
Semenjak ucapan dokter Reymond tentang ngidam yang ditunjukan kepada suaminya, Grizelle merasa ada yang tidak beres dengan dirinya, dengan hatinya.
Ia menunduk, menatap perutnya yang terdapat sedikit luka bekas operasi yang dijalaninya tiga bulan lalu. Ini sudah sembuh dan bahkan dokter yang menanganinya pun mengatakan semuanya baik-baik saja, tidak ada masalah apapun meskipun itu membuat anaknya meninggal. Namun tidak menutup kemungkinan jika dirinya akan hamil lagi.
Tetapi, apa iya? Apakah tidak bahaya nantinya?
"Apakah dia ada didalam sana? Ya tuhan! Apakah iya?"
Tidak mungkin! Grizelle menggeleng kecil, membekap mulutnya saat mengingat jika sudah seminggu ini dia melewatkan masa haidnya.
"Astaga!"
Gadis itu berjalan keluar kamar, menuju meja disebelah tempat tidurnya lalu membuka laci dan mengambil sesuatu dari sana.
Tidak! Grizelle tidak akan bisa tenang jika dia belum mengetahuinya. Meskipun hatinya dihantui ketakutan, namun ia harus tetap mengetahuinya.
"Ya tuhan apapun keputusanmu aku akan terima"
Sebuah benda kecil berbentuk pipih sudah ia genggam setelah mengetes dan menunggu beberapa menit yang lalu. Grizelle masih menutup matanya, sejujurnya belum siap ketika melihat hasilnya disaat dia benar-benar berharap.
"Aku takut"
Perlahan mata yang tadinya terpejam rapat kini mulai terbuka perlahan, tidak lupa doa terus terucap dari dalam hatinya sampai hasil dalam benda tersebut membuatnya membeku.
"Apa?"
Apakah ia tidak salah lihat? Dua garis merah tercetak jelas pada benda tersebut.
"Seriously, am I pregnant? Is there a baby in here?"
Grizelle tidak bisa menahan air matanya. Dirinya tidak menyangka jika tuhan akan menggantikan nya lebih cepat dari dugaannya. Sungguh, Grizelle merasa ini seperti mimpi, bahkan ia sampai mengetesnya beberapa kali dan hasilnya tetap sama.
"Oh my god, seriously I'm pregnant?! Can I scream?"
Tidak! Grizelle tidak akan melakukannya. Apalagi suaminya sedang beristirahat dan belum terlalu pulih. Ia tidak mau sampai pria itu melompat dari tempat tidur karena teriakannya itu.
Grizelle berjongkok, membenamkan wajahnya untuk mengeluarkan semua kebahagiaannya.
"Terimakasih ya tuhan. Aku tau rencana mu pasti akan selalu indah. Aku harus memberitahukan kejutan ini pada mas Bayu!"
Ketika Grizelle akan berdiri untuk memberitahukan kabar bahagia ini, kepalanya tidak sengaja membentur pinggir wastafel sehingga ia berteriak karena itu benar-benar menyakitkan - membuat Bayu yang mendengarnya panik. Pria itu melompat dari tempat tidur, berlari ke kamar mandi dan mendobrak pintu tersebut.
"Astaga sayang!"
Dengan wajah panik Bayu menghampiri sang istri yang terduduk dilantai yang sedang meringis sambil memegangi dahinya yang merah.
Dia membantu istrinya untuk berdiri, menggendongnya keluar kamar mandi dan mendudukkannya dipinggir kasur sementara dirinya mengambilkan obat.
"What's going on, why are you screaming and- what's this, dahi kamu merah sekali sayang?!"
Grizelle tersenyum, memperhatikan wajah suaminya yang bertambah tampan saat sedang khawatir seperti itu.
__ADS_1
"Kepala aku kepentok mas, hehe~"
"Kenapa sampai kepentok begitu?" Bayu bertanya, sedangkan tangannya masih telaten mengoleskan salep pereda pada dahi sang istri.
"I was surprised by something"
Bayu mengangkat sebelah alisnya.
"Katakan apa yang membuat istri cantik mas ini membuat kegaduhan?" Masih menunggu jawaban sang istri yang tidak kunjung terlontar, membuat Bayu curiga. Kenapa, pikirnya. "Tell me, honey" Imbuhnya.
Grizelle tersenyum, menangkup kedua belah pipi tirus sang suami.
"Kalau aku memberitahukannya, berjanjilah untuk tidak berteriak"
"Depends on what-"
"Berjanjilah mas!"
"Yeah, I promise"
Sungguh Bayu tidak mengerti dengan tingkah istrinya sekarang. Kemarin-kemarin dia sedikit pendiam, terus sekarang aneh seperti ini.
"Close your eyes!"
"Kenapa harus tutup mata?"
Memutar bola matanya jengah, Grizelle mencubit pipi suaminya gemas. Kenapa cerewet sekali sih!
"Okay, okay. I close my eyes! Awas kalau aneh-aneh, mas akan memakan kamu tanpa ampun malam ini!" Ancam Bayu.
Hatinya kembali was-was jika istrinya itu sudah menyuruhnya tutup mata. Terakhir saja beberapa hari kemarin, Bayu dibuat gila karena istri cantiknya dengan jahil meletakan buah yang paling ia takuti.
"Yakk! Bayu mesum Aji Bagaskara!"
Bayu menanggapinya dengan tawa, sebelum akhirnya menuruti perintah istrinya. Ya daripada ngamuk, turuti sajalah.
Setelah memastikan suaminya sudah menutup matanya rapat-rapat. Pelan, Grizelle mengambil testpack yang sempat disembunyikannya dan mengarahkannya dihadapan wajah suaminya.
"Buka matamu, mas"
Membuka matanya perlahan, Bayu menatap sebuah benda panjang pipih yang dipegang istrinya. Ia tau benda tersebut berfungsi untuk apa dan ia juga tau jika ada dua garis yang tercetak disana itu artinya?
"Sayang!" Bayu menatap istrinya, meminta penjelasan dari apa yang dilihatnya. "Kamu?"
Grizelle mengangguk, menggenggam tangan suaminya sebelum akhirnya meletakkannya pada perut yang masih terlihat datar itu.
"Yes, I'm pregnant and there's a baby here."
Bayu berteriak, memeluk sang istri dan menciumi seluruh wajahnya dan berhenti didepan perut dia berkata, "Kau benar-benar ada disini baby? Daddy berjanji akan lebih lebih lebih menjaga kalian. Daddy promise!"
🌻
__ADS_1
"Nanti kalau Grizelle memberitakan kepada kita, kita harus berpura-pura terkejut"
"Ya, kau bisa mengandalkan ku Raisha"
Tadi ketika keduanya sedang berjalan-jalan di mall, tiba-tiba Grizelle menelpon dan mengatakan untuk segera pulang.
Raisha maupun Aiko sudah menduga, pasti Grizelle akan memberitahukan tentang kabar kehamilannya. Makanya mereka langsung pulang, meskipun keduanya sudah tahu tapi mereka akan berpura-pura tidak tahu.
"Bagus, kita harus turun sekarang"
Kedua wanita cantik itu sudah turun dari mobil, berjala. bersama memasuki mansion besar Bagaskara.
"Hey ubah wajahmu, itu terlihat sekali kalau kau sedang bahagia!" Tegur Aiko kepada sahabatnya sekaligus besannya.
"Wajahku memang seperti ini, Aiko!"
"Ya makanya ubahlah. Lihat aku"
"Itu terlihat judes dan galak!"
"Raisha!"
Keduanya masih berdebat, tidak menyadari jika dua orang yang sedang duduk di sofa sana sedang menatapnya.
"Mau terus berdebat atau mendengar sesuatu?!"
Bayu terkekeh, sedangkan Grizelle sudah melipat kedua tangannya didepan dada. Raisha maupun Aiko berhenti, saling melempar pandangan dan keduanya kompak duduk bersebelahan.
"Apa lagi yang kalian ributkan, ya ampun!"
"Tidak!" Kompak keduanya.
Menghembuskan nafasnya lelah, Grizelle mengambil beberapa lembar foto lalu memberikannya kepada kedua ibunya.
"K-kamu hamil, sayang?" Aiko bertanya.
"Kami akan menjadi nenek, lagi?"
Grizelle mengangguk.
Ya sejujurnya Raisha maupun Aiko tidak terkejut dengan kabar ini tapi, "Ada yang aneh, tetapi apa ya?" Raisha berpikir, begitupun Aiko.
Bayu terkekeh, memeluk Grizelle dan mengusap perutnya.
"Oh ada dua- WHAT? Are they twins?" Teriak Aiko setelah menyadari jika ada dua nyawa yang tergambar disana.
Grizelle mengangguk, "Cucu kalian kembar, mereka ada dua"
Raisha dan Aiko berdiri, saling berpelukan satu sama lain. Niatnya akan berpura-pura terkejut, malah terkejut sungguhan.
🌻
__ADS_1
\={R E V I S I}\=