
Happy reading
🌻
Setelah pulang dari mall, Griz menjadi lebih banyak diam. Ia terus memikirkan ucapan Monicca. Apakah benar mereka sudah melakukannya? Kalau di pikir-pikir ada benarnya juga, 2 tahun itu lama dan sangat tidak mungkin mereka tidak melakukan apapun selama berpacaran.
Dengannya saja Bayu sering akan kebablasan jika tidak diingatkan, apalagi dengan perempuan itu yang notabene nya seorang model yang dunia nya sedikit bebas dan sama-sama dewasa.
Aduh!
Kenapa tiba-tiba datang masalah seperti ini sih, Griz 'kan jadi ragu. Tetapi sebelum Griz menanyakannya langsung pada Bayu, ia tidak boleh mempercayai perempuan itu dulu.
Siapa tahu saja itu hanya sebuah akal-akalan dia saja agar Griz bertengkar dengan Bayu dan mereka berpisah, seperti itu mungkin.
Bagaimanapun juga Griz harus lebih mempercayai Bayu, bukan perempuan itu.
"Nanti aku tanyain deh, tapi males juga sih!" Gumamnya dengan menatap langit-langit atap, seakan semua keraguannya tergambar jelas disana.
"Gimana kalau jawabannya iya?" Griz terlonjak, otaknya mulai memikirkan hal-hal yang membuatnya sedikit frustasi.
"Tapi 'kan tapi... Aku cinta banget sama mas Bayu. Masa iya sih mas Bayu sudah gitu... hmmm tapi ya bodo amat sih ya, aku gak perduli!"
"Ah bodo amat, aku pusing" Teriaknya dibalik bantal.
Kenapa sih akhir-akhir ini banyak sekali masalah, apakah memang seperti ini ujian saat akan menikah?
"Ah, daripada pusing memikirkan semua itu, mending berendam. Biar gak stres nih otak" Ucapnya seraya berjalan mengambil jubah mandinya namun saat Griz akan masuk ke kamar mandi, langkahnya terhenti saat mendengar ponselnya berdering.
Griz melihat siapa yang menelponnya dan ternyata Jeno. "Mau apa sih?" Griz yang malaspun akhirnya membiarkan panggilan itu dan masuk ke kamar mandi setelah meng-senyapkan ponselnya agar tidak berisik.
Di Bali, Bayu terus mondar-mandir dengan ponsel ditangannya. Sudah 5x ia menelpon Griz namun selalu saja sibuk. "Lagi telponan sama siapa coba dari tadi!" Kesalnya.
Bayu terus saja menelpon sampai akhirnya bisa, namun tetap telponnya tidak diangkat. "Sekarang ganti, gak diangkat!" Kesalnya lagi.
Andra yang sedang makan pun dibuat pusing melihat tingkah laku bos nya yang kelewat bucin itu.
"Telpon orangtuanya aja sih, bos!" Usul Andra yang membuat Bayu terdiam dan menatapnya.
Benar juga, kenapa Bayu tidak berpikir kesana ya.
"Dari tadi kek kasih usul, gue gak 'kan cape mondar-mandir terus daritadi!" Sahutnya dengan tampang super menyebalkan versi Bayu yang selalu saja berhasil membuat Andra kesal dan merutuki tingkahnya.
"What the... Bener-bener gak ada ahlak loe ya. Berdosa loe!"
"Nyesel gue ngasih tahu!" Imbuhnya sangat kesal.
Sedangkan Bayu, ia tidak perduli dengan semua ucapan Andra yang baginya sudah biasa. Ia memilih berjalan keluar kamar, berdiri dibalkon yang menghadap pada lautan yang terbentang luas dihadapannya.
"Hallo, mom" Ucap Bayu saat sambungan telponnya terhubung.
__ADS_1
"Hallo nak, ada apa?" Sahut Aiko yang sedang berada ditaman.
"Grizelle nya ada dirumah gak mom, Bayu telpon kok gak di angkat-angkat ya?"
"Ada ko, baru saja pulang. Mommy lihat dulu ya. Mungkin dia lagi mandi"
"Iya"
Menunggu untuk beberapa menit, "Bayu!" Panggil Aiko memastikan jika sambungan telponnya masih terhubung.
"Iya mom"
"Grizelle lagi mandi makanya gak angkat telpon kamu" Aiko melihat ponsel anaknya dan melihat banyaknya telpon dari calon menantunya dan... Jeno?
"Mau apa dia?" Gumam Aiko dalam hati.
"Oh syukurlah, ya udah gak apa-apa mom. Bayu cuma khawatir aja"
Aiko tersenyum mendengarnya, memang tidak salah dia menjodohkan Griz dengan Bayu, anak dari sahabatnya, yang ternyata sangat menyayangi Griz. Tetapi Aiko masih bertanya-tanya, apakah putrinya dekat kembali dengan laki-laki yang hampir saja melecehkannya dulu?
🌻
Kurang lebih 30 menit Griz baru selesai berendam, ia keluar kamar mandi yang ternyata ada mommy Aiko sedang menonton tv disana.
"Mom" Panggil Griz seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Lama banget mandinya sayang, Bayu sampai telpon mommy nanyain kamu gak angkat telpon dia"
"Pantesan!"
Griz hanya menyengir saja, ia berjalan ke ruang ganti baju. Setelah selesai, gadis itu menghampiri Aiko yang masih duduk disana.
"Kamu berhubungan lagi sama Jeno?" Tanya Aiko setelah putrinya duduk disebelahnya.
"Kita berteman sekarang, mom. Tapi engga Deket juga ko, biasa aja" Sahut Griz. Memang kenyataannya seperti itu.
"Jaga jarak sayang, sebentar lagi kamu akan menikah. Jaga kepercayaan calon suami kamu, jangan sampai salah paham." Nasehat Aiko yang membuat Griz paham apa yang dikatakan mommy nya itu benar.
"Iya mom, tenang saja. 'kan Griz cintanya sama mas Bayu doang, gak mungkinlah ngecewain dia"
"Ya kalau bukan mas Bayu sendiri yang ngecewain aku" Tambahnya dalam hati sambil tersenyum kecut mengingat kembali perkataan Monicca tadi siang.
"Good girls. Ya sudah, mommy keluar dulu. Jangan lupa telpon balik sayang, kasihan dia khawatir banget sama kamu"
"Iya mommy"
Setelah Aiko keluar, Griz mengambil ponselnya dan ternyata Jeno menelponnya kembali. Dengan sangat terpaksa, Griz mengangkatnya, "Ada apa?" Sahut Griz malas.
"Lagi apa, sudah pulang?" Tanyanya.
__ADS_1
"Baru selesai mandi" Sahut Griz sekenanya.
"Oh, eat?"
"Belum, ini mau makan cuma kamu telpon. Ya, aku tunda dulu deh"
Disebrang sana Jeno tertawa, "Ya sudah, makan dulu sana"
"Iya"
Setelah itu Griz keluar, mencari cemilan dikulkas yang sempat dibelinya tadi di mall. Aiko yang baru kembali dari taman ikut bergabung duduk dimeja makan, menikmati bersama-sama sampai Samuel datang dengan wajah yang terlihat tidak tenang.
"Daddy tumben udah pulang, ada apa?" Heran Griz karena biasanya Samuel lebih sering pulang larut malam dan jarang sekali mereka bertemu.
"Daddy mau susul calon suamimu ke Bali, besok."
"Darurat emang dadd, sampai Daddy turun tangan?"
"Gak juga, Daddy yakin calon suami kamu bisa. Cuma memang ada kerjaan aja disana" Sahut Samuel seraya ikut bergabung bersama Griz dan juga Aiko.
"Mas ko gak ngomong dulu sama aku sih kalau mau ke Bali?" Ucap Aiko sedikit menaikan nada suaranya, Griz yang sedang fokus menyendokan ice cream pun menoleh kaget.
"Mana mendadak lagi!" Kesalnya.
Tunggu!
Kenapa rasanya Griz juga pernah melakukan hal seperti ini sih.
"Mas lupa, sayang. Yohan baru kasih tahu mas lagi tadi" Sahut Samuel yang menyadari jika Aiko mulai merajuk.
Griz yang memang duduk ditengah-tengah mulai jengah mendengar perdebatan orangtuanya. Ia berdiri membuat Aiko dan Samuel langsung terdiam.
"Daddy tuh sama aja kayak mas Bayu, perginya besok, bilangnya mendadak!"
"Semua laki-laki sama aja, nyebelin!" Imbuhnya lalu pergi meninggalkan Aiko dan Samuel yang masih terbengong-bengong.
"Hey, Daddy beda ya sayang-"
"Sama aja!" Teriaknya sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar.
Bayu Aji Bagaskara
Grizelle Jovanka
🌻
__ADS_1
Kalau kalian pengen cepet-cepet lihat mereka menikah, berarti kalian juga harus siap kalau cerita ini akan benar-benar segera berakhir :")
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)