I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 77 - Penjelasan


__ADS_3

Happy reading


🌻


"Mas"


Ragu-ragu Griz memanggil Bayu yang baru saja selesai mandi, Griz terus memperhatikan laki-laki yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Kenapa sayang?"


Griz berdiri, menghampiri Bayu dan mengambil alih handuk kecil itu dan mulai mengeringkan rambutnya.


"Mas, rambutnya udah panjang loh, gak mau dipotong?" Usul Griz karena poni laki-laki itu sudah melewati mata. Namun karena Bayu sering menyisirnya ke belakang jadi tidak terlihat jika poninya sudah panjang.


"Udah gini aja, 'kan biar kayak suami onlen kamu, siapa tuh namanya?" Sahutnya sedikit sebal dan membuat Griz heran, tapi tidak lama kemudian Griz tertawa dan mencubit gemas pipi laki-laki itu yang sedikit lerlihat chubby.


"Jaehyun mas. Dia tuh member paling ganteng dan bias sejuta umat. Si author aja nih ya bucin banget sama dia. Sampe gak Up kemarin padahal tinggal Up doang. Tapi gara-gara nonton vlive nya, dia sampe lupa waktu, jerit-jerit Mulu lagi selama nonton, berisik banget"


(Maksudnya apa nih Griz, ngajak gelud ma gue?)


"Gantengan juga mas"


"Iya-iya, mas Bayu deh yang paling ganteng. Lagian mas cemburu tuh gak masuk akal banget tahu gak"


"Dia laki-laki, masuk akal lah"


Sudahlah Griz, mengalah saja. Percuma berdebat dengan laki-laki itu, tidak akan pernah menang jika kewarasannya sedang terganggu.


"Iya tuan Bayu Aji Bagaskara yang keras kepala, yang tidak suka dibantah dan..."


"Dan apa?"


Griz hanya diam dengan senyum yang dipaksakan, ia mengingat kembali pertemuannya dengan Monicca beberapa hari lalu yang membuat pikirannya tidak tenang. Apalagi setelah kejadian tadi yang hampir membuat dirinya hilang kendali dengan semua perlakuan Bayu yang diluar dugaannya.


Jika dengan dirinya saja Bayu seperti itu, apalagi dengan Monicca yang sama-sama sudah dewasa, apalagi Monicca adalah seorang model dan ia juga sangat sexy, jadi tidak mungkin jika selama mereka berpacaran mereka tidak pernah melakukan apapun.


"Kenapa?" Bayu menarik pinggang gadis itu dan memeluknya, menempelkan kepalanya pada perut sehingga Griz tidak tahan untuk mengusap rambutnya.


"A-aku, beberapa hari yang lalu ketemu sama-"


"Mantan mas, si Monicca itu" Potong Bayu dengan santai. Ia sudah yakin jika Griz akan menanyakan hal itu dan Bayu akan menjelaskan semuanya agar gadis itu salah paham.


"Mas tahu?" Heran Griz, padahal ia belum selesai mengatakannya. Bayu tersenyum, lalu mendongkakan kepalanya sehingga tatapan mereka bertemu


"Kamu ketemuan sama laki-laki saja mas tahu!"


Ha?


Dari siapa, bagaimana bisa. Apa dari Leon?


Wajahnya berubah menjadi gugup dan salah tingkah, apakah Bayu juga mengetahui saat dibandara sebelum Bayu datang Griz sempat mengobrol kembali dengan Jeno?


"Mas tahu semuanya sayang, tahu!"

__ADS_1


Darimana calon suaminya tahu semuanya?


Oke lupakan, itu urusan nanti yang terpenting sekarang adalah tentang semua hal yang sangat mengganggu pikirannya saat ini, Griz harus segera mengetahui kebenarannya.


"Soal Monicca-" Bayu menyentuh bibir Griz agar diam dan mendudukkannya diatas pangkuannya sehingga wajah mereka begitu dekat.


"Kamu percaya sama ucapan dia?" Tanya Bayu mulai serius. Ia hanya tidak ingin dipandang sebagai laki-laki brengsek oleh calon istrinya nanti.


Griz menggelengkan kepalanya, namun hati nya masih dibuat ragu dengan kejadian tadi yang hampir membuat keduanya kebablasan.


"Dengerin mas, iya, kita memang pacaran lama, 2 tahun. Tapi bukan berarti kita sudah melakukannya. Mas sudah berjanji jika tidak akan melakukan hal seperti itu jika mas belum menikah" Bayu menjelaskan agar Griz tidak terus-terusan memikirkan hal itu.


"Lagian, itu tidak sehat sayang. Mas hanya ingin melakukannya dengan istri mas, yaitu kamu" Ucapnya dengan menjawil hidung mancung Griz.


"Tapi tadi saja mas hampir saja... Kalau gak diingetin"


Bayu mencium pipi gadis itu dengan gemas, "Mas suka khilaf kalau Deket kamu, ujian berapa hari lagi sih?"


Memutar bola matanya jengah, mulai lagi...


"Tapi beneran 'kan mas belum... sama dia?"


"Belum sayang, bikin tanda kayak gini juga mas belum pernah" Tunjuknya pada leher Griz yang terdapat beberapa noda merah hasil perbuatannya.


Ck!


Bohong banget, tidak! Griz tidak percaya kali ini.


"Bohongnya ketara banget, mas" Cebiknya sebal, tidak mungkin Bayu tidak pernah melakukannya.


"Gak mau!"


"Ya udah"


Menatap Bayu dengan sebal, "Mas bohong banget gak pernah bikin kayak ginian, aku gak percaya!"


"Sayang, emang gak pernah. Mas harus gimana jawabnya?"


Serius kah?


Iya kah?


Syukurlah jika memang benar, Griz lega sekarang.


Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, itu artinya Griz sudah berada di apartemen Bayu selama 2 jam lebih dan selama itu juga Griz ditahan disana.


"Mas katanya mau pulang ke rumah mamah, ayok aku anterin sekalian pulang"


"Bentar lagi ya?"


Tidak semudah itu Griz, Bayu tidak akan melepaskannya begitu saja, apalagi mereka baru saja bertemu kembali setelah seminggu berjauhan.


🌻

__ADS_1


Akhirnya masa ujian pun telah selesai, semua murid sekarang sedang berharap-harap cemas menunggu hasil nya. Apakah semuanya lulus, Ya, semoga saja karena mereka sudah berkerja keras selama ini.


"Gak kerasa ya, sebentar lagi kita bakalan pisah. Kalian mau pada lanjut kuliah dimana nih?"


"Kayaknya disini aja deh, gue gak berani jauh-jauh, takut diculik" Sahut Mark yang mendapatkan toyoran dikepalanya oleh Shawn.


Kini mereka sedang berkumpul dikantin, saling membahas perihal kemana mereka akan melanjutkan studi nya.


"Mana mau mereka nyulik loe, tekor duit jajan Mulu" Maki Shawn yang membuat semua orang yang sedang berkumpul disana tertawa.


"Bule kambing!"


"Eh Griz, mau lanjut dimana nih?"


"Gak tahu, belum nentuin juga" Sahut Griz. Ia memang belum membicarakan soal ini dengan calon suaminya, apakah Griz akan kuliah atau hanya diam dirumah sebagai nyonya Bayu.


Argh, Griz harap Bayu tidak melarangnya untuk melanjutkan pendidikannya, karena Griz ingin sekali menjadi seorang dokter anak.


"Udah diem aja dirumah jadi nyonya Bayu" Timpal Megan yang mendapat sikutan keras dari Griz. Gadis itu langsung menutup mulutnya yang tanpa sadar sudah keceplosan. Sedangkan Griz ia menepuk jidatnya atas kecerobohan Megan.


"Maksudnya gimana nih Meg, nyonya Bayu?" Heran David yang paling penasaran.


"Pak Bayu guru matematika kita?"


"Anak pemilik yayasan Saint Peterson?"


Menghembuskan nafasnya kasar, Griz tidak mau ikut campur untuk menjelaskannya, biarkan saja Megan yang menyelesaikannya. Griz pusing, ia berdiri dan meninggalkan kantin menuju kelasnya.


Sedangkan Megan, ia merasa bingung harus menjelaskan seperti apa, ia memilih kabur meninggalkan teman-temannya yang berteriak-teriak memanggil nya.


"Oey Megan, kabur lagi! maksudnya apaan coba"


"Si Grizelle juga kabur lagi"


"Bener-bener mencurigakan!"


🌻


Griz terus saja merutuki Megan, memakinya dalam hati karena ia selalu saja ceroboh. "Dasar tiang listrik mulutnya lemes amat, ribet 'kan!"


"Gimana kalau ketahuan coba, tapi gak apa-apa juga sih 'kan udah ujian juga. Tapi tetep aja... Ck!"


Baru saja Griz akan masuk ke kelasnya, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang yang membuat Griz kaget.


BERSAMBUNG LAGI WKWK


Siapa ya? 😂


Bayu Aji Bagaskara



🌻

__ADS_1


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih:)


__ADS_2