I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 36 - KEMBALINYA MANTAN


__ADS_3

"Ada masalah?"


Grizelle yang sedari tadi menyimak pembicaraan tunangannya dengan seseorang bertanya, Bayu hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Sedangkan Grizelle hanya mengangguk saja sebagai responnya.


Bohong jika Bayu tidak merasa khawatir dengan info yang diberikan tangan kanannya tadi. Ia hanya khawatir dengan keselamatan Grizelle karena wanita licik itu akan melakukan apapun demi memenuhi keinginannya.


Apakah Bayu harus memberitahukan kepada Grizelle mengenai ini? Sepertinya memang harus. Bayu tidak mau saja jika mantan kekasihnya itu nekat mendekati Grizelle dan mengatakan sesuatu yang dapat memicu pertengkaran atau kesalahpahaman diantara keduanya.


Namun baru saja dirinya akan bercerita, Grizelle lebih dulu berpamitan karena memang sebentar lagi jam istirahat akan habis.


"Sebentar lagi bel, aku kembali ke kelas ya mas?"


Bayu hanya mengangguk, memperhatikan gadisnya sedang merapikan jas serta rambut yang sempat di mainkan nya tadi.


"Hati-hati ke kantornya"


Namun baru saja Grizelle akan pergi, lengannya ditarik oleh Bayu sehingga badannya terjatuh tepat pada pangkuan pria itu, membuatnya memekik kaget.


"Mas!"


🌻


"Kemana gadis bule itu?! Apakah belum puas berduaan/bermesraan dengan calon suaminya itu, CK!"


Ah, 5 menit lagi bel masuk akan menyala dan Grizelle masih belum datang juga! Hell, haruskah Megan menjemputnya ke ruangan yang hanya boleh di masuki oleh orang tertentu saja? Tidak! Megan terlalu malas.


Baru saja Megan akan menelpon sahabatnya itu, bertepatan dengan bel yang berbunyi nyaring, Grizelle datang dengan wajah yang tertekuk masam membuat Megan heran.


Kenapa, pikirnya. Tetapi beberapa detik kemudian, gadis ber-kuncir itu memasang senyum miring nya setelah menyadari ada yang berubah dalam wajah sahabatnya itu.


"Kenapa dengan bibir kamu, Grizelle?"


Mendapat pertanyaan seperti itu, Grizelle membuang wajahnya. Menghindari tatapan menyebalkan Megan yang terkesan sedang mengejeknya. Hey! Grizelle tidak bodoh, dia sangat mengerti dengan pertanyaan yang terkesan mengejek itu.


"Bagaimana rasanya?"


Megan kembali menggoda, kedua alisnya naik-turun dengan sengaja. Menyebalkan sekali melihatnya!


"Haruskah menjawab pertanyaan yang tidak jelas?"


Megan tertawa pelan mendengar nya. Tidak jelas, katanya. Oh ayolah, mana mungkin tidak jelas bisa membuat wajah putih itu merona seketika?


"Kamu mengerti hanya saja malu untuk menjelaskan nya, benar atau benar?"


Sialan! Grizelle lupa kalau sahabatnya itu pandai sekali mengintimidasi sampai sang lawan terpojok lalu terperosok.


"Itu rahasia, Megan! Lagipula kamu sudah tau kan jawabannya apa, kenapa harus mengulangi pertanyaan-pertanyaan yang sama terus, memalukan tahu tidak"

__ADS_1


Memutar bola matanya jengah, iya juga sih apa yang Grizelle katakan. Tetapi kan tetap saja rasanya kurang afdol jika tidak mendengar langsung dari narasumber nya.


Meninggalkan kedua hawa yang masih membahas hal yang sama, seorang pria tampan dengan gagah memasuki perusahaannya. Tatapan memuja dari para pegawai tidak pernah terlewatkan sedikitpun, mengagumi ketampanan sang pemilik perusahaan.


Selain itu, beberapa pegawai juga sempat membicarakan tentang sosok perempuan yang begitu beruntung bisa mendapatkan hati seorang pria yang terkenal sangat dingin itu.


Pasti di kehidupannya sebelumnya, perempuan yang kini telah resmi menjadi tunangan pemilik perusahaan mereka bekerja itu telah menyelematkan dunia dari kehancuran. Makanya pada kehidupan sekarang, dia begitu beruntung karena terlahir sebagai jodoh seorang Bayu Aji Bagaskara, pria yang begitu di gila-i oleh hampir separuh wanita di dunia.


"Katanya kemarin pak bos berlibur bersama calon istrinya di Ancol. Gila! Kalian lihat foto yang mereka dapatkan?"


"Aku langsung berteriak saat melihatnya!"


"Hatiku tidak terima tetapi aku juga sadar diri, hiks"


"Ya tuhan kenapa pria setampan dan se-mapan pak bos hanya ada satu di dunia dan itupun sudah sold out, aku kan mau juga"


Mendengar semua kalimat tersebut dari pegawainya, Bayu sedikit menyunggingkan senyum samar. Satu hal yang harus mereka tahu nanti setelah Bayu resmi menikahi tunangannya; bukan perempuan itulah yang beruntung mendapatkan nya, melainkan dirinya yang begitu beruntung mendapatkan pendamping hidup seperti gadisnya.


Grizelle Jovanka, gadis yang berbeda sejak pertama Bayu melihatnya. Dia adalah satu-satunya murid atau perempuan yang mampu membuat Bayu terpesona hanya karena tatapannya saja tanpa tingkah apapun.


Sudah satu jam Bayu berada di ruangannya, menunggu kedatangan Andra yang menyuruhnya agar cepat ke kantor. Namun sesampainya disana, pria yang lebih tua dua tahun darinya itu malah tidak ada.


Padahal Bayu sangat ingin mendengar penjelasan dari pria yang berstatus tangan kanannya itu saat menelponnya siang tadi, dan sampai meminta ijin untuk tidak masuk mengajar kelas terakhir.


"Maaf bos ada keperluan mendadak tadi"


"Setelah saya menikah nanti, saya pastikan anda akan kembali ke Italia untuk mengurus perusahaan anda sendiri!"


Ya beginilah pemirsa jika dirinya membuat sang bos kesal, menendangnya ke Italia selalu menjadi senjata andalan.


"Hanya dua jam sa- iya-iya minta maaf astaga!"


"Jelaskan yang tadi!"


Tidak mau membuat bos nya emosi lagi, Andra langsung menceritakan kronologi bagaimana dirinya bisa melihat Monica didepan kantornya.


Andra juga memberitahukan kepada Bayu bahwa Monica akan berada di Indonesia lumayan cukup lama karena pekerjaannya sebagai model beberapa majalah fashion dan juga yang lainnya.


Perasaan khawatir menguasai hatinya, Bayu mulai was-was jika wanita licik itu akan menganggu Grizelle.


"Grizelle sudah tau tentang dia?"


Bayu menggeleng pelan, memejamkan matanya sekilas sebelum akhirnya menjawab.


"Belum"


🌻

__ADS_1


Ini akan menjadi hari terburuk dan sial bagi Leonardo Arion. Berada disebuah perusahaan fashion karena jebakan sahabatnya, dia harus mau dan pasrah bergaya didepan kamera. Bahkan wajahnya harus rela ter-poles beberapa make up untuk melengkapi konsep pemotretan nya.


Sialan memang pria yang bernama Martinez itu dan sialnya dia adalah sahabatnya durhakanya.


Beberapa jam lalu pria bule keturunan Amerika itu menelponnya, mengatakan jika dia berada dalam masalah dalam pekerjaannya. Leon yang saat itu sedang berada tidak jauh dari perusahaan, langsung membelokan mobilnya kesana.


Namun apa yang terjadi setelah dirinya sampai disana, Martinez tidak ada dan beberapa stylish langsung menariknya lalu meriasnya dengan paksa.


"Sialan!"


Martinez yang baru saja datang tertawa keras. Salahkan saja managernya yang memaksa dirinya menghubungi Leon karena salah satu modelnya berhalangan hadir.


"Nikmati saja, Leon. Itung-itung pengalaman hidup"


"Iya pengalaman tertipu oleh sahabat sendiri!"


Martinez semakin tergelak.


"Kamu tampan, sayang kalau tidak menghasilkan uang"


"Shut to the up! Terdengar mengerikan saat kau menyebutku tampan"


Sontak perkataan Leon tersebut membuat kotak tissue melayang mengenai kepalanya. Untung saja kesigapan Leon bisa diandalkan, kurang beberapa detik saja Leon yakin kepalanya akan benjol.


"Yak Leonardo Arion! Aku normal, sialan!"


Sepanjang mereka di rias, perdebatan terus terdengar sampai sang fotografer memanggil mereka untuk memulai pemotretan nya, barulah perdebatan tersebut berhenti.


Brand yang cukup terkenal baru saja mengekuarkan produk terbarunya yaitu sebuah jas dan juga kemeja yang cocok digunakan oleh anak muda. Dengan balutan pakaian tersebut, Leon dan beberapa model lainnya termasuk Martinez sedang berpose didepan kamera.


Leon yang terbilang sebagai model dadakan begitu profesional, bahkan sang fotografer terus memujinya dan menawarkan Leon untuk bergabung. Namun Leon menolaknya dengan alasan bahwa dia tidak merasa nyaman dan cocok.


Selesai menjadi model dadakan, Leon berpamitan kepada sahabat dan juga yang lainnya setelah mengganti bajunya. CK! Lumayan lama juga dia berada di perusahaan itu. Niat awal akan menemui kekasihnya menjadi gagal.


Sambil berkirim pesan dengan kekasihnya, Leon berjalan menuju parkiran. Tidak sengaja karena dua-duanya fokus pada ponsel masing-masing sampai menyenggol satu sama lain sampai ponsel keduanya terjatuh bersama.


"Maaf, saya tidak melihatmu"


"Tidak apa-apa"


Leon berjongkok, mengambil ponsel yang terjatuh tadi lalu memberikan ponsel tersebut pada wanita itu sampai ia menyadari siapa yang baru saja dilihatnya.


"Kau/Arion"


🌻


\={R E V I S I}\=

__ADS_1


__ADS_2