
Greb!
Tubuh Grizelle terkesiap ketika tangan kekar itu menariknya untuk berbalik dan mendekapnya begitu erat. Grizelle yang masih diam dengan keterkejutannya saat ini, tidak menyangka jika Rey akan seberani ini memeluknya. Padahal jika di lihat sedari tadi, pria berambut gondrong itu cukup kuat menghindari kontak mata dengannya dan lebih banyak menghindar.
Ya, Grizelle cukup paham kenapa pria itu melakukannya. Tidak mudah tentunya, bersikap biasa saja dengan hati yang sudah terlampau tinggi.
"Kak-"
Sedikit pergerakan yang Grizelle tunjukan, memprotes secara halus jika tindakan saat ini adalah sebuah kesalahan. Meskipun Grizelle sendiri merasa iba, namun ini tetap salah. Ia hanya takut jika seseorang melihatnya dan berpikiran salah faham.
"Please" Rey berkata lirih, Grizelle sendiri bisa merasakan sesaknya hati pria berambut gondrong itu, terasa dari hembusan nafasnya yang terasa berat. "Untuk yang terkahir kalinya, Griz. Biarin kayak gini sebentar saja." Potong Rey disela rengkuhan hangatnya. "Untuk perpisahan kita, sebelum aku pergi." Imbuhnya.
Perpisahan?
Pergi?
Menghembuskan nafasnya pelan, akhirnya Grizelle menganggukkan kepalanya - membiarkan pria itu memeluknya sebentar. Mungkin begitu berat dengan situasi yang dijalani pria itu sekarang, karena Grizelle sendiri belum pernah merasakan apa yang Rey rasakan - mencintai seseorang yang sudah berkeluarga.
"E-emangnya kakak mau kemana?"
Mendengar pertanyaan Grizelle, perlahan Rey melepaskan rengkuhannya. Memberi jarak diantara mereka, untuk menatap wajah Grizelle. Rey tersenyum, namun air matanya lolos. Walau hanya setetes, itu cukup membuktikan jika perasaan pria itu teramat dalam dan hancur.
"Cuma nenangin diri aja. Terima kasih Grizelle, maaf kalau tadi aku lancang."
Grizelle tersenyum, "Gak apa-apa kak, aku ngerti. Jangan benci aku, jangan ngehindar - kita masih bisa berteman kak."
Berteman?
Apakah bisa?
"Aku yakin kakak akan mendapatkan seseorang yang lebih dari aku. Asal jangan sama kak Sisil aja ya kak, aku kurang setuju kalau sama dia." Ujar Grizelle terkekeh, menghilangkan kecanggungan diantara keduanya setelah pelukan tiba-tiba tadi.
"Memang banyak, tapi yang bisa bikin hati seamburadul kayak gini cuma kamu, Griz." Batin Rey.
🌻
"Kamu gak marah kan, mas?"
Grizelle bertanya dengan suara pelan. Gadis itu menoleh ke samping, dimana suaminya sedang memegang kemudi lalu membelokannya ke sebuah cafe mewah - milik salah satu sahabat suaminya.
Belum ada sahutan sampai mobil mewah berwarna putih itu sampai pada parkiran, Grizelle terus menunduk, ia takut. Ia takut Bayu marah karena dia melihat pria lain sedang memeluknya.
"Mas, ko diem aja sih. Kamu marah banget ya?"
Melihat wajah istrinya yang sudah merah, bayu terkejut.
"Hey sayang, kenapa nangis hm? Perut kamu sakit? Baby nendang nya terlalu kencang?" Tanya Bayu khawatir.
Grizelle menggeleng lucu.
"Mas diem aja daritadi, mas marah ya karena tadi kak Rey peluk aku?"
Bayu menarik Grizelle kedalam pelukannya, menghujani pucuk kepala gadis itu dengan kecupan singkat yang menenangkan.
"Enggak sayang, mas gak marah sedikitpun."
Grizelle mendongkak, matanya yang bulat mengerjap lucu menatap wajah Bayu juga menatapnya.
"Ciyus?"
"Iya. Ya sudah, kita harus turun. Kamu belum makan siang, sayang."
🌻
"Mas, kita mau bertemu siapa disini dan-" Grizelle menatap sekeliling cafe mewah tersebut, menebak siapa pemilik cafe indah ini. "Cafe milik kak Darendra ya?"
"Pintar sekali. Mas mau bertemu dia dan Arjuna - untuk membicarakan sedikit proyek yang di Bandung. Tidak keberatan kan?"
"Tidak mas, sekalian mau liat gimana suami tampan ini kalau sedang berunding hal serius."
"Terimakasih sayang, kalau bosan nanti kamu bisa mengobrol dengan sekretarisnya Arjuna, dia perempuan."
"Oke kapten!"
Mereka telah duduk diruangan privat yang sudah Darendra siapkan kemarin dan mulai memesan makanan dan kudapan ringan untuk mengisi perut mereka.
Selesai dengan acara makan siang berdua, Grizelle memilih diam dengan menikmati cake tiramisu yang dipesannya tadi dan membiarkan suaminya sibuk dengan laptop dihadapannya. Sesekali pria itu berdiri untuk menerima sebuah panggilan telpon yang diketahui dari rekan bisnisnya.
Ugh, Grizelle terpaku melihat penampilan suaminya saat ini - Kemeja hitam yang sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang sangat putih serta lengan panjang yang dilinting sampai siku membuat urat-urat nya terlihat sangat - uhm sexy~.
Ya ampun Grizelle, hormon kehamilan kali ini membuat nya menjadi sangat sensitif sekali.
Melihat gelagat sang istri dengan wajah yang merah merona, Bayu tersenyum dan menghampirinya. "Kenapa sayang?" Tanya Bayu pelan. Sepertinya ia paham penyebabnya. "Ada hotel didepan, mau kesana?" Goda nya.
"Ih apaan sih mas, aku cuma kepanasan aja." Kilah Grizelle malu. Ia semakin menundukan wajahnya yang semakin memerah.
Panas?
__ADS_1
Bahkan AC disini sangat dingin, dasar!
Bayu semakin mendekat, menarik dagu gadis itu untuk ditatapnya. Untung mereka diruangan tertutup dengan pengunjung lain, tidak akan ada orang yang melihat pikirnya walau hanya ingin mencium bibir saja kan?
Namun sayang, nasib sial menghampiri sebelum ia memagut lembut bibir plum sang istri, Bayu menggeram kesal dengan menjauhkan tubuhnya perlahan.
"Apakah nafsu membuat seseorang lupa tempat?" Ledek Darendra yang baru datang seraya mendudukkan dirinya dihadapan Bayu. Wajahnya kesal, tentu kesal karena - dia jomblo dan ingin.
"Cih! Makanya menikah biar tau rasanya gimana, jomblo terus!" Balas Bayu ketus. Mengganggu saja!
"Yak! Hot Daddy baby twins, jaga ucapan benar mu itu, tidak perlu meledek juga kali!"
"Bodo amat!"
"Dih, nurustunjung boga babaturan teh!" (Dih, keterlaluan punya teman tuh!)
(Aku orang Sunda tapi gak terlalu ngerti apa itu arti nurustunjung, cuma aku sering pake bahasa itu kalau lagi kesel ke suami. Mungkin bisa di artikan "Keterlaluan" kali ya. Inget kan Darendra itu orang Bandung, pasti akan ada bahasanya yang keluar hehe)
"Neng, mau-maunya sih nikah sama manusia menyebalkan begitu? Om Samuel ngasih pilihan dia doang emang?"
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Grizelle tersenyum miring. "Di jawab nih kak?" Tanyanya dengan wajah tengil.
"Ya iya atuh di jawab, kan kakak nanya!"
"Simpel sih. Anak tunggal kaya raya itu tipe aku dan kata Daddy, mas Bayu yang paling kaya diantara semua pria di Indonesia, makanya aku mau kak."
Mendengar jawaban Grizelle, Bayu terkekeh pelan, mengusap dahi sang istri untuk diberikan kecupan lembut disana. "Good answer honey" tapi tentu jawaban itu hanyalah lelucon saja.
Oh siapa saja tolong Darendra sekarang, dia tidak kuat melihat ke-uwu-an ini.
"Benar-benar, kalian memang diciptakan untuk saling berjodoh!"
Mengabaikan ketiga pria yang mulai duduk memisahkan diri, mata coklat Grizelle tertuju pada sosok perempuan anggun berambut panjang. Perempuan itu sangat cantik dengan wajah yang terkesan dingin namun saat melihat senyumnya, Grizelle bisa merasakan kehangatan dalam dirinya.
"Jadi ini istri tuan Bayu Aji Bagaskara yang maha dingin itu? Masih sangat muda dan sangat cantik." Batin perempuan itu. Dia tersenyum saat Grizelle menyuruhnya untuk duduk disebelahnya.
"Hai kak, duduk disini. Biarkan om-om itu bekerja, kakak temani aku saja ya?"
"Tapi-"
"Kak Arjuna gak akan berani sama aku, tenang aja. Mending kita kenalan, aku Grizelle Jovanka, istrinya om-om yang pakai kemeja hitam itu."
Perempuan itu terkekeh mendengar guyonan Grizelle terhadap suaminya sendiri. Begitupun dengan Grizelle, gadis itu terkekeh pelan, menunjukan deretan giginya saat orang yang ia sebut sebagai om-om itu mendelik tajam ke arahnya. Oke? Abaikan om-om itu, Grizelle mengulurkan tangannya yang dijabat langsung oleh perempuan cantik yang duduk disebelahnya.
"Salam kenal Grizelle. Aku Mawar - Mawar Maheswari" Ucapnya dengan senyuman manisnya. "Sekretarisnya tuan Arjuna." Imbuhnya.
Cantik sekali.
Uhuk!
Mawar hampir mati tersedak air liur mendengarnya. Dengan panik ia menggelengkan kepalanya namun Grizelle malah semakin menggodanya.
"Jangan bohong kak, kalian cocok ko. Kalian tuh mirip idol couple favorit aku, Kim jong-in sama Chrystal Soo Jung. Itu loh idol yang ketahuan dating tahun 2016 sama dispenser. Tapi sayang, mereka malah putus pas udah ketahuan publik, sebel!" Ujar Grizelle panjang lebar.
Sedangkan mawar, perempuan berambut panjang itu hanya diam mendengarkan namun tidak paham dengan bahasan yang sedang diceritakan Grizelle. Hehe, maklum lah ya, mawar itu jarang menonton tv karena ia sibuk belajar untuk mendapatkan beasiswa.
"Grizelle jangan meng-gosip!" Serobot Arjuna yang tidak sengaja mendengar bisik-bisik geledek diantara sekretarisnya dengan istri sahabatnya itu.
Dasar perempuan, baru pertama bertemu langsung akrab karena gosip!
"Om-om dilarang me-nimbrung obrolan ABG!" Sergah Grizelle kepada Arjuna. "Maaf ya kak, orangtua memang sensitif." Bisik Grizelle disebelah Mawar.
"Kak Arjuna, punya pacar cantik di umpetin aja?"
Oh ya ampun, mawar ingin membenturkan kepalanya pada tembok. Ia menatap wajah Arjuna, bos nya yang galak itu, takut.
"Pacar? Siapa?" Arjuna melirik ke arah mawar yang sedang menunduk takut. "Jangan Ngadi-ngadi kamu ya bocah."
"Elah gak mau ngaku segala."
"Serah orang bunting aja, kalah Mulu gue mah."
"Berarti iya nih ya?"
"Kagak Grizelle Bagaskara!"
Grizelle Mencebikkan bibirnya sebal, lalu beralih pada mawar yang nampak canggung. "Jangan canggung gitu kak, aku suka bercanda ko."
"Hehe iya. Kamu lucu banget Griz. Lagi hamil berapa bulan, besar banget perut kamu?"
"8 bulan kak, baby twins, kebetulan ganteng semua hehe"
"Woah, kembar?" Grizelle mengangguk senang. "Selamat ya." Imbuhnya.
"Makasih kak mawar. Cepat nyusul ya sama kak Arjuna, kasihan dia udah tua tapi masih jomblo."
"GRIZELLE! Aku dengar ya. Oh ya tuhan Bayu, istri loe-" Kesal Arjuna. Sudah, lebih baik diam saja.
__ADS_1
Sedangkan Bayu dan Darendra hanya terkekeh pelan.
🌻
Setelah menemani suaminya tadi, mereka memilih pulang karena hari sudah mulai sore. Tiba-tiba Grizelle bertanya, "Mas, kamu masih inget kan sama mantannya bang Leon yang waktu itu dibawa ke rumah pagi-pagi?"
Bayu yang sedang memegang kemudi menoleh sekilas. "Yang mana?"
"Yang sexy itu, kak Cherry"
"Oh iya, kenapa gitu?" Tanya Bayu bingung. Kenapa tiba-tiba membahas itu.
"Tadi waktu di cafe, aku gak sengaja liat dia disebrang jalan."
...***...
"Kak Cherry?"
Mau kemana wanita itu dengan koper besar serta - bayi? Apakah mantan kekasih kakak sepupunya itu telah menikah tetapi kapan? Bukankah dia seorang model yang sudah pasti jika mengadakan pernikahan, tidak sedikit media yang akan meliputnya?
Namun kenapa penampilan wanita yang sering terlihat sexy jauh terlihat tertutup dan sederhana, bahkan dimana sepatu hak nya yang mahal? Kenapa sekarang menggunakan sendal rumahan seperti itu?
"Mau kemana dia?" Tanya Grizelle dalam hati. Ingin rasanya ia mengejar namun karena merasa tidak enak dengan sahabat-sahabat suaminya, Grizelle urungkan niatnya.
...***...
Bayu hanya mengangguk paham, tanpa ingin bertanya lebih lanjut lagi. Tidak penting juga kan tentang perempuan itu, pikirnya.
Namun saat ia ingat suatu hal, Grizelle terkejut saat suaminya menghentikan mobilnya mendadak.
"Mas kenapa sih?"
🌻
Cuaca begitu terik, terasa menyengat sampai ke tulang, perempuan mungil itu berhenti sejenak dipinggir warung untuk membeli minum agar kering pada tenggorokannya hilang. Bayi dalam gendongannya tersenyum, membuat perempuan itu ikut tersenyum juga.
"Kamu sudah bangun sayang? Mau minum susu?"
Seakan mengerti pertanyaan sang bunda, bayi laki-laki tampan itu tersenyum dengan tangan mungilnya yang ia hisap.
"Jangan memakan jempol chubby mu sayang, tidak akan kenyang. Sekarang minumlah susu nya dan habiskan."
Lagi, bayi berumur 3 bulan itu tersenyum dan langsung memegang dot kecil yang diberikan bundanya.
"Ugh, kemana lagi aku harus mencari kontrakan. Aku sudah lelah." Keluhnya.
Ia menatap pada putranya yang kembali tertidur, lalu mengambil dot kecil yang ternyata isinya sudah habis. "Kenapa kau baik sekali sayang, hampir tidak pernah merepotkan bunda." Batinnya. "Jika ayahmu tau, pasti dia bangga sekali" Imbuhnya sambil terus mengusap pipi chubby bayi nya.
"Mbak, sedang mencari tempat tinggal?" Tanya seorang wanita yang tidak sengaja mendengar keluhannya tadi.
Wanita itu tersenyum, sangat cantik.
"Iya, saya baru di Jakarta." Sahutnya.
"Oh pantas saja. Disebelah kontrakan ku ada tempat kosong, mungkin mbak mau?"
"Boleh-boleh."
Akhirnya setelah seharian mencari, ada juga orang baik yang menawarinya.
"Nama mbak siapa?" Tanya wanita itu lagi. Kini mereka sedang berada di dalam angkot sedang menuju kontrakan.
"Cherry, dan ini putraku"
"Dia sangat tampan, siapa namanya mbak? Uh gemoy sekali."
Wanita itu terlihat sangat gemas sekali, sampai Cherry terkekeh pelan melihatnya. "Namanya Arjuna, tapi kau bisa memanggilnya Juna."
Dari tempat tadi ke kontrakan tidak butuh waktu lama, hanya 10 menit mereka sudah sampai. Hanya perlu berjalan beberapa meter untuk sampai ke sebuah kontrakan sederhana.
"Aku akan memanggil pemiliknya dulu ya mbak, mbak duduk saja dulu disini."
"Terima kasih-"
Cherry menghentikan kalimatnya, ia belum tahu siapa nama wanita baik hati itu.
"Panggil saja Mawar."
"Terima kasih mawar."
🌻
...Aku lanjut disini ajalah, biar engga pusing. SORRY GAJE. ...
...Mawar Maheswari...
__ADS_1
...[Chrystal Soo Jung] ...
...Sekretarisnya Arjuna...