
Sesampainya di restoran yang direkomendasikan oleh kekasihnya leon, Grizelle langsung menyambar buku menu dan memilih makanan yang akan membuat perutnya kenyang.
Chicken cordon bleu menjadi pilihan gadis berseragam SMA tersebut, tidak lupa dengan minuman favoritnya, orange juice. Begitu juga dengan Leon, dia memesan menu yang sama dengan yang sang adik pesan.
"Kak Cherry enggak makan?" Grizelle bertanya ketika kekasih kakaknya hanya memesan kentang goreng dan juice alvocado saja.
"Besok kakak ada pemotretan majalah, jadi gak boleh makan banyak. Takut pipi kakak bengkak" Jawabnya dengan tersenyum manis.
Cherry Aurelie Herlambang, perempuan cantik nan mungil itu merupakan seorang model majalah dewasa. Wanita yang dijuluki sebagai Baephrodite atau Dewi kecantikan dari mitologi Yunani tersebut begitu banyak di incar oleh beberapa produksi majalah. Tidak heran meskipun Cherry masih berkuliah, dia sudah banyak menerima job dimana-mana.
Grizelle menjadi paham, kenapa penampilan kekasihnya Leon begitu berbeda. Ternyata dia seorang model. Keren sekali!
"Kamu jadi ke Surabaya, yang?" Leon bertanya bingung. Bukankah ia sudah melarangnya mengambil job tersebut karena terlalu jauh. Ia berpikir, kekasihnya tidak jadi menandatangani kontrak kerja tersebut.
"Jadi sayang. Lumayan kan uangnya"
Jika hanya ingin uang, Leon juga bisa memberikannya. Meskipun dirinya belum bekerja, namun uang bulanan yang rutin ia dapatkan mampu menghidupi kekasih dan juga dirinya.
"Tapi jauh loh Cher, kalau kamu sakit gimana?" Leon masih berusaha melarang Cherry dengan pelan-pelan, berharap wanita itu mendengarkannya. Surabaya bukanlah tempat yang dekat, Leon hanya cemas saja jika terjadi sesuatu dengannya.
"Hanya 4 hari sayang"
"Iya 4 hari tapi tidak dengan perjalanannya" Kalau saja Leon bisa melarangnya untuk berhenti dari pekerjaan tersebut, ia akan menyuruh Cherry diam saja. Biarkan dia yang menghidupinya sampai mereka menikah nanti.
"Kita sudah membicarakan ini sebelumnya loh sayang!"
Argh! Leon tidak bisa berkata apapun lagi, lidahnya mendadak kelu jika Cherry sudah menunjukan wajahnya yang memohon. Leon menjadi tidak tega.
Merasa suasana berubah memanas, Grizelle mencoba mengalihkan keduanya. Gadis itu menggeser kursinya, dan duduk disebelah kekasih kakaknya. "Kak Cherry kuliahnya jurusan apa, terus udah semester berapa?"
"Bisnis manajemen sayang, kebetulan kakak sudah semester 6 akhir"
"Aku kira kakak satu jurusan sama bang Leon"
"Kakak gak pandai menggambar, pusing" Cherry menyahut setengah berbisik. Mereka tertawa karena memang jurusan teknik arsitektur bukan hanya soal perhitungan saja, tetapi juga menggambar rancangan bangunan beserta isi ruangannya seperti rumah, gedung, sekolah dan yang lainnya yang dituangkan dalam bentuk sketsa besar.
"Aku juga kalau kuliah mau ngambil jurusan lain aja deh, meskipun keluarga aku kebayangkan arsitek"
"Ikuti apa kata hati kamu saja, biar semuanya berjalan sesuai keinginanmu"
Cherry terkejut ketika tiba-tiba saja Grizelle memeluknya. Gadis berseragam SMA itu terus banyak bertanya kepadanya. Dari mulai bertanya dimana rumahnya, sampai mengajaknya untuk pergi jalan-jalan jika weekend.
"Iya, nanti kita pergi sama-sama ya"
__ADS_1
"Ko sama-sama sih, aku cuma ajak kakak aja loh"
Oh lihat, kedua perempuan itu sudah sangat akrab dan sang adik terus menguasai kekasihnya, bahkan sudah mengotori pikirannya. Lihat saja sekarang, gadis itu sudah berani mengajak kekasihnya pergi tanpa dirinya.
"Racuni saja Grizelle, racuni sampai dia tidak mau pergi dengan Abang!" Desisnya kesal.
"Kak Cherry yakin nih cinta sama model begitu?" Gadis itu kembali mendelik, mengangkat dagunya tinggi-tinggi. "Saudara aku masih banyak yang lebih ganteng dari dia"
"Kakak cintanya sama dia, gimana dong"
"Cinta doang gak bikin kenyang-"
"Udah ya udah! Sekarang kamu makan nih, berisik!"
Akhirnya pesanan mereka datang, dan Grizelle yang sudah sangat lapar langsung menyambar makanan tersebut.
"Have a good meal"
Tidak butuh waktu lama, makanan yang tersaji pada piring besar itu langsung ludes, begitupun dengan minumannya. Sekarang ia benar-benar kenyang sekali, rasanya perutnya terlalu begah.
"Kenyang diem lu!"
"Berisik ah Abang, begah banget nih"
Lapar tidak enak, terlalu kenyang juga tidak baik. Ya ampun rasanya kantung kemihnya seperti terhimpit gundukan makanan tadi, ia butuh kamar mandi sekarang.
Naomi Agnessia, perempuan berwajah lugu itu adalah mantan kekasih Leon. Mereka pernah berpacaran selama 2 tahun, namun karena kesalahpahaman yang terjadi diantara keduanya, mereka sudah berpisah 1 tahun yang lalu.
Sontak Leon dan juga Cherry menoleh, melihat sosok perempuan anggun yang baru saja datang bersama teman-temannya.
"Grizelle" Sapa perempuan cantik yang menggunakan ruffled skirt serta oversize blouse tersebut. "When did you come, why didn't you tell me?" (Kapan kau datang, kenapa tidak memberitahukanku?) Tanyanya setelah Grizelle menghampirinya.
"Hampir sebulan kak, aku sibuk sekolah sekarang"
"Menetap disini?"
"Iya"
"Oh ya ampun, kakak seneng banget"
Grizelle tersenyum lalu menarik tangan Naomi untuk menghampiri kakaknya, namun perempuan itu menolak ajakannya. "Kenapa kak?" Grizelle heran.
"Enggak"
__ADS_1
"Oh ayolah, hanya menyapa saja" Kembali menarik tangan Naomi untuk mengikutinya. "Jangan sampai karena hubungan kalian yang sudah kandas membuat kekeluargaan kita berantakan kak"
"Bukan begitu, tapi-"
"Bang Leon, ada kak Naomi nih"
"Hm"
Grizelle mengerti dengan situasi seperti ini lantas beralih pada Cherry yang nampak biasa saja dengan kehadiran mantan kekasih dari kekasihnya itu. "Kak Cherry, apa kalian sudah saling mengenal?" Dari gelagatnya sih mereka pernah dekat, ya Grizelle yakin itu.
Cherry sedikit memaksakan senyumnya, lalu mengulurkan tangannya untuk menyapa. "Hai Naomi, apakabar?"
"Baik"
"Kamu mau makan, kenapa tidak disini saja bersama kita. Ajak teman-teman mu untuk duduk disini" Usul Cherry yang langsung ditentang oleh Leon. "Apaan sih yang, cuma makan doang"
"Kita sudah selesai makan sayang dan juga kita harus mengantarkan Grizelle pulang!"
"Tidak apa-apa Cherry tidak usah, kita juga sudah memesan kursi disana"
"Oh begitu"
"Ya sudah" Beralih menatap Grizelle, "Kakak kesana dulu ya, lain kali kita harus bertemu" Ucapnya.
"Iya kak, sampai jumpa"
🌻
Mobil Bugatti Chiron berwarna hitam pekat itu sudah terparkir apik didepan rumah. Rencana untuk mengikuti mobil yang membawa muridnya itu sirna oleh dering ponsel dari Andra yang menyuruhnya untuk segera ke kantor. Karena tas kerja nya ia simpan dirumah, ia harus memutar arah untuk mengambilnya terlebih dahulu.
Andra sialan! Selalu saja mendadak seperti ini, tidak bisakah memberitahukannya jauh-jauh waktu agar tidak panik seperti ini.
Wanita cantik yang sedang anteng menyiram tanamannya itu menoleh, kenapa putranya terburu-buru seperti itu.
"Nak, kenapa buru-buru sekali?"
"Biasa ma, ada kerjaan mendadak"
"Oh"
"Ya sudah, Bayu ke kantor dulu"
"Hati-hati ya"
__ADS_1
🌻
REVISI