I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 122


__ADS_3

Happy reading.


🌻


Grizelle menunggu suaminya menjemput. Tiba-tiba saja kepalanya berdenyut pusing, lantas yang gadis itu lakukan adalah berjongkok dan mencari obat penghilang mual dari dalam tasnya.


Usai meminum obat, Grizelle mengusap perutnya.


"Kamu kenapa sih, nak? Mommy mual, loh?"


Sungguh!


Grizelle sangat ingin muntah sekali.


Aroma parfum yang dipakai shawn membuatnya pusing.


"Kita tunggu daddy disini saja, ya?"


Ketika sedang menunggu dibawah pohon rindang sana seorang diri, tidak sengaja matanya menangkap sebuah gerobak dorong yang melewati depan kampusnya.


"Kayaknya mommy pengen itu deh, sayang"


"Bagaimana selagi menunggu daddy sampai, kita membelinya dahulu? mommy tau kamu juga ingin makan itu, kan? Jadi, ayo kita beli!"


Grizelle segera berdiri, kemudian menghampiri mamang gerobak.


"Bang, cakwe nya dua puluh ribu, ya?"


Tukang cakwe itu terkejut.


"Set! Banyak bener, miss?"


Grizelle nyengir.


"Maklum bang, buat dua orang"


"Siap, miss!"


Sambil menunggu mamang cakwe membuatkan pesanannya, Grizelle duduk pada kursi yang tersedia disana setelah mengirimkan pesan pada suaminya bahwa dia sedang membeli cemilan terlebih dahulu.


"Grizelle?"


Grizelle terkejut saat seseorang menepuk pelan pundaknya.


"E--eh? Kak Reymond?"


Pria itu tersenyum, kemudian hampiri Grizelle dan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Lagi beli cakwe juga?"


"I--iya, kak. Hehe"


Rey kembali tersenyum. Dia bahagia karena pada akhirnya bisa bertemu kembali dengan gadis terkasihnya. Namun senyum itu pudar ketika melihat wajah itu pucat.


"Kamu sakit? pucat banget"


Grizelle menggeleng.


"Cuma mual aja, kak"


"Mual?"


"Iya, baby-"


Namun belum sempat Grizelle menyelesaikan kalimatnya, pesanan cakwenya sudah selesai dibuatkan.


"Terima kasih, bang?!"


"Mau langsung pulang?" Tanya Rey lagi.


Melihat Grizelle sendirian, sepertinya wanita itu belum dijemput oleh supirnya. Nah! Ini adalah kesempatan emas untuk mengajaknya pulang bersama.


"Iya kak, kenapa?"


Dan akhirnya suara klakson mobil mewah berwarna putih menghancurkan semua kalimat yang belum sempat dikatakannya. Oh sialan! Rey terus merutuki dirinya yang mendadak bisu, padahal ini adalah kesempatan untuknya.


"Kak Rey aku sudah dijemput. Duluan ya"


Tuhkan! "Bego banget sih loe Rey, keburu dijemput kan tuh si Grizelle. Argh!" Batinnya kesal.


"Eh iya hati-hati ya" Sahut Rey dengan memaksakan senyumnya. Rey terus memperhatikan Grizelle ketika memasuki mobil tersebut. Ia penasaran siapa yang telah menjemputnya, kenapa wajahnya sebahagia itu. Apakah benar Grizelle sudah mempunya kekasih seperti kata teman-teman nya? Apalagi setelah gosip yang sempat menghebohkan kemarin, mereka mengatakan jika Grizelle sering diantar oleh seorang pria dewasa.


Ah, Rey tidak akan percaya sebelum dia melihatnya. Tapi bagaimana dia bisa melihatnya, kaca mobilnya saja berwarna gelap.


"Sayang siapa pria itu?" Bayu bertanya setelah memasangkan sabuk pengaman.


Grizelle mendelik, tidak mungkin suaminya tidak tahu, pikirnya. "Jangan pura-pura gak tahu ya kamu mas, bahkan kamu bisa dengar apa aja yang aku bicarain sama dia" Ck, dasar!


Bayu terkekeh pelan, mencium pipi chubby istrinya begitu gemas. "Hehe, ini demi keselamatan kamu dan baby kita sayang" Iya hanya itu tujuan Bayu memasangkan GPS serta alat penyadap pada kalung istrinya, bukan karena dirinya tidak percaya, namun karena rasa takutnya saja. Apalagi setelah mengetahui musuh terbesarnya berada di Indonesia, Bayu semakin khawatir dengan keselamatan istri dan juga anaknya. Karena Bayu sendiri hapal, siapa Jasson sebenarnya. Pria licik dan bejad yang akan melakukan apapun demi keinginan nya.


Grizelle tersenyum, menangkup sebelah wajah suaminya. "Iya sayang, aku paham" Lalu menyuapkan cakwe pada mulut suaminya. "Kamu kan bucin banget sama aku, mas" Imbuh Grizelle yang membuat Bayu tersenyum geli. Iya, saking bucin nya Bayu akan melakukan apapun agar Grizelle tidak pergi darinya, atau jika itu terjadi, ia tidak tahu akan se-hancur apa hidupnya nanti.


Bayu beralih pada perut sang istri, mengusapnya begitu lembut lalu mendekatkan wajahnya seraya berbisik. "Hello anak Daddy, nakal ya bikin mommy mual tadi"


"Iya, aku gak suka parfumnya uncle Shawn Daddy. Bau!" Sahut Grizelle dengan menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Nanti Daddy suruh uncle buat ganti parfum ya, biar kamu engga bikin mommy mual lagi"


"Ide bagus Daddy"


Rey terus menatap mobil tersebut ditempatnya, ia begitu penasaran siapa yang menjemput gadis pujaannya tersebut dan merasa harus mengikutinya, namun saat Rey akan mengambil motornya, tiba-tiba Sisil datang dan menahan tangannya.


"Ada apa sih sil? Gue lagi buru-buru" Ucapnya kesal ketika mobil tersebut sudah melaju pergi. "Ck! Keburu pergi kan!" Desisnya bertambah kesal.


"Loe mau kemana, gue nebeng ya, rumah kita kan searah"


"Gak!" Tolak Rey mentah-mentah seraya pergi.


Sisil tersenyum remeh. Sebenarnya Sisil tahu Rey sedang memperhatikan Grizelle dalam mobil tadi, makanya Sisil sengaja menghampirinya agar Rey tidak mengikutinya. "Loe mau ngikutin si Grizelle kan?" Tebak Sisil yang membuat Rey berhenti dan berbalik menatapnya.


"Bukan urusan loe!" Tegas Rey.


Sisil terkekeh pelan, melipat tangan didepan dadanya. "Gue kasih tahu aja Rey, berhenti kepoin hidupnya dia. Atau-" Men-jeda sedikit kalimatnya, "Atau loe akan menyesal" Imbuh wanita itu.


"Menyesal? Tahu apa loe emangnya?" Sergah Rey.


"Tahu semua apa yang enggak loe tahu"


🌻


Usia kehamilan Grizelle sudah memasuki bulan ke tiga. Kini perutnya sudah sedikit membuncit namun tidak begitu terlihat karena Grizelle memiliki postur tubuh tinggi.


Di bulan ke tiga ini, Grizelle lebih sering mengeluh buang air kecil dan juga nyeri pada punggung serta pada perut bawahnya, namun semua itu adalah hal biasa karena perubahan hormon pada rahim yang terus tumbuh sehingga merenggangkan ligamen dan juga tendon.


Seperti sekarang, sudah terhitung tiga kali dirinya menyinggahi toilet yang jaraknya lumayan jauh dari kelas. Dirinya harus naik turun tangga ke lantai dasar dan juga melewati beberapa kelas untuk kembali. Ugh, melelahkan sekali.


Baru beberapa langkah kakinya menaiki tangga, Megan mengiriminya pesan, memberitahukan jika dosen yang akan mengajarnya ternyata sudah datang dan memulai materinya.


"Mapos! Bisa-bisa aku di hukum nih"


Kalau saja Grizelle boleh berlari, sudah daritadi dirinya melesat secepat kilat untuk cepat sampai ke kelas. Namun ia tidak bisa melakukannya atau akan terjadi sesuatu yang dapat membahayakan bayi nya yang semakin membesar didalam rahimnya.


Sejenak Grizelle tertegun ketika melihat dosen tersebut sedang menjelaskan materinya. "Aduh gimana nih?" Grizelle merasa bingung, apakah dia harus masuk begitu saja ataukah-


"Hey kamu, kenapa diam saja diluar? Masuk!"


Grizelle tersentak, menoleh dengan wajah gugup. "I-iya Mr" Lalu berjalan masuk ke dalam kelas dan berdiri tepat dihadapan dosen tersebut dengan wajah menunduk takut. Semoga saja dosen tersebut tidak menghukumnya. Sungguh, hari ini Grizelle benar-benar sudah kehabisan tenaga dan ingin cepat pulang lalu berbaring diatas ranjang empuknya.


🌻


...*****...


......Bagi yang belum baca TAKDIR, boleh mampir ya, disana juga ada Grizelle dan pak Bayu loh .. Malah udah gede banget perutnya 😄......

__ADS_1


...Dan siapin hati buat episode selanjutnya karena aku mau langsung loncat aja biar cepat-cepat selesai season duanya....


__ADS_2