
Happy reading
🌻
Grizelle dan juga Shawn sudah berada di basement, disana Bayu telah menunggunya. Gadis itu berdecak malas, mau apa pikirnya.
Bukankah saat di boutique tadi laki-laki itu mengabaikannya dan memilih menarik tangan mantannya, menyebalkan sekali jika mengingat kembali kejadian tadi siang.
"Sayang!"
Griz hanya bergumam malas, sedangkan Shawn, ia memilih pergi, membiarkan adiknya dan juga calon suaminya menyelesaikan masalahnya tanpa ingin ikut campur apapun.
"Semangat!" Shawn menepuk pundak Bayu lalu pergi setelah Bayu mengucapkan Thanks untuknya
Bayu menatap Griz yang masih terlihat kesal, laki-laki itu mendekati Griz hendak ingin menyentuh tangannya namun Griz memilih menghindar dan diam lalu masuk ke dalam mobil tanpa menunggu persetujuan dari laki-laki sang pemilik mobil tersebut.
Menghembuskan nafasnya kasar, Bayu segera memasuki mobilnya. Ia menatap gadisnya yang terus memalingkan wajah nya "Sayang, jangan marah. Tadi itu cuma man-"
"Mantan, Udah tahu!" Selanya kesal.
Griz merasa gugup saat laki-laki itu memposisikan tubuhnya menghadap ke arahnya, apalagi saat wajahnya sangat terasa semakin mendekat. Griz gelisah, gadis itu merasa pipinya memanas dan mungkin sudah merah merona.
Bayu terkekeh kecil melihat tingkah calon istrinya yang begitu menggemaskan, laki-laki itu mengusap lembut pipi Griz dengan ibu jarinya.
"Kenapa kalau lagi cemburu gini gemesin banget sih calon istri aku, makin cantik tau gak" Goda nya, Griz yang mendapat perlakuan lembut seperti itu justru terlena dan bahagia tetapi ia tidak boleh menunjukannya, biarkan saja!
"Gak mempan!" Cebiknya sebal tetapi bibirnya semakin tidak tahan untuk tersenyum.
Bayu tersenyum lalu tangannya beralih meraih dagu gadis itu dan menghadapkan kepadanya, "Sayang?"
Lagi-lagi Griz hanya bergumam malas, ia melihat gelagat mencurigakan dalam tatapan calon suaminya itu, entah kenapa tatapannya itu seakan berbeda
"Kenapa sih?" Griz mulai curiga, jantungnya Griz mulai berdetak kencang ketika laki-laki itu lebih mendekatkan wajahnya
Bayu terus memperhatikannya dengan begitu lekat, menyusuri garis wajahnya lalu berhenti tepat didaerah yang menjadi candu baginya
"Mas gak kuat pengen makan kamu"
Menaikan satu alisnya tidak mengerti, Griz hanya diam saat tangan calon suaminya terus saja mengusap lembut bibirnya
"Bisa sekarang aja engga sih kita nikah?"
Hah?
🌻
Semua murid kelas 12A disibukan dengan tugas yang diberikan oleh guru tertampan ke dua disekolah ini, siapa lagi jika bukan pak Hendry, guru fisika yang menjadi idola ke dua di sekolah Saint Peterson ini setelah Bayu.
Meskipun ke dua guru tampan itu sering memberi ulangan dadakan tanpa persiapan apapun, tetapi semua itu tidak membuat para fans nya beralih membencinya dan semakin memuja kedua nya, hebat 'kan?
Entahlah pesona apa yang membuat mereka begitu mendamba nya.
10 Essay dari mata pelajaran fisika tentang rumus Geofisika untuk menghitung efek gravitasi akibat balok, dan tentu jawabannya berakar kemana-mana. Bayangkan saja, baru mengisi dua soal pun Griz sudah mengisi selembar buku.
Amazing banget sih ini.
"Gue yakin nih pak Hendry lagi kesurupan!" Griz kesal, bahkan dia yang cerdas pun cukup dibuat pusing dengan soal tersebut.
"Gue aduin laki gue loh, kesel banget!" Imbuhnya dengan terus menghapus jawaban yang salah
__ADS_1
Bukan hanya Griz yang terus merutuki guru tersebut, murid yang lainnya pun nampak begitu kesal. ia yakin jika guru itu pasti tersedak karena terlalu banyak murid yang menyumpahinya
"Pak Hendry kerasukan syaiton mana sih datang-datang ngasih soal kayak beginian, mana banyak banget lagi. Gak tahu apa ya kalau gue gak bisa" Kesal Mark
"Gak dikasih jatah kali sama bini nya" Timpal David yang tidak kalah stresnya
"Emang udah punya ya, masih single juga Oey" Heran Shawn, karena sepengetahuan dia, jika guru dengan tinggi 1,84M itu masih single dan belum menikah
"Gak tahu lah, kesel juga nih!"
Untungnya pak Hendry hanya memberikan soal saja lalu pergi sehingga semua murid bergabung dan membentuk kelompok untuk mengerjakannya.
Mark mulai berdiri, hendak mencari contekan. Ia menghampiri Griz, berharap mendapatkan jawaban
"Grizelle cantik, Abang Mark lihat dong" Bujuk Mark setelah menggeser kursi yang kosong dan duduk disebelahnya
"Jangan ganggu, Mark!" Sahutnya tegas tanpa menoleh.
"Astaga Grizelle"
Mendelik kesal, tidak tau apa jika dirinya juga kesulitan mengisi soal tersebut tetapi dengan santainya laki-laki itu meminta contekan, enak saja!
"Sue!"
Griz hanya berdesis sebal, sedangkan Mark, ia beranjak lalu beralih menghampiri Megan yang sangat terlihat frustasi, "Jangan ganggu gue, Mark!" Ucap Megan karena menyadari jika laki-laki itu akan mendekatinya
"Turunan cenayang loe?"
"Tau aja kalau gue mau gangguin" Imbuhnya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Megan, Mark yang melihatnya bergidik ngeri. Ia tidak berani jika berhadapan dengan seorang Megantari, kekasih sang kapten basket yang terkenal judes. Dirinya buru-buru pergi ke tempatnya, bergabung kembali dengan David dan juga Shawn.
"Cantik-cantik tapi pada galak, si Bryand mau-maunya pacaran sama si Megan"
Ia sudah memegang buku tebal dan PLAK! Mark memekik kaget dan langsung menoleh
"Ngomong apa tadi?"
"Mati loe, Mark!" Ucap Shawn
"Hajar Meg, tuman!" David ikut menimpali perkataan Shawn.
"Bercanda Beb, ya elah"
Griz merasa jengah dan pusing mendengar perdebatan teman-temannya pun memilih pergi dari kelas untuk membeli pulpen yang hampir habis dan juga mencari suasana tenang agar ia bisa lebih konsentrasi mengerjakan tugasnya
Shawn yang melihat adiknya keluar merasa heran, "Dek, mau kemana?" Tanyanya
"Ke luar, disini berisik, Adek gak fokus!" Sahutnya seraya meninggalkan kelas menuju fotocopy yang berada dilantai dasar yang dekat dengan aula dan mesjid.
Setelah sampai disana, Griz menyimpan buku nya terlebih dahulu sebelum membeli pulpen yang baru karena masih tersisa sedikit.
"Bebas Griz?" Tanya bang Helmi, penjaga fotocopy yang memang akrab dengannya, sedangkan Griz matanya tetap fokus mengerjakan tugasnya sampai ia tidak menyadari jika Bayu datang
Bang Helmi hanya tersenyum ketika melihat anak pemilik yayasan datang. ia lebih memilih meneruskan pekerjaannya untuk meng-frint kertas-kertas undangan untuk acara ulang tahun sekolah yang akan di adakan tiga hari lagi.
Sedangkan Bayu, laki-laki tampan itu menyenderkan badannya pada etalase lalu dengan cool meminum minuman kaleng yang sempat di ambilnya tadi
"Bebas apaan, ini gak lihat tugas dari pak Hendry banyak banget. Mana susah banget lagi"
Mengerinyitkan alisnya heran, jadi karena Hendry, calon istrinya mengomel dari tadi
__ADS_1
"10 Essay loh bang, Geofisika, bayangin dah"
"Itu kalau bukan guru udah gue Kick it kayak lagunya suami onlenku, Jaehyun (NCT127)"
Apa, suami onlen?
Jaehyun?
Helmi yang mendengarnya tertawa, "Mana mau Jaehyun sama loe!"
"Si Abang ngerendahin nih, kembarannya aja cinta mati sama gue"
"Siapa?"
"Pak Bayu yang super tampan pujaan semua wanita" Hihihi Sahutnya cekikikan tetapi matanya tetap fokus pada soal-soal yang sedang dikerjakannya
"Mimpi loe, Griz, bangun!" Helmi tidak percaya
"Yeh si Abang bener-bener, nanti kalau aku sebar undangan jangan pingsan loe ya?" Tantang Griz
"Siap!"
Helmi hanya tersenyum, sebenarnya ia percaya jika semua perkataan Grizelle itu benar adanya, memangnya siapa yang tidak terpesona oleh kecantikan seorang Grizelle Jovanka sekalipun itu anak pemilik yayasan ini.
Sedangkan Bayu, ia menahan tawanya agar tidak pecah. Ia sungguh sangat gemas kali ini melihat wajah gadisnya yang terlihat centil saat mengatakan 'Super tampan pujaan semua wanita' tadi. Andai saja ini di rumah, sudah pasti Bayu akan... Sudahlah
"Bayu siapa?"
Bayu duduk dihadapan Griz, laki-laki itu tersenyum dengan menyanggah dagu nya dengan kedua tangannya
Sedangkan Griz, ia yang masih belum menyadari keberadaan Bayu di hadapannya langsung menyahut dengan entengnya
"Bayu Aji Bagaskara, siapa lagi, laki-laki ter... Aduh, gak tau lah itu orang gantengnya susah didefinisikan tau gak!"
Tunggu!
Tangan yang tadinya sibuk mengisi soalpun berhenti saat mendengar suara yang tidak asing baginya
Griz mendongkakan wajahnya, matanya melebar sempurna dengan tangan yang membekap mulutnya yang terbuka lebar
DUAR!
"Mas Bayu!" Griz yang kaget refleks menyenderkan badannya pada tembok, lalu matanya mengerjap tidak percaya
"Se-sejak ka-pan mas disini?" Tanya nya begitu gugup
"Sejak ada yang bilang kalau Jaehyun suami onlen nya!" Sahut Bayu sebal.
Nyang pusing ngerjain tugas!
Calon laki nya yang cemburuan.
🌻
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)
__ADS_1