I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 69 - Tips


__ADS_3

Hyung, udah 69 episode loh masasih kalian belum tahu karakter Bayu kayak apa 😂


Happy reading ya, maaf kalau berantakan. Semoga suka 🤗


🌻


Khanaya sudah berdiri didepan pintu ruangan dimana sang Presdir berada. Sebelum memutuskan untuk masuk, perempuan itu sedikit membenarkan kembali rambutnya.


Di ambilnya kaca kecil dari sakunya, "Gue udah cantik 'kan? Ah pertanyaan bodoh macam apa itu, jelas lah Khanaya Azhaliyah sangatlah cantik!" Dengan membenarkan bulu matanya, memastikan terlihat indah dan lentik.


Menarik nafas lalu membuangnya perlahan, "Duh, ko deg-degan ya. Mudah-mudahan dia masih ingat sama aku" Gumamnya seraya mengetuk pintu


TOK,TOK,TOK!


"Masuk!"


Argh, suaranya pun terdengar begitu sexy! jantung Khanaya semakin berdebar saja rasanya, apalagi saat pintu itu terbuka lalu menampakan sosok sempurna dihadapannya bagaikan jelmaan seorang dewa.


Rambutnya yang berwarna coklat sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang sangat putih. Sempurna, kata-kata pertama yang terlintas diotaknya saat melihat ketampanan seorang Bayu Aji Bagaskara.


Khanaya selalu berfikir, sangat beruntung sekali gadis yang dijumpainya di rumah sakit beberapa hari lalu, bisa dengan mudah menaklukan seorang laki-laki yang terkenal sangat dingin itu


Bayu mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang dipegangnya, lalu melihat ke arah Khanaya dengan tatapan tajam. Bukannya takut, Khanaya begitu terpesona melihatnya


"Saya menyuruh kamu kesini untuk menyerahkan laporan bulan ini, bukan untuk diam mematung seperti itu!" Ucapnya begitu dingin.


Huh, ternyata pegawai baru yang Andra maksud adalah perempuan yang membuat dirinya dan Grizelle menjadi salah paham beberapa hari lalu.


Bagaimana jika calon istrinya mengetahui jika perempuan yang bernama Khanaya itu bekerja dikantornya, apakah dia akan marah atau mengamuk?


Pasti!


Ya, Bayu harus memberitahukannya sebelum gadis itu salah paham kembali dengannya


"Ma-maaf pak" Sahutnya tergagap, bahkan Khanaya merasa takut.


Ternyata benar apa yang dikatakan Briana, jika laki-laki itu sangatlah tegas dan dingin jika sedang berkerja. Tidak! bukan hanya dikantor, tetapi diluarpun sama. Dirinya masih ingat saat laki-laki itu melarangnya untuk duduk didepan dan menyuruhnya pindah ke belakang.


Menyebalkan, untung ganteng!


Bayu melengos malas, dirinya merasa risih dengan pakaian perempuan itu yang terlalu mini dan juga make Up nya yang menurutnya terlalu tebal. Seperti badut, pikirnya.


Tidak seperti Grizelle, meskipun tidak memakai riasan apapun ia sangat terlihat cantik dan Bayu selalu terpesona melihatnya.


Huh!


Mungkin ini apa yang mamah Raisha katakan beberapa hari lalu, jika kita akan menikah pasti ada saja masalah dan rintangan yang terus berdatangan, dari mulai sang mantan yang ingin kembali lagi sampai kemunculan orang baru. Semoga saja semuanya berjalan lancar sampai nanti.


Khanaya berjalan kehadapan Bayu, meletakan laporan dihadapannya.


Ya Tuhan, tubuh itu yang sudah ia peluk beberapa hari lalu, rasanya ingin mengulanginya lagi.

__ADS_1


"Ini laporan bulan ini, silahkan bapak check kembali"


Bayu tidak menjawab, laki-laki itu langsung membuka laporan tersebut dan menelitinya, sedangkan Khanaya tetap ditempatnya, terus memandang takjub ketampanan sang pemilik perusahaan ini.


"Silahkan keluar!"


Khanaya tidak bergeming, ia terus melamun memuja kesempurnaan laki-laki dihadapannya.


"Kamu tidak mendengarkan saya, silahkan keluar!"


Tersentak kaget, Khanaya langsung merasa kaget dengan teriakan bos nya itu, dengan cepat perempuan itu mengangguk, lalu permisi keluar.


"Buset, galak banget dah. Gimana mau bikin dia naksir, kayaknya beneran gak mungkin deh" Ucapnya begitu putus asa. Andra yang kebetulan lewat mendengar perempuan itu berbicara sendiri, lantas menghampirinya.


"Mau tahu gimana caranya dapatin bos?" Tanya Andra sehingga Khanaya kaget karena tiba-tiba Andra sudah ada dibelakangnya


"Gi-gimana, pak?" Sahutnya ragu, ya siapa tahu saja 'kan pak Andra ingin memberitahukan tips bagaimana caranya mendapatkan sang bos.


"Loe tidur, terus mimpi!"


Kemudian Andra langsung masuk kedalam ruangan Bayu, meninggalkan Khanaya yang sangat terlihat... Mungkin kesal dengan kata-kata yang Andra ucapkan.


"What the..."


🌻


Setelah mendapat pesan dari laki-laki itu, Shawn melajukan mobilnya ke bandara, dimana seseorang telah menunggunya disana.


"Bro!" Teriaknya, Shawn yang melihatnya langsung melambaikan tangannya dan berjalan menghampirinya


"How are you, Lee?" Ucap Shawn seraya memeluknya


Seketika laki-laki itu melepaskan rengkuhannya, dan menatap Shawn yang sedang tertawa dengan jengah. "Jangan panggil Lee!" Protesnya, karena Shawn selalu saja memanggilnya dengan nama tersebut. Ya meskipun memang itu nama depannya, tetapi laki-laki itu tidak begitu suka jika dipanggil seperti itu.


"Nama loe 'kan Lee Jeno, ya gue manggil Lee lah" Sahutnya tanpa dosa.


Shawn tahu jika Jeno tidak suka dipanggil dengan sebutan nama depannya, ia hanya senang membuat laki-laki yang lebih kekar darinya itu kesal, menurutnya sangat asyik.


"Terserah loe deh, Lex! males gue!"


"Hahaha, iya-iya sorry Jeno. Mau langsung ke apartement gue apa makan dulu?" Tanya Shawn seraya membantu Jeno membawakan kopernya


"Makan dulu lah, gue laper banget dari tadi nungguin loe lama banget!" Sahutnya. Tangannya bergerak mengusap perutnya yang memang sudah keroncongan daritadi.


"Heh Lee Jeno, disini banyak restoran kenapa loe bikin diri loe menderita, hah?" Kesal Shawn


"Gue gak ngerti, ini 'kan yang pertama!"


"Sama aja ogeb, Indonesia juga udah sama kayak Amerika"


Benar juga.

__ADS_1


Jeno hanya menyengir saja, Shawn yang melihatnya sangat malas.


Ya, dialah Lee Jeno, sahabat Shawn yang berasal dari Korea tetapi dari SD ia menetap di Amerika karena ayahnya yang berasal dari sana. Dia adalah anak dari orang terpandang disana, siapa yang tidak mengenalnya, cukup katakan marga nya saja semua orang bisa tahu siapa dia.


"Ya udah, makannya di apartemen gue aja"


Shawn mengajak Jeno untuk ke apartemennya, rencananya laki-laki asal Korea itu akan menginap di apartemennya selama seminggu untuk berlibur.


"Gue baru mau ujian bulan depan, loe udah liburan aja"


"Beda lah, loe mau lanjut kuliah dimana. Gak ada niat buat menetap lagi di Amerika?" Tanya Jeno.


"Gak tahu, kayaknya sih bakal disana tapi nanti aja 'lah" Sahut Shawn yang memang belum memikirkan ia akan melanjutkan studi nya disana atau tetap disini.


Setelah sampai di apartemen, mereka langsung makan terlebih dahulu. "Mewah juga apartement loe" Ucap Jeno melihat takjub kemewahan nya.


"Gak mungkinlah mak-bapak gue tega kasih fasilitas biasa sama anak kesayangannya"


"Tetep kalah sama si Leon gue yakin!"


Cih!


Jeno terkekeh melihat wajah Shawn yang kesal karena selalu kalah satu langkah oleh saudaranya, Leon.


"Tapi sayangnya untuk kali ini gue sebanding sama dia"


"Buktinya?"


"Apartement kita sama, beda lantai doang, tinggian gue!"


Jeno tertawa mendengarnya, "Iya deh, terserah loe aja"


Lee Jeno



Bayu Aji Bagaskara



Grizelle Jovanka



Alexi Reviano Shawn



🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2