I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 48 - Tamu kehormatan


__ADS_3

Happy reading ya :)


🌻


Pikirannya sangat kacau akhir-akhir ini, bayangan Poto yang dikirimkan nomor yang tidak dikenalnya terus berputar di otaknya, apalagi mendengar dari Ryan yang membuat Leon semakin curiga, ampai akhirnya Leon memilih mencari tau nya sendiri dan memastikan semuanya.


Dan ternyata setelah kejadian tadi ia benar-benar tidak menyangka jika perempuan yang sangat dipercayainya melakukan hal se-menjijikan itu dibelakangnya. Dan bodohnya, dia mempercayainya selama ini


"Brengsek!"


"Gue gak nyangka, cih! menjijikan"


Leon memukul gagang stir mobilnya, meluapkan amarah yang sedari tadi ditahannya.


Dirinya marah bukan karena kecewa atas penghianatan Cherry, tetapi kecewa atas kebodohannya yang terlalu mempercayainya


Selama setahun ini, Leon begitu membanggakan Cherry di depan semua teman-teman nya, bahkan dirinya tidak mendengarkan keraguan sang adik, Grizelle yang meragukan ketulusan Cherry.


Leon benar-benar merasa bodoh kali ini, terlalu mudah dirinya di perdayai oleh Cherry.


Cukup lama Leon berdiam diri di tepi jalan, sampai akhirnya Leon merasa emosinya telah meredam, Leon melajukan kembali mobilnya untuk pergi ke suatu tempat.


Tempat yang ingin sekali di kunjunginya.


Tidak perlu waktu lama, kini dirinya sudah berdiri di depan pintu apartemen seseorang yang menjadi tempat tujuan terakhirnya


"Naomi" Panggilnya lirih. Tanpa berkata apa-apa Leon langsung memeluk naomi yang masih terlihat kaget dengan penampilan sang mantan kekasihnya


"Arion..." Naomi melepaskan pelukannya, kemudian menarik tangannya untuk masuk dan mengajaknya duduk di sofa, laki-laki itu menyenderkan kepalanya pada pundak Naomi.


Sejak Leon menemuinya beberapa hari lalu, Naomi memang sudah memaafkan Leon dan melupakan segalanya, perempuan itu paham jika semuanya adalah salah paham dan sebuah jebakan untuknya dan untuk Leon,


Tetapi sekarang Naomi bisa bernafas lega, semuanya sudah terungkap.


"Kenapa?" Tanya Naomi begitu lembut. Ada nada kecemasan dalam pertanyaannya. Perlahan Leon mendongkakan kepalanya, menatap wajah cantik perempuan yang selama ini tidak pernah diberikan kesempatan untuk menjelaskan semuanya


"Maafin aku, sayang" Ungkapnya penuh dengan penyesalan.


Naomi menggelengkan kepalanya tersenyum, tangannya menjulur menangkup kedua sisi wajah Leon lalu mengusapnya dengan lembut


"Bosen aku, udah berapa puluh kali sih kamu ngucapin 'Maaf' terus?"


"Gak ada kata lain, ya?"


"Misalnya, 'Naomi, mau gak balikan lagi sama aku, aku masih cinta sama kamu' gitu?" Ucapnya dengan menirukan gaya khas Leon saat menyatakan perasaannya dulu.


Leon merunduk, lalu tertawa tetapi air mata kebahagiaannya lolos begitu saja. Ia sangat bersyukur di cintai oleh seorang perempuan seperti Naomi dan Leon berjanji tidak akan pernah mengecewakan Naomi lagi sampai kapanpun. karena Leon ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengannya.


"Iya, aku mau balikan lagi sama kamu" Seloroh Leon dengan menirukan gaya Naomi yang malu-malu kucing saat menerimanya dulu.


Lalu keduanya pun tertawa, mengenang saat mereka pertama bertemu sampai mereka berpacaran.


🌻


Acara ulang tahun sekolah tinggal beberapa hari lagi, semua murid yang mengikuti perlombaan semakin gencar latihan setelah pulang sekolah. Ada beberapa murid kelas sepuluh dan sebelas meminta pelatihan kepada Griz.


"Mereka tau dari siapa kalau aku bisa dance?" Tanya Griz penuh selidik. Matanya memicik, meminta jawaban pada dua orang yang di curigainya


"Bang?"


Shawn yang merasa di tuduh langsung menggelengkan kepalanya cepat, lalu menunjuk gadis yang duduk di hadapannya.


"Megan?"


Merasa telah tertangkap basah, Megan hanya menyengir saja dengan mengangkat jari tangannya membentuk hirup V sebagai permintaan damai nya "Ngelatih doang Griz, gak akan dilarang sama pak Bayu, 'kan?"

__ADS_1


"Megan, jangan keras-keras ngomongnya, ya ampun kamu tuh!" Seru Griz kesal, Megan yang mendapat teguran langsung menutup rapat mulutnya


"Hehe sorry, Griz"


Menghembuskan nafasnya kasar, belum sempat Griz menanggapinya segerombolan adik kelas datang kepada Griz yang sedang makan di kantin.


"Kakak izel, mau kan ajarin kita dance. Mau ya, tinggal enam hari lagi nih kak, tolonglah bantuin kita" Rengeknya manja.


Griz yang melihatnya menjadi tidak tega untuk menolak dengan kelakuan adik kelasnya yang begitu menggemaskan memohon kepadanya.


Mau bagaimana lagi, mau menolak juga tidak tega "Yaudah, pulang sekolah kumpul di aula ya" Jawabnya pasrah.


Ke lima gadis itu bersorak lalu secara bergantian memeluk dan berterimakasih kepadanya "Terimakasih kak" lalu pergi.


Griz mendelik sebal pada Megan "Temenin gue!" Ucapnya penuh dengan ancaman yang tidak boleh di tolak ataupun di bantah.


"Siap!"


🌻


Andra yang baru saja selesai makan siang bersama temanya sangat kaget ketika melihat Jasson turun dari mobilnya, tangannya mengepal sempurna saat Jasson mulai mendekatinya "Hai Andra Pradipta, kau tidak ingin menyambut sahabat lama mu ini?" Andra membuang muka, enggan untuk melihat laki-laki menjijikan itu


Cih!


Andai ini bukan di kantor, sudah pasti Andra akan memukul wajahnya yang menyebalkan itu. Andra bukanlah Bayu yang masih bisa menahan amarahnya saat menghadapi Jasson, "Mau apa loe kesini?" Ucapnya sangat tidak suka.


"Jadi seperti ini sambutan di perusahaan yang sangat terkenal hebat?"


"Sangat buruk!" Desis Jasson dengan seringai bibirnya lalu pergi menuju lift untuk pergi ke ruangan dimana orang yang menjadi tujuannya berada.


"Hei, mau kemana loe?"


"Jasson!" Pekik Andra. ia tidak peduli dengan tatapan para karyawannya yang terus memperhatikannya.


Dia merogoh ponsel yang berada di saku jas nya, lalu menelpon seseorang


"Bos, Jasson menuju ruangan loe-"


Belum sempat Andra menyelesaikan kalimatnya, telpon terputus begitu saja "Kebiasaan!"


Di lantai paling atas, Jasson sudah keluar dari dalam lift dan menuju meja sekretaris.


"Hay, dengan nona...?"


"Nena, tuan" Sela sekretaris nena cepat. Nena masih ingat dengan pria tampan di hadapannya itu yang tak lain adalah rekan kerja dari sang bos, pimpinan perusahaan JS Group.


Jasson tersenyum menggoda, "Cantik, seperti namanya" Puji nya yang membuat Nena tersipu malu


"Tuan Bayu Aji Bagaskara, ada?" Imbuhnya


Belum sempat Nena menjawab, tiba-tiba pintu ruangan CEO terbuka dan menampakan sosok dingin seorang Bayu Aji Bagaskara disana sedang berdiri dengan aura yang begitu menakutkan, bahkan Nena pun sampai menunduk


"Tamu kehormatan ku sudah datang rupanya"


Bayu berjalan perlahan dengan tatapan dinginnya, kedua tangannya di masukan ke dalam saku celana lalu menghampiri Jasson yang masih berdiri di hadapan meja sekretarisnya


"Mencari ku, tuan Jasson Vernando?"


Melihat Bayu mendekatinya, Jasson berbalik menghadap ke arahnya dengan senyum liciknya "Wow, ini dia CEO yang begitu di segani" Pujinya tetapi terdengar seperti sebuah ejekan


Mereka kini sudah berada di ruangan Bayu, duduk berhadapan saling melempar pandangan tajam dan rasa saling tidak menyukai satu sama lain. Sedangkan Andra, ia menunggu di depan pintu, berjaga-jaga dari kemungkinan yang akan membuat Bos nya celaka.


"Apa tujuanmu, Jasson?" Tanya Bayu tanpa basa-basi.


"Apa? aku tidak bermaksud apa-apa" Ujar Jasson. Tetapi tidak semudah itu Bayu mempercayainya, ia tau jika seorang Jasson pasti mempunyai maksud di setiap perbuatanya

__ADS_1


Dering ponsel milik Bayu membuat dirinya mengurungkan niat nya untuk berbicara, ia menatap Jasson lalu mengangkat telponnya begitu saja


"Hallo sayang?"


Sayang?


Jasson nampak acuh tetapi telinga nya menajam mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut Bayu


"Iya, pulangnya mas jemput"


.....


"Yaudah, tungguin mas nanti. Mas tutup dulu telponnya"


.....


Trup


Jasson tersenyum penuh arti setelah Bayu mengakhiri telponnya "Kau sudah mempunyai kekasih?" Tanya Jasson begitu penasaran dengan seseorang yang di panggil sayang oleh seorang Bayu Aji Bagaskara, yang pasti akan selalu menarik untuk Jasson, mengganggunya


"Bukan urusanmu!"


Jasson tergelak, "Ayolah, apa kau tidak ingin mengenalkannya kepada ku atau kau takut jika kekasihmu lebih tertarik kepadaku..."


"Jasson!"


"Jika hal yang tidak penting yang ingin kau bahas, sebaiknya kau keluar dari kantorku!" Seru Bayu.


Seketika tawa Jasson pecah, dia sangat senang melihat Bayu yang selalu terpancing emosi nya


"Santai bro, lagipula aku sudah mempunyai incaran yang mungkin lebih cantik dari kekasihmu"


Bayu tidak perduli, mau secantik apapun perempuan di luar sana, tidak ada yang bisa membuat dirinya segila saat melihat calon istrinya


"Kau tau anaknya tuan Samuel Adelard Jovanka?"


DEG!


Seketika Bayu menoleh, menatap Jasson dengan tajam. Rahangnya mengeras dengan tangan yang sudah terkepal sempurna menonjolkan urat-urat yang menyembul sehingga terlihat begitu menakutkan


"Aku tertarik kepadanya, bagaimana menurutmu?"


"Dia sangat cantik, bukan?"


"Pasti kau sudah mengetahuinya, atau bertemu dengannya?"


"Aku pasti akan mendapatkannya" Ucapnya bertubi-tubi membuat Bayu sangat marah tetapi sebisa mungkin dia menahannya, akan sangat bahaya jika Jasson mengetahui nya.


Argh, sialan!


Apa yang menjadi ketakutannya benar-benar terjadi


Bayu Aji Bagaskara



🌻


Gak apa-apa ko gak vote juga, aku cuma minta like nya aja biar aku tambah semangat ngetiknya :")


Gak nyampe tiga detik loh buat tekan gambar jempol sampai jadi merah :)


Jadilah pembaca yang bijak yang selalu meninggalkan jejak.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2