"
Dapat Raisha lihat senyum licik itu tercipta dari bibir Monica. Raisha memang baru mengenal wanita itu, tapi bukan berarti dia tidak tahu bagaimana latar belakang mantan kekasih putranya itu.
Raisha juga tahu bagaimana keluarga wanita itu; keluarga yang pernah terlibat dalam kasus penggelapan uang perusahaan besar Thailand.
"Kenapa masih bertanya? Sebagai wanita cerdas seperti tante, seharusnya tante tau apa yang harus tante lakukan. Hati-hati loh, tante. Perempuan jaman sekarang kebanyakan hanya mengincar hartanya saja"
Dalam hati Raisha tertawa.
Wanita itu bicara apa sih? Kalau dia tidak bodoh, tentu dia tidak lupa siapa keluarga Jovanka. Jangankan harta, Samuel Adelard Jovanka bisa membeli seluruh dunia jika dia mau.
"Lalu?"
"Belum terlambat untuk membatalkan pernikahan mereka dan mencari perempuan yang lebih layak mendampingi Bayu, tante"
"Oke? Jadi maksud kamu saya harus membatalkan pernikahan anak saya dan memilih perempuan lain? Begitu?"
Monica mengangguk.
"Oke, akan saya pikirkan dan terimakasih loh saya jadi tahu siapa calon menantu saya sebenarnya dan juga saya akan membicarakan hal ini dengan keluarga besar saya nanti."
"Ya sudah, saya pamit dulu Tante. Saya berharap Tante tidak tertipu dengan wajah polosnya. Terimakasih sudah mau mendengarkan saya dan ini nomor telpon saya, Tante bisa menghubungi saya kapanpun jika Tante butuh" Ucap Monicca dengan meletakan kartu namanya dihadapan Raisha.
"Oke"
Setelah merasa rencananya berhasil, Monicca pergi dengan tersenyum puas. Dirinya sangat yakin jika semua rencananya pasti berhasil dan Bayu akan gagal menikah dengan gadis kecil itu.
"Ternyata, mudah sekali membuat Tante Raisha percaya. Very nice"
Sedangkan Raisha, setelah memastikan Monicca pergi jauh, Raisha malah tertawa terbahak-bahak sambil melihat poto-poto tersebut.
Pasalnya itu adalah Poto dimana Grizelle sedang menemani saudaranya berbelanja.
"Ya ampun Monicca, kamu pikir saya bodoh, ha?"
"Bahkan saya tahu siapa laki-laki ini, Shawn"
"Mana banyak banget lagi ini Poto, aku harus kasih tahu Bayu!"
Raisha mengambil ponselnya dan berniat menghubungi putranya, tetapi tiba-tiba saja ponselnya berdering terlebih dahulu dan ternyata Aiko lah yang menelponnya.
__ADS_1
"Hallo Ay?"
Raisha sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga saat Aiko mengomelinya.
"Where are you Raisha, aku udah di Boutique ya daritadi!"
"Iya-iya bawel, aku lagi di cafe sebelah lagi beli minuman dulu, mau?"
"Frappuccino Green tea, no whipped cream"
"Siap!"
Setelah memesankan minuman untuk Aiko dan menyusulnya ke Boutique, Raisha juga menceritakan pertemuannya bersama mantan kekasih putranya tadi yang membuat dirinya telat datang.
Raisha juga menunjukan beberapa Poto yang diberikan Monicca tadi dan Aiko tidak memahaminya.
"Ini 'kan Poto Shawn sama Grizelle, maksudnya apa?" Heran Aiko.
"Jadi dia tuh seolah-olah memergoki Grizelle sedang berselingkuh, cuma dia gak tau kalau itu saudaranya. Aku sampai gak kuat mau ketawa tadi, untung bisa tahan. Hahaha" Ujarnya menjelaskan.
"Tapi kamu gak percaya 'kan?" Aiko khawatir
"Aku pura-pura dan, dia kesenengan haha"
"Dasar ya"
Raisha juga memberitahukan jika perempuan itu juga menyuruhnya untuk membatalkan pernikahan Bayu dan juga Grizelle dan tentu membuat Aiko penasaran dengan mantan calon menantunya itu. Berani-beraninya dia ingin membatalkan pernikahan putri nya.
"Aku jadi penasaran sama dia, kita harus hati-hati Sha, aku gak mau anakku kenapa-napa. Kalau sampai dia mengacau, aku gak tahu mas Samuel pasti murka, kamu tahu sendiri dulu dia seperti apa kalau marah?"
"Iya, nanti aku suruh mas Theo untuk memperketat penjagaan, aku juga khawatir soalnya perempuan itu licik"
🌻
"Lama banget sih, gue nunggu daritadi ya!" Kesalnya.
Sedangkan Bayu, tanpa rasa bersalah sudah membuat Arjuna menungu dia memilih duduk setelah mengambil minuman dingin dari dari dalam kulkas.
"Siapa yang nyuruh?"
"WHAT THE F*UCK! Ndra loe kuat punya bos kayak begini?" Tanya Arjuna pada Andra yang baru saja masuk membawa berkas-berkas yang dibicarakannya tadi ditelpon.
"Kenapa?" Andra merasa bingung, baru saja dirinya masuk sudah mendapat pertanyaan yang siapa saja pasti sudah tahu jawabannya apa.
Menggelengkan kepalanya pusing, laki-laki itu duduk dan memilih diam, oke kita lupakan perdebatan tidak penting ini daripada perdebatan semakin panjang dan ribet.
"Nih"
Mengambil berkas dan memberikannya kehadapannya, Bayu yang sedang minum mengerinyitkan alisnya heran.
"Apa nih?" Tanyanya seraya mengambil berkas tersebut lalu mulai membacanya
Arjuna langsung menjelaskan tentang proyeknya yang berada dibandung, ia butuh bantuan Bayu dan juga teman-temannya untuk membangun sebuah hotel yang dekat dengan tempat wisata. Ia juga berencana ingin membeli villa disana untuk tempat mereka berkumpul jika berlibur nanti.
"Bujukin si Darendra lah biar tuh villa gue beli" Bujuknya pada Bayu, dirinya yakin jika Bayu yang meminta Darendra akan menurut. Secara Darendra sangat mengagumi cara kerja Bayu dalam dunia bisnis.
"Loe tahu sendiri itu villa peninggalan bokap nya, gak 'kan dikasih lah" Sahut Bayu tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas milik Arjuna.
__ADS_1
"Tapi gue suka banget sama villa nya tuh bocah"
"Gak akan dikasih Jun, si Darendra loe lawan. Dia 'kan sama keras kepalanya sama kayak loe!" Andra ikut menyahut.
"Malah ngeledekin gue, sialan!"
🌻
"Si Shawn mana sih lama banget!"
Griz sudah menunggu Shawn di parkiran bersama dengan Fiona, ia kesal pada saudaranya itu, "Bilangnya cuma sebentar, lama banget ini" Imbuhnya.
"Emang dia bilangnya kemana?" Tanya Fiona yang juga ikutan kesal.
"Ke toilet terus mau ketemu sebentar sama si Bryand buat ngomongin apa gitu gak ngerti aku"
"Lama pasti, tahu sendiri cowok kalau udah ketemu soibnya kayak gimana"
Griz melihat jam tangannya, sudah jam 1 pas dan Shawn belum juga kembali. "Aku pergi aja ya, kamu tunggu disini takut tuh bule nyariin"
"Ih gak mau Griz, takut aku. Dia masih galak sama aku"
Fiona menahan Griz agar tidak pergi, nanti bagaimana dengan nasibnya, pasti Shawn akan memarahinya.
"Pawangin aja, jinak ko"
"Ya kali Griz, uler kali!"
"Hahaha, ya udah ah aku pergi ya. Ingat! si Shawn itu iya-in aja jangan ngelawan, nanti juga jinak. Good luck honey, muach"
"Griz ya elah gue ditinggalin disini, Griz....." Fiona terus berteriak memanggil Griz yang berlari sambil cekikikan, "Seneng dia tuh, dasar bule gila"
"Daripada kena amuk si Shawn, mendingan gue pergi aja. Bodo amatlah"
Baru saja Fiona akan pergi, tiba-tiba Shawn datang dan membuat Fiona menghentikan langkahnya
"Heh, mau kemana loe?"
"Mampus gue!" Gumamnya pelan.
🌻
Gimana-gimana? 😂
***Buat kalian yang suka sama cerita yang mengandung bawang, baca novel aku yang satu nya lagi ya (TAKDIR) itu ceritanya Cherry sama Arjuna. Disana juga ada Bayu sama Grizelle dimasa depan. Dan rencananya kalau ILYM sudah tamat, aku bakal lanjut disana.
Jangan tanya kapan Up nya, pokoknya mau tamatin ini dulu baru lanjut yang itu, titik!
Alexi Reviano Shawn
Arjuna Alaric Rahardian
Bayu Aji Bagaskara & Andra Pradipta
__ADS_1