
Happy reading
🌻
Disepanjang perjalanan, Bayu terus memikirkan siapa laki-laki yang sedang mengobrol bersama istrinya. Pasalnya ini bukan yang pertama kali orang suruhannya mengirimkan foto tersebut, namun sudah yang ke dua kalinya.
Awalnya Bayu membiarkannya dan mengira istrinya sedang dihukum saat ospek berlangsung, namun kali ini Bayu tidak yakin dengan pikirannya.
Melihat jalanan yang tidak terlalu ramai, Bayu membelokan mobilnya ke apartemen seseorang. Dia butuh bantuan orang tersebut untuk mencari informasi apapun tentang laki-laki tersebut. Karena tidak mungkin jika di lakukan di apartement, nanti istrinya curiga.
"Buset tamu kurang ahlak, jam berapa ini Bayu?"
Tentu Hendry merasa kesal, ia yang sudah tertidur pulas dengan mimpi indahnya dipaksa bangun oleh suara bel yang terus berbunyi karena ulah sahabatnya.
"Bantuin gue!" Menyelonong masuk tanpa persetujuan sang empunya saat pintu sudah terbuka lebar, dengan diikuti oleh Hendry yang terus mengomel dibelakangnya.
"Astaga! Kenapa gak besok aja minta tolong nya, Lo tahu gak-"
"Gue gak perduli, yang penting Lo bantuin lacak orang ini sekarang atau gue bakalan gak bisa tidur!" Sela Bayu seraya memperlihatkan foto tersebut.
Sudahlah Hendry, turuti saja kemauan tuan muda Bayu karena akan percuma jika terus menolaknya, dia tidak akan mendengarkan mu sama sekali.
"Resse! Kenapa gak di apartemen Lo aja si, ganggu banget!"
"Nanti istri gue curiga Hend"
"Iya juga si, tapi tetep aja Lo udah ganggu tidur tampan gue"
"Tidur tuh merem, enggak ada tampan-tampannya sama sekali!"
"Tapi Lo kalau tidur tampan banget bay, heran gue"
"Jangan banyak ngomong, cepetan keluarin laptop canggih Lo"
"Udah nyuruh, galak pula. Eh tapi ini siapa njirr mepet-mepet istri Lo? Nyari mati nih anak"
"Ya makanya gue kesini minta bantuan"
"Ribet banget hidup Lo, belum juga kelar sama si Jasson, ini hama muncul lagi."
"Jangan banyak bacot, cepetan!"
Hampir 1 jam Bayu berada di apartemen Hendry, mereka terus menggali info tentang laki-laki yang sedang dekat dengan istrinya itu. Bayu rasa cukup puas dengan semua informasi yang didapatnya. Dia tahu kini siapa dia.
"Lo kayaknya dikutuk sama tuhan buat terus bermasalah deh sama tuh keluarga"
Hendry cukup terkejut dengan informasi yang didapatnya barusan, ternyata laki-laki tersebut masih kerabat jauh dari musuh terbesar Bayu. Hendry tidak mengerti, kenapa Bayu selalu saja mendapatkan masalah dengan keluarga tersebut, padahal sebisa mungkin Bayu terus menghindar bahkan menutup semua kontak kerja dengan perusahaan mereka.
Bukan tanpa alasan, dulu setelah satu tahun masa jabatannya, Bayu dibuat frustrasi karena perusahaan mereka melakukan pelanggaran dalam penggelapan uang yang jumlahnya sangat fantastis. Itu sebabnya sekarang perusahaan Bayu sangat selektif dalam memilih kerja sama dengan siapapun.
"Dah lah, gue pulang dulu"
Berdiri lalu pergi tanpa ucapan apapun, Hendry yang melihatnya sungguh-sungguh kesal. Sudah membangunkannya dengan paksa, sekarang malah menyelonong begitu saja tanpa ucapan terima kasih atau basa-basi lainnya.
"Anj- untung sahabat gue Lo!" Sungut Hendry sambil melemparkan bantal kecil ketika melihat Bayu yang hanya tertawa diambang pintu.
"Thanks hend" Teriak Bayu setelah pintu tersebut tertutup.
🌻
Rasa lelah yang sudah menyelimuti raga nya musnah sudah, ketika melihat sang istri sedang meringkuk disofa ruang tamu. Gadis itu tertidur saat menunggu suaminya pulang.
Laki-laki itu berjongkok didepan wajah istrinya, menatapnya penuh dengan kasih dan sayang.
"Tuhan pasti lagi bahagia banget pas ciptain kamu, sayang" Ucap Bayu seraya mengelus pipinya sampai gadis itu menggeliat merasakan sentuhan lembut pada pipinya.
"Mas kamu sudah pulang, maaf aku ketiduran" Berusaha bangun namun Bayu malah menahannya.
"Kenapa mas?" Griz merasa bingung dengan sikap suaminya yang hanya diam saja. Apalagi saat suaminya melepaskan jas nya dan melemparkannya ke sembarang tempat serta dasi yang juga bernasib sama.
"Mas kamu mau ap-"
__ADS_1
Tidak membiarkan istrinya berbicara, Bayu segera membungkamnya dengan ciuman yang membuat gadis itu meleguh dan membuat dirinya semakin tidak bisa menahannya lagi.
Bayu semakin memperdalam ciumannya sambil menggendong Griz ke kamar dan membaringkannya ke atas kasur, Griz merasa takut dengan tatapan suaminya yang penuh dengan nafsu. Meskipun sudah sering melakukannya, namun kali ini berbeda hanya karena pandangannya saja. Rasanya berbeda dari biasanya.
"Mas" Lirih Griz setelah ciumannya terlepas. Bayu beralih mengecupi leher istrinya dan memberikan banyak tanda cinta disana, tangannya menyusup menelusuri punggung mulus Griz sampai gadis itu menggelinjang kegelian dengan sensasi yang diberikan suaminya.
"Just give me once" Bisiknya kemudian menatap penuh permohonan kepada istrinya.
"Mas gak cape?" Tanya Griz, seharusnya Bayu tidak perlu meminta ijin dulu, tinggal katakan saja Griz pasti akan menurutinya.
"Engga sayang"
Melihat senyum yang diberikan sang istri, Bayu kembali menyambar bibir ranum gadis yang berada dalam kungkungannya itu lalu mencumbunya dengan lembut serta memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu memabukan bagi keduanya.
Dan malam ini menjadi malam yang sangat panas bagi keduanya. Bayu meminta nya sampai beberapa kali dan membuat Griz sangat kelelahan dan akhirnya tertidur pulas dalam dekapan suaminya.
Untung saja besok jadwal dia berkuliah adalah siang, jadi Griz bisa bangun siang ya meskipun pagi-pagi ia tetap harus bangun karena harus menyiapkan semua keperluan suaminya untuk bekerja, termasuk membuatkannya sarapan.
"Terima kasih sayang"
Beberapa kali Bayu mencium kening istrinya, kembali merapatkan dekapannya seakan takut Griz pergi darinya. Bayu terus memikirkan semua ketakutannya, bohong jika Bayu tenang-tenang saja menerima begitu banyak ancaman dari semua musuhnya. Apalagi sekarang dirinya mempunyai istri yang tentunya banyak juga yang menginginkannya.
Ditambah foto yang diterimanya siang tadi membuat Bayu semakin takut, meskipun Bayu sangat yakin jika istrinya tidak akan mengkhianati nya, namun Bayu tidak percaya kepada laki-laki tersebut.
"Jangan pernah tinggalkan aku Grizelle, aku sangat mencintai kamu. Sangat!"
🌻
"Kau darimana saja, aku sudah menunggumu 1 jam disini?" Gerutu laki-laki berjaket hitam tersebut.
Masker yang menutupi setengah wajahnya membuat laki-laki tersebut sulit dikenali, sehingga wanita yang sedang mengatur nafasnya karena berlari sedikit kesulitan mencari nya. Apalagi di tempat ramai seperti ini.
"Maafkan aku, ada sebuah kecelakaan yang membuat aku harus memutar arah" Ujar wanita tersebut seraya membantu membawakan koper milik laki-laki tersebut.
"Alasan saja"
"Ck! Kau ini, masih syukur aku mau menjemputmu, sekarang kau malah mengomeliku. Dasar sepupu tidak tahu diri!" Sungut wanita tersebut. Ia berjalan dengan wajah yang ditekuk sehingga laki-laki itu tertawa melihatnya.
"Aku tidak mendengarnya, aku tuli" Teriak Diandra yang sudah masuk terlebih dahulu kedalam mobil.
Dasar! Selalu saja meledeknya seperti itu, menyebalkan!
"Apa kau ingin aku membantumu untuk mencarikan laki-laki?"
Diandra menoleh sarkas, matanya semakin menajam penuh dengan kilatan emosi. Baru juga datang, sudah mencari gara-gara saja.
"Kau diam atau aku akan mengirim mu kembali ke Canada?"
Dan seketika laki-laki itu diam, duduk manis dibangku penumpang dengan wajah polosnya.
"Kau pintar mengancam sekarang, bagus! Itu baru adikku" Menepuk pelan kepala Diandra dengan bangga.
"Berperilaku lah yang baik, aku sudah bekerja sangat keras untukmu" Ucap Diandra.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, kau tenang saja"
"Bagus! Tetapi jika kau mau mendengarkan saran ku-"
"Ini demi cintaku dan kau jangan ikut campur urusanku!"
"Cinta tidak gila seperti yang ada dalam pikiranmu, jika kau benar-benar cinta kepada wanita itu kau seharusnya bahagia melihatnya bahagia, ya meskipun akan selalu ada hati yang hancur. Seharusnya kau mengerti arti dari cinta"
"Bukan fashion ku. Cinta bagiku adalah memiliki apa yang seharusnya ku miliki"
"Dasar gila! Jika kau seperti ini terus, kau juga yang akan menyesal. Ingat! Musuhmu bukan orang sembarangan, kau akan hancur!"
"Aku tidak pernah takut dengan siapapun, selama aku belum mencobanya aku akan tetap menjalankan misiku"
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kau harus mendapatkan perawatan oleh psikiater"
"Kau pikir aku gila, Ha?" Sungut laki-laki itu tidak terima.
__ADS_1
"Bahkan lebih!"
"Sialan!"
Sudahlah! Percuma saja, laki-laki memang selalu keras kepala jika menyangkut perasaannya. Mereka akan melakukan sesuatu tanpa berpikir dengan matang dan apa resiko yang akan didapatnya.
"Aku tidak akan membantumu lagi!"
"Kau diam saja, kau hanya perlu menyiapakan apa yang aku perintahkan"
Cih!
🌻
"Yakin mas sebanyak itu?"
Menghitung jumlah angka yang sedang diketikan suaminya.
Ya, pagi ini Griz baru sempat memperlihatkan proposal tentang penggalangan dana untuk korban bencana banjir serta sebagian lagi akan didonasikan kepada panti asuhan yang ternyata Bayu sendiri adalah donatur tetap dan terbesar disana.
"Biasanya juga segini sayang" Tersenyum menjawab pertanyaan istrinya. "Kapan emangnya mau kesana?" Imbuhnya.
"Belum tahu mas, katanya sih Minggu depan"
"Oke. Shawn ikut?"
"Ikut, Fiona juga"
"Baiklah"
Setelah selesai, Bayu bersiap-siap untuk berangkat bekerja setelah Griz mengucapkan terimakasih serta menghadiahi ciuman pada pipinya kirinya.
"Ya sudah mas berangkat dulu ya, jangan bukain pintu sembarangan ya sayang. Lihat dulu dilayar siapa orangnya" Peringat Bayu yang selalu dikatakannya setiap akan meninggalkan istrinya seorang diri.
Bayu tetap saja masih merasa khawatir meskipun keamanan disini sangatlah ketat.
"Iya mas sayang, aku inget ko" Sahut Griz.
Griz mengantarkan suaminya tepat pada ambang pintu dan mereka berhenti disana. Griz merapikan kembali jas serta dasi suaminya, "Tampan!" Ucap Griz yang membuat Bayu tidak kuat untuk membalas ciuman pada pipinya tetapi Bayu tidak langsung berangkat dan kembali terdiam, seperti ada yang dipikirkannya.
"Kenapa mas, ada yang ketinggalan?" Griz merasa heran, bukankah ia sudah memasukan semua keperluan suaminya secara detail.
Laki-laki itu mendekat lalu menarik istrinya kedalam pelukannya.
"Lupa, belum peluk"
Astaga! Bukankah sudah, kenapa mesti memintanya lagi? Ah, turuti saja Griz atau laki-laki itu tidak jadi berangkat ke kantor!
"Ya ampun mas kirain apaan" Griz terkekeh lucu, kemudian membalas pelukan suaminya.
"Hm, kalau udah begini mas jadi males pergi ke kantor"
Mendengar kalimat tersebut, Griz langsung melepaskan pelukannya. Lalu mendorong tubuh suaminya agar cepat berangkat atau dia akan mengajaknya tidur kembali.
"Jangan macem-macem mas, ayo sana berangkat!"
"Hehe, iya-iya sayang. I love you, bye"
"Me too. Hati-hati sayang"
Tidak lama setelah suaminya pergi, Griz yang saat itu akan melanjutkan tidurnya kembali dibuat terkejut dengan nomor baru yang baru saja menelponnya. Gadis itu cepat-cepat menutup serta mematikan ponselnya dan berlari menuju kamarnya.
"Aduh gimana ini?"
🌻
Yang belum rate, rate dulu ya sayang. Kalau enggak, orang ini bakalan gak mau spill kehidupan pernikahannya, kan bahaya 😂
Maaf ya baru bisa Up, kemarin-kemarin suami aku kecelakaan jadi pikiran aku kalut banget.
__ADS_1