I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 49 - Sisi lain Cherry


__ADS_3

Happy reading :)


🌻


Cherry sedang berdiri di balkon kamarnya, memandang langit yang berwarna hitam pekat tanpa ada bintang sedikitpun seperti hidupnya.


Hidup sebagai anak broken home membuat dirinya kesepian dan kerap mencari masalah dengan siapapun, termasuk Naomi yang masih terbilang keluarganya.


Ya, Naomi adalah adik tiri nya, tidak heran jika dirinya sangat membenci Naomi yang hidupnya sempurna, hidup dalam keluarga yang bahagia dan saling menyayangi, tidak seperti dirinya yang sengaja ditelantarkan begitu saja


Kadang, apa yang dia lakukan hanya untuk menghilangkan sejenak rasa sepi nya, sampai ia terobsesi untuk membuat Naomi menderita agar bisa merasakan apa yang ia rasakan sekarang, dengan merebut apa yang menjadi miliknya. Seperi dirinya yang mengambil sang ayah dari ibu nya


Apakah Cherry salah? meminta kehidupan yang adil atas apa yang ia dapatkan selama ini?


Hidup sebagai anak yang ditelantarkan oleh sang ayah membuatnya hancur. Sejak umur 3 tahun, Cherry tidak pernah merasakan lagi kasih sayang seorang ayah. Dirinya ditinggalkan dengan ibu nya begitu saja, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dari sang ayah, Danial. Bahkan sampai Cherry berumur 23 tahun pun, Danial tidak pernah menanyakan kabarnya.


Entahlah, Danial masih pantas disebut ayah atau tidak, yang pasti Cherry sangat membenci pria itu dengan segenap jiwa dan raga nya.


Apalagi saat tau jika ayahnya menikah lagi dan mempunyai anak yang bernama Naomi, Cherry semakin membencinya.


"Ibu, maafkan Cherry yang tidak bisa membalaskan perlakuan jahat ayah kepada kita"


"Cherry gagal, ibu"


"Apa Cherry salah jika Cherry hanya ingin mereka merasakan apa yang kita rasakan selama ini?"


Tanpa terasa air matanya menetes dengan deras, hatinya terlalu sakit menahan sesak yang selama sembilan belas tahun ini ia tahan.


Setiap melihat Naomi, rasa sesak itu selalu ada. Ia sangat membencinya, sangat.


FLASHBACK ON


"Mas, aku mohon jangan tinggalkan kita, kasihan Cherry dia masih butuh kasih sayang kamu"


Danial menghempaskan tangan Katrina dengan kasar yang terus mencegahnya pergi, tetapi pria itu terus saja memasukan semua pakaiannya kedalam koper besar dan tidak memperdulikan tangisan dari Cherry kecil yang melihat pertengkaran orang tua nya.


Meskipun Cherry masih berumur empat tahun, tetapi dia cukup mengerti dengan apa yang dilihatnya sekarang. Meskipun Cherry tidak mengerti apa yang membuat ayahnya akan meninggalkannya


"Ibu.." Panggil Cherry ketakutan, Katrina langsung menggendong Cherry dan memeluknya dengan erat. Cherry terus menangis dalam gendongannya, sedangkan Danial yang telah selesai mengepaki semua bajunya mulai berjalan keluar


"Mas!"


"Aku mohon jangan tinggalkan kita!"


Katrina yang masih menggendong Cherry pun terus memohon agar suaminya tidak pergi meninggalkannya, tetapi lagi-lagi Danial tidak memperdulikannya dan terus pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.


Katrina menangis dengan memeluk Cherry yang juga ikut menangis melihat kepergian ayahnya


"Ayah, jangan pergi" Suara kecil itu memanggil sehingga Danial menghentikan langkahnya sejenak, ia menoleh tanpa ekspresi apapun lalu kembali melangkahkan kakinya hingga benar-benar pergi meninggalkannya

__ADS_1


Katrina memeluk Cherry dengan erat, medaratkan beberapa ciuman di kepala gadis kecil itu "Sayang, jangan khawatir, masih ada ibu disini"


"Kamu tidak usah khawatir"


FLASHBACK OFF


"Aku bersumpah, semenderita apapun kamu meminta maaf kepadaku, aku tidak akan pernah memaafkanmu, Danial Herlambang!" Sangat terlihat jelas kobaran kebencian di manik abu miliknya, ya, Cherry benar-benar sangat membenci ayahnya.


Arjuna yang baru masuk ke kamar itupun mencari-cari keberadaan Cherry yang ternyata sedang berdiri dibalkon kamarnya "Sayang?" Panggilnya begitu lembut. laki-laki itu melingkarkan tangan kekarnya pada perut Cherry lalu sebuah kecupan lembut mendarat di pipi tirusnya


Cherry tersenyum mendapat perlakuan lembut dari Arjuna, dirinya begitu bersyukur dipertemukan dengannya.


Hadirnya Arjuna selama ini membuat Cherry bisa merasakan kasih sayang yang begitu tulus yang belum pernah ia dapatkan dari laki-laki manapun, termasuk Leon.


Arjuna berbeda, laki-laki itu tau segala keburukannya tetapi dia masih setia, bahkan saat Cherry menyakitinya pun, Arjuna tetap disisinya dan menunggunya


"Sayang.."


"Lagi ngapain sih, masuk yuk" Ajak Arjuna tetapi Cherry menahannya


"Kamu sayang 'kan sama aku?" Tanya Cherry tiba-tiba, suaranya terdengar bergetar. Cherry merasa sangat bersalah pada Arjuna, ia menunduk, menahan sekuat tenaga air matanya yang sudah menggenang agar tidak tumpah.


Cherry sadar, dirinya begitu jahat terhadapnya, tetapi Arjuna selalu menerimanya dengan tulus. Cherry merasa bodoh, tidak menyadari ketulusannya dan terus menyakitinya


Dahi Arjuna mengkerut, untuk apa Cherry menanyakan hal seperti itu. Jelas, Arjuna sangat mencintainya, bahkan lebih.


Dirinya akan melakukan apapun agar Cherry bahagia, termasuk membiarkannya bersama dengan Leon sekalipun "Kamu ragu sama aku, Cher?"


Apakah Cherry tidak bisa melihat ketulusannya selama ini?


"Ko nanya gitu?" Imbuh laki-laki itu kemudian.


Cherry tersenyum, mengusap lembut tangan Arjuna yang sedang memeluknya "Aku pengen tau aja"


Menghembuskan nafasnya kasar, lalu perlahan membalikan tubuh Cherry sehingga mereka saling berhadapan "Kamu ragu?" Tanya nya sekali lagi dan Cherry menggeleng


"Terus?"


Tanpa diduga, Cherry meneteskan air matanya dan mulai terisak "Hey ko nangis sih?" Tanya Arjuna cemas, ibu jarinya bergerak mengusap lembut cairan bening yang membasahi pipi wanita pujaannya


"Kamu sedih gara-gara ketauan Leon? Iya, nanti aku bantuin biar kamu engga putus sama dia" Bujuk Arjuna tetapi Cherry menggeleng dengan cepat lalu memeluk Arjuna dengan erat.


"Maafin aku" Ucapnya terisak, Arjuna tidak mengerti dengan permintaan maaf sang wanita pujaannya, ia hanya diam terus mengelusi rambut Cherry dengan lembut lalu dengan perlahan melepaskan rengkuhan kuat perempuan itu


Lagi-lagi, Cherry mengucapkannya sehingga Arjuna kesal dengan maksud Cherry yang terus meminta maaf


"Maafin aku..."


Belum sempat Cherry menyelesaikan kalimatnya, bibirnya segera di bungkam oleh Arjuna dengan ciuman yang begitu lembut untuk beberapa detik, lalu melepaskannya dengan perlahan

__ADS_1


"Arjuna, terimakasih untuk segalanya"


"Segala kasih sayang yang selama ini kamu berikan, kasih sayang yang gak pernah aku rasain dari ayah aku sendiri... Aku-"


Belum sempat Cherry menyelesaikan kalimatnya, jari telunjuk Arjuna mendarat di bibir manis Cherry "Ssstt, aku akan melakukan apapun agar kamu bahagia, Cher"


"Apapun!"


Dan seketika air mata Cherry tumpah kembali, pelukan erat dari Arjuna mampu membuatnya terhanyut dalam kehangatan bahkan dari Leon pun dirinya tidak pernah merasakan ketulusan seperti yang Arjuna berikan.


🌻


Siang itu Cherry sedang berada disebuah perusahaan yang cukup besar dengan pakaian formal berwarna maroon yang terlihat sangat pas dibadannya, ia mulai memasuki perusahaan tersebut dengan perasaan yang bahagia


Ya, hari ini Cherry akan melakukan interview diperusahaan tersebut yang beberapa bulan lalu sempat ia ajukan permohonan kerja nya dan akhirnya hari ini dirinya akan melaksanakan interview.


"Maaf mbak, ruangan HRD dimana ya?" Tanya Cherry pada Resepsionis


"Di lantai dua mbak. Mbak yang akan melaksanakan interview hari ini?" Tanya sang Resepsionis memastikan


Cherry mengangguk "Iya mbak"


Ruang HRD


Cherry duduk bersebelahan dengan ke lima perempuan lainnya, dia berharap akan diterima diperusahaan tersebut dan bekerja secepat mungkin.


Sepeninggalan Katrina dua tahun yang lalu, Cherry hidup seorang diri tanpa di dampingi siapapun, terkecuali Arjuna. Usaha butik yang didirikan sang ibu pun sudah bangkrut karena sepi nya pelanggan, jadi dengan terpaksa Cherry menjualnya lalu menyimpan uang tersebut untuk kelangsungan hidupnya. namun lambat laun, tabungannya pun menipis karena Cherry harus membayar kuliah dan sebagainya. Mau tidak mau di sinilah Cherry berada, demi kelangsungan hidupnya. Meskipun Arjuna terus melarangnya dan mengajaknya untuk bekerja di perusahaan nya tetapi Cherry tidak mau merepotkan nya lagi.


"Ibu doakan Cherry agar bisa bekerja disini" Gumamnya dalam hati


Doa tidak pernah berhenti dari bibirnya, hingga gilirannya tiba dan Cherry memasuki ruangan tersebut dan memulai interview nya.


Dua puluh menit sudah berlalu, Cherry keluar ruangan HRD dengan raut wajah yang bahagia. Ya, dirinya diterima dan besok akan langsung bekerja


"Ibu, Cherry kerja, Bu..." Tanpa terasa air matanya menetes begitu saja. Andai Katrina masih hidup, sudah pasti dia akan merasa bangga karena putrinya sudah diterima dan akan segera bekerja.


Setelah menelpon Arjuna dan menyatakan dirinya diterima, Cherry langsung pulang dengan di jemput oleh Arjuna


"Kenapa engga di perusahaan aku aja sih, yang?" Kesalnya karena Cherry selalu menolaknya.


Cherry tersenyum menanggapi kekesalan Arjuna "Yang ada nanti aku engga kerja dan terus kamu tahan di kamar" Sahut Cherry dengan kekehan kecil dan Arjuna yang melihatnya merasa gemas


🌻


Cherry Aurelie Herlambang & Arjuna Alaric Rahardian



Aku nangis ngetik part ini, gak tau nyesek aja rasanya. Ngerti gimana rasanya menjadi anak broken home, ya meskipun bukan aku sendiri yang mengalami, tetapi aku bisa memahami rasa sakitnya seperti apa ..

__ADS_1


So, jangan lupa like :)


__ADS_2