I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 135


__ADS_3

Cuaca siang ini sangat begitu sejuk dengan angin yang berhembus lembut. Awan teduh bergerombol melindungi seorang perempuan bergaun Hitam dari sengat matahari. Sebuket bunga mawar putih ditangannya ia genggam erat, juga dengan seorang pria disampingnya yang memeluk pundaknya yang mulai bergetar.


Langkah keduanya terasa gontai ketika kaki keduanya menginjak tempat tersebut. Air matanya mendesak keluar, membanjiri pipi putih nan pucat. Isak tangis yang mulai terdengar begitu terasa menyakitkan sampai ia merasa setengah hidupnya telah pergi.


Beberapa langkah lagi kakinya sampai pada pusara - itu begitu mungil, namun mampu membuat seluruh hidupnya hancur.


"Mas"


"Itu Stella" Tunjuknya. Suaranya terdengar sedikit bergetar.


Grizelle mendongkak, menatap wajah suaminya yang sudah memerah. Bahkan beberapa tetes airmata sudah terjatuh menimpa pipi nya - membuat Grizelle tidak bisa untuk menahan isakan nya.


Dengan iringan tangis, Grizelle dan Bayu berjongkok dihadapan gundukan kecil yang masih basah. Disimpannya sebuket bunga mawar putih dengan doa yang selalu Grizelle ucapkan dalam hatinya.


"Hai cantik, mommy datang sayang" Lirihnya terdengar sangat pilu. "Maaf baru berkunjung, Stella tidak marah kan?" Bayu mengusap air mata pada wajah istrinya.


Ini kali pertama setelah seminggu Grizelle pulih dari oprasi besar pengangkatan peluru yang mengenai bayinya, Grizelle menemui makan anaknya yang berada disebelah makan keluarga Bayu.


Tentu bukan hal mudah untuk Grizelle sampai pada tempat ini, semua keluarganya mengkhawatirkan keadaan Grizelle yang belum sepenuhnya pulih. Tapi karena Grizelle terus-terusan menangis dan memohon, Bayu sebagai suami merasa tidak tega.


Nisan yang begitu mungil diusapnya dengan perlahan, tertulis indah sebuah nama yang sempat Grizelle siapkan ketika anaknya lahir nanti. "Auristella Jovanka Bagaskara." Nama yang sempat Bayu bisikan sebelum tubuh kecil nan kaku itu tertimbun tanah.


"Mommy rindu, rindu sekali."


Sungguh, ini seperti mimpi buruk yang tidak berujung bagi Grizelle. Mencintai sosok yang ia tunggu-tunggu kehadirannya dan ditinggalkan sebelum ia melihat wujudnya. Bukankah itu sangat menyakitkan?


"Mommy pengen peluk kamu sayang, pengen cium pipi mungil kamu, sentuh tangan juga kaki kamu tapi-" Bayu semakin mengeratkan pelukannya, ia tidak tahan untuk tidak menangis. "Kamu pergi terlalu cepat, bahkan kita belum bertemu"


Disebelahnya, Bayu terisak kecil mendengar percakapan Grizelle dengan pusara anaknya. Bayu memeluk Grizelle sangat erat, merasakan kesakitan yang juga ia rasakan atas kehilangan buah hatinya. Bayu terisak cukup keras sampai akhirnya Grizelle membalas pelukan suaminya yang terasa sangat rapuh. Grizelle tidak menyangka jika suaminya akan se-hancur ini.


"Aku gak sanggup mas, aku mau susul Stella aja"


Bayu menggelengkan kepalanya, tangannya terus mengelus lembut punggung rapuh itu. "Jangan seperti itu sayang, Stella akan sedih mendengarnya"


🌻

__ADS_1


Sudah dua bulan berlalu dan sudah selama itu juga Grizelle terus-terusan murung. Jika sendirian, gadis itu akan menangis dengan memegangi perutnya, bahkan beberapa kali Bayu menemukannya pingsan karena Grizelle terus menolak untuk makan.


Sekarang saja gadis itu sedang terbaring lemah disebuah rumah sakit milik keluarganya karena lagi-lagi Grizelle menolak untuk makan. "Mau makan?" Tawar Bayu buang baru saja datang. Pria itu membawa beberapa buah kesukaan istrinya dan meletakkannya pada nakas.


Alih-alih menjawab, Grizelle malah bergeser, mengisyaratkan agar Bayu untuk duduk disebelahnya.


"Kenapa, hm?" Tanya Bayu setelah duduk dan memeluk istrinya.


"Kangen Stella, aku pengen jenguk dia"


Menghembuskan nafasnya perlahan, Bayu memeluk erat tubuh istrinya yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Menghujani kecupan-kecupan lembut pada pucuk kepalanya.


"Sembuh dulu ya, baru kita kesana. Jangan menyiksa diri sendiri sayang, mas juga sama hancurnya dengan kamu. Mas juga gak sanggup tapi jika mas terus-terusan sedih, itu juga tidak baik demi Stella yang sudah bahagia disana. Mas mohon, hentikan semua ini sayang. Mas sudah kehilangan Stella, mas gak mau kehilangan kamu."


Perkataan Bayu membuat Grizelle menangis, ia tahu jika Bayu sangat berusaha untuk terlihat tegar di mata semua orang yang nyatanya sangatlah hancur. Seharusnya Grizelle tidak seperti ini terus. Benar kata suaminya, Stella akan sedih jika melihat mommy nya terus menangis dan menyiksa diri. Dan Grizelle berjanji tidak akan menyiksa dirinya lagi.


"Maafin aku mas"


Bayu tersenyum, mencium keningnya, lalu mengambil makanan yang sempat mama Raisha buat. "Makan dulu ya, nanti minum obat"


Sementara Bayu, pria itu mengambil laptopnya lalu kembali bekerja sambil menunggu istrinya dirumah sakit.


🌻


Sore itu Grizelle sedang menyiram tanaman di halaman belakang. Ia terkejut saat mendapati tangan kekar terbalut jas hitam memeluknya. Ah, seharusnya ia tidak perlu kaget seperti itu - sudah bisa ia tebak siapa pemiliknya.


"Mas kaget ih"


Bayu terkekeh, lalu mencium pipi istrinya yang terlihat kembali chubby. "Hehehe makanya jangan melamun"


Grizelle berdecih, melanjutkan kembali menyiram tanamannya dengan Bayu yang masih memeluknya dari belakang.


"Aku lagi nyiram tanaman mama mas, bukan melamun!" Protes Grizelle. Tetapi memang dia sedikit agak melamun sih, mungkin efek rindu terhadap anaknya.


"Iya-iya"

__ADS_1


Melihat gelagat suaminya yang semeriwing, Grizelle meliriknya sekilas. "Kenapa, menang lotre ya?" Sontak pertanyaan Grizelle membuat pria dibelakangnya tertawa lucu sebelum akhirnya menjawab.


"Ketara ya yang?"


"Banget"


"Mau tau gak?"


Sebenarnya Grizelle malas, namun ia penasaran juga dengan hal yang membuat suaminya terus-terusan tersenyum.


"Apa"


"Mas mau cuti dua Minggu"


Cuti?


Kenapa lama sekali, apakah perusahaannya mulai bangkrut? Lantas Grizelle cepat berbalik, menatap wajah suaminya yang masih tersenyum, menampakan lesungan manis di kedua pipinya.


"Kenapa? Ada masalah?" Grizelle cemas.


"Ya, masalah besar" Sahut Bayu lemah.


Grizelle semakin cemas melihatnya. "Kenapa sih mas"


"Kita akan bulan madu ke Hawai, besok siang kita berangkat"


Bulan madu?


Apa secara tidak langsung suaminya menginginkan anak lagi darinya?


Melihat gelagat istrinya yang diam, Bayu menangkup kedua pipi chubby Grizelle dan mengecup bibirnya sekilas.


"Jangan berpikiran jauh, mas cuma pengen ngabisin waktu sama kamu aja."


🌻

__ADS_1


__ADS_2