
Happy reading
🌻
"Yoona?"
Aiko menoleh ketika Yoona memanggilnya, ia yang terlalu asyik mengobrol dengan Raisha sampai tidak mendengar namanya dipanggil beberapa kali olehnya.
"Hai" Sapa Yoona.
"Kau disini, sedang apa?" Tanya Aiko setelah mengajak Yoona duduk bersama nya dan memesankan minuman untuknya.
"Aku merasa jenuh diam dirumah dan akhirnya aku memutuskan untuk berbelanja saja" Jelasnya.
Wanita itu beralih menatap Raisha yang juga sedang menatapnya, sedang apa wanita itu bersama Aiko, pikirnya.
"Oh aku sampai lupa. Kenalkan, ini Raisha"
Keduanya saling berjabat tangan, saling memaksakan senyumnya masing-masing. Sebuah kesialan untuk Raisha bertemu kembali dengan Yoona, setelah kejadian 25 tahun lalu yang membuat- Argh! Rasanya sangat enggan untuk mengingatnya kembali, yang jelas, Raisha sangat membencinya.
Lihat saja sekarang, Raisha begitu menunjukan ketidaknyamanan nya, begitupun dengan Yoona.
"Aku sudah mengenalnya, Ay. Dia mantan sekretaris suami aku" Terangnya.
"Wow! Benarkah?" Aiko merasa terkejut. Tetapi kenapa Raisha seperti tidak suka dengan adanya kehadiran Yoona.
"Iya"
Yoona hanya tersenyum kecut, mencoba biasa saja meskipun dirinya juga merasa jengkel dengan sikap ketus wanita yang pernah menjadi sahabatnya dulu.
"Seharusnya kau tidak perlu mengingat nya lagi, Raisha Bagaskara"
"Kenapa, kau takut aku mengatakan jika-"
"Aku pikir kita disini untuk mengobrol, bukan. Bukan untuk membicarakan masa lalu?" Potong Yoona.
Cih!
Meskipun kejadian itu sudah lama, tetap saja rasa sakit itu tetap ada dan tidak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan Raisha masih mengingatnya dengan jelas.
Suasana mulai terasa menegang, Aiko bisa merasakan tatapan kebencian diantara keduanya. Aiko tidak tahu apa penyebabnya, yang jelas sekarang dia harus menjadi penengah diantara keduanya.
"Oke cukup! Aku tidak tahu apa masalah kalian dimasa lalu, tetapi untuk sekarang marilah kita mengobrol layaknya teman yang baru bertemu kembali"
"Bahkan aku benci mengakuinya teman" Desisnya.
"Ra! Kau berhutang penjelasan padaku" Bisik Aiko.
"Kalian berteman?" Tanya Yoona, ia sedikit penasaran kenapa mereka terlihat dekat sekali.
"Tentu. Dan lebih tepatnya dia adalah besanku" Jawab Aiko yang membuat Yoona sangat terkejut. Bukankah Aiko mengatakan jika anaknya baru masuk kuliah?
"Maksudnya?" Yoona masih belum paham.
"Anak aku dan dia sudah menikah, bahkan sebentar lagi kita akan mempunyai cucu."
DEG!
"Tapi kau bilang anakmu baru masuk kuliah bukan?"
"Memang benar, setelah lulus SMA mereka langsung menikah. Kau pasti tahu kan berita tentang pernikahan nya?"
Ya, Yoona tahu sekali.
Memangnya siapa yang tidak mengenal keluarga Theo Bagaskara, apalagi anaknya yang bernama Bayu Aji Bagaskara yang hanya berbeda 2 tahun dengan putranya.
🌻
Cuaca yang begitu terik membuat Grizelle sedikit pusing, ditambah perutnya yang kembali mual membuat tubuhnya limbung dan hampir terjatuh jika Rey yang sempat berpapasan dengannya tidak menahannya.
Laki-laki itu terkejut, tangannya menahan tubuh Grizelle yang semakin melemah.
"Aku pusing banget"
Kata terkahir yang diucapkan Grizelle sebelum dirinya benar-benar tidak sadarkan diri. Rey panik lantas langsung membawanya ke ruang kesehatan, banyak mahasiswa yang menyaksikannya, bahkan mereka mulai berspekulasi dengan pemikirannya sendiri.
Sisil juga ada disana, meyaksikan Rey menggendong gadis tersebut. Terlihat sangat jelas jika wanita itu benar-benar marah.
"Kayaknya ancaman gue emang bener-bener gak bisa bikin loe kapok, Grizelle. Lihat aja, apa yang akan gue lakuin biar loe gak berani deketin Rey lagi"
Sepertinya Sisil sudah benar-benar kesal kali ini.
Sementara Grizelle sedang diperiksa oleh dokter, Rey menunggunya diluar. Pikirannya begitu kalut, apalagi ketika melihat kembali wajah gadis itu yang begitu pucat.
"Kak Rey, Grizelle dimana?"
Megan yang baru datang sehabis dari kamar mandi begitu kaget ketika salahsatu temannya mengatakan jika Grizelle pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan. Megan langsung menelpon pak Bayu dan memberitahukan jika Grizelle pingsan dan sekarang ada diruang kesehatan.
"Didalam, masih diperiksa sama dokter"
"Meg, Grizelle gimana?" Tanya Fiona dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlari dari perpustakaan yang lumayan jauh dari ruang kesehatan.
"Masih didalam"
"Gimana bisa pingsan si?"
"Gue juga gak tahu, gue tinggal ke kamar mandi bentar eh dah nyangkut aja disini tuh anak"
"Udah telpon pak Bayu?"
"Udah, dia lagi otewe katanya"
Sebenarnya Rey ingin sekali melihat keadaan Grizelle, namun karena sebentar lagi dirinya akan mengadakan rapat bersama mahasiswa lainnya, terpaksa Rey harus pergi menyusul Rendy yang sudah menunggunya sedari tadi.
Tidak lama Rey pergi, dokter perempuan tersebut keluar dan memanggil Fiona dan juga Megan untuk masuk.
"Dok, bagaimana keadaan Grizelle?" Ucap Megan setelah mereka dipersilahkan duduk oleh dokter tersebut.
Alih-alih menjawab pertanyaan Megan, dokter yang bernama Eva malah bertanya, "Apa kalian saudaranya?" Membuat Megan dan Fiona menggeleng secara bersamaan.
"Bukan, kita hanya teman dekatnya" Terang Megan.
__ADS_1
"Apakah kalian sudah menelpon keluarga nya?" Tanya dokter Eva lagi.
"Sudah dokter, mungkin sebentar lagi sampai"
Dokter Eva mengangguk, "Baiklah, saya akan menunggunya karena ini sangat bersifat pribadi" Pungkasnya.
"Oh baiklah"
Gebrakan pintu terbuka membuat ketiga perempuan itu menoleh karena terkejut. Terlebih dokter tersebut, saat mendapati seorang pengusaha yang begitu terkenal masuk begitu saja dengan wajah yang sangat panik sekali.
Apakah gadis itu adalah saudaranya, tetapi kenapa perlakuannya berbeda sekali. Apalagi ketika dirinya mendengar dia memanggilnya, "Sayang." Sebenarnya apa hubungan mereka?
Dokter Eva memang baru beberapa Minggu bekerja di Indonesia, jadi dia tidak cukup tahu. Hanya saja, siapa sih yang tidak mengenalnya.
Dia cuma mendengar pernikahannya dengan perempuan yang masih sangat muda saja, tetapi tidak tahu dengan siapa. Media juga seperti menyembunyikannya, yang jelas kedua keluarga tersebut bukan golongan sembarangan.
"Dokter, istri saya kenapa?"
Istri?
J-Jadi gadis yang sedang pingsan itu adalah istrinya? Dan dia masih kuliah? Jadi benar kabar jika istri dari seorang pengusaha Bayu Aji Bagaskara masih sangat muda sekali. Dokter Eva hampir saja tidak mempercayainya.
"Dokter!"
Bayu sangat kesal ketika dokter itu hanya diam saja, apakah dia tidak melihat sudah se-panik apa dirinya sekarang.
"M-Maaf tuan, saya terkejut. Silahkan duduk dulu, saya akan menyampaikan sesuatu" Mempersilahkan nya untuk duduk, lalu beralih kepada Fiona dan juga Megan,
"Dan kalian berdua boleh keluar" Imbuhnya.
"Tapi-"
"Fiona, Megan!" Tegas Bayu.
"B-Baik pak" Sahut mereka berdua.
Setelah Megan dan Fiona keluar, dokter Eva mulai menjelaskan, kenapa istrinya bisa pingsan seperti ini. Bayu sudah tidak sabar lagi dengan penjelasan yang akan dibicarakannya. Apalagi melihat wajahnya yang sangat serius.
"Katakan!" Perintahnya tanpa ingin basa-basi.
"Selamat tuan, anda akan menjadi seorang ayah"
Bayu hanya diam, berusaha mencerna setiap kata yang dokter Eva ucapkan tadi.
"Istri anda sedang mengandung" Jelasnya.
Kemudian beberapa detik berlalu, Bayu berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Laki-laki itu hanya menghampiri istrinya yang masih terbaring belum sadarkan diri.
Matanya mulai berkaca-kaca, nampak sekali kebahagian yang terpancar disana. Dokter Eva dapat melihat, seorang Bayu Aji Bagaskara sedang menangis disebelah istrinya.
"Ya tuhan"
Hanya sepatah kata itulah yang terdengar dari bibirnya. Rasa bahagianya seakan tidak mampu diungkapkan nya oleh kata-kata, hanya air mata kebahagiaan yang mampu menjelaskannya.
"Saya permisi dulu, tuan. Dan sekali lagi selamat untuk kalian berdua"
"Terima kasih"
Setelah dokter Eva keluar, Bayu tidak kuat lagi menyembunyikan kebahagiaannya. Laki-laki yang terkenal dingin itu menangis sambil memegang erat serta menciumi tangan istrinya.
"Kamu gak mau denger berita baik, hm?" Terus mengelus pipi istrinya.
Tiba-tiba saja ingatan tentang beberapa Minggu lalu terlintas dalam pikirannya. Pantas saja Grizelle sangat jauh berbeda dari biasanya. Yang biasanya sabar, menjadi sedikit pemarah dan juga sangat sensitif dan mudah menangis.
Dari makanan pun sama, yang tadinya tidak terlalu sering memakan coklat tiba-tiba banyak memakannya. Ternyata inilah penyebabnya, ada janin mungil yang sedang tumbuh disana.
Tangannya beralih, mengusap lembut perut yang masih terlihat datar itu.
"Hallo sayang, anak Daddy. Baik-baik ya didalam sana, jangan menyusahkan mommy mu dan jangan terus meminta coklat, itu tidak baik bagi kesehatan Kalian berdua. Dan satu lagi, jangan meminta yang aneh-aneh ya, apalagi kalau malam" Terkekeh sendiri dengan ucapannya, "Daddy sangat menyayangi kalian" Imbuhnya.
Beberapa saat kemudian, Grizelle mulai sadar. Ia menyentuh kepalanya yang masih terasa sangat pusing.
"Ya tuhan, kepalaku pusing banget!" Mencoba bangun namun Bayu menahannya.
"Tiduran aja sayang kalau masih pusing"
Loh, kenapa ada mas Bayu, pikirnya.
"Mas ko disini, terus aku kenapa bisa ada diruangan ini?" Herannya.
Gadis itu bertambah bingung, kenapa tiba-tiba dirinya ada diruangan ini? Terlebih lagi dengan kehadiran suaminya, sebenarnya apa yang telah terjadi?
"Kamu pingsan sayang" Sahut Bayu.
"Pingsan?"
Bayu mengangguk dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya, tetapi air matanya kemudian luluh kembali, membuat Griz terkejut melihatnya.
"Loh mas kenapa nangis sih, apa aku sakit?" Gadis itu panik lantas menarik tangan suaminya agar mendekatkan wajahnya, lalu menghapus airmatanya yang ia sendiri saja tidak tahu apa penyebabnya.
"Enggak sayang, kamu enggak sakit"
"Terus kenapa mas nangis?"
Mengerinyitkan alisnya heran ketika suaminya menyentuh perutnya dan mengusapnya.
"Disini ada anak kita, sayang" Saat mengatakan itu, Bayu tidak tahan untuk menangis lantas memeluk Griz yang masih belum paham dengan ucapannya.
"Kamu hamil sayang" Imbuhnya.
Hamil?
Tidak mungkin, gadis itu menggeleng cepat. Jelas-jelas testpack itu menunjukan 1 garis merah, lalu kenapa sekarang?
"Gak mungkin mas, mas tahu kan Minggu kemarin aku cek dan hasilnya negatif" Masih belum percaya. Ia tidak mau kecewa lagi karena terlalu berharap.
"Enggak sayang, dokter sendiri yang mengatakannya" Jelas Bayu. Tetapi tetap saja Griz tidak begitu saja mempercayainya sebelum memeriksakannya ke rumah sakit dan melihat sendiri hasilnya.
Untuk membuktikan jika Grizelle benar-benar hamil, Bayu mengajaknya ke rumah sakit yang kebetulan rumah sakit tersebut juga milik keluarga nya. Disana juga sudah ada mama Raisha dan juga papa Theo, begitupun dengan mommy Aiko dan Daddy Samuel yang sudah terlihat panik ketika Bayu menelpon jika Grizelle pingsan.
Kedua keluarga yang membuat gempar 1 rumah sakit karena kedatangannya itu sedang menunggu diruang tertentu. Theo dan Samuel yang paling panik, berbeda dengan Aiko dan juga Raisha yang santai saja.
__ADS_1
"Kalian tuh anaknya lagi diperiksa ko nyantai banget!" Protes Theo. Raisha dan juga Aiko hanya menoleh, lalu melanjutkan kembali bermain ponselnya.
"Sam!"
"Sudahlah biarkan saja, mereka tuh sudah satu paket!"
Raisha : [Mau dipanggil apa nih kalau sudah brojol?]
Aiko : [Apa ya, yang jelas harus keren]
Raisha : [Kalau netik gimana]
Kedua wanita itu tertawa-tawa, membuat Samuel dan Theo menoleh heran.
"Apaan netik?" Tanya Aiko.
"Nenek cantik" Sahut Raisha dan mereka kembali tertawa.
"Astaga, kalian-"
Baru saja Theo akan kembali mengomel, dokter pribadi yang selalu melayani keluarga Bagaskara keluar dan menyuruh semuanya untuk masuk.
"Dokter menantu saya kenapa?"
"Selamat ya semuanya, kalian akan menjadi grand ma dan juga grand fa. Nona Grizelle sedang mengandung cucu kalian" Ujar dokter tersebut.
Samuel dan Theo saling berpelukan, mereka sampai berjingkrak saking bahagianya, sehingga mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya. Berbeda dengan Raisha dan Aiko yang cukup santai menanggapinya, membuat Grizelle heran melihatnya.
"Kalian ko biasa aja sih tahu Grizelle hamil, gak seneng ya?"
"Bukan begitu sayang, mama sama mommy tuh udah tau jadi ya gak kaget gitu" Jawab mama Raisha.
"Tau dari siapa?"
"Dari testpack yang kamu buang dikamar mandi, sayang. Bibi yang menemukannya"
"Tapi kan hasilnya negatif"
"Itu karena kamu kurang lama memastikannya, orang jelas-jelas 2 garis merah ko. Nih mama punya foto nya"
Grizelle terkejut melihatnya, ia pikir hasilnya adalah negatif makanya ia membuangnya. Tetapi ternyata dirinya salah.
"Tuh, kamu kurang teliti. Nangis-nangis coba ma, pas keluar dari kamar mandi tuh" Ledek Bayu yang mendapatkan hadiah cubitan keras pada pinggangnya.
"Mas! Jangan buka kartu, malu!"
🌻
Berdiam diri didekat danau sudah menjadi hal favorite bagi Rey jika sedang ingin menyendiri. Ketenangan disana membuat dirinya merasakan kenyamanan.
Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada gadis yang tadi pagi ditolongnya, apakah baik-baik saja?
Ponsel yang sudah digenggamnya terus di otak-atik, sudah tertera nama Grizelle disana, tinggal menekan tombol panggil maka sambungan telpon akan terhubung. Tetapi, Rey tidak berani.
"Kalau gue telpon, terus cuma nanyain kabar, ketara gak si khawatirnya?"
"Ya iyalah. Malah ketara banget suka nya" Ledek Rendy yang tiba-tiba saja datang.
"Sialan! kaget gue"
Rendy hanya terkekeh saja, kemudian duduk disebelah Rey yang sedang menikmati kesendiriannya.
"Hehe sorry, lagian mau telpon aja galau setengah mampos."
"Lo sahabatan sama gue udah berapa lama sih gue tanya"
"Iya-iya. Gue paham Reymond Lionard, si pangeran es kutub yang sedang menikmati kegalauan karena jatuh cinta untuk pertama kalinya"
Ck!
Ngeledek terus!
"Terus gue harus gimana, Rendy?"
Ternyata sesusah ini menunjukan perhatian kepada wanita yang disukainya.
"Telpon lah, apalagi. Mau ke rumahnya, hayu gue anterin"
"Nyari mati namanya"
"Hahaha. Eh tapi, kayaknya si Grizelle bukan dari keluarga biasa deh" Tiba-tiba saja Rendy berkata seperti itu.
Rey juga sebenarnya sudah tahu jika Grizelle memang dari keluarga yang sangat terpandang, Rey juga tahu Jovan'K Realty Trust adalah perusahaan terbesar di Amerika dan sekarang sedang mengembangkan anak cabangnya yang di Indonesia.
Ya siapa yang tidak kenal dengan keluarga Jovanka, Rey juga mengenali salahsatu anggota keluarga Jovanka yang menjadi kakak tingkatnya tahun lalu, Leonardo Arion Jovanka.
"Emang. Dia tuh anak tunggal tuan Samuel Adelard Jovanka. Gue aja baru sadar kalau nama belakang mereka sama, dan pas gue cari di internet, ternyata benar" Ujar Rey yang membuat Rendy yang sedang minum hampir saja tersedak karena terkejut.
"Seriusan? Berarti dia saudaranya senior kita, Leonardo Arion?"
"Ya."
Wah benar-benar keren. Tetapi apa hubungannya dengan anak pemilik kampus ini, kenapa tadi Rendy sempat melihat Grizelle sedang digandeng olehnya.
"Tapi apa hubungannya sama pak Bayu, ya?"
"Maksudnya?"
"Tadi pas gue mau nyusulin Lo kesini, gue lihat si Grizelle dijemput sama pak Bayu. Mereka kayak Deket banget"
"Masa si,?"
"Iya. Apa mereka saudaraan?"
"Gak tau lah, gue udah galau mikirin dia, sekarang loe malah nyuruh gue buat mikir yang lainnya"
"Yeee! Gue kan cuma mengungkapkan kebingungan gue aja"
🌻
Jangan bilang sedikit ya, ini 2 episode sebagai ganti kemarin enggak Up.
__ADS_1
Jangan lupa like nya, terimakasih :)