I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 133


__ADS_3

BRENGSEK!


Jasson mengintip dari balik jendela, ia melihat beberapa mobil terparkir disebrang jalan yang diyakininya sebagai mobil milik Bayu dan juga para pengawalnya. "Aku harus cepat membawa Grizelle pergi dari sini melewati pintu belakang!" Gumam Jasson panik.


Grizelle benar-benar mempermainkannya, ternyata kalimat jika suaminya akan datang sebentar lagi benar terjadi. Pasti ada alat lain yang Bayu pasang pada gadis itu. Jika tidak, darimana mereka bisa menemukan persembunyiannya dengan cepat. Padahal Jasson sudah mengantisipasi jika tempat ini benar-benar tidak bisa diketahui oleh siapapun karena susah sekali mendapatkan sinyal.


"Argh sial. Aku benar-benar melupakan siapa seorang Bayu Aji Bagaskara dan siapa saja yang berada disekelilingnya." Gerutunya kesal.


Saat Jasson akan kembali ke dalam ruangan dimana ia menyekap Grizelle, pria itu menggeram kesal ketika mendapati pintu ruangan tersebut terkunci. "Sialan, pasti sudah ada penyusup masuk!"


Ia berusaha mendobrak pintu tersebut, namun ketika ia akan menghancurkannya - beberapa orang berseragam datang menyergapnya dengan senjata.


"Sialan!" Jasson terpaksa mengangkat tangannya.


"Wah Jasson, sekian lama kita tidak bertemu aku pikir kau akan bertambah pintar. Tapi nyatanya semakin bodoh!" Ucap seseorang dengan pakaian rapih, lengkap dengan jaket rompinya. Pria berdarah Chicago itu terkekeh, mengambil sebatang cerutu yang diberikan pengawalnya lalu menyulutnya dengan api - Kepulan asap yang mengenai hidungnya itu terasa mencekik tenggorokan, membuatnya sesak tidak bisa bergerak. "Kenapa diam saja, kau tidak mau berduel denganku lagi?" Imbuh pria tersebut.


Belum sempat Jasson menanggapi, seseorang yang sangat ia kenali juga hadir dengan seorang wanita disampingnya dengan tangan saling menggenggam erat. "Diandra" Gumamnya.


Jasson sudah menduga, pasti sepupunya itu akan membeberkan semua rencana dirinya kepada Andra setelah sang Tante mengatakan jika Diandra akan menikah dengan pemilik perusahaan properti terbesar di Italia, Pradipta. Awalnya Jasson tidak percaya karena bagaimanapun juga orangtua Diandra dengan Andra saling berselisih paham, namun ia tidak menduga jika mereka bisa secepat itu mendapatkan restu.


"Bisa mati dia kalau duel sama loe!" Serobot Andra remeh seraya menatap Jasson begitu jijik. Jika saja Diandra tidak ikut bersamanya, sudah pasti Andra akan membunuh pria itu dengan tangannya sendiri. Rasanya sangat gatal sekali membiarkan nyamuk itu terus hidup.


"Lah, tujuan kita kan emang itu pea!" Kesal Hendry.


Andra menyengir, kemudian memasang kembali wajah dinginnya. "Bagaimana Jasson, kau sudah siap?"


Jasson terkekeh, ingin sekali rasanya ia menembak mulut pria yang sedang menggenggam erat tangan sepupunya itu. "Kalian yakin sekali bisa membunuhku" Ucap Jasson remeh. "Apakah kalian akan terlihat hebat jika membunuhku dengan keroyokan? Lihat, kalian berlima - sedangkan aku hanya sendiri. Sangat pengecut!"

__ADS_1


"Untuk membunuh seorang penjahat, banyaknya orang yang menyerang tidak terlalu penting untuk disebut hebat atau tidaknya. Yang penting babi yang kita incar mati, selesai!" Ucap seseorang yang baru saja datang bersama kedua pria tampan disebelah kanan dan kirinya. Mereka adalah Bayu, Theo dan juga Samuel. "Benar 'kan apa yang saya katakan, Jasson Vernando?" Imbuh Bayu seraya membuka kacamata hitam yang bertengger sempurna pada hidung mancungnya.


Cih!


Grizelle sedikit meringis memegangi perutnya. Bayangkan saja ia harus melompat dari ketinggian satu meter setengah agar bisa keluar dari ruangan yang menyekapnya dan tiba-tiba ia melihat beberapa orang berseragam hitam menghampirinya pun terkejut.


"Kalian siapa?" Grizelle takut. Apakah mereka akan menangkap dan menyerahkannya kepada pria jahat itu?


"Tenang nona, kami adalah para pengawalnya tuan Bayu. Kami datang untuk menyelamatkan nona" Ucap salahsatu dari ke tiga pengawal berkacamata hitam tersebut. Sebenarnya Grizelle tidak perlu takut melihatnya, namun karena pakaian mereka yang tidak ada bedanya dengan yang lain membuatnya kadang lupa dan sering menyangka mereka orang jahat.


"Aku pikir kalian akan menangkap ku" Kata Grizelle bernafas lega. Ia duduk sebentar pada kursi disana, merasakan perutnya yang keram. "Ada yang bawa air minum gak, aku haus" Imbuhnya.


"Ada di mobil nona, mari ikut dengan kami." Ajak para pengawal itu.


Saat mereka akan pergi, tiba-tiba Grizelle kembali terdiam. Ia merasa ada yang tertinggal lantas menepuk jidatnya. "Astaga, aku sampai lupa kalau kak Rey masih ada di dalam" Batinnya. Membuat pengawal tersebut menatapnya heran.


"Orang yang menolongku masih berada didalam ruangan ini, cepat bantulah dia sebelum pria jahat itu menangkapnya!" Titah Grizelle.


"Baik!" Para pengawal itu mengangguk dan mulai menyusun kursi untuk membantu Rey yang sedikit kesusahan menaiki jendela tersebut.


"Kalian siapa?" Rey terkejut, tiba-tiba saja ada tiga pria berseragam hitam mengulurkan tangannya.


"Tenang, kami adalah pengawalnya tuan Bayu"


"Bayu? Bayu siapa? Apakah saudaranya Grizelle yang udah datang?" Gumamnya pelan.


Ah nanti saja berpikirnya Rey, sekarang kamu naik saja sebelum Jasson membunuhmu karena telah menggagalkan rencana pria bajingan itu.

__ADS_1


"Cepat!"


Sementara itu.


Membiarkan para pengawal itu berusaha mengeluarkan Rey, Grizelle tidak sengaja mendengar keributan diruang tengah. "Pasti Jasson sudah tertangkap oleh para pengawalnya mas Bayu." Ucapnya begitu yakin. Ia juga mendengar suara Daddy Samuel dan papa Theo disana.


Grizelle penasaran, akhirnya meninggalkan ketiga pria itu untuk menghampiri suaminya. Namun baru saja Grizelle muncul dari pintu belakang, ia yang tidak sadar dengan keberadaan Jasson, heran melihat semua orang yang melihatnya menjerit.


Jasson berlari lalu menarik tangan Grizelle dan membelit lehernya dengan tangan serta pistol yang mengarah tepat pada kepalanya.


"Jasson, secuil saja kau menggores kulitnya - aku akan membunuhmu sekarang juga!" Pekik Bayu begitu panik. Pistol yang ia sembunyikan dibalik rompi nya sudah ia keluarkan dan arahkan kepada Jasson.


"Kalian mendekat atau kepala gadis ini akan meledak!" Ancam Jasson, membuat semua orang yang berada disana kalut. "Perintahkan kepada anak buah kalian untuk menurunkan semua senjatanya!"


Samuel mengangguk takut, ia dan Theo menyuruh anak buahnya untuk menurunkan senjatanya.


"Kalian sangat bodoh!" Ucap Jasson remeh.


Ia menyeret Grizelle untuk keluar namun ketika Jasson berbalik pergi, Diandra yang sudah berdiri dibelakang dengan balok kayu besar ditangannya segera memukul kepala Jasson dengan benda tersebut. Membuat Jasson dan juga Grizelle terjatuh.


Diandra segera menghampiri Grizelle dan membantunya berdiri. "Are you okay?" Ucap Diandra panik. Grizelle menggeleng cepat, gadis itu masih shock melihat darah yang mengalir pada kepala Jasson. "Ayo kita pergi, Grizelle!" Grizelle mengangguk.


Saat Bayu akan menghampiri Grizelle untuk membantunya, suara tembakan pistol terdengar begitu menggema diruangan itu. Darah mengalir pada perutnya, semua orang berteriak.


"Mas-"


🌻

__ADS_1


__ADS_2