I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 114 - Hancur


__ADS_3

Akutuh seneng sama kisah cinta nya Andra sama Diandra, makanya aku masukin ke cerita. Bukan karena seneng doang ya, kan Andra lagi nyari tahu siapa pelaku tabrak lari, makanya aku jelasin alurnya. Hehe


Kalau ada yang baca takdir, ada part Andra mohon nenna untuk balik lagi ke kantor pusat .. Nah pasti bingung kan ko disini Andra Deket sama diandra? Itu juga ada part nya nanti, ah pokoknya baca terus aja ya biar gak bingung hehe.


(Skip aja ya bagi yang gak suka, tapi tetep like hehe)


Happy reading


🌻


Sudah dua hari Bayu berada di ruangan ICU, setelah menjalani oprasi 2 hari yang lalu. Sebelumnya keadaanya sempat membaik, namun kemarin malam dokter menyatakan jika Bayu koma dan keadaannya semakin memburuk.


Siapa yang paling hancur disana? Tentu Grizelle.


Wanita hamil itu sampai pingsan dan dirawat sehari karena tubuhnya sangat lemah sekali, ditambah ia sedang mengandung dan tidak ada asupan makanan sedikitpun yang membuat tubuhnya drop.


Setelah sadar, Griz yang terkejut kenapa dirinya berada diruangan ini langsung segera bangun dan mencabut selang infusnya sendiri. Ia sudah akan keluar dari kamar, namun Raisha menghalanginya.


"Ma aku mau ketemu sama ma Bayu, please"


"Tapi kamu masih lemah sayang, mama mohon sebentar lagi sampai kamu pulih."


"Ma! Griz mohon. Griz butuh mas Bayu, dia sendirian ma."


Raisha tidak tahu harus membujuk Grizelle seperti apalagi, ia sangat kasihan melihat menantu kesayangannya menangis terus seperti ini.


Akhirnya, Raisha membawa Grizelle ke ruangan dimana Bayu berada. Wanita hamil itu kembali menangis melihat begitu banyak alat-alat yang terpasang pada tubuh suaminya.


"Mas" Panggil Griz lirih. Diusapnya Surai rambut yang sedikit menghalangi wajahnya, lalu mendaratkan ciuman pada dahi yang sering ia beri sebelum suaminya berangkat bekerja.


"Kamu mau tidur aja? Aku lagi ngidam loh, kamu tega nanti anak kamu iler-an?"


Beberapa kali Griz mengusap air matanya yang terus saja menetes tanpa henti, ia berusaha tegar menghadapinya namun nyatanya, Griz sangat hancur.


Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini dalam hidupnya, apalagi saat dirinya sedang mengandung seperti ini.


Semuanya seperti mimpi buruk bagi Griz.


"Nak, ayo bisikan sesuatu kepada Daddy mu agar cepat bangun. Bilang kau ingin memakan coklat yang dibelikan Daddy"


Griz kembali menangis, ia sudah tidak kuat melihat tubuh suaminya yang tidak bergerak sama sekali.


"Kamu bohong mas. Katanya kamu mau menuruti semua apa kemauan kita, tapi kamu malah diem kayak gini disaat aku mau coklat!"


"Mas bangun, please!"


"Maafin aku mas, kalau saja saat itu aku gak nyuruh kamu buat beli rujak itu, mungkin semua ini gak akan terjadi"


Mendengar pintu terbuka, cepat-cepat Griz menghapus airmatanya. Ia melihat ada Aiko menghampirinya.


"Sayang, kamu harus makan dulu. Mommy sudah membuatkan makanan kesukaan kamu" Ucap Aiko. Aiko yang baru kembali dari rumah sangat terkejut ketika Raisha mengatakan jika Grizelle terus menangis ingin bertemu dengan suaminya.


"Grizelle tidak lapar mom. Mommy kalau mau makan silahkan, Griz akan tetap disini menemani mas Bayu" Tolak Griz.


Menghembuskan nafasnya kasar, Aiko benar-benar dibuat kesal karena ke keraskepalaan putrinya. Bagaimana mungkin dia bisa berbicara seperti itu, sedangkan ada janin yang mesti diperhatikannya. Aiko menarik tangan putrinya dan memyeretnya keluar meskipun Griz menolaknya.


"Mommy!"


"Grizelle! Kalau kamu seperti ini terus, yang ada kamu juga yang akan sakit, dan bagaimana jika suami kamu sadar terus kamu sakit, apakah nanti suami kamu tidak sedih? Ha?" Bentaknya setelah berada diluar. Raisha tidak bisa berbuat apa-apa, wanita itu hanya menangis dengan semua yang terjadi.


"Ay cukup!" Raisha mencoba menghentikan Aiko yang sedang memarahi Grizelle,


"Diam Raisha! Aku sedang memberitahukan kepada putriku agar bisa mendengarkan nasihat orangtuanya!" Namun Aiko malah balik membentak Raisha dan menyuruhnya untuk diam.


"Dan kamu," Tunjuknya pada Grizelle yang hanya diam saja, "Kamu jangan egois! Ingat bayi kamu disini. Dia butuh nutrisi untuk bertahan hidup! Apakah kamu ingin dia pergi, Ha?" Imbuhnya.


Grizelle menunduk, menyentuh perutnya yang masih datar, "Aku juga ingat mom ada dia disini, tapi keadaan mas Bayu membuat aku hancur. Mommy gak akan mengerti sehancur apa aku sekarang! Lihat mom, lihat! Mas Bayu koma. Terus mommy pikir aku masih sempet makan? Griz gak sanggup mom kalau seperti ini terus!" Sahut Griz dengan airmata yang tidak henti-hentinya mengalir.


Aiko mendekat, memeluk tubuh Grizelle begitu erat serta mendaratkan beberapa ciuman di pucuk kepala gadis kecilnya itu.


"18 tahun kamu hidup dan pertama kali juga mommy membentak kamu nak, maafkan mommy" Batin Aiko sedih.


"Mommy sangat paham apa yang kamu rasakan. Mommy juga pernah ada diposisi kamu saat kamu koma selama seminggu dulu. Please makan dulu, nanti suami kamu marah kalau kalian kenapa-napa" Ucap Aiko dengan sangat memohon.


Grizelle kembali menangis, keadaan ini membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Grizelle terlalu kalut.


"Tapi nanti mas Bayu sendirian, terus kalau dia nyariin Griz gimana mom?"


"Ada mama Raisha, dia akan menjaga suami kamu" Sahut Aiko.


Akhirnya Grizelle mengangguk dan mengiyakan ajakan mommy Aiko. Tetapi sebelum pergi, Griz kembali menghampiri suaminya diruang ICU, "Mas" Ucapnya berbisik didekat telinga Bayu.


"Aku makan dulu ya? Nanti kalau udah selesai, aku kesini lagi nemenin kamu. Cepat sadar ya sayang. Kita mencintai Daddy" Imbuhnya.


Griz mencium kening suaminya, mengusapnya dan berbisik kembali sebelum dirinya benar-benar pergi.


"I love you mas Bayu"


🌻


Sejak mendengar berita pernikahan mantan kekasihnya, wanita itu mengamuk seperti orang gila. Apartement mewahnya berubah mengerikan sekali. Barang-barang mewahnya hancur, pecahan beling berserakan dimana-mana dan semuanya hancur tidak tersisa sama sekali.

__ADS_1


Carrol yang saat itu akan mengantarkan makanan dibuat terkejut melihat kegilaan saudaranya saat itu, ia yang panik sampai menelpon dokter untuk menenangkannya.


"Apa kau sudah gila? Kau bermain-main dengan nyawa seseorang!" Bentak Carol yang tidak sengaja mendengar perkataan saudaranya yang sudah sengaja menabrak mantan kekasihnya dulu. Ia tidak menyangka jika pekerjaan yang dimaksudnya adalah untuk mencelakai seseorang, bahkan Carrol tidak percaya dengan berita yang mengatakan jika pengusaha muda Bayu Aji Bagaskara sedang koma karena ditabrak oleh seseorang yang tidak dikenal.


"Santailah Carrol, mari duduk dan nikmatilah wisky ini" Sahutnya dengan tertawa-tawa.


"Kau benar-benar keterlaluan Monicca!" Geram Carrol. Dan ya, orang itu adalah Monicca Evelyn. Mantan kekasih Bayu saat mereka berkuliah di Amerika dulu.


"Aku keterlaluan? Mereka yang keterlaluan! Mereka tahu aku mencintainya, lalu kenapa mereka malah menikahkannya dengan gadis sialan itu" Tiba-tiba saja Monicca menangis, melempar botol wisky yang masih tersisa setengahnya. Untung saja Carrol cepat menghindar, jika tidak pecahan beling itu akan mengenai kakinya.


"Jika aku tidak bisa memilikinya, maka perempuan sialan itu juga tidak boleh memilikinya!" Imbuhnya.


PLAK!


Tiba-tiba saja Carrol menampar keras pipi Monic, ia menarik kerah bajunya dan menatapnya tajam.


"Kau sedang berurusan dengan nyawa seseorang, bagaimana jika mereka mengetahui kaulah penyebabnya! Kau tidak hanya akan dipenjara, tetapi Theo akan membunuhmu saat itu juga!"


"Aku tidak pernah takut!"


Cih!


Carrol melepaskan cengkeramannya, mendorong Monicca agar menjauh darinya.


"Kau sadar sedang berurusan dengan siapa?"


"Ya, aku sangat sadar!"


"Kau pikir hidupmu akan tenang setelah melakukan ini?"


"Aku tidak perduli!"


"Nikmatilah masa hidupmu Monicca, setelah ini aku tidak yakin kau masih bisa tertawa. Kau benar-benar lupa siapa mereka. Hanya karena kau tidak memakai plat nomor, mereka tidak bisa menemukanmu? Tidak! Andra adalah seorang pelacak handal. Kau pikir kau bisa lari? Tidak, William mempunyai geng berbasis Mapia diseluruh wilayah Indonesia bahkan sangat dihormati diseluruh dunia. Kau pikir mereka tidak bisa mendapatkanmu? Tidak! Bahkan Hendry bisa melumpuhkan seluruh sistem jaringan diseluruh asia. Kau salah besar jika bermain-main dengan keluarga mereka, Monicca!"


"Kau sedang menakuti ku, Carrol?" Desis Monicca tidak suka.


"Tidak! Aku sedang memberitahukan fakta kepadamu. Ya sudah, selamat menikmati masa hidupmu Monicca, dan jangan meminta tolong kepadaku jika kau merasa terancam. Aku bukan saudaramu kali ini, kau begitu menjijikan. Aku jahat juga masih mempunyai akal untuk berpikir, tetapi kau?"


Cih!


Carrol pergi begitu saja, membanting pintu begitu keras.


"Cih! Aku tidak takut sama sekali"


🌻


"Apa semuanya sudah membaik?" Tanyanya pada Andra.


Diandra yang akan tidur terpaksa bangun kembali dari ranjangnya ketika suara bel terdengar beberapa kali mengganggunya, ia fikir itu adalah Jasson makanya saat pintu terbuka wanita itu sempat mengomel. Tetapi, itu adalah Andra.


"Tidak"


Diandra dapat melihat wajah lelah Andra dapat tergambar jelas disana, laki-laki itu menyenderkan punggungnya dan memijat dahinya karena pusing.


Ya! Pusing karena sulit untuk melacak mobil yang sudah mencelakai bosnya itu.


"Lalu kenapa kau kesini lagi?" Heran Diandra. Bukankah dia yang mengatakan jika semuanya sudah membaik dia akan kesini lagi, tetapi?


"Kenapa, tidak boleh. Ya sudah kalau begitu aku pulang saja!" Sudah berdiri, namun dengan cepat Diandra menariknya kembali untuk duduk.


"Ih ngambekan! Bukan begitu Andra"


"Iya-iya, aku hanya bercanda"


"Ck!"


"Apa kau lapar, aku baru memasak sebelum aku memutuskan untuk tidur tadi"


Kenapa juga Diandra memasak sedikit banyak, padahal ia hanya sendiri. Dan sayang juga 'kan kalau sampai terbuang.


"Wah benarkah? Kebetulan aku belum makan sama sekali sejak siang!" Sahut Andra dan Diandra langsung berdiri menuju dapur dengan diikuti Andra dibelakangnya.


Sementara Diandra sedang sibuk, Andra duduk di mini bar dengan terus memperhatikan wanita itu.


"Kenapa, apa pekerjaan sebagai tangan kanan sesibuk itu?" Diandra bertanya, sedangkan tangannya sibuk menyendokan lauk pauk kedalam piring yang sudah berisi nasi.


Andra tidak menjawab, laki-laki itu hanya diam saja memperhatikan Diandra yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuknya.


"Pantas saja, dulu bos ku ingin cepat-cepat menikah, ternyata seindah ini melihat seorang wanita sedang menyiapkan makanan. Sangat cantik!" Kagum Andra. Laki-laki itu sampai tersenyum-senyum, membuat Diandra salah tingkah dibuatnya.


Diandra terkekeh, "Gak bisa ya sehari tanpa bikin orang salah tingkah?" Ucap Diandra seraya mencubit pipi Andra gemas. Saat akan menarik lagi tangannya, Andra malah menariknya dan membuat Diandra duduk di pangkuannya. Untung saja piring yang berisi makanan sudah disimpannya.


"Andra!" Diandra sangat terkejut, apalagi jarak keduanya terlalu dekat dan hampir tanpa celah.


"Bolehkah aku meminta?" Ucap Andra seraya merapikan rambut wanita yang berada dalam pangkuannya.


"A-apa?" Susah payah Diandra mengatur degupan jantungnya agar tidak terdengar, namun sayang, tatapan Andra menghancurkan pertahanan nya. Rasanya jantungnya ingin meledak saja.


Perlahan Andra mendekatkan wajahnya, memiringkan sedikit kepalanya dan mendekatkan bibirnya pada telinga Diandra.


"Tolong singkirkan brokolinya, aku gak suka" Bisiknya.

__ADS_1


BUG!


Diandra memukul keras dada Andra dengan tangannya, "Kalau hanya itu, tidak perlu modus seperti ini. Dasar!" Omelnya.


Andra terkekeh, kemudian membiarkan Diandra untuk bangun.


"Wajahmu sangat merah" Goda Andra.


"Andra diam!" Kesalnya. Bisa-bisanya laki-laki itu masih bisa tertawa setelah hampir membuat jantungnya meledak.


Hahahaha.


Setelah makanannya habis, Andra meminta Diandra untuk menceritakan bagaimana Jasson bisa ke Indonesia, padahal Bayu sudah memasukannya ke dalam daftar hitam disemua penerbangan manapun.


"Dia menyamar, memakai kumis tipis dan juga wig untuk mengelabui semuanya. Dia juga menggunakan identitas oranglain agar bisa membuat pasport dan yang lainnya. Awalnya aku tidak ingin membantunya, namun kau tahu sendiri, Jasson mengancam ku dan dengan terpaksa aku membantunya untuk terbang ke Indonesia" Ujar Diandra menjelaskan secara detail.


Sebisa mungkin ia tetap tenang dalam menjawab hal apapun yang ditanyakan oleh Andra dan juga menjawab yang sebenar-benarnya.


"Apa dia pernah mengatakan untuk apa dia ke Indonesia?"


"Kau pun tahu, Jasson mencintai anak dari Samuel Adelard Jovanka, istri dari sahabatmu. Makanya ia sangat ambisius ingin menghancurkannya kembali." Terang Diandra kemudian.


"Bagaimana Jasson bisa mengenal Grizelle, apa sebelumnya mereka pernah bertemu?"


"Mereka pernah bertemu secara tidak sengaja saat ditoko buku beberapa bulan yang lalu, saat itu mungkin Grizelle sedang terburu-buru jadi dia tidak terlalu memperhatikan jalan dan akhirnya menabrak Jasson. Nah dari sanalah Jasson terus memperhatikan gadis berseragam SMA tersebut dan ternyata gadis itu adalah anak dari rekan kerja bisnis nya, Samuel Adelard Jovanka. Inti nya, dia ke Indonesia untuk Grizelle, dan dia juga sempat mengatakan akan membawanya pergi jika berhasil"


DEG!


Seketika wajah Andra berubah, seperti sedang menahan kekesalan yang begitu besar.


"Kau harus memberitahukannya kepada keluarganya, Andra. Aku sangat tahu betapa psikopat nya seorang Jasson Vernando. Apalagi setelah berita pernikahan itu terdengar olehnya, dia semakin gila. Bukan hanya sekali dua kali aku memarahinya agar tidak menganggu kehidupan Bayu maupun Grizelle, tetapi dia sangat keras kepala dan aku sudah tidak tahu lagi bagaiman cara memberitahukannya" Imbuh diandra.


"Kurang ajar! Gw harus kasih tau pak Samuel sama om Theo!" Batinnya kesal.


"Apa kau tahu rencana apa yang dia buat untuk membawa Grizelle pergi?"


"Aku tidak tahu dengan pasti, dia hanya mengatakan jika dia akan menyamar saja. Aku rasa itu yang selalu ia katakan sebelum aku benar-benar tidak menganggapnya saudara" Ya, setelah perdebatannya beberapa Minggu lalu, Diandra tidak pernah lagi berhubungan dengan Jasson. Bahkan laki-laki itu pindah apartement tanpa sepengetahuannya.


"Menyamar?" Heran Andra.


"Iya"


KLIK!


Perekam suara telah dimatikan oleh Andra. Sebelum mulai bertanya-tanya, Andra sudah menyiapkan alat perekam untuk merekam semua jawaban yang dikatakan Diandra tanpa sepengetahuan nya.


"Terima kasih kau sudah memberitahukan semuanya, Diandra. Aku semakin yakin jika kau bukanlah perempuan jahat"


Andra masih bimbang dengan hatinya. Disisi lain ia percaya dengan semua ucapan Diandra, disisi lain juga ia ingat apa yang dikatakan oleh Theo tadi.


"Aku jahat karena sebuah ancaman, bukan keinginanku sendiri"


"Wanita baik!"


🌻


Sudah 2 hari Grizelle tidak masuk kuliah dan itu membuat Rey khawatir dan juga bingung. Laki-laki itu ingin menanyakannya kepada Shawn, namun ia tidak berani. Apalagi melihat wajah Shawn yang dingin seperti itu setiap kali bertemu dengannya.


Karena tidak mungkin ia diam saja dengan rasa penasarannya, akhirnya Rey bertanya kepada salah satu mahasiswi yang kebetulan 1 jadwal dengan Grizelle.


"Eh sorry mau tanya, lihat si Grizelle gak?" Tanya Rey ragu-ragu.


Kedua mahasiswi itu pun menggelengkan kepalanya.


"Udah 2 hari gak masuk kak, katanya keluarganya ada yang kecelakaan" Sahut perempuan yang lainnya.


Rey hanya mengangguk paham, kemudian pergi setelah mengucapkan terima kasih.


Melihat jadwalnya masih setengah jam lagi, Rey memilih menunggu di perpustakaan. Disana juga Rey hanya diam, ketidakhadiran Grizelle membuat hari-harinya ada yang kurang.


Biasanya gadis itu akan di diperpustakaan selama menunggu jadwal, atau bercanda bersama teman-temannya ditaman sana. Tetapi sudah 2 hari ini, gadis itu tidak terlihat sama sekali.


"Siapa yang sakit ya?" Pikirnya.


"Sini! Gue aja yang telpon, ribet banget hidup Lo!"


Tiba-tiba saja Rendy datang, merampas ponselnya dan menelpon Grizelle.


"Rendy sialan! Kembaliin gak? Lo mau bunuh gue hah!" Ucap Rey kesal. Rey berusaha mengambil ponselnya, namun Rendy terus menghindarinya.


"Loe ribet banget, biar gue aja yang telpon pake ponsel Lo"


Sambungan telpon sudah terhubung, tetapi Rendy segera mematikannya saat ....


🌻


BERSAMBUNG LAGI GUYS HEHEHE


Si Monicc enaknya di apain nih? Dan kira-kira si Jasson mau nyamar gimana ya, aduh makin lieur tapi greget wkwk.


Like nya jangan lupa ya, terima kasih semuanya.

__ADS_1


SAMUEL DAN AIKO.



__ADS_2