I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 91 - I'M YOURS


__ADS_3

Happy reading


🌻


Rasanya lelah sekali setelah seharian berdiri menjadi pusat perhatian, Griz tidak menyangka jika undangan yang datang akan sebanyak itu. Sampai dirinya mengeluh pada suaminya.


Sebagai seorang putri satu-satunya dan juga pewaris utama Jovan'K Realty Trust, banyak sekali kolega serta para pemilik perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaan Daddy Samuel maupun papa Theo yang hadir.


Bukan hanya itu, Griz juga sempat terkejut saat teman-temannya yang dari luar negri turut hadir dalam resepsi pernikahannya.


Termasuk orang tua dari Jeno, mereka jauh-jauh dari Korea berusaha datang untuk mengucapkan selamat sekaligus meminta maaf atas kejadian yang pernah membuat keduanya berselisih dulu.


Bukan hanya orangtua Jeno yang hadir, mantan kekasihnya itu juga ada dan dia tidak sendiri. Laki-laki bule itu menggandeng mesra perempuan yang sangat cantik dan Griz tahu siapa perempuan tersebut.


"Haruskah aku merasa terkejut melihat semua ini?" Kata Griz sedikit menggoda pasangan dihadapannya. "Bagaimana bisa kau menaklukan laki-laki tampan ini, Ha?" Bisiknya pada perempuan bergaun merah maroon itu.


Maurin tersipu malu, "Aku tidak melakukan apapun, dia sendiri yang datang dan mengatakan sesuatu yang membuatku hampir pingsan" Jawabnya tanpa ragu.


Griz menaikan sebelah alisnya, menggoda Jeno untuk meminta penjelasan. "Hey Lee, is there anything you want to explain to me?" (Ada yang ingin kau jelaskan kepadaku?)


"Ah, itu... Baiklah aku akan menjelaskannya, tetapi apa tidak masalah jika membuat mereka menunggu?" Tunjuknya pada antrian dibelakangnya yang diketahui adalah sahabat-sahabat dari Bayu.


Mereka terus saja mengomel apalagi Andra, sahabat dari suaminya itu terus menyuruh Jeno untuk lebih cepat karena dirinya sudah hampir setengah jam berdiri hanya untuk mengucapkan selamat.


"Gue udah hampir 1 jam berdiri, Lo tahu gak?"


"Apa?"


"Gue laperr!" Kata Andra semakin kesal, "Buruan bule!" Imbuhnya lagi.


Jeno tertawa, lalu dengan cepat mengajak Maurin menyusul kedua orangtuanya yang sudah lebih dahulu turun. "Orangtua disini sangat emosional, ya sudah! Nanti akan ku jelaskan semuanya, Griz. Selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga bahagia"


"Kurang ajar! Dasar bule gi..."


"Sabar kak Andra, jangan marah-marah terus. Nanti cepat tua"


"Dengerin apa kata istri gue, Ndra" Tambah Bayu.


Ternyata tidak hanya Bayu yang menyebalkan, bahkan istrinya pun tak kalah menyebalkannya. "Dahlah! Emang jodoh kalian berdua!"


🌻


"Capek?" Tanya Bayu setelah mereka tiba dikamar hotel yang sudah dipersiapkan sebagai kamar pengantin untuk mereka.


Setelah acaranya selesai, Bayu langsung mengajak Griz ke kamar karena merasa tidak tega melihat istrinya sudah sangat kelelahan. Bayu menyampirkan jas nya pada sofa yang berada disana, kemudian duduk memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sedang sibuk melihat hiasan pada kamar pengantin mereka. "Keren banget, mas" Katanya begitu takjub.


Gadis itu beralih pada tirai yang ada disebelah tempat tidurnya, membukanya secara perlahan dan terlihat jelas keindahan kota Jakarta saat pada malam hari. Griz membuka jendelanya, berdiri pada pembatas balkon untuk menikmati udara malam yang terasa sangat sejuk.


"Hm, sejuknya"


Tubuhnya sedikit terperanjat saat tangan kekar suaminya melingkar pas pada pinggangnya, apalagi saat satu kecupan lembut mendarat lembut pada pipi sebelah kanannya.


Hatinya semakin berdebar ketika Bayu membenamkan wajahnya pada ceruk leher serta memberikan kecupan kecupan kecil yang membuat Griz semakin meremang dan menahan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya.

__ADS_1


"Mas" Lirihnya, menahan rasa yang entah apa.


"Kenapa sayang?"


Hembusan nafasnya terasa menggelitik seluruh tubuh, suaranya yang berat serta tatapannya yang sayu membuat Griz terdiam begitu lemah. Gadis itu diam saja saat Bayu kembali menciumi lehernya dan menggigitnya, sehingga tercipta tanda cinta disana, erangan yang ingin sekali diucapkan tertahan dalam kerongkongannya.


"Ah"


Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


Perlahan Bayu membalikan tubuh Griz, sehingga Griz dapat melihat dengan jelas sorot mata suaminya bak sebusur panah yang melemahkannya.


Tidak ada jarak diantara keduanya, sehingga Bayu semakin mendekatkan wajahnya sampai bibir keduanya beradu dengan lembut, namun semakin lama ciuman itu terasa semakin panas dan Griz mengerti dengan hal apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tidak melepaskan pagutannya sedikitpun, Bayu mendorong istrinya untuk masuk kedalam lalu membaringkannya diatas tempat tidur yang terdapat banyak sekali kelopak bunga mawar berbentuk love disana.


Bayu melepaskan pagutannya, menatap sang istri penuh dengan harap. Sesaat keduanya terdiam dengan saling menatap penuh arti, Griz menangkup sebelah pipi suaminya, "I'am yours. Do it!" Kata Griz dengan yakin.


"Seriously?"


Griz mengangguk lalu mecium sekilas bibir suaminya.


"Do what you want to do"


Seolah mendapat persetujuan untuk memulai, Bayu tersenyum dan kembali mencium bibir ranum gadis yang ada dalam kungkungannya dan mulai membuka gaun yang membalut tubuh istrinya.


Griz berusaha menutup tubuhnya yang polos tanpa sehelai pakaian apapun, ia berusaha menutupi nya dengan selimut namun Bayu menahannya.


"Mas! A-aku malu" Bisiknya saat Bayu terus menatapnya seraya membuka satu persatu kancing kemejanya.


Akhirnya setelah melewati malam yang panas, Griz bisa tertidur pulas sekitar jam 3 pagi setelah suaminya memintanya beberapa kali. Bayu yang memeluknya masih terjaga, memandangi semestanya penuh dengan cinta.


Beberapa kali Bayu mencium kening Griz dan mengucapkan terimakasih sebelum Griz tertidur.


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaga nya untuk mas"


🌻


Ah, rasanya sangat pegal sekali seluruh badannya. Apalagi setelah kegiatan baru nya semalam bersama suaminya, rasanya tubuhnya sulit sekali untuk digerakan. Rasa sakit yang masih sangat terasa membuat Griz enggan kemana-mana, apalagi hangatnya pelukan suami membuatnya semakin malas untuk bangun.


Griz mendongkakan wajahnya, menatap wajah polos suaminya yang masih tertidur pulas memeluknya.


"Mama Raisha ngidam apa sih" Menyentuh alis, mata, hidung dan berakhir pada bibir. Bibir yang semalam tidak pernah berhenti menciuminya dan bibir yang sudah membuat banyak tanda pada leher serta dada nya.


"Ko anaknya ganteng banget" Iseng-iseng Griz akan mencubit hidungnya, tiba-tiba saja tangannya ditahan oleh Bayu yang ternyata sudah bangun daritadi. Laki-laki itu hanya berpura-pura masih tidur karena ingin melihat apa yang akan dilakukan istrinya.


"Mas, maaf! A-aku ganggu ya"


Ih kenapa jadi canggung begini sih.


"Apa masih sakit?" Tanya Bayu khawatir karena semalam dirinya meminta nya beberapa kali. Bayu takut jika istrinya marah karena ia tidak bisa menahan keinginannya.


Griz tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Maafin mas ya sayang"


"Sudah menjadi kewajiban seorang istri" Mengusap lembut serta mendaratkan ciuman singkat sebagai ucapan selamat pagi, "Aku mandi dulu ya"


Baru Griz akan bangun, tiba-tiba Bayu menahannya kembali. "Kenapa mas?" Heran Griz.


"Bareng ya"


"Ha?"


Sementara sepasang pasutri itu sedang berdebat karena berbeda pendapat, ditempat lain semua keluarganya sedang berkumpul untuk sarapan bersama.


"Karera wa mada heya o dete imasen ka?" (Mereka belum keluar dari kamarnya?) Tanya nenek Griz yang berasal dari Jepang.


"Imadani. Tabun mada nemutte iru" (Belum. Mungkin masih tidur) Sahut Aiko.


"Ya tuhan! Mereka melakukannya berapa kali sampai sudah hampir jam 9 belum keluar juga?" Kata kakek ikut berkomentar.


"Biarkan saja, namanya juga pengantin baru"


🌻


"Aku gak mau lagi mandi bareng mas!" Ucapnya kesal. Sambil mengeringkan rambut suaminya dengan handuk kecil, Griz terus saja mengomeli suaminya.


Bilangnya tidak akan melakukannya, tapi apa? Griz sampai kedinginan karena hampir 2 jam dirinya berada dikamar mandi.


Laki-laki yang sedang duduk itu tersenyum, meraih pinggang sang istri dan memeluknya. "Kayaknya mas bakalan minta setiap jam deh sayang" Katanya.


Satu cubitan keras Griz daratkan pada telinga suaminya. Yang benar saja, bisa-bisa Griz tidak bisa berjalan nanti, mana Minggu depan dirinya sudah mulai ospek, lagi. Gila kali ya.


"Jangan ngadi-ngadi kamu mas!"


"Iya-iya sayang bercanda doang, tapi nanti kalau mas pengen kamu harus siap!"


"Sama aja, mas!"


Saat semuanya sudah selesai dan kembali ke kamarnya masing-masing, Griz dan Bayu baru turun untuk sarapan. Meskipun Griz sangat kesusahan untuk berjalan, namun karena merasa tidak enak dengan keluarganya, Griz jadi memaksakan diri untuk turun dan ikut makan bersama.


Namun saat sampai disana, semuanya sudah tidak ada.


"Gara-gara kamu nih mas" Omelnya lagi.


"Iya sayang maaf"


Huh! Andai saja tadi dirinya bisa menolak untuk mandi bersama, mungkin dirinya bisa ikut makan bersama dengan yang lainnya.


Akhirnya mereka hanya makan berdua, dan akan menemui kelurganya setelah selesai.


🌻


Nungguin ya? Haha.


Maaf ya kalau kurang hot, imajinasi kalian masing-masing aja ya, mau dijabarin takut ada yang dibawah umur, hehe.

__ADS_1


Boleh dong aku minta vote buat senin-Sabtu. Kalau masuk 10 besar aku bakal Up tiap hari, wkwk. Becanda hehe.


Oh iya, kalau kalian mau keluar dari GC gpp ko. Soalnya aku juga jarang buka. Kalau mau tanya-tanya atau apapun di Ig aja, aku lebih aktif disana daripada di GC. Oke, terimakasih 🥰


__ADS_2