I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 55 - Pacaran ya?


__ADS_3

Happy reading


🌻


Mobil Bugatti Divo berwarna hitam pekat itu sudah terparkir ditepi jalan sebuah perusahaan; perusahaan fashion tempat seseorang yang ditujunya bekerja disana.


Leon lebih memilih menunggu didalam mobilnya, sampai akhirnya dia keluar karena seseorang tersebut sudah terlihat pada halte yang tidak jauh dari tempatnya.


"Cherry?!" Panggil Leon.


Pria dengan tinggi badan 190 cm itu berlari, berusaha mengejar Cherry yang berusaha menghindarinya. Namun karena kaki Leon yang panjang, dia berhasil mencekal tangan Cherry.


"Lepas, Leon! Kita tidak punya urusan lagi"


"We need to talk. Sebentar, cher"


Akhirnya Leon berhasil membawa cherry ke sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat mereka tadi. Keduanya masih diam, Leon masih bingung harus mengawalinya dari mana.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, leon?"


Sejujurnya cherry sudah mengetahui apa maksud leon mengajaknya berbicara sekarang.


"Ada yang mau aku tanyakan"


Benar, 'kan?


"Aku akan jawab kalau aku bisa" jawab cherry.


Leon mengangguk, menatap cherry yang terlihat berbeda dihadapannya. Entah karena leon terbiasa dengan sifat/sikap cherry yang selalu manja kepadanya, dia merasa sedikit aneh dan tidak nyaman.


"Apa hubungan kamu dengan keluarga naomi?"


Cherry tertawa. Sangat to the poin sekali ternyata.


"Why do you look so curious, leon?"


"Just answer, cherr!"


Tawa itu seketika terhenti, berganti dengan tatapan dari sorot mata penuh luka. Leon terkejut; apakah ada yang salah dengan pertanyaan nya?


"Cher?"


Cherry memalingkan wajahnya, menghapus sedikit ujung matanya yang sedikit berair. "I don't know, leon. Aku minta maaf kalau kalian tidak nyaman kemarin" jawabnya.

__ADS_1


Krystal yang ditahannya sedari tadi lolos begitu saja, kenapa Leon harus menanyakan hal yang mengingatkannya kepada kehancuran hidupnya kembali, padahal Cherry sangat ingin lupa dengan semuanya.


Lagipula untuk apa mengingatnya kembali, toh pria itu sudah bahagia dengan keluarganya


Leon merasa tidak enak saat melihat mantan kekasihnya menangis, ia semakin yakin jika ada rahasia dibalik semuanya


"Bukan gitu maksud aku-"


"Iya, aku ngerti ko" Cherry menghapus air matanya yang terus menetes


"Aku mau minta maaf sama kamu, Leon. Aku udah bikin hubungan kamu sama Naomi hancur. Andai aku bisa sedikit saja menahan dendamku, mungkin hubungan kamu dan Naomi gak akan serumit kemarin"


Apalagi ini?


Dendam apa maksudnya?


Cherry tersenyum tulus sampai akhirnya dia berdiri mengambil tasnya "Aku duluan" Lalu pergi meninggalkan Leon yang nampak berpikir keras dengan apa yang Cherry katakan tadi.


Argh, kenapa Leon sepusing ini, padahal ia hanya ingin tau, iya, hanya itu!


Wajah putih itu nampak pucat, bibir yang selalu berwarna pink itu nampak pudar, Arjuna yang khawatir menempelkan punggung tangannya menyentuh dahi Cherry, memastikan jika kekasihnya tidak demam


"Sayang, are you OK?" Tanyanya begitu khawatir


Cherry tersenyum tulus melihat kekhawatiran Arjuna, ia mengusap pipi laki-laki bermata sipit itu dengan lembut "Gak apa-apa, aku kecapean aja"


"Gak mau, sayang. Aku cuma pusing aja" Tolak Cherry lembut. Ia mengajak Arjuna untuk segera pulang karena Cherry merasa badannya sangat lelah


🌻


Bangunan tua yang terletak tidak jauh dari sekolah itu menjadi tempat pertemuan nya dengan seseorang. Disana mereka berdiri, saling berhadapan dengan amplop kecil berisi lembaran uang yang sudah diserahkannya sebagai jaminan untuk kerja sama yang akan dimulai.


Laki-laki bertato itu sudah siap menerima perintah apapun setelah uang yang didapatkannya tadi "Kapan gue harus mulai beraksi?" Tanya laki-laki tersebut.


"Setelah acara ulang tahun sekolah gue selesai, gue biarin dia seneng seneng dulu. Setelah semuanya selesai, lakukan apa yang seharusnya kalian lakukan sesuai jumlah uang yang gue kasih, dan lakukan secara rapih!"


"Siap bos!"


"Bagus! inget, jangan bikin gue kecewa!" Ancamnya.


Kedua orang itu mengangguk siap, dengan jumlah uang banyak mereka rela melakukan apapun agar bos nya tidak kecewa.


🌻

__ADS_1


Setelah makan siang bersama dengan klient nya yang berasal dari Canada, Bayu kembali ke kantornya untuk menyelesaikan sedikit lagi pekerjaannya.


Sebenarnya ia sudah menyuruh Andra menghandle semuanya, namun karena berkas yang dimaksud perlu tanda tangannya mau tidak mau Bayu harus menunda niatnya untuk ke sekolah


"Ck! ribet amat!" Cebiknya kesal karena melihat beberapa berkas yang harus dibacanya, ia melihat jam tangan Vacheron Constatin yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kanan nya, ternyata sudah jam setengah dua dan itu artinya sekolah akan bubar sebentar lagi.


Hanya beberapa berkas lagi, meskipun Bayu sedang dikejar waktu tetapi dalam urusan pekerjaan dia sangatlah teliti dan tidak akan terburu-buru sehingga akan membuatnya menyesal nanti.


"Done!"


Bayu menyimpan semua berkas tersebut lalu menelpon Andra dan mengatakan jika dirinya akan ke sekolah. Bugatti Chiron berwarna hitam itu melaju meninggalkan perusahaan, jantung Bayu berdebar ketika mobilnya sudah memasuki area parkir.


Meskipun hubungannya sudah cukup lama dengan Grizelle, tetapi setiap ingin bertemu dengannya, jantungnya sulit dikendalikan, ia selalu saja berdebar seperti pertama kali melihatnya


Senyum nya mengembang saat melihat gadis itu pergi ke aula bersama murid-murid lainnya, ya, Grizelle sudah memberitahukannya jika hari ini dirinya akan melatih kembali adik kelasnya untuk perlombaan yang lima hari lagi akan dilaksanakan dalam penyambutan ulang tahun sekolah.


"Kak Griz, ada pak Bayu tuh" Ucap salah seorang adik kelasnya saat melihat laki-laki berkemeja putih berjalan dari arah parkiran menuju tangga


Griz menoleh penasaran, dan ternyata benar. Bayu tersenyum bahkan dirinya melambaikan tangan sehingga membuat murid-murid yang melihatnya menjadi berteriak heboh


"Ya ampun kak Griz kok biasa aja sih ngeliatnya?" Heran mereka. Mereka saja tidak kuat melihatnya karena guru tampan itu yang jarang sekali tersenyum


"Kak Griz mah kan udah biasa, ya 'kan?"


Griz hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak mau menjawab yang pasti mereka akan terus bertanya


"Kak Griz pacaran ya sama pak Bayu?"


DUAR!!


Bagaimana mereka beranggapan seperti itu?


Padahal Griz sudah bersikap sebiasa mungkin jika disekolah


"Ngarang kamu!" Sangkalnya, namun mereka tidak percaya melihat tingkah kakak kelasnya yang salah tingkah bahkan pipinya menjadi kemerahan seperti itu


"Ngaku aja deh kak" Godanya lagi


"Udah ah, mau latihan apa ngegosip nih?" Griz jengah dengan segala desakan dari adik-adik kelasnya yang terus menggodanya. Gadis itu mengikat rambutnya tinggi, dan mengintruksikan semuanya untuk berada diposisi nya masing-masing.


Grizelle Jovanka


__ADS_1


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)


__ADS_2