I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 74 - Bertemu [Jeno& Grizelle]


__ADS_3

Happy reading


🌻


"Besok mas pulang!"


"Iya"


Sudah 2 hari setelah kejadian itu Griz menjadi sedikit diam bahkan sedikit ketus terhadap Bayu. Menjawab seperlunya jika ditanya dan akan lebih banyak diam dari biasanya yang selalu saja nyeleneh. Tentu semua itu karena Monicca, perempuan yang sudah mengatakan jika mereka sudah tidur bersama.


Bayu yang merasa calon istrinya berbeda merasa tidak aneh, sebelum berangkat ke Bali Bayu sudah menyuruh orang suruhannya untuk mengikuti kemanapun gadis itu pergi. Bahkan saat pertemuannya dengan seorang laki-laki pun Bayu mengetahuinya.


Bukannya ia tidak mempercayai Grizelle, hanya saja ia merasa khawatir. Bagaimanapun juga Bayu sedang tidak berada disisinya jadi sebisa mungkin ketika mereka berjauhan pun Bayu akan selalu menjamin keselamatan calon istrinya dengan menyuruh bodyguard untuk menjaganya.


"Gimana, sudah kamu dapatkan info tentang laki-laki yang menemui calon istri saya?" Tanya nya pada seseorang pada saluran telpon.


"Sudah saya kirimkan tuan, silahkan check!"


Bayu tersenyum dan langsung membuka laptop nya. 1 email masuk berisi profil seorang laki-laki berwarganegaraan Amerika/Korea sudah ia dapatkan.


"Lee Jeno, anak dari pengusaha elektronik paling besar dikorea. Putra tunggal dari Lee Hyuk dan Marissa"


Bayu terus membaca secara detail, tidak ada yang aneh dari awal ia membaca namun saat melihat catatan kriminal yang telah dilakukannya, Bayu terlihat sangat marah. Tangannya mengepal sehingga urat tangannya menonjol sangat mengerikan.


"Brengsek! Jadi laki-laki itu hampir melecehkan Grizelle saat masih sekolah di Amerika? Kurang ajar!"


Ia mengambil ponselnya kembali dan langsung menelpon orang suruhannya. "Awasi terus, jangan sampai laki-laki itu menemui calon istri saya lagi" Perintahnya tanpa ingin dibantah.


Bayu menyimpan kembali ponselnya setelah memutuskan Sabungan telponnya, laki-laki itu terlihat khawatir setelah membaca profil Lee Jeno yang statusnya adalah mantan dari sang calon istrinya.


Kedatangannya ke Indonesia membuat Bayu khawatir jika dia akan berbuat macam-macam kepada gadisnya. Sungguh, hati Bayu menjadi tidak tenang.


🌻


Jeno : [Bisa kita bertemu?]


Kini mereka sudah duduk saling berhadapan disebuah cafe yang sering Griz kunjungi bersama teman-temannya. Ia sengaja memilih tempat tersebut karena memang jaraknya yang cukup dekat dengan rumah dan Griz pun sudah hafal dengan orang-orang yang bekerja disana.


Bukan tanpa alasan, Griz hanya berjaga-jaga dari kemungkinan yang akan Jeno lakukan. Ya meskipun laki-laki itu sudah berubah, tetapi tetap saja, Griz masih trauma.


Gadis itu tidak sendiri, ada Megan yang sudah duduk dipojokan sana dengan topi hitam dan juga masker nya. Megan yang memang sudah sembuh total menawarkan diri untuk menemani Griz dan tentu tanpa sepengetahuan Jeno. Laki-laki itu hanya memintanya bertemu berdua, bahkan Shawn pun tidak diperbolehkannya untuk ikut.


"Ada apa, Jeno?"


"Kenapa ajak aku ketemu?" Tanya Griz setelah waiters meletakan 2 minuman dingin dihadapan mereka dan meninggalkan mereka.


"Aku hanya ingin berpamitan, besok aku akan kembali ke Amerika" Sahut Jeno yang terus menatap wajah Griz. Mungkin ini terakhir kalinya Jeno bisa berbicara berdua seperti ini, saling bertatap wajah begitu dekat dengan gadis yang amat dicintainya.


Mengingat jika Griz akan menikah, Jeno merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk mengajaknya kembali.


Griz mengangguk, tersenyum mengucapkan hati-hati pada laki-laki itu. "Iya, kamu hati-hati" Sahut Griz sekenanya


"Tetapi, sebelum aku pulang"

__ADS_1


Jeno meraih kedua tangan Griz yang berada diatas meja dan menggenggamnya. Tentu Griz kaget, begitu juga Megan yang berada tidak jauh dari meja nya.


"Apa kita tidak bisa seperti dulu lagi?" Ucap Jeno penuh harap, Griz mengerinyitkan alisnya heran.


Kenapa tiba-tiba Jeno mengatakan hal seperti itu, bukankah dia tahu jika itu tidaklah mungkin.


"Apa sudah tidak ada kesempatan untuk kita kembali dan memulainya dari awal?" Tambahnya masih terus dengan sebuah harapan yang mungkin masih berpihak kepadanya.


Apa-apaan ini, kenapa dia semakin membuat Griz tidak nyaman seperti ini sih. Apalagi genggaman tangan Jeno semakin erat.


"Apakah perasaanmu yang dulu sudah benar-benar hilang untukku?"


Jelas sudah hilang setelah dirinya hampir dibuat hancur oleh nya, masih saja menanyakan hal itu!


"Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa Jeno!" Ucapnya dengan melepaskan genggaman tangan Jeno.


"Tapi Griz-" Laki-laki itu mencoba meraih tangan Griz kembali namun dengan cepat Griz menepisnya.


"Lee Jeno, hubungan kita sudah benar-benar berakhir setelah kamu menghancurkan segalanya. Perasaan aku juga sudah hilang sejak saat itu"


Jeno menggeleng samar, seperti tidak terima.


"Engga Griz, kamu bohong!" Ucapnya begitu panik, apakah ini akhirnya, Jeno benar-benar harus melupakannya?


Menghembuskan nafasnya kasar, Griz yang mulai jengah mencoba bersabar menghadapi kekeraskepalaan Lee Jeno yang tidak pernah berubah.


"Aku akan menikah!"


Mendengar kata-kata itu, Jeno merasa ditampar oleh kenyataan.


"Dan itu adalah janjiku sebelum" Menunjuk dada Jeno dengan menatapnya tegas, "You destroyed everything!" (Kau menghancurkan segalanya)


"Tapi-"


"Please, aku sudah akan menikah dengan pilihanku sendiri and I'm happy with him. Lupakan aku Jeno, dan hiduplah dengan tenang.


Kita benar-benar sudah berakhir dan tidak ada kesempatan apapun lagi untuk kamu, karena hati aku sudah terisi oleh nama seseorang dan itu tidak bisa digantikan lagi oleh siapapun, bahkan kamu sekalipun"


Griz berusaha meyakinkan Jeno dengan kenyataan.


"Tapi-"


"Aku paham, tetapi belajarlah. Forget me and don't ever waste your life hoping for the impossible to take your side"


(Lupakan aku dan jangan pernah menyia-nyiakan hidupmu dengan berharap hal yang mustahil untuk memihakmu)


Jeno menunduk lesu, tangannya menjambak rambutnya pelan dengan desis penuh kekecewaan terhadap dirinya sendiri. Ia sadar jika semua ini adalah kesalahannya. Mengangguk paham dengan maksudnya, Jeno berusaha tersenyum meskipun sangat sulit untuk dilakukan.


"Benar-benar tidak bisa?" Tanya nya sekali lagi.


"Iya"


"Hah! I feel like the stupidest human being here."

__ADS_1


(Aku merasa menjadi manusia paling bodoh disini) Jeno mentertawakan dirinya sendiri


"Iya, kau bodoh! Bahkan sangat" Ucap Griz dengan memperjelas kata bodoh.


"Kau bodoh telah mengabaikan seseorang yang bahkan cintanya lebih besar dari apapun!" Imbuhnya yang membuat dahi Jeno semakin berlipat tidak mengerti.


"Maksudmu?"


"Maurin, dia sangat mencintaimu bodoh!"


"Tidak mungkin, dia sahabatku sejak kecil Griz"


"Cih! Mana ada persahabatan antara perempuan dan laki-laki" Griz menatap Jeno dengan malas, memangnya ada seperti yang Jeno katakan? Tidak!


"Terserah, yang jelas Maurin tidak mungkin..."


Bahkan Jeno tidak dapat menyelesaikan kalimatnya, ia terus berpikir apa benar jika persahabatan diantara perempuan dan laki-laki sering berakhir dengan cinta? Ah, tidak mungkin. Pikirnya.


Setelah meyakinkan Jeno dan laki-laki itu mengerti, kini Griz bisa bernafas lega karena Jeno sudah bisa melepaskan semuanya.


"Berbahagialah Grizelle, jika dia menyakitimu, kau boleh kembali kepadaku"


Griz tertawa, "Tidak akan!"


Jeno sudah berdiri, begitupun dengan Griz. Ia mendekat dan meminta perpisahan terakhir kepada Griz untuk memeluknya.


"Goodbye hug?" Jeno merentangkan tangannya sehingga Griz menghambur memeluk laki-laki itu untuk yang terakhir kalinya, laki-laki yang kini sudah menjadi temannya setelah Griz bisa memaafkannya.


"Aku akan selalu menyayangi kamu seperti aku menyayangi keluargaku" Ucap Jeno yang masih memeluk Griz dengan erat.


"Karena sekarang aku adalah adikmu, jadi lindungilah aku"


Jeno mengangguk, tidak apa jika takdir tidak mempersatukan mereka sebagai sepasang kekasih namun Jeno bersyukur bisa menjadikan Grizelle sebagian dari keluarganya dan menjadikannya seorang adik.


"Yes, adik kecil"


Mereka tertawa dengan masih berpelukan, sampai suara seseorang membuat keduanya saling melepaskan dan membuat Griz sangat shock.


Lee Jeno



Grizelle Jovanka



Bayu Aji Bagaskara



Siapakah yang datang?


Kalau like di atas seratus dan komentar lebih dari duapuluh, aku akan Up lagi nanti malam. Haha

__ADS_1


Jangan lupa like ya


__ADS_2