
Happy reading
🌻
DOR!!
"Grizelle!" Teriak Fiona.
Gadis itu menjerit dan menutup matanya saat suara tembakan itu terdengar sangat jelas ditelinga nya.
Fiona terus menjerit dan berteriak nama Grizelle, ia menangis
Semuanya kaget dan menutup telinganya. Beberapa polisi muncul dari belakang dan langsung meringkus pria yang telah menculik Fiona tersebut dan segera membawanya. Bayu segera menghampiri Griz yang masih berjongkok dengan menutup telinganya.
"Sayang, hey it's okay."
Griz langsung memeluk Bayu, ia masih sangat shock dengan suara tembakan itu. Suara yang pernah didengarnya saat ia diculik dulu.
"Aku takut, aku takut banget. Fiona! Fiona!"
"Ssssttt, dia gak apa-apa. Semuanya baik-baik aja"
Griz langsung melepaskan pelukannya, ia melihat Fiona yang masih berjongkok sambil menangis lalu menghampirinya. Sedangkan Shawn, laki-laki itu terlihat sangat lega saat polisi lebih cepat datang dan penjahat itu yang tertembak.
"Fiona, ini aku Grizelle"
Tanpa berkata apapun, Fiona langsung memeluk Griz dengan begitu erat. Ia menangis sesegukan, ia berfikir jika Griz lah yang tertembak karena ia melihat penjahat itu mengarahkan pistolnya pada Griz.
"Maafin aku Griz, maafin aku"
🌻
"Jadi gimana kamu bisa diculik?" Tanya Griz pada Fiona.
Kini mereka sedang berkumpul dikantin dan membahas tentang penculikan yang terjadi beberapa hari lalu terhadap dirinya.
Disana juga ada Shawn yang duduk bersebelahan dengan Griz. Meskipun awalnya ia enggan jika Fiona ikut bergabung dengannya, namun karena Griz yang memaksa, ia bisa apa.
Bukankah wanita selalu menang, benarkan?
Mendengar pertanyaan itu, Fiona ragu untuk menceritakannya. Apalagi ini ada sangkut pautnya dengan kejahatannya bulan lalu yang membuat Megan kecelakaan.
"Jawab! Malah diem" Ketus Shawn karena memang dirinya juga penasaran, kenapa Fiona sampai bisa diculik. Tapi ada bagusnya juga sih perempuan ular itu diculik, jadi dia mau berubah. Ya meskipun Shawn belum sepenuhnya yakin.
"Jadi, pria itu adalah orang yang aku suruh buat blong-in mobil kamu. Dia gak terima sama upah yang aku kasih gak sesuai keinginannya, padahal dia gagal. Setelah kejadian kamu hampir jatuh, dia ngajak aku ketemuan didaerah xx. Dia minta uang lagi sama aku tapi karena aku bener-bener gak ada uang, jadi engga aku kasih dan akhirnya dia marah lalu bawa aku ke gudang itu. Dia juga telpon orangtua aku dan minta uang tebusan. Tapi aku cegah. Sebelum aku ketahuan masih pegang ponsel, aku kirim pesan ke semua temen aku dan kamu"
"Tapi gak ada yang respon, kecuali kamu. Dan pada saat kamu telpon dan aku mau angkat, aku ketahuan dan akhirnya ponsel aku dirampas terus diancurin" Ujar Fiona menjelaskan.
Mendengar penjelasan Fiona, Griz tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa, toh semuanya sudah terjadi dan akhirnya semuanya baik-baik saja. Yang terpenting Fiona sudah berubah dan berjanji tidak akan berbuat jahat lagi kepada siapapun.
Tetapi berbeda dengan Shawn, laki-laki itu terlihat sangat menahan kekesalannya. Ia tidak menyangka jika ada perempuan jahat sepertinya dan bisa bermain-main dengan nyawa seseorang.
__ADS_1
"Makanya, jadi orang tuh jangan jahat. Kena batu nya kan loe!"
Shawn mengaduh saat Griz menyikut nya begitu keras sehingga minumanya hampir terjatuh.
"Alexi! Dijaga omongannya please"
"Biarin. Biar sadar!"
"Ab-"
"Gak apa-apa Griz. Aku pantes ko dapet semua kebencian dari kalian. Aku emang jahat banget selama ini, jadi udah sepantasnya kalian membalasnya" Potong Fiona.
Ia mengerti memang perbuatannya sangatlah jahat, tidak heran jika semua orang membencinya dan dia siap menerima akibat dari perbuatanya.
"Bagus kalau nyadar diri"
Griz kembali menyikut Shawn yang terus-terusan bersikap tidak baik kepada Fiona. Padahal Fiona sudah mau berubah dan mereka juga sudah berteman. "Can you shut your mouth?!"
Ck!
Shawn langsung diam dengan wajah yang terlihat kesal karena Griz selalu saja membelanya.
"Engga Fi, semua orang itu baik cuma keadaan aja yang membuatnya berubah. Buktinya sekarang kamu sudah mau berubah, ya meskipun masih ada beberapa orang yang belum bisa menerimanya" Ujar Griz menyemangati Fiona. "Tapi kamu harus semangat dan terus berbuat kebaikan, aku yakin kalau semua orang bakal maafin kamu dan percaya kalau kamu udah berubah" Imbuhnya.
Fiona tersenyum dan menggenggam tangan Griz yang berada dihadapannya
"Terimakasih Griz, pak Bayu gak salah milih kamu. Gak cuma cantik, hati kamu juga"
Merasa jengah karena Shawn terus bersikap ketus kepada Fiona, Griz merebut minumannya dan memalingkan wajahnya lalu menatapnya dengan tajam.
"Pernah denger gak benci dan cinta itu beda tipis? You have to be careful what you say"
"Jan ngadi-ngadi Grizelle, gak ada yang kayak gitu!"
"Ada, tunggu aja!"
**
"Ndra loe yang bilang kemarin semua kerjaan sudah beres, dan sekarang loe nyuruh gue buat ke kantor?"
Bayu merasa kesal pada Andra yang terus saja menelponnya agar segera ke kantor, padahal ia akan mengajak Griz untuk keluar, tetapi Andra menggagalkannya
Laki-laki itu keluar dari ruangannya dengan telpon yang masih terhubung dengan Andra.
"Mendadak bos, cuma sedikit. Ini si Arjuna juga ada dikantor loe"
"Tumben tuh bocah ke kantor gue, ada mau nya pasti"
"Betul"
"Ya udah, 30 menit lagi sampai"
__ADS_1
"Oke-oke"
Setelah menutup telponnya, Bayu pergi ke kantin karena yakin jika calon istrinya sedang berada disana bersama teman-temannya, dan benar saja, ia sedang mengobrol bersama Fiona dan juga yang lainnya.
Meskipun lumayan banyak murid yang sedang bersantai, tetapi Bayu tidak perduli. Toh sudah ujian dan sebentar lagi keluar, tidak masalah jika hubungannya dengan Griz terungkap.
Tanpa rasa canggung apapun, Bayu menghampiri Griz dan duduk disebelahnya.
"Sayang, mas mau ke kantor dulu ya sebentar. Nanti... Shawn, antarkan Griz ke kantor saya jam 1" Ucapnya.
Baru saja Shawn akan meminum kembali minumannya, tanpa berdosa Bayu mengambilnya dan meneguknya hingga habis.
"Nyadar gak ini dimana, bisa dikecilin gak volume suaranya? Udah tahu suara kamu itu keras" Omel Griz. Ia merasa risih dengan tatapan beberapa adik kelasnya yang terus memperhatikannya.
"Iya maaf, yasudah mas pergi"
Memberikan minuman kaleng yang sudah ia habiskan, Shawn dibuat melongo dengan tingkah asli seorang Bayu. Guru yang begitu ditakuti ternyata...
"Astaga! Minuman gue abis semua" Ucap Shawn yang ditertawakan oleh Megan dan Fiona.
🌻
"Tante"
Raisha yang akan memasuki boutique menoleh saat seseorang perempuan memanggilnya, ia mengerinyitkan alisnya heran, untuk apa perempuan yang diketahui sebagai mantan putranya itu memanggilnya.
"Ya?"
"Bisa kita bicara, only a few minutes?"
Raisha mengangguk meskipun merasa malas tapi dia sendiri penasaran mau apa perempuan itu mengajaknya berbicara dan disinilah mereka, disebuah cafe yang tidak jauh dari boutique dimana dirinya akan bertemu dengan Aiko sebentar lagi.
"To the point saja, saya akan bertemu orang yang lebih penting"
Monicca tersenyum kecut, ia merutuk dalam hati dengan ke-ketusan seorang Raisha, ibu dari mantan kekasihnya. Sepertinya akan sangat sulit, pikirnya.
"Saya hanya ingin menunjukan ini"
🌻
Apa yang akan ditunjukan Monicca?
Hmm
Tenang aja, kisah Griz itu konfliknya ringan jadi jangan berpikir terlalu berbelit. Aku juga selesain dengan baik-baik 'kan tanpa rasa dendam .. Ya meskipun real life nya itu lebih banyak lagi masalahnya, siapa sih yang gak iri, iya gak?
Tapi semuanya bakalan berakhir tanpa dendam apapun diantara semuanya.
Kurang baik apa aku spoilerin Mulu wkwk 😆
Dan...
__ADS_1
Tadinya aku gak akan Up dulu, aku lagi ngetik banyak buat tamatin langsung tapi karena dapet peringatan jadi yaudah di Up lah satu 😂