I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 71 - Permintaan maaf


__ADS_3

Happy reading guys


🌻


BANDARA


"Mas hati-hati disana, awas nanti kecantol bule lagi berjemur lagi!" Peringat Griz. Bayu yang mendengarnya langsung tertawa sehingga Griz memberengut sebal. Begitupun dengan Andra, laki-laki itu sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak pecah.


Tidak sadarkah jika dirinya juga seorang bule. haha


"Udah kecantol kok, nih bule nya. Asli, Made in Amerika" Tunjuknya pada hidung mancung Griz.


Memutar bola matanya jengah, Griz menyingkirkan telunjuk Bayu yang terus menekan-nekan hidungnya kesal, "Serius mas!" Kali ini Bayu tidak tertawa karena melihat wajah gadisnya yang mulai terlihat garang.


"Iya-iya sayang" Sahutnya. Bayu membawa Griz ke dalam pelukannya membuat keduanya menjadi pusat perhatian disana.


"Ya udah, hati-hati. Kalau udah sampai kabarin ya, aku mau ke mall dulu ketemu si bule mempesona 2"


"Siapa?" Heran Bayu. Matanya langsung mendelik curiga, siapa yang dimaksud bule mempesona 2 itu.


Hmm


"Si Shawn, haha"


Bayu tertawa, ia lupa dengan julukan murid-murid Saint Peterson kepada Shawn dan juga Griz adalah bule-bule mempesona. Haha


"Iya, kamu hati-hati. Langsung pulang kalau udah ketemuan" Ucapnya seraya mencium kening Griz.


Memutar bola matanya jengah, Andra berdehem saat Bayu akan mencium bibir Grizelle didepan umum. "Mon maaf nih yee tuan Bayu dan nyonya Bayu, ini tempat umum! mohon untuk menjaga sikap karena disini ada hati yang masih kosong!"


Griz tertawa begitu juga dengan Bayu. "Sorry, lupa kalau ada jomblo sejati" Sahut Bayu meledek.


"Sabar kak Andra, mungkin harus nunggu sidang isbat dulu biar jodohnya kelihatan" Timpal Griz ikut-ikutan meledek.


"Gak laki nya, gak bini nya sama aja njer!" Rutuk Andra dipojokan sana dengan berpura-pura menangis


"Ya udah, aku pergi dulu ya mas. Kak Andra nitip mas Bayu ya, kalau nakal buang aja ke laut buat kasih makan ikan hiu!"


"Siap!" Sahut Andra dengan mengacungkan kedua jempol nya.


Setelah mengatakan itu, Griz buru-buru pergi sambil tertawa-tawa melihat ekspresi wajah calon suaminya yang terlihat sangat kesal.


Bayu sudah berdiri hendak mengejar gadis itu namun ia duduk kembali dan mendelik kesal pada Andra yang terus mentertawainya.

__ADS_1


"Sumpah bay, baru ada cewek yang nyuruh gue buang loe ke laut" Andra masih terus tertawa, sedangkan bayu, ia memberengut kesal namun akhirnya tertawa juga melihat tingkah gadisnya yang memang ajaib dan tidak pernah mempilter jika berbicara.


"Itu masih mending, dia pernah mau buang gue ke Bantar gebang tahu gak!"


Andra semakin tidak tahan, ia terkikik geli sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena terus-terusan tertawa.


"Puas loe!" Kesal Bayu.


🌻


Shawn sengaja mengajak Griz bertemu di mall karena Jeno yang menintanya, ia memilih tempat itu karena ramainya pengunjung sehingga jika Griz melihat Jeno ia tidak akan merasa ketakutan seperti dulu.


Sejujurnya Shawn merasa tidak tenang, apakah Griz akan marah kepadanya karena merencanakan ini tetapi disisi lain juga Shawn merasa begitu tidak tega melihat Jeno yang benar-benar menyesali perbuatannya dulu.


Huh! semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.


"Loe mending duduk disitu, bentar lagi Adek gue datang"


Jeno menurut saja, ia duduk dikursi lain dengan menggunakan topi dan juga masker.


"Ok!"


Setelah hampir setengah jam mereka menunggu, Shawn tersenyum saat melihat Griz sudah datang dan duduk dihadapannya.


"Tumben sih, mau jajanin?" Heran Griz karena tidak biasanya Shawn mengajaknya ketemuan seperti ini. Biasanya jika laki-laki itu seperti ini pasti mempunyai maksud lain. Contohnya, meminta bantuan untuk mendekati cewek, mungkin.


Cih! selalu saja meminta imbalan disetiap pertemuan, untung sayang!


"Asik! yang keluaran terbaru ya?"


"Udah minta, nawar lagi. Bener-bener!" Kesalnya. Sedangkan Griz hanya tertawa saja.


"Iya entaran aja itu, gampang! Tapi ada yang mau ketemu sama Adek dulu"


"Siapa?" Griz mulai curiga. Ia melihat keseluruh penjuru cafe tetapi tidak ada yang aneh menurutnya. Lalu siapa yang ingin bertemu dengannya?


"Tapi janji dulu, jangan berteriak atau membuat kegaduhan disini" Peringat Shawn yang membuat Griz semakin curiga.


"Siapa sih bang, jangan bikin gue parno deh"


Belum juga apa-apa, Griz sudah ketakutan seperti itu. Bagaimana ini, apa Shawn batalkan saja tetapi melihat Jeno dibelakang Griz terus memohon ia menjadi bimbang dan tidak tega.


Apalagi Jeno jauh-jauh dari Amerika ke Indonesia hanya untuk meminta maaf.

__ADS_1


Shawn mengangkat tangannya, menyuruh orang itu untuk mendekat. Griz melihat orang itu dengan lekat, setengah wajahnya yang tertutup masker dan kepalanya menggunakan topi membuat ia sulit mengenalinya.


Tetapi saat Griz melihat topi tersebut yang ia ingat siapa orang satu-satunya yang mempunyai topi tersebut gadis itu langsung berdiri.


"Je-jeno!" Ucapnya tergagap, bagaimana bisa laki-laki yang hampir memperkosanya dulu ada disini.


Griz mulai panik, ia mengambil tas kecilnya lalu berlari tanpa mendengarkan Shawn yang terus berteriak memanggil namanya. Shawn dan Jeno kalang kabut mengejarnya sehingga membuat pengunjung lain memperhatikan mereka.


"Dek tunggu dulu, Grizelle!"


"Ya Tuhan, lindungi aku" Griz tidak mendengarkan Shawn, ia terus berlari ke parkiran untuk pergi tapi saat ia akan mengambil kunci mobil dari tasnya tiba-tiba tangannya dicekal oleh seseorang yang paling dibencinya.


"Je-jeno please, Let me go!" Teriaknya histeris


Griz terus memberontak tetapi Jeno sekuat tenaga tetap menahan gadis itu agar tidak pergi.


"Griz please, listen to me, Just a second" Jeno hampir menangis melihat respon Grizelle yang sangat ketakutan, bahkan ia menangis dan wajahnya mulai memucat.


"Jeno jangan melakukan itu, aku mohon"


Jeno menggelengkan kepalanya, "Engga, aku gak akan nyakitin kamu. Tapi aku mohon dengarkan aku bicara, sebentar saja" Pintanya dengan sangat memohon, bahkan Jeno sa.pai berlutut dihadapan Griz dan menangis.


"Listen to me, please. Just a second!"


Griz mengangguk, seharusnya ia tidak perlu khawatir karena ada Shawn bersama nya dan Griz yakin jika Jeno tidak akan macam-macam lagi dengannya seperti dulu.


"Tell me now"


Jeno bangun, ia berdiri dihadapan Griz yang masih enggan untuk menatapnya.


"Aku cuma mau minta maaf sama kamu, aku menyesal. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, saat itu aku mabuk dan aku juga tidak sepenuh nya mengingat kejadian itu" Ujarnya.


"Sungguh?"


"Ya"


Nah gitu dong, akur wkwk



🌻


Gimana nih, apakah Grizelle akan kembali pada masalalu nya? Haha

__ADS_1


Guys baca juga cerita aku yang satu nya lagi ya, TAKDIR .. Dijamin bikin greget dan sesak nafas. Haha.


Oke, terimakasih semuanya 😘


__ADS_2