
Sudah 10 menit Grizelle menunggu, namun sang sopir yang bertugas untuk menjemputnya belum datang juga. Suasana kampus yang mulai sepi pun membuat wanita hamil itu sedikit ngeri, apalagi ini sudah menunjukan pukul setengah enam sore.
"Aku telpon pak Doni aja aja gitu ya, pak Ujang lama banget."
Baru saja Grizelle mengeluarkan ponselnya untuk menelpon pak Doni, suara seseorang dibelakangnya membuat Grizelle menoleh. Ia memegangi dadanya, terkejut dengan kehadiran pria tersebut.
"Mister Jona?"
Pria itu tersenyum, menghampiri Grizelle dan berdiri tepat disebelahnya. "Maaf mengagetkan kamu. Kenapa belum pulang, sebentar lagi malam loh" Ucapnya.
Grizelle tersenyum canggung.
"Lagi nunggu sopir Mister, belum datang" Ujar Grizelle gugup. Bagaimana tidak, ia hanya berdua dengan pria itu. Meskipun ada beberapa mahasiswi yang berlalu, Grizelle tidak mengenalnya.
"Oh - mau ikut dengan saya?" Tawar pria berkacamata itu. "Sepertinya akan hujan, bahaya wanita seperti kamu sendirian di kampus seperti ini. Tidak ada kelas malam juga hari ini"
"Thank you Mister Jona, tidak perlu - saya akan menunggu sopir saya saja" Tolak Grizelle.
"Serius?" Yakin Jona.
Belum sempat Grizelle menanggapi, rintik hujan yang mulai turun mengenai kepalanya. Grizelle kelabakan, berjalan cepat menuju pendopo yang berada didekat parkiran. Sedangkan Jona sendiri, pria itu memasuki mobil mewahnya.
"Aduh beneran turun hujan. Ini pak Ujang kemana lagi gak ada kabar, mana ponsel aku sebentar lagi mati" Keluhnya.
Hujan semakin deras, angin meniup cukup kencang - membuat Grizelle mulai kedinginan. Jona sendiri masih diam diparkiran, ia terus memperhatikan Grizelle. "Keras kepala juga ya kamu" Menggeleng lucu.
Jona melajukan mobilnya perlahan, kasihan juga gadis itu kalau ia sampai tega meninggalkannya sendirian. "Hey ayo saya antar" Teriak Jona dari dalam mobil, ia bukakan sedikit kaca berwarna gelap tersebut, menyodorkan payung kecil kepadanya.
"Tidak usah Mister, saya-"
Kilat petir yang muncul membuat Grizelle berteriak cukup kencang, "Mas Bayu aku takut!" Gadis itu berjongkok menutupi telinganya ketakutan - membuat Jona refleks keluar menghampirinya.
"Hey hey are you ok, tenanglah" Jona mencoba menenangkan Grizelle yang menangis, dia mencoba membujuk Grizelle kembali untuk ikut dengannya. "Cobalah untuk tidak keras kepala, biarkan saya mengantarkan kamu pulang" Imbuh pria tersebut. "Saya tahu kamu sudah menikah, jangan khawatir apalagi berpikir yang aneh-aneh"
Grizelle mengangguk cepat, mengiyakan ajakan Jona tanpa berpikir lagi. Ia mengikuti arahan Jona untuk masuk kedalam mobil mewah miliknya. Apalagi Jona sudah mengetahui dirinya sudah menikah, Grizelle tidak perlu merasa khawatir lagi.
"Minumlah" Kata Jona setelah mereka berada didalam mobil.
Jona memberikan sebotol air mineral yang diterima oleh Grizelle. Dia yang haus langsung meminumnya sampai habis. "Terima kasih mister"
Jona mengangguk, mulai melajukan mobilnya keluar area kampus. "Rumahmu dimana?" Tanyanya kemudian.
"Kawasan xx, Mister"
"Baiklah"
Aduh! Kenapa tiba-tiba menjadi sangat mengantuk. Mata Grizelle seakan berat sekali untuk terbuka. "Tidur saja jika kamu mengantuk" Sayup-sayup Grizelle mendengar Mr Jona berbicara, ia yang memang sudah tidak kuat lagi membuka mata akhirnya tertidur.
🌻
"APA?" Bayu berteriak membuat Samuel dan juga Theo yang akan menaiki tangga pesawat menoleh lalu kembali menghampiri Bayu yang terkulai.
"Ada apa nak?" Tanya Samuel terkejut.
"Bayu! apa yang terjadi?" Theo ikutan panik.
__ADS_1
"Dad - Pa"
Theo mengambil ponsel Bayu yang tergeletak di aspal, lalu menanyakan apa yang terjadi. "Hello pak, ada apa?" Tanyanya kepada supir yang bertugas untuk menjemput menantunya. Apakah telah terjadi sesuatu sehingga Bayu shock seperti itu. Oh tuhan, jangan sampai lagi.
"Nona Grizelle tidak ada di kampus tuan besar, petugas yang menjaga kampus mengatakan nona sudah pergi satu jam yang lalu bersama mobil mewah berwarna merah"
DEG!
Theo tidak bisa merespon apalagi, ia juga shock mendengarnya. "Jangan katakan ini kepada Aiko dan juga Raisha terlebih dahulu" Ucapnya.
Tatapannya kosong, hatinya kalut. Siapa yang telah membawa menantunya pergi?
"B-Baik tuan"
Theo langsung memutuskan sambungan telponnya, ia mengajak Bayu naik ke pesawat dan mengintruksikan kepada pilot untuk segera lepas landas.
Tidak ada percakapan apapun didalam pesawat, semuanya terlihat tegang dengan pemikiran masing-masing. Bayu semakin kalut ketika earphone yang harapkan nya bisa memberi petunjuk kemana istrinya pergi tidak menunjukan hasil apapun.
"Sayang kamu kemana, please dengarkan mas"
"Loh Mister, ini dimana? Kenapa tangan sama kaki aku di ikat?!" Teriak Grizelle mulai panik.
Grizelle memedarkan pandangannya, ruangan itu sangat kotor dengan banyaknya kardus bekas yang tertumpuk. Penerangannya pun sangat gelap, hanya lampu kecil yang menerangi.
"Mister Jona!" Teriak Grizelle lagi. "Anda jangan macam-macam ya!" Imbuhnya. Grizelle terus berontak, berusaha melepaskan ikatan pada tangannya - namun semuanya sia-sia, dosen itu sudah mengikatnya begitu kuat.
"Diam lah Grizelle" Ucap Jona dingin.
Entah apa yang sedang Jon lakukan, pria itu masih sibuk dengan laptopnya.
Jona berdecih, menatap Grizelle begitu tajam.
"Laporkan saja, bahkan saya sudah mematikan ponsel kamu" Tersenyum miring, memperlihatkan ponselnya yang sudah ia hancurkan tadi. "Suami kamu saja sedang tidak ada, bagaimana kamu akan mengadu kepadanya?"
Grizelle shock melihat keadaan ponselnya yang hancur, ia bingung harus memberitahu suaminya seperti apa. "Kalung?" Ia melirik kalungnya - menekan dengan dagunya. Untung saja pria itu tidak mencurigai sedikitpun terhadap kalung yang dipakainya.
"Sebenarnya kamu siapa?" Teriak Grizelle.
Grizelle sengaja memancing Jona untuk membuka sendiri identitas aslinya. Siapa tahu saja suaminya sudah menyadari jika dirinya sedang ada dalam bahaya besar.
Bayu terkejut ketika mendengar suara istrinya, kenapa dia berteriak seperti itu. Sebenarnya apa yang telah terjadi. "Sayang hello kamu bisa mendengar mas?" Panik Bayu.
Earphone, Grizelle mencari keberadaan tas nya yang Jona simpan didekatnya. Ugh, bagaimana dirinya bisa mengambilnya kalau tangan dengan kakinya saja Jona ikat. "Mudah-mudahan mas Bayu denger semua yang aku bicarakan ini" Batinnya.
Jona tertawa, pria itu masih sibuk dengan laptopnya, "Saya?" Jona bertanya, menunjuk dirinya sendiri. "Saya hanya seorang pria yang begitu mencintai gadis SMA yang pernah menabrak saya di toko buku beberapa bulan lalu" Jona membuka wig nya, ia juga melepaskan kumis tipis yang ia pakai selama ini untuk mengelabui semua orang. "Apakah kau mengenalku, cantik?"
Siapa, Grizelle tidak mengenalinya sama sekali. Bahkan ia tidak ingat kejadian tersebut pernah terjadi. "Tidak! Aku tidak mengenalmu, brengsek!"
"Baiklah aku akan memperkenalkan diriku. Perkenalkan - aku adalah Jasson Vernando, rekan bisnis orangtuamu dan musuh terbesar suamimu, Bayu Aji Bagaskara!"
DEG!
"JASSON KEPARAT!" Teriak Bayu murka. Ternyata Jasson yang sudah membawa istrinya pergi. Tetapi bagaimana bisa dia dengan mudah mengajak Grizelle?
Bayu semakin kalut ketika mendengar istrinya menangis, ia sudah tidak bisa tenang lagi setelah mengetahui jika Jasson lah dalang penculikan ini.
__ADS_1
Bayang-bayang tangisan Grizelle yang ketakutan membuatnya kehilangan akal, Bayu benar-benar ingin membunuhnya sekarang.
"Ada apa, sudah kau temukan putriku dimana?"
Bayu memberikan earphone nya, menyuruh Samuel untuk mendengarkannya.
"SIALAN! Kau salah memilih musuh, Jasson Vernando!" Desis Samuel geram. Begitu juga dengan Theo, pria itu langsung menyuruh orang-orang suruhannya untuk berpencar dan menjaga di setiap perbatasan kota.
Jasson menutup laptopnya, ia mendekati Grizelle yang sengaja dirinya ikat dikursi. "Kau tahu, aku begitu marah ketika mendengar berita pernikahanmu beberapa bulan lalu, aku mencoba terbang ke Indonesia untuk menggagalkannya - tapi suami kamu malah memblack list saya dari semua penerbangan manapun, bukankah suamimu sangat menjengkelkan?"
"Jangan menyentuhku, keparat!" Grizelle meludahi tangan Jasson ketika tangannya akan menyentuh wajahnya.
"Galak sekali, tetapi anehnya aku semakin mencintaimu" Jasson berjongkok dihadapan Grizelle, membelai rambutnya lembut.
"JANGAN MENYENTUH RAMBUTKU SIALAN!"
Sungguh Bayu sudah tidak kuat mendengar jeritan istrinya. "Aku bersumpah akan memotong tanganmu Jasson!"
"Kau bilang kau mencintaiku?" Tanya Grizelle pelan. Oke, Grizelle akan mencoba berbicara lembut kepada pria itu.
Jasson mengangguk antusias.
"Tetapi kenapa kau mau menghancurkan kebahagiaan ku, Jasson? Apakah cinta yang kau maksud membuatku terluka seperti ini?"
Untuk sejenak Jasson tertegun. Tidak! Bahkan akal sehatnya menyahut ini semua salah, namun karena rasa cinta serta dendam nya terhadap Bayu lah yang membuatnya nekat seperti ini. Jasson sadar dengan menculik Grizelle tidak akan membuat hidupnya tenang, apalagi bahagia - tetapi, "Tapi aku tidak rela kau bersama dengannya Grizelle"
"Dia bahkan merelakan Monicca bersama dirimu Jasson, apakah kau lupa kau sudah merebut cintanya dulu. Mungkin ini adalah karma tuhan untukmu"
"Darimana kau tahu?" Heran Jasson.
"Kejujuran diantara suami istri sangatlah penting, bahkan aku tahu kau merebut Monicca dengan cara menjijikan dan kau akan mengulangnya lagi sekarang? Ya tuhan, aku tidak tahu apa yang akan tuhan balas karena perbuatan mu ini"
"DIAM!" Bentaknya. "Jangan berbicara lagi. Aku tidak membutuhkan komentarmu Grizelle!"
"Wah, kau membentak ku Jasson? Apa seperti ini bentuk rasa cintamu?"
"Maafkan aku sayang, aku hanya kesal. Sekarang lebih baik kau diam, sebentar lagi orang suruhan ku akan datang. Kita akan segera pergi dari negeri ini"
DEG!
"Dad-"
"Tenanglah Bayu, Daddy sudah menyuruh Hendry untuk melumpuhkan jaringan penerbangan malam ini ataupun besok - jadi tidak akan ada satupun pesawat yang akan lepas landas hari ini atau pun esok"
Akhirnya setelah melakukan penerbangan selama satu jam setengah, mereka sampai juga ke Jakarta. Ketiga pria itu tidak langsung pulang, mereka pergi ke Apartement Hendry.
"Bagaimana?"
"Grizelle berada di kota xx-"
"Kita langsung kesana!"
🌻
...Follow my Ig : yarraanaya_...
__ADS_1
...Disana banyak spoiler, ada juga beberapa video Grizelle sama Bayu hehe....